7/28/2020

Sastra Klasik Melayu Betawi: Hikayat Merpati Mas dan Merpati Perak

Apero Fublic.- Naskah klasik dari Hikayat Merpati Mas dan Merpati Perak ditulis dengan aksara Arab Melayu. Menggunakan bahasa Melayu dialeq Betawi. Hal tersebut dibuktikan dengan banykanya kosa kata ciri khas Melayu Betawi.

Contoh kata: belon, cakep, bacot, menaro pemaluan dan lainnya. Kemudian pada kolopon juga menegaskan kalau ditulis di Betawi. Pada 19 September 1887. Naskah Merpati Mas dan Merpati Perak koleksi Musium Nasional Jakarta, dengan Nomor Inventaris ML. 294.

Halaman naskah berjumlah 271, dengan ukuran 31,4 x 19,5 cm. Buku dokumentasi naskah ini diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta tahun 1984. Isi buku terdiri dari kata pengantar, ringkasan cerita dan transliterasi langsung berbahasa Indonesia.

Cetakan buku kurang bagus, prinan bergeser, halaman 102-103 tidak ada hanya berupa kertas kosong. Sedangkan halam buku transliterasi ini juga terpotong. Yaitu, dari halaman 155-158. Berikut cuplikan dari isi naskah, halam satu dan halaman terakhir dari naskah 270.

Halaman 1.
Alkisah maka adalah sebuah negeri namanya Banduburi, rajanya bernama Maharaja Sahriyuna. Maka raja itu ada mempunyai saudara tua, maka di dalam masa ia sedari kecil sampai begitu besar hingga duduk jadi raja besar belum perna (h) bertemu pada saudaranya yang tua sebab telah gaiblah ia tiada berketahuan di mana adanya dan dimana tempat tinggalnya, enta(h) berpisah bertahun-tahun dan berbulan-bulan.

Awal-awalnya mulanya sebab jadi selaku demikian datangnya dari sebab berdengki-dengkian hati dan berdendam-dendaman. Maka saudaranya yang tertua sebab malu dan tiada bertahan hatinya dekat pada saudara mudanya lalu jadi keluar dari dalam negeri membawa untung dirinya di dalam masa kecilnya hingga jalan terlunta-lunta dan tersesat-sesat tiada diketahu di mana sampainya hingga tersasar tiada dapat kembali lagi, sampaikan menjadi sama-sama besar, datanglah malunya bertemu keduanya. Maka daripada sebab hati yang malu jadi putuslah antara saudara kedua, tambahan ayahanda bagindanya suda(h) wafat ke rahmat Allah. Dari masa kecilnya jadi tiada yang mengatur dan tiada yang menguruskan padanya itu. maka jadi lama-lama yang muda tiada tahu di mana adanya saudara yang tua dan yang saudara tua pun malu bertemukan.

Halaman 270.
Merak masnya yang jadi penglibur hatinya itu, demikianlah kalaunya Pati Mas. Maka jikalau waktunya pergi mengadap baginda ayahanda raja Guru Mahsan, maka pergilah ia mengadap, jikalau pulang maka bermain-main pula dengan merak mas. Maka Pati Perak sangat cinta kasih dan sayang pada istrinya tuan Putri Sari Rasmi seperti tiada dikatakan lagi, pergi peluk cium pulangpun peluk cium, jangankan pergi jauh sekalipun mau menghadap baginda akan demikian. Maka diceriterakan tiga bulan sekali Pati Perak dengan istrinya pergi pada ayahandanya Sunca Rama dan tiga bulan sekali ia kembali pulang kedalam negerinya sendiri. Baginda Sunca Rama pun sangat kasih dan sayang pada mantunya Pati Perak itu seperti mana anak sendiri. Demikian juga raja Garu Maksan dan Permaisuri Puspa Podang pada tuan Puteri sangat cinta dan sayangnya tiada terkira-kira.

Sampai disini saya berhentikan jikalau mau baca yang banyak perangnya pada lain kerisan adalah sambungannya lagi demikianlahadanya. Wa Allahu A’lam. Tamat.

Cerita naskah Merpati Mas dan Merpati Perak menceritakan tentang kisah dua putra raja yang hidup diluar istana. Sudah umum karya sastra klasik berputar pada kisah-kisah bangsawan istanah. Karena sesuai dengan punulis juga sastrawan dari Istana. Kalau melihat dari nama-nama peran dan julukan. Kemungkinan naskah ini aslinya berlatar Hindu. Begitu juga nama-nama peran berbauh Hindu. Kemudian ditulis dengan pengaru budaya Islam sebagaimana naskah tersebut.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 29 Juli 2020.
Sumber: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hikayat Merpati Mas dan Merpati Perak. Jakarta, 1984.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment