4/15/2020

Mengenal Padi Sarawe. Tanaman Pangan Yang Hampir Punah

Apero Fublic.- Padi Sarawe itulah yang dinamakan masyarakat daerahku, Musi Banyuasin. Dinamakan padi sarawe karena biji tanaman ini selalu di buat sarawe. Sarawe berarti bubur dalam bahasa Indonesia. Aku tidak tahu apa namanya di daerah lain. Sejak kecil aku sering mengamati tanaman ini. Batangnya menyerupai tebu yang beruas panjang. Tapi lebih kecil dari batang tebu dan lebih besar dari batang padi.

Begitu pun daunya melengkung juga melengkung lebar sama seperti daun tebu. Saya belum dapat melacak jenis tanaman apa padi sarawe ini. Juga belum menemukan referensi buku-buku yang membahas tentang padi sarawe ini. Belum juga menemukan industri atau pedagang yang menjual bubur padi sarawe. Sebagaimana yang sering masyarakat Melayu masak saat sykuran.

Umur padi sarawe sama dengan umur padi biasa dan jagung. Pada masa produktifnya, pada ujung pucuk batang muncul bunga sama halnya cara padi biasa berbunga. Bunga kemudian berkembang dan mengandung biji-biji yang sangat kecil.

Kemudian bunga terus tumbuh bergerombol seperti ekor hewan, ekor kucing misanya. Melengkung dan melancip ke ujung bunga. Awalnya berwarna hijau muda. Lalu terus berubah menjadi hiaju tua. Saat masak atau siap panen berubah kuning keabuan. Petani ladang berpindah menanam padi sarawe dengan cara ditumpangsarikan dengan tanaman padi atau sayur-sayuran. Pembibitan yaitu dengan biji yang sudah kering (masak).

Pemanfaat dari buah padi serawe adalah pemanfaat biji yang tersimpan di dalam gerombol bunga. Penduduk biasanya menumbuk dan menempi untuk membersihkan biji padi sarawe. Biji padi sarawe dimasak dengan cara direbus cukup lama sebagai mana membikin bubur. Bubur padi sarawe sangat enak dan lezat. Apalagi ditambahkan santan kelapa dan gula merah. Padi sarawe mampu mengembang mencapai seratus persen dari aslinya saat di masak.

Menurutku, pemerintah dan Dinas Pertanian sangat kurang bijak selama ini. Sudah hampir satu abad merdeka belum terdata dan belum terbudidaya pada tanam satu ini. Mengingat potensi pangan yang sangat besar apabila dikelolah secara industri. Untuk ketahanan pangan rakyat juga sangat membantu. Mengingat rakyat dapat menyimpan sendiri di bilik-bilik pangan mereka di rumah mereka.

Sehingga apabila mengalami masa panceklik atau masa gagal panen. Masyarakat dapat menggunakan padi sarawe sebagai makanan pangan. Saya berharap pada para petani ladang berpindah. Agar terus menanam padi sarawe sampai ada yang mampu membudidayakan dan menjadikannya industralisasi makanan.

Mari, kita berbuat amal dengan cara menyelamatkan tanaman pangan kita satu ini. Sayang sekali waktu demi waktu tanaman pangan bangsa kita satu demi satu punah dan menghilang.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos
Palembang, 15 April 2020.
Terimahkasi untuk yang sudah mendokumentasikan foto padi sarawe. Semoga dinilai Allah dalam bentuk pahalah.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment