6/13/2020

Mengenal Tanaman Kopi

Apero Fublic.- Tanaman kopi adalah tanaman yang erat dengan sejarah. Kopi dekat dengan kolonialisme dan ekonomi dunia. Kata kopi berasal dari bahasa Arab yang kemudian berkembang ke dalam bahasa Inggris menjadi coffea. Pesebaran kopi terjadi puncaknya semasa abad pertengahan.

Berlanjut sampai masa-masa kolonialisme Barat. Banyak perkebunan kopi bermunculan di daerah koloni orang-orang Eropa. Begitu juga di Hindia Belanda atau Indonesia tanaman kopi menyebar cepat seiring berkembangnya Islam.

Sebelumnya kopi memang sudah di tanam di Indonesia, masa Kolonial Belanda adalah masa eksploitasi kopi berskala besar. Kopi akhirnya menjadi komoditas perdagangan dunia sampai sekarang. Kedai kopi pertama di dunia muncul di Turki Usmani yang bernama Kiva Han pada tahun 1475 Masehi.

Tumbuhan kopi digolongkan kedalam kelompok coffea dari keluarga rubiaceae. Genus  coffea memiliki kurang lebih 100 jenis spesies. Tapi yang dibudidayakan hanya jenis robusta dan arabika. Pemanfaat batang pohon kopi biasnaya dibuat sovenir. Ada juga masyarakat yang menjadikan daun kopi untuk minuman. Mereka mengolah daunnya menjadi seperti daun teh.

Kopi dikenal dengan dua jenis yaitu, kopi robusta dan kopi arabika. Proses pengolahan biji kopi; buah kopi yang masak atau kulit buah sudah berwarna merah dipetik lalu di keringkan dengan cara di jemur.

Pada masa yang moderen sudah ada mesin pengeringan biji kopi. Secara tradisional biji kopi yang sudah dikeringkan ditumbuh dengan lesung atau sejenisnya. Kemudian dipisahkan dengan kulit buah. Setelah bersih biji kopi dipanggang dengan penggorengan.

Setelah biji kopi berwarna hitam kecoklatan dan menimbulkan bauh harum. Baru pemanggangan dihentikan, lalu biji kopi ditumbuk kembali sampai menjadi bubuk. Pada pengolahan yang lebih moderen penggilingan sudah menggunakan mesin.

Kopi sudah menjadi komoditas bisnis yang menjanjikan sekarang. Sebab kopi menjadi minuman semua golongan sekarang. Berbeda seperti zaman dahulu, dimana kopi hanyalah minuman orang-orang kaya dan kaum bangsawan.

Kopi tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 800 meter dari permukaan laut. Sedangkan khusus untuk kopi jenis robusta dapat di tanam diatas permukaan laut dengan ketinggian antara 400 sampai 800 MDPL.

Kopi mengandung kafein yang berpengaruh meminumnya untuk pengidap asam lambung tinggi. Kopi dapat menyebabkan kecanduan dan bermanfaat untuk menambah energi tubuh. Sehingga dipercaya dapat mencegah kantuk.

Tanaman kopi juga memiliki hama, diantaranya hama kutu dompolan putih, penyakit kerat daun, hama bubuk cabang, dan hama bubuk buah. Untuk mengendalikan hama dapat menggunakan pestisida.
Proses pengeringan buah kopi dengan cara dijemur pada terik matahari.

Oleh. Totong Mahipal.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Juni 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment