5/27/2020

Kepada Anakku Yang Kuliah di Kota.

Apero Fublic.- Fenomena dosen mesum memang luar biasa sekarang. Sudah menjadi rahasia umum terutama di kampus-kampus. Dosen mesum bukan hanya dapat mengajarkan mata kuliah. Tapi mereka juga pandai mengajarkan gaya-gaya seks dan adegan forno. Seharusnya mereka yang sudah memiliki dua profesi tersebut mendapat gaji dobel dari pihak kampus dan pemerintah.

Dosen mesum biasanya sangat tidak nyaman dengan wanita berpakaian syarih atau bercadar. Bahkan mereka dapat melarang pengguna cadar di Perguruan Tinggi mereka. Sebab mereka tidak dapat lagi melihat wajah cantik dan bibir imut serta seksi seorang mahasiswi.

Apabila kamu menemukan kampus melarang hijab dan cadar pada mahasiswi muslima. Kemungkinan Perguruan Tinggi tersebut sarang dosen mesum. Atau markas siluman buaya buntung yang menyamar jadi manusia lalu bekerja di Perguruan Tinggi tersebut. Oleh karena itu, seorang ibu mengirim surat kita kepa anaknya yang sedang kuliah. Agar hati-hati dalam kulia kerena khawatir dengan anak gadis yang mereka kirim untuk kuliah.


Kepada Anakku, yang kuliah di Perguruan Tiggi.
Apakah selangkangan kamu masih utuh nak?
Hati-hati nak, segitiga itu incaran dosen mesum!!!.

Anakku, kedatangan surat ini tentu akan mengganggu kativitas kuliah kamu nak. Tapi, luangkan sedikit untuk membaca curahan hati ibu. Jujur, ibu jadi khawatir akhir-akhir ini. Ibu bermimpi, siluman buaya buntung telah kembali ke dunia ini. Mereka menyamar jadi manusia, dan mengajar di Perguruan Tinggi. Hati-hati nak, nanti salah satu Pak dosenmu adalah salah satu dari kawanan siluman buaya buntung itu.

Engkau tahu nak, buaya adalah hewan buas. Mereka memakan semua hewan-hewan dan manusia. Begitu mengerikan bukan, coba kau perhatikan saja buaya. Apabila buaya saja sangat kejam dan mengerikan. Apalagi kalau dia adalah siluman. Maka bercampurlah, sifat binatang dan sifat siluman. Tampak lebut dan halus, tapi dia adalah predator.

Hati-hati nak, tutup aurat kamu. Jangan berdua di rungan tertutup. Ajak teman kamu untuk menemani. Hati-hati, siluman buaya yang menyamar menjadi dosen itu tampak sangat baik. Tapi itu hanya tipuan saja. Awas, paha kamu nak yang mulus itu. Awas buah dada kamu itu, nanti dia remas-remas. Hati-hati nak, bibir kamu nak. Usahakan pakai cadar di kampus. Biarlah dibilang kadrun dan di hina-hina. Karena bibir kamu yang merah dan mungil itu. Jadi incaran dosen mesum jelmaan siluman buaya buntung.

Ibu dengar berita, ada disertasi dosen yang menghalalkan hubungan dengan bukan istri. Kamu jangan terjebak nak, susa payah ibu melahirkan kamu, mempertaruhkan nyawa. Susah payah ibu bapak kamu kerja di desa membiayai kamu kuliah. Datang ke kota untuk kuliah tapi kamu jadi gundik dosen mesum. Jadi pemuas nafsu mereka, dan kau kehilangan harga diri. Kalau kamu tidak suci lagi, laki-laki baik-baik tidak akan mau memperistri kamu.

Kepada anakku yang kuliah di kota. Hati-hati nak, awas pahamu yang mulus itu. Nanti di rabah-rabah oleh mereka. Ibu takut sekali nak, dosen mesum mengintai kamu. Jaga kehormatan kamu, dan jaga nama baik keluarga.
Dariku, ibumu di Kampung Harapan Bangsa.

Oleh. Sugiem Giem Iyem.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Yogyakarta, 27 Mei 2020.
Buat semunya terima kasih sudah mampir ke halaman Surat Kita karyaku. Bagi kamu yang ingin mengirim kesastraan Surat Kita dapat mengirim ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic. Kirim melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra 54@gmail.com.

Surat Kita adalah kesastraan yang bertema mengirim surat. Surat Kita berfungsi untuk kritik sosial, hiburan, dan belajar menulis. Surat Kita harus dipublikasikan pada media-media agar dijangkau oleh banyak orang. Surat Kita bersifat abstrak tidak memberitahu identitas objek dan penulis (nama samaran). Namun penulis juga boleh kalau mau menulis nama sebagai karyanya.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment