9/16/2020

Produk-Produk Gelam: Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Lahan Gambut

 

Apero Fublic.- Palembang. Gelam dikenal masyarakat pohon kuat yang selalu digunakan untuk alat membangun konstruksi gedung. Gelam adalah nama sejenis pohon yang tumbuh di kawasan rawa-rawa yang tergenang air dimusim kemarau. Nama latin gelam adalah melaleuca leucadendra. Namun dalam pembahasan ini kita bukan membahas pohon gelam. Tapi gelam disini adalah bentuk kesatuan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar hutan gambut.

Rawa-rawa hutan gelam adalah kawasan penampungan air alami. Dimana kawasan ini harus tetap terjaga bukan hanya gambutnya agar tidak terbakar. Tapi sebagai kawasan penampungan air alami dimusim penghujan yang harus tetap alami. Agar pola sirkulasi air alam tidak terganggu.

Isu permasalahan rusaknya hutan gambut bukan hanya mengguncang Indonesia. Tapi juga mengguncang dunia Internasional. Sebab, hutan gambut sangat memiliki keterkaitan pada ekosistem dunia dan lingkungan hidup. Rusaknya hutan bergambut akan membuat adanya ketidaknormalan iklim dunia.

Permasalahan lahan gambut bukan hanya permasalahan kebakaran dan restorasi semata. Sehingga dalam upaya melakukan restorasi dan pencegahan kebakaran lahan gambut tidak monoton.

Dimana selama ini hanya berpangkal pada penanaman tumbuhan endemik (reboisasi) dan pengawasan penyebab kebakaran. Permasalahan lahan gambut khususnya di Sumatera Selatan sangat bersinggungan dengan sektor ekonomi penduduk. Yaitu, mata pencaharian penduduk yang tinggal di sekitar lahan gambut.

Untuk permasalahan tersebut pihak Kemitraan atau Patnership dari pengelolaan dana Asing yang berasal dari Norwegia. Mengupayakan pendampingan UKM pada masyarakat setempat. Salah satu program mereka adalah Desa Peduli Gambut (DPG). Dimana pihak Kemitraan melakukan program pemberdayaan masyarakat sekitar Lahan Gambut.

Dalam pendampingan tersebut memprogramkan menumbuh kembangkan model mata pencaharian mandiri masyarakat. Sehingga tidak lagi bergantung pada pengolahan hutan gambut secara langsung. Seperti perternakan, pertanian menetap dan pengembangan home industri. Home industri tersebut dikenal dengan istilah, Gelam.

Diantara hasil-hasil home industri yang mereka dampingi seperti produk: Bandeng Presto Original, Bandeng Presto Pedas Manis, Kemplang Gulung, Kemplang Ikan Rawa, Kemplang Peser, Keripik Bayam, Keripik Terong, Keripik Kangkung, Sambal Lingkung, Terasi Tabur, Keripik Ubi, Krido Uni Nely, Abon Leleh, dan lainnya. Pendampingan meliputi produksi, pengenalan dan pemasaran. Untuk bertahan semua hasil home industri tersebut memerlukan pemasaran yang luas.

Bagi masyarakat luas (kita semua) untuk ikut serta dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup, terutama lahan gambut tersebut. Untuk berpartisipasi langsung dapat dengan membantu pengembangan home industri masyarakat sekitar lahan gambut. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan membantu pemasaran produk-produk mereka.

Seperti menjadi perantara atau penghubung antara: pelaku usaha-dengan pasar. Misalnya menjadi reseler dari produk-produk Gelam. Dapat juga dengan membeli produk-produk Gelam. Ikut mempopulerkan produk Gelam dengan cara mengenalkan pada masyarakat luas. Baik melaui media teknologi internet dan secara lisan.

Pada pihak formal misalnya Pemerintahan Pusat atau Daerah baik di Sumatera Selatan dan di Indonesia agar memiliki program pembelian bersama-sama. Mendorong pihak ASN dan BUMN membeli produk-produk Gelam. Menjadikan produk Gelam sebagai kuliner oleh-oleh daerah. Serta fasilitasi lelang nasional pada produk gelam.

Begitu juga pihak Akademisi, seperti para mahasiswa dan mahasiswi yang jago dagang. Tentu sangat bermanfaat apabila ikut berdagang produk hasil home industri masyarakat di sekitar hutan gambut. Sedangkan para pelaku pasar lainnya, seperti gerai-berai berjaringan (swalayan) dapat membantu memasarkan produk-produk tersebut.

Apabila kita bekerja sama, keberhasilan itu akan terwujud. Namun apabila kita tidak peduli dan tidak menyadari betapa pentingnya kelestarian lahan Gambut. Kita sendiri sebagai manusia yang akan menerima dampak dan akibat rusaknya lingkungan kita. Maka dari itu, mari kita bersatu dan selamatkan hutan gambut kita.

Oleh. Rama Saputra
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 6 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.

1 comment:

  1. Semoga Lahan gambut kita tetap Lestari Dan terjaga dengan baik.

    ReplyDelete