3/30/2020

Virus Corona Pandemi Global Terganas 2020

Apero Fublic.- Secara pasti virus corona belum diketahui berasal dari mana. Namun banyak kalangan yang berpendapat virus corona berasal dari hewan. Dari hewan kemudian virus menular ke manusia. Setelah menginfeksi beberapa manusia virus kemudian menyebar lebih banyak lagi. Awal terdeteksi penyebaran virus terjadi di Provinsi Hubei, Wuhan di Cina pada 17 November 2019. Virus pertama kali diketahui oleh seorang dokter di Rumah Sakit Umum Pusat Wuhan bernama Li Wenliang.

Dokter Li memberikan peringatan tentang adanya virus sejenis virus plu babi, mers, sars yang menyerang dan menginfeksi saluran pernafasan. Dari pernyataan beliau tersebut. Dokter Li mendapat teguran dari otoritas setempat. Dokter Li Wenliang pun akhirnya meninggal karena tertular dari pasien yang dia tanggani pengidap virus corona. Barulah pemerintahan komunis Cina mengambil tindakan perlu. Namun sayang, virus telah menyebar dan meluas sehingga menjadi bencana sosial bukan saja di Cina tapi juga di dunia.

Waktu berlanjut, virus corona terus menyebar dari manusia ke manusia. Wuhan kota yang sibuk dan banyaknya turis, pelajar dan pebisnis yang datang dari berbagai negara. Baik itu dari Kota Wuhan ke luar daerah Hubei dan ke luar negeri. Begitupun sebaliknya, dari luar negeri ke Wuhan, Cina. Virus yang sudah dapat menyebar atau menulari manusia walau penderitanya belum menampakkan gejalah terinfeksi.

Membuat penularan demi penularan berlanjut. Karena penularan mengikuti kemana jalur kepergian penderita. Sebagaimana kita ketahui sekarang seluruh dunia telah terjangkiti virus corona. Dikutif dari pidato Presiden Joko Widodo di Istana Negara bahwa per 26 Maret 2020 telah menjangkiti 189 negara. Dengan kasus paling baru di Suriah, Granada dan Mozambik.

Corona Virus Menggila
Corona virus atau covid-19 menggila adalah suatu ungkapan untuk menjelaskan keadaan gawat darurat penyebarannya di dunia. Bukan omong kosong penyebaran virus telah membuat ribuan orang tewas. Lumpuhnya sistem ekonomi, berhentinya mobilitas sosial akibat kebijakan lockdown suatau negara dan social distancing di Indonesia. Perbedaan kebijakan tersebut di sebabkan sosial budaya di Indonesia berbeda dari negara lain. Misalnya dari tingkat kedisiplinan dan pola sosial-ekonomi Indonesia.

Berita terakhir dari perkembangan penyebaran virus corona sangat memprihatinkan. Di kutip dari Kompas TV. Mengabarkan bahwa di Amerika Serikat penderita virus corona telah mencapai 140 orang (31/3/2020) dan telah menyebar ke 50 negara bagian di AS. Pandemi terbesar kedua virus corona berikutnya adalah Italia dengan orang terinfeksi mencapai 74 ribu kasus. Kalau kita amati dari kabar media massa. Penyebaran virus corona lebih luas dan lebih parah di luar Cina. Termasuk di Indonesia yang juga mulai memprihatinkan.

Sementara di Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Bapak Anis Baswedan dalam konfrensi pers menyebutkan dengan suara bergetar sedih bahwa telah adanya pemakaman 283 jenaza meninggal positif corona. Pemakaman tersebut terhitung dari tanggal 6 sampai 29 Maret.

Cara pemakaman dilakukan dengan langsung memasukkan peti kedalam kubur. Sedangkan petugas dan para pemakam memakai baju pelindung diri. Beliau meminta untuk semua masyarakat di Jakarta khususnya untuk tetap di rumah dan menjaga jarak untuk sementara waktu. Sebagai bentuk usaha memutus mata rantai penyebaran corona virus.

Memutus Mata Rantai Penyebarasn Virus Corona
Mencega lebih baik dari pada mengobati. Itulah, pepatah lama orang tua kita dahulu. Apa bila kita mengambil pelajaran dari pepatah itu adalah hal yang sangat tepat sekarang. Belajar dari kelalaian negara Italia dan Amerika Serikat tentu sudah cukup untuk memukul keras kepala kita. Jangan sampai kita menyesal dan mendapat malapetaka yang tidak perlu hanya karena keras kepala kita.

Pemerintah kita (Indonesia) telah memberlakukan sistem penanggulangan dan pengendalian penyebaran virus. Yaitu dengan sistem social distancing atau menjaga jarak aman. Menjaga jarak satu meter dari orang-orang yang kita temui di ruang publik.

Tidak keluar rumah kalau tidak terlalu penting. Menerapkan pola kehati-hatian, misanya rajin mencuci tangan setelah beraktivitas di luar. Memakai masker, mencuci pakaian yang sudah dipakai belanja sayuran, serta menyemprot dan membersihkan lingkungan dengan alat-alat pembersih.

Virus corona walau ganas menular tapi virus ini mudah hancur dengan air atau dengan deterjen. Virus sangat berbahaya apabila menjangkiti seseorang yang memiliki riwayat sakit paru-paru, seperti TBC atau atsma. Orang yang terserang diabetes, sakit jantung, limpa dan sebagainya lebih rentan.

Dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Pemerintah mempertimbangkan membuat Peraturan Pemerintah (PP) tentang karantina wilyah. Karantina wilayah terdiri tiga bagian, pertama karantina diri, karantina daerah, dan karantina nasional. Karantina diri sendiri adalah penduduk mengkarantina dirinya dengan cara berdiam diri saja di rumah. Karantina wilayah dimana penduduk suatu wilayah daerah ke daerah lain dikunci. Tidak meninggalkan wilayah tinggalnya dan tidak menerima yang datang. Karantina Nasional dimana negara tidak mengizinkan penduduk bepergian skala nasional atau berpergian ke luar negeri, dan sebaliknya.
Apa bila karantina benar dilakukan. Maka, dalam penerapan karantina juga diharapkan dikaji dengan cermat. Karena sangat terkait dengan sosial-ekonomi masyarakat setempat. Jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan.

Mengenal dan Mencega Virus Corona
Virus Corona atau covid -19 adalah mutasi dari virus plu. Plu adalah penyakit tertua yang menjangkiti manusia. Plu sangat erat dengan pernafasan begitu pun dengan virus corona yang juga menyerang saluran pernafasan dan menginfeksi paru-paru. Hewan yang paling tertudu adalah ular yang menjadi inang pertana dari virus corona ini. Corona menyebar dengan tetesan air liur pengidap. Virus corona mampu bertahan di benda mati beberapa jam. Namun mudah hancur oleh air dan pembersih.

Cara sederhana menangkal virus corona. Menurut Dokter Tan Shot Yen pakar kesehatan. Yaitu level rumah tangga punya kebiasaan baru, rajin cuci tangan, rajin terkena sinar matahari (10-15 menit), hindari bersin sembarangan.

Bagi muslimah berhihab adalah dengan cara membuka jendela di rumah untuk mendapatkan sinar matahari langsung. Kemudian makan makanan yang bergisi dan jaga kebersihan hidup dan lingkungan. Sedangkan untuk level komunitas dapat menerapkan protokol yang sesuai standar berlaku baik dari pemerintah. Ketiga, level tempat kerja menerapkan social distance. Namun yang lebih tepat untuk sementara lebih baik bekerja dari rumah.

Selain itu, untuk mengetahui tanda-tanda atau proses terinfeksi virus corona. Pertama, pengidap mengalami demam. Tubuh mengalami semacam kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Kemudian disusul diare dan rasa mual satu atau dua hari sebelumnya. Kedua, lima hari kemudian pengidap akan mengalami kesulitan bernafas. Umumnya terjadi pada penderita berusia lanjut. Ketiga, dihari ke tujuh adalah hari-hari pengidap masuk rumah sakit.

Keempat, pada hari kedelapan dari infeksi virus pengidap atau pasien akan mengalami kondisi terparah, sekitar 15 persen mengalami sindrom gangguan pernafasan. Saat ini terjadi, cairan telah memenuhi paru-paru, dan sering kali berakibat fatal.

Kelima, pasien akan dibawa ke ruang ICU atau gawat darurat. Pasien mulai mengalami gangguan pada bagian perut dan kehilangan nafsu makan. Pada rentan waktu ini dengan akumulasi hanya 2% pasien yang meninggal. Pada hari ke-17 setelah menjalani perawatan selama 2,5 minggu. Pasien akan mengalami kondisi membaik dan biasanya sembuh.

Kesimpulan
Virus corona atau covid 19 adalah virus yang berasal dari Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, Cina. Mulai diketahui secara pasti pada tanggal 17 November 2019 di Cina. Virus ini diindikasi dari hewan terutama ular yang kemudian menular ke manusia.

Sekarang per 31 Maret 2020 Amerika Serikat adalah negara yang penyebaran virus corona terbesar di dunia tercatat sejumlah 140 ribu kasus terinfeksi virus corona. Negara-negara di dunia telah mengambil kebijakan masing-masing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan cara lockdown dan social distance di Indonesia.

Cara terbaik mencega adalah tetap berada di rumah dan mempraktekkan hidup bersih, makan-makanan sehat, sering berjemur di sinar matahari, olah raga, memakai masker saat keluar, rajin cuci tangan, dan jangan termakan hoax di internet. Ikuti himbauan pemerintah dengan menghindari kerumunan dan menunda hajatan. Serta patuhi saran kesehatan dari pihak ahli kesehatan. Jangan panik, dengan bersama-sama kita dapat mencega virus corona.

Oleh. Mikasari
Editor. Desti. S. Sos.
Sekayu, 31 Maret 2020.
Mahasiswi STIER. Mata Kuliah.
Sumber foto internet. Haluandotco. Sebagai ilustrasi.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment