9/29/2020

Mengenal Koperasi Tertua di Indonesia

Apero Fublic.- Kisah berawal dari Perpindahan Pusat Pemerintahan Kesultanan Riau Lingga dari Daik Lingga ke Pulau Penyengat. Semasa Pemerintahan Sultan Abdul Rahman Muazam Syah II pada tahun 1900 Masehi.

Perpindahan Sultan ke Pulau Penyengat disambut baik oleh Belanda. Karena posisi di kepulauan akan menjauhkan Sultan dari rakyat. Residen Belanda juga dapat mengontrol dengan baik aktivitas Sultan Riau.


Di Pulau Penyengat Sultan membangun istana kesultanan yang megah dengan arsitektur bercorak Eropa. Sehingga semakin mantap kedudukan Sultan di Pulau Penyengat.


Untuk memajukan perekonomian dan usaha rakyat. Pada tahun 1906 didirikan badan usaha bernama, Asy-syarkah al-Ahmadiyah di Midai, Pulau Tujuh. Sekarang masuk administratif Kabupaten Natuna.


Pendiri badan usaha bersama rakyat atau koperasi ini, adalah Raja Haji Ahmad bin Raja Umar (Endut). Beliau masih anak Raja Ali Haji Pahlawan Nasional Indonesia. Persatuan ekonomi masyarakat ini bergerak pada bidang usaha kopra (kelapa kering).


Para petani kopra dikumpulkan dan dibina serta bekerjasama. Masyarakat petani kopra dibina layaknya anggota koperasi seperti sekarang. Koperasi ini bekerja sama dengan Raja Ali Kelana. Kemudian mereka membeli sebuah kapal besar yang diberi nama, Karang.


Kopra yang terkumpul di Midai kemudian di pasarkan ke Singapura. Sehingga usaha sangat membantu usaha masyakarat pengumpul kopra. Terhindar dari monopoli asing dan mendidik masyarakat berekonomi yang maju.


Pada awal kemerdekaan, ketika Bapak Koperasi Indonesia H. Mohammad Hatta yang waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, berkunjung ke Midai. Beliau menyatakan kalau Badan Usaha Asy-syarkah al-Ahmadiyah adalah Koperasi tertua di Indonesia.


Oleh. Eftaro, S.Hum

Editor. Desti, S.Sos.

Tatafoto. Dadang Saputra.

Palembang, 24 September 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment