3/14/2020

Ada Apa Dengan Taman-Taman di Kota Sekayu???

Apero Fublic.- Taman Selamat Datang Kota Sekayu tampak kurang diperhatikan. Namun pembangunan taman-taman terus berkelanjutan. Seperti Taman Bundaran, Taman di Depan Istana Bupati, dan banyak lagi taman-taman di Kota Sekayu. Sepertinya PEMDA Musi Banyuasin sangat suka membangun taman-taman. Seberapa penting taman-taman wisata yang dibangun.

Apabila pemerintah memang bermaksud membangun tempat wisata. Seharusnya jangan hanya taman yang bersifat tidak mendidik. Membangun tempat wisata harus bersifat berkelanjutan yang dipadukan dengan budaya masyarakat. Keterkaitan sejarah dan budaya sehingga ada nilai-nilai edukasi untuk masyarakat. Sebut saja misalnya adakan program pemugaran candi di Teluk Kijing. Penetapan kampung budaya di mana ada rumah-rumah tradisional masyarakat. Seperti rumah panggung basepat (rumah panggung lantai berundak). Wisata kebudayaan Islam dimana nilai-nilai budaya dan sejarah yang dijual. Dapat menggali sejarah Masjid Agung Sekayu.

Seandainya PEMDA hanya membangun taman-taman untuk anak-anak muda dan anak-anak sekolah. Sebut saja taman-taman yang menyajikan aikon-aikon negara luar (patung liberti, Dll). Kalau kita lihat itu hanyalah bentuk penghabisan anggaran Daerah. Karena yang datang hanya anak-anak muda sambil pacaran dan anak-anak kecil bermain. Tidak ada edukasi sama sekali. Ketika semua sudah datang melihat. Semua bosan dan akhirnya taman-taman seperti itu menjadi ketinggalan dan hancur.

Saat Tim Apero Fublic sampai di Kota Sekayu. Berbanding terbalik ketika melihat jalan raya di area Taman Selamat Datang yang jalannya tergenang air hujan. Seharusnya tidak ada air yang menggenang di badan jalan di area Taman Selamat Datang Kota Sekayu.

Air di jalan raya yang menggenang akan menyebabkan tanah jalan akan menjadi lembut. Sehingga apabila dilalui kendaraan terus menerus, akan menyebabkan kerusakan pada badan jalan, lumpur dan becek. Sangat tidak sesuai apabila bersandingan dengan taman dikiri kanan jalan.

Sesungguhnya air tergenang adalah hal biasa di jalanan. Namun karena ini bertepatan di samping Taman Selamat Datang Kota Sekayu dikhawatirkan jalan rusak dan membuat keadaan taman menjadi kotor. Cipratan air genangan saat mobil lewat dan pemandangan suasana yang kotor.

Di harapkan pihak terkait untuk memperhatikan keadaan jalan di sekitar Taman Selamat Datang Kota Sekayu. Sebelum jalan menjadi rusak parah. Paling tidak mengusahakan agar jalan tidak tergenang air saat hujan. Mengingat Taman Selamat Datang mewakili Kota Sekayu. Akan sangat tidak sesuai dengan slogan Kota Sekayu, RANDIK (Rapi Aman Indah dan Kenangan).

Masyarakat yang berlalu adakalanya berhenti untuk mengabadikan kenangan lalu berfoto atau membuat video. Sehingga akan merusak citra Kabupaten Musi Banyuasin. Taman Selamat Datang Kota Sekayu adalah wajah. Seandainya terlihat tidak diperhatikan. Maka pandangan umum begitulah keadaan Kabupaten Musi Banyuasin.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Desti. S. Sos.
Sekayu, 7 Maret 2020.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment