6/04/2021

Pandemi: Bukan Alasan Berhenti Berkarya

APERO FUBLIC.- Di pengujung tahun 2019, dunia digemparkan dengan munculnya fenomena Covid-19. Covid-19 adalah singkatan dari Corona Virus Desiase 19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia, yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Co-V-2)[1]. Covid-19 ini muncul pertama kali di Cina, tepatnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada bulan Desember 2019.

Virus ini dapat dengan mudah menular melalui percikan dari cairan droplet atau hanya menyentuh permukaan yang telah terkena percikan droplet dari orang yang telah terinveksi Covid-19. Tanda-tanda terinveksi oleh virus ini seperti, mulai dari gejala seperti flu, demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, hilang kemampuan mengecap rasa & mencium bau, atau bahkan ada yang tidak memiliki gejala tertular.

Untuk dapat meminimalis penularan Covid-19 secara cepat, pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tertulis jelas pada Peraturan Pemeritah Nomor 21 Tahun 2020.  Kebijakan PSBB ini adalah seperti pembatasan kegiatan keagamaan maupun fasilitas umum yang melibatkan banyak orang, perkantoran melakukan Work From Home (WFH) serta sekolah melakukan Pembelajaran dari rumah secara Daring (Online).  

Akibat PSBB ini, banyak orang yang kehilangan mata pencaharian mereka sehari-hari. Namun kehidupan harus terus berjalan walau dimasa sulit seperti saat ini. Bangkit dari keterpurukan dan tidak menyerah, serta selalu berusaha dan berdoa merupakan langkah yang bisa diambil dibalik adanya Covid-19 ini.

Inovasi dan kreatifitas merupakan langkah pendorong yang harus ditumbuhkan dalam usaha tetap produktif dimasa pandemi. Memanfaatkan barang bekas yang tersedia disekitar juga dapat menjadi modal awalnya. Adapun beberapa barang-barang disekitar mu yang bisa dengan mudah kamu jumpai diantaranya seperti kepingan CD tak terpakai, kardus tak terpakai, atau bahkan ilalang dan rumput liar sekalipun.

Berikut merupakan tips sederhana untuk membuat ketiga contoh barang tidak terpakai tadi menjadi barang yang dapat bernilai dan bisa menghasilkan rupiah. Yang pertama ialah kepingan CD tidak terpakai.

Pasti dirumah, kamu menemukan beberapa CD tidak terpakai yang bisa kamu manfaatkan. Kamu bisa membuatnya menjadi kerajinan baru yang bernilai dengan cara melukisnya dengan Cat lukis akrilik dan kamu kreasikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu.

Sebelum dilukis, usahakan beri lapisan cat dasar berwarna putih agar cat terihat jelas, warna nya terang dan tidak mudah luntur oleh lapisan CD yang licin. Kamu juga bisa memberikan sentuhan akhir berupa vernish untuk mengkilatkan cat atau glitter agar lukisanmu terlihat lebih bersinar. Hanya dengan modal sedikit, kamu bisa membuat CD tidak terpakai dirumahmu lebih bernilai dan dijual sebagai karya seni unik buatan tanganmu sendiri.

Yang kedua ialah kardus tak terpakai. Dengan kardus ini, bisa kamu kreasikan menjadi barang-barang bermanfaat yang bahkan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Adapun kardus tidak terpakai ini, bisa dikreasikan sebagai box hampers, rak kosmetik, rak file dokumen, atau bahkan menjadi scrapbox atau scrapbook yang cantik dan unik. Kamu hanya perlu mengkreasikan kardus sesuai kebutuhan dan keinginan, dilengkapi berbagai macam aksesoris pelengkap seperti kertas kado untuk membungkus, lem perekat, pita dan sebagainya.

Yang ketiga ialah ilalang dan rumput liar. Kamu bisa menjumpai ini dihalaman sekitar tempat tinggalmu. Ilalang dan rumput-rumput liar ini kemudian dibersihkan dan dikeringkan sebelum dapat dijadikan sebagai isian buket kekinian atau Bouqet Dry Flower yang lagi trending saat ini. setelah ilalang kering, kemudian dirangkai satu persatu sesuai keinginan , dan diberi tambahan lapisan seperti kertas Cellophane, kertas kain goni Burlap, kertas samson,  kertas tissue ataupun kertas Spunbond.

Isi buket nya bisa kita tambahkan kreasi seperti foto polaroid, snacks atau uang untuk membuat buket terlihat semakin menarik. Kemudian pada sentuhan akhir, buket diberikan pita sesuai dengan keinginan. Ilalang atau rerumputan ini juga bisa dikreasian dengan yang lain tidak hanya buket, seperti semisal untuk isian mahar atau seserahan, properti foto, isian frame 2/3 dimensi, dan masih banyak lagi.

Untuk pemasaran barang-barang ini sendiri, bisa memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Instagram, Tiktok, Twitter, Pinterest, Whatsapp, dan masih banyak lagi. dengan pemanfaataan sosial media, jangkauan pemasaran bisa jauh lebih luas, praktis dan tidak membutuhkan modal yang cukup besar.

Kunci nya terletak pada kesabaran, konsistensi dan juga iklan yang menarik. Untuk iklan sendiri, kita dapat menghemat budget dengan membuat sendiri iklan bermodalkan hp dan aplikasi yang telah tersedia di Playstore. Produk kita tadi, kita promosikan ke sosial media semenarik mungkin, agar dapat menarik perhatian pembeli.

Setelah semua usaha dilakukan, kuncinya adalah terus berusaha dan konsisten, mau terus belajar dan berusaha, optimis dan tidak pantang menyerah agar segala yang kita lakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Setelah ini, semoga muncul ide lain dan kreatifitas kalian agar terus berinovasi menghasilkan karya baru. Pandemi bukan alasan berhenti berkarya. Jadi teruslah berinovasi dan menghasilkan karya. Fighting!.

Oleh. Adel Dwi Putri Cahyani.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 4 Juni 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniorah, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic.



[1]World Health Organization, Naming the coronavirus disease (covid-19) and the virus that causes it, Geneva : World Health Organization; 2020 , https://www.who.int/emergencies/diseases/novelcoronavirus-2019/technical-guidance/naming-the-coronavirus-disease-(covid-2019)-and-the-virus-that-causes-it.

0 komentar:

Post a Comment