8/05/2020

Nongkrong: Puncak Meranti Bayur.

Apero Fublic.- OKU Selatan. Kabar wisata kali ini berasal dari sebuah kecamtan di Ogan Komering Ulu Selatan. Tepatnya di Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan, Sumatera Selatan. Kebutuhan rekreasi adalah kebutuhan pokok pada psikologis keseharian manusia. Pada masa damai tempat rekreasi masuk dalam daftar kebutuhan pokok masyarakat tak benda.

Salah satu tempat destinasi wisata lokal di Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan adalah di Puncak Meranti Bayur, Desa Sugihan. Disini menjadi tempat tongkrongan anak-anak muda di sore hari atau dihari-hari libur.

View perbukitan yang menghijau dengan lekuk-lekuk bukit menjadikan Puncak Meranti Bayur sangat menawan. Dengan memandang alam dan perbukitan akan menjadi pelipur lara bagi hati yang sedang kosong dan akan bahagia bagi jiwa yang ceriah.

Puncak Meranti Bayur selalu dikunjungi anak-anak muda sekitar. Menjadi tempat tongkrongan menghabiskan waktu senggang. Membawa buku dan minuman ringan, ditemani angin sore. Tentu menjadi hal yang menyenangkan di sini.


Seandainya kamu seorang fotografer atau pelukis akan baik untuk berinspirasi. Untuk kamu yang ingin melangsungkan pernikahan. Dapat memulai foto praweding di Puncak Merati Bayur. Itulah sedikit inspirasi untuk kita semua dalam mengembangkan destinasi wisata lokal kita.

Semoga anak-anak muda di Kecamatan Muaradua Kisam dapat menjalin kekompakan bersama dalam membangun destinasi wisata lokal. Namun dalam pengembangan wisata di daerah kita. Ada lima faktor yang harus kita jaga bersama.

Pertama, kebersihan lingkungan alam tempat wisata. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. Kedua, menjaga norma susilah adat dan budaya kita sebagai orang Melayu-Islam.

Seperti, jangan berdua-dua dengan yang bukan mahram dan berbuat tidak sesuai dengan ajaran agama dan adat istiadat kita. Ketiga, melakukan kunjungan berkalah bersama-sama serta mempromosikan ke media massa atau media sosila kita masing-masing agar diketahui masyarakat luas.

Keempat, kita membangun fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kondisi destinasi wisata. Kelima, jangan berbuat yang tidak pantas seperti memakai Narkoba atau minum-minuman keras di sekitar tempat wisata kita. Sekian, semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk kita semua.

Oleh. Zulkipli Adi Putra. S.Hum.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto: Dadang Saputra.
OKU Selatan. 6 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment