6/14/2021

Mengenal Pohon Buah Mbacang (Mangifera Foetida)

APERO FUBLIC.- FLORA. Mbacang adalah nama pohon buah-buahan yang sejenis dengan buah mangga, putaran, dan sejenisnya. Perbedaan dengan buah mangga terletak pada warna kulit buah. Mangga kulit buah hijau seperti daun, sedangakan warna kulit mbacang hijau kecoklatan. Bentuk buah mbacang bulat lonjong, dengan kulit buah dan daging buahnya yang tebal. Embacang lebih dekat ke buah putaran kalau melihat bentuk buah, tebal kulit dan daging buahnya. Namun rasa mbacang hampir sama dengan rasa mangga, tidak kalah manisnya.

Mbacang tumbuh dihutan-hutan tropis (Sumatera, Kalimantan, Malaysia) dan kemudian dibudidayakan manusia. Di pedesaan embacang ditanam di talang-talang atau kebun buah-buahan tradisional, di ladang, diperkebunan masyarakat, dan di sekitar tempat tinggal mereka. Sebuah nama desa di Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan menggunakan nama embacang, Desa Embacang. Nama embacang sangat jelas diambil dari nama pohon buah mbacang.

Mbacang terdeteksi dalam kalsifikasi ilmiah mangifera foetida, dari keluarga anacardiaceae, genus mangifera. Batang pohon mbacang lurus dan bagian dedaunan atas banyak bercabang. Ketinggian batang pohon mbacang dapat mencapai 28 sampai 35 meter dari atas permukaan tanah. Kulit batang pohon berwarna abu-coklat dan tebal. Mbacang diperbanyak dengan biji atau pembibitan. Masuk dalam golongan tumbuhan berkeping dua (dikotil).

Mbacang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaysia yang kemudian menyebar ke penjuru Indonesia. Lalu menyebar juga ke kawasan Asia Tenggara terutama di Mianmar dan Filipina. Pohon mbacang yang besar sering dijadikan masyarakat kayu olahan, seperti papan dan lainnya. Seiring waktu mbacang juga buah-buahan yang terancam keberadaanya. Sebab menyempitnya lahan perkebunan rakyat, tidak ditanam rakyat, dan tidak ada pembudidayaan.

Buah mbacang walau sudah masak tidak berubah menjadi kuning seperti buah sejenis, mangga. Masak buah mbacang dikenali dari bauh yang harum, dan lembut saat dipencet. Daging buah yang masak berwarna kuning seperti buah mangga masak. Buah mbacang mentah biasanya penduduk jadikan rujak, sambal asam, manisan mbacang. Buah yang masak selain dikonsumsi langsung juga dijadikan sambal asam. Nilai gizi mbacang sama dengan nilai gizi buah-buahan lainnya. Seperti vitamin C, kalori dan lainnya.

Nah, kalau kita bisa membudidayakan mangga mengapa kita tidak bisa membudidayakan mbacang. Jangan sampai buah mbacang punah dan tinggal kenangan. Mari kita tanam mbacang di sekitar pemukiman kita. Pohon mbacang yang besar dapat menghasilkan oksigen, meneduhkan, dan tentu kita dapat manfaat dari buahnya. Mbacang apabilah dilihat dari akar dan pohonnya yang kuat. Dapat dijadikan tanaman penguat sekitar tebing sungai, danau, lebung, dan bukit. Yuk, jadikan pohon embacang sebagai pohon penghijaun kita.

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Juni 2021.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment