12/31/2020

Puisi: Sepenggal Kisah

Apero Fublic.- Semua orang memiliki kenangan pada masa lalu. Masa-masa indah dan penuh cerita pada masa itu. Kemudian menjadi kenangan yang indah di kemudian hari. Hati menjerit untuk kembali, tuhan telah jauh perjalanan sekarang.

Kita seperti hanyut dan hilang dari kehidupan. Sebab kita semua memiliki jalan yang berbeda. Lalu perlahan tanpa kabar dan berita. Hingga suatu hari kita baru sadar kalau sudah tua. Masa itu, akan ada penggalan cerita dari kisah kita.

SEPENGGAL KISAH

Kian petang sudah.
Tampak jua merah-merah jingga.
Diakhir hari ini, kawan.
Remang seakan membuat kabur pandangan.
Kita pun sulit menerkah jalan.
Kemana untuk pulang?.
Kemana untuk pergi?.

Kita hanya dapat mengingat-ingat.
Masa itu, masa kebersamaan kita.
Menjadikan kita seperti sekawanan jalan.
Kita bersama, selamanya bersama.
Tawa-tawa itu seperti retakan, yang pecah.
 
Kini sudah petang.
Matahari telah tenggelam.
Di jalan kita berpisah, pulang.
Lalu terlelap tidur yang panjang.
 
Di waktu pagi, sendiri.
Di jendelah kita menanti.
Jalan hidup dan pilihan.
Telah memisahkan kita.
Kini, tinggal sepenggal kenangan.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 1 Januari 2021.

Sumber foto: HDS. Lokasi foto di kawasan pariwisata Bukit Pendape, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Buat semuanya bagi yang mau mempublikasikan karya tulis terutama karya puisi dapat mengirimkan ke email redaksi Apero Fublic fublicapero@gmail.com.  Karya puisi harus asli penulis dan dilarang melanggar hak cipta orang lain. Serta tidak melanggar UU Republik Indonesia.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment