5/13/2021

Mengenal Salak (Salacca Zalacca)

Apero Fublic.- Flora. Salak adalah tumbuhan tanaman buah. Nama ilmiah salak salacca zalacca. Dari keluarga arecaceae, divisi magnoliophyta, genus salacca. Salak sekarang terdiri dari tiga kelompok utama, salak hutan, salak biasa, dan salak unggul. Di Indonesia umum dikenal dengan salak di hampir setiap daerah. Dalam bahasa Inggris salak disebut snake fruit. Dinamakan demikian karena kulit buah mirip sisik ular.

Salak sejenis dengan tumbuhan palma, dengan buah yang baik untuk dikonsumsi. Tumbuhan jenis palma berciri tidak berbatang, berumpun langsung dari atas permukaan tanah. Rumpun terdiri dari pelepah daun yang rapat. Daun menempel pada pelepah ke sisi kiri dan kanan. Pelepah muda tumbuh menegak, kemudian terus merendah seiring pertumbuhan daun. Pelepah salak memiliki duri hitam atau hijau keputihan yang tajam dengan panjang antara satu sampai tiga senti meter. Panjang pelepah daun satu sampai tiga meter.

Bunga dan buah muncul dari selah pelepah. Tangkai menyembul dan menegak, tongkol bunga jantan panjang 50-100 cm. Untuk ukuran tongkol bunga betina 20-30 cm. Salak betina setelah penyerbukan akan menjadi buah. Bentuk buah salak bulat segitiga kerucut, daging buah berwarna putih, dan biji berwarna bulat hitam. Dalam setiap buah terdapat satu, dua, atau tiga biji. Terkadang juga terdapat empat biji, tergantung dari ukuran besar buah.

Saat ini salak dimanfaatkan masyarakat sebagai buah-buahan untuk konsumsi lansung. Pengolahan baru sebatas dijadikan manisan, keripik, rujak buah mudanya, dan makanan ringan sejenis dodol. Pada pohon salak juga sering dibuka masyarakat untuk diambil bagian dalam pohon, antara pucuk dan batang kerasnya, yaitu umbut. Umbut dapat dijadikan sayuran dan bahan gulai.

Salak belum diketahui sejarah asal usulnya dengan pasti. Namun yang jelas salak liar atau salak hutan tumbuh di Pulau Sumatera diantaranya di Sumatera Selatan. Selain itu salak hutan juga tumbuh di Pulau Jawa bagian barat daya. Masyarakat Melayu di Sumatera Selatan sudah biasa mengkonsumsi buah salak sejak dahulu. Mereka menemukan banyak salak dihutan-hutan, dan mereka namakan dengan salak ulo. Kemungkinan nama salak adalah nama asli yang diberikan masyarakat Indonesia sejak dahulu.

Salak hutan menyebar dengan cara ditanam menggunakan biji atau pemindahan tunas (anak). Salak ulo menyebar dengan biji-biji yang dibawa oleh hewan-hewan. Penduduk menanam  Di zaman sekarang bibit salak unggul sudah mudah didapatkan. Nama salak di Indonesia disesuaikan asal daerah penanaman salak. Misalnya salak bali berarti salak dari daerah bali.

Salak dapat tumbuh di tempat yang kering, dan cukup air. Tumbuh baik di lereng gunung atau dataran tinggi. Di Sumatera Selatan budidaya salak terdapat di Pagaralam. Di Yogyakarta terdapat di kawasan sekitar lereng Gunung Merapa. Di luar Indonesia salak sudah dibudidayakan di Thailand, Malaysia. Sekarang salak telah disebar ke Papua Nugini, Filipina, Queensland dan Fiji. Dengan demikian salak telah menyebar ke beragai belahan dunia.

Oleh. Medikal Rohim
Ediitor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Mei 2021.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment