4/11/2020

Wanita Suci dan Tidak Suci Dalam Penilaian Laki-Laki

Apero Fublic.- Penilaian wanita suci ini disesuaikan dengan sudut pandang ketimuran, Melayu dan Islam. Di luar Islam atau di dunia berkebudayaan Barat (non muslim) tidak mengenal kesucian seorang wanita. Mereka menganggap wanita hanyalah manusia yang sama atau serupa dengan laki-laki. Dalam budaya Melayu atau pandangan Islam wanita memiliki kesucian dan harus dijaga. Baik itu, dijaga oleh individunya, keluarganya, masyarakatnya dan negaranya. Berikut ini, adalah wanita suci dalam pandangan laki-laki.

A. Wanita Suci
I. Wanita Perawan
Wanita yang suci urutan pertama adalah wanita yang baru dilahirkan. Sampai dia tumbuh menjadi seorang gadis. Dalam pase ini dia dinamakan perawan karena dia belum pernah melakukan hubungan intim dengan seorang pria pun. Perempuan ini juga tidak pernah melakukan oral seks atau melampiaskan nafsu seksnya dengan cara-cara tidak wajar. Misalnya memasukkan jemari tangannya kedalam kemaluaannya sehingga merusak keperawanannya. Wanita yang masih perawan terhitung sejak dia lahir sampai dia menikah adalah wanita yang suci.

Perawan adalah sama dengan segel apabila pada sebuah produk. Konsumen akan merasa yakin kalau sebuah produk itu aman kalau kemasannya masih bersegel. Apabila produk makanan dan minuman atau produk elektronik diyakini masih asli komponen atau isinya apabila segel masih belum dibuka.

Begitupun seorang perawan dia diyakini masih sehat-sehat saja, baik secara biologis dan psikologis. Sehat biologis adalah dimana terjamin rahimnya sehat dan belum terinfeksi penyakit, seperti virus HIV atau sejenisnya. Sehat secara psikologis, bahwa dia seorang wanita normal dan tidak memiliki orientasi seks menyimpang.

Wanita yang mampu menjaga perawannya sewaktu sebelum menikah. Juga menjadi indikasi kalau dia wanita baik-baik. Bukan pelacur atau pezina sehingga nama baik sebuah keluarga akan terjaga. Terutama nama baik laki-laki yang menikahinya. Wanita yang masih perawan adalah wanita suci di mata laki-laki.

II. Istri Yang Setia
Wanita yang suci kedua di mata laki-laki adalah wanita yang bersuami dan setia. Dia wanita yang menjaga kemaluannya dan adabnya. Dia tidak pernah berzina dan menutup auratnya dengan baik. Walau dia tidak lagi perawan tapi dia memiliki harga diri. Sudah melahirkan beberapa kali dan umurnya sudah kakek-kakek. Dia tetap wanita suci dan mulia walaupun dia tidak begitu taat beragama.

III. Janda Yang Berkelakuan Baik
Seorang wanita yang pernah menikah secarah sah menurut hukum agamanya. Kemudian dia bercerai dengan suaminya juga secara sah sesuai hukum agama dan negaranya. Tapi, alasan perceraian mereka bukan karena perselingkuhan si janda dengan laki-laki lain. Tapi perceraiannya karena permasalahan diluar kasus perzinahan atau perselingkuhan.

Dia seorang janda yang menjaga dirinya dari perzinahan.  Menjaga kemaluannya dari laki-laki yang belum menikahinya secarah sah. Memiliki beberapa anak atau belum memiliki anak. Janda yang sah menurut hukum agamanya dan hukum negaranya. Wanita janda yang menjaga diri dan berakhlak baik adalah wanita yang suci di mata laki-laki. Tidak ada salahnya seorang bujang menikahi janda. Rasulullah SAW menikahi Siti Khadijah r.a juga seorang janda terhormat.

IV. Wanita Yang di Cabuli Sewaktu Kecil
Wanita yang dicabuli sewaktu kecil. Semisalnya sewaktu berumur tujuh tahun oleh seseorang laki-laki. Sampai bertahun-tahun baru diketahui dan dia sadari kalau perbuatan tersebut adalah pelecehan terhadapnya. Waktu Dia masih anak-anak dan tidak mengerti tentang norma susilah. Maka, Dia tidak bersalah dan perbuatan itu belum dia mengerti. Sehingga, wanita yang dicabuli sewaktu kecil juga wanita yang suci dimata laki-laki.

Seandainya Anda atau keluarga Anda mengalami kejadian demikian. Jangan malu dan takut. Bagi laki-laki wanita dicabuli semasa kecil. Tetaplah wanita yang suci. Dengan demikian, jangan takut melaporkan pelaku pada pihak berwajib.

Selain menghukum pelaku juga menjadikan bukti kalau dia dicabuli semasa kecil. Yang berbahaya kalau tidak dilaporkan. Nantinya, sulit untuk seorang bujang atau laki-laki akan percaya kalau dia dicabuli semasa kecil. Bagaimana kalau dia bohong??? Ditinggalkannya Anda!!!.

V. Wanita Yang Diperkosa
Wanita yang diperkosa secara murni adalah wanita yang suci. Bagaimana diperkosa secara murni. Yaitu, si wanita diperkosa tanpa imbalan dan tanpa sebab. Misalnya dia pulang dari sekolah. Di tengah jalan dia diculik oleh dua orang laki-laki. Kemudian dia diperkosa berkali-kali dan mungkin lebih. Wanita seperti ini tetap suci dan tidak ternoda sedikitpun. Wanita yang diperkosa baik dia masih perawan, seorang janda, atau sudah menjadi istri orang. Dia tetap wanita suci dan tidak ada alasan untuk kaum laki-laki membencinya.

Berbeda kalau seorang wanita mengaku-ngaku diperkosa hanya untuk menutupi keburukan akhlaknya. Hanya untuk diterima oleh seorang laki-laki. Untuk itu, jangan takut laporkan saja orang yang telah memperkosa atau merampas kesucian anda.

Siapa pun pelakunya, teman, pacar atau orang dekat sendiri. Agar memiliki bukti dan dokumentasi kalau memang diperkosa. Agar tidak ada keraguan dari seorang bujang atau duda melamar anda nantinya. Seandainya dia seorang istri diperkosa orang. Sebagai suami untuk tetap menyayangi dan tidak mencerainya.

VI. Pelacur Murni
Pelacur murni adalah pelacur yang benar-benar menjadi pelacur karena dia membutuhkan uang untuk makan dirinya dan anaknya. Atau kebutuhan makan orang-orang yang dia tanggung. Pelacur murni adalah pelacur yang memang dia melacur untuk kebutuhan bertahan hidup. Maka pelacur seperti ini dia tetap wanita yang suci.

Justru kaum laki-laki, orang kaya, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kaum wanita lainnya yang membiarkan terciptanya pelacur murni seperti ini. Merekalah yang salah dan menanggung dosanya. Sebab membiarkan wanita suci berbuat salah.

Karena orang-orang tersebut tidak mampu menegakkan kebaikan dilingkungannya (amarmakruf nahi mungkar). Pelacur seperti ini tetaplah wanita suci. Namun pelacur yang benar-benar untuk bertahan hidup sudah langkah zaman sekarang. Kalau dosanya kita kembali pada Allah SWT bukan kewenangan kita manusia untuk menghakimi.

B. Wanita Yang Tidak Suci
Selain wanita suci dimata laki-laki ada juga wanita yang tidak suci. Wanita tidak suci dinilai dari akhlaknya. Sehingga apabila akhlaknya buruk akan menyebabkan dirinya menjadi buruk pula. Ternyata wanita tidak suci hanya terdiri dari dua golongan saja. Namun zaman sekrang tren dua golongan ini semakin umum dan meluas. Menjadi penanda indikasi rusaknya moral dan berkembangnya kebudayaan non Islami.

I. Pelacur Materialisme dan Bilogisme
Pelacur murni sudah jarang dizaman sekarang. Kebanyakan pelacur zaman sekarang adalah pelacur korban cinta palsu. Pelacur karena untuk memuaskan nafsu birahinya nyambi mencari penghasilan untuk bersenang-senang. Pelacur karena materialisme dan ingin banyak mendapatkan materi. Pelacur yang menginap di hotel-hotel. Pura-pura kerja dan pura-pura nginap. Ada juga Pelacur online yang menawarkan jasa telpon  call seks.  D ada juga pelacur panggilan yang menjadikan pekerjaan melacur sebagai profesi.

Dia melakukannya dengan sadar dan bahkan dia memiliki kesempatan bekerja yang lain. Misalnya bekerja di tokoh pakaian atau rumah makan, bertani dan sebagainya. Tapi dia tidak mau melakukannya karena gengsi. Pelacur seperti ini tidak masuk dalam kategori pelacur murni atau pelacur untuk bertahan hidup.

Pelacur seperti ini dimasukkan kedalam golongan wabah seperti virus corona atau penyakit masyarakat. Pelacur seperti ini rentan dilakukan oleh para depresi dan kurangnya pendidikan moral kehidupan. Dampak dan faktor pergaulan dan lingkungan yang buruk. Korban teknologi, korban bucin dan korban sastra hitam yang banyak diproduksi non muslim.

II. Wanita Pezina
Wanita tidak suci kedua adalah seorang wanita yang suka berzina. Apabila dia seorang gadis kemudian dia berzina dengan seorang laki-laki katakanlah pacarnya. Saat itulah dia bukan lagi wanita suci. Sebab perbuatan zina telah merampas moral, etika, hargadiri, dan imannya. Dia berzina hanya karena kata-kata cinta atau rayuan saja.

Wanita seperti ini walau dia belum menikah dia tidak memiliki status. Dia bukan seorang gadis, bukan seorang janda, dan bukan juga istri orang. Depenisi gadis hanya untuk seorang wanita yang belum menikah tapi dia tidak pernah berzinah dan dia masih perawan. Kalau istilah umum untuk menamai seorang wanita yang belum menikah dan masih kulia tapi dia sudah sering berzinah, ayam kampus dan wanita ayam.

Nilai kesucian wanita dinilai dari hargadirinya. Bukan dari keperawanannya, tapi keperawanan adalah segel atau tanda kalau dia wanita masih yang suci. Belum pernah berzina atau berhubungan intim. Karena dia belum memiliki suami.

Kesucian wanita tidak bisa dirampas atau dibeli. Kesucian tidak hilang walau dia dinodai berkali-kali oleh seorang atau lebih oleh laki-laki. Kesucian wanita hilang ketika dia memberikan harga dirinya (keperawanannya) pada laki-laki tanpa ikatan yang sah.

Dia melakukan karena suka dan sadar. Tanpa melalui tata cara yang dibenarkan hukum agama, hukum adat, dan hukum negara, yaitu pernikahan. Ketika wanita itu melakukan perzinahan. Maka saat itulah kesuciannya telah hilang.

Wanita yang tidak suci saat dia memberikan tubuhnya hanya karena gesekan nafsu, rabaan dan rangsangan, karena materi, atau hanya karena takut ditinggalkan pacar. Saat dia tidak mau ditinggalkan sang pacar.

Sang pacar kemudian meminta keperawanannya atau meminta berzinah. Lalu si wanita memberikan tubuhnya dengan relah. Maka saat itulah, dirinya sudah tidak suci lagi. Suci adalah bentuk kebaikan moral dan integritas seorang wanita yang bermoral. Yang layak menjadi seorang Istri atau seorang ibu.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S. Pd.
Palembang, 12 April 2020.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment