-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Ilmu Kesastraan Pengaruh Kesusastraan Pada Kehidupan Masyarakat Pendukungnya.
Ilmu Kesastraan

Pengaruh Kesusastraan Pada Kehidupan Masyarakat Pendukungnya.

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Dec, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Kesusastraan adalah semua hasil dari ide dan gagasan manusia yang didokumentasikan secara tertulis, dihafal, tercetak atau terekam (video), audio. Sehingga ide dan gagasan tersebut dapat tersampaikan pada masyarakat luas. Kesusastraan adalah gambaran dari masyarakat pendukungnya.

Sebagai contoh; masyarakat Indonesia yang berpikiran tahayul. Maka akan muncul cerita-cerita yang bersifat tahayul, novel tahayul, atau film tahayul (film kuntilanak). Apabila kesusastraan pada masyarakat liar seperti kebudayaan barat. Maka kesusastraan liar juga akan muncul dan berkembang. Kesusastraan yang dihasilkan cerminan dari masyarakatnya. Dalam kesusastraan memiliki dampak-dampak besar pada kehidupan masyarakat yang mendukungnya.

Misalnya dampak sastra-sastra di Indonesia. Di Indonesia kesusastraan lebih banyak diproduksi oleh non muslim yang menganut atau merujuk kebudayaan barat. Sehingga sastra yang mereka buat dan mereka ususng adalah kesusastraan yang tidak memperhatikan norma-norma susilah di Indonesia. Yang banyak dipengaruhi Islam. Perhatikan saja hasil produksi sastra mereka.

A. Dampak Positif
I. Pengendalian Sosial dan Pembentukan Opini
Sastra banyak juga di gunakan sebagai pengendalian sosial. Berupa pembentukan opini dan pandangan pembenaran pada suatu kejadian atau pemberitahuan sebuah kejadian. Pertama, seperti film G30 September PKI. Di sini pembentukan opini dan gambaran bagaimana peristiwa kelam tersebut. Namun dengan hadirnya film tersebut telah memberikan pemahaman kalau peristiwa itu seperti itu. Entah itu isinya original atau bercampur-campur, tidak tahu. Namun itulah yang masyarakat tahu.

Kedua, seperti film Si Pahit Lidah atau Serunting Sakti semasa Orde Baru. Film Si Pahit Lidah semasa Orde Baru yang dibintangi oleh Adven Bangun. Salah satu film yang memberikan opini dan kerangka berfikir paham sukuisme pemimpin Orde Baru. Hal ini, diambil dari adegan dalam film Si Serunting Sakti yang mendapat kesaktian dapat menyumpahi seseorang menjadi batu.

Di film tersebut Serunting Sakti mendapatkan kesaktian itu dari seorang ratu di Tanah Jawa. Gambaran ini memberikan opini kesentralan Jawa sebagai pusat. Sehingga dukungan masyarakat ke Jawa menjadi pembenaran, rujukan dan  opini. Sehingga orang Sumatera Bagian Timur meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung akan mendukung kesentralan tersebut. Begitupun wilayah-wilayah lain di Indonesia. Karena film tersebut diproduksi oleh kelompok sukuisme jawaisme.

Padahal dalam cerita rakyat Pulau Sumatera Bagian Timur. Cerita si Pahit Lidah memiliki kesaktian itu secara alami dan tidak diberikan oleh siapa pun. Legenda si Pahit Lidah milik masyarakat Sumatera pedalaman. Masa-masa hadirnya legenda masyarakat tidak memiliki hubungan apa-apa dengan wilayah lain. Tidak ada hubungan kebudayaan tertentu, baik Hindu dan Budha atau Islam.

Selain itu, pengaburan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang menguasai Pulau Jawa pada masanya. Serta menyembunyikan bahasa-bahasa Melayu kuno dari prasasti-prasasti peninggalan kerajaan. Candi-candi peninggalan Sriwijaya dan Dinasti Dapunta Sailendra berkuasa di Jawa. Akademisi yang menyembunyikan dan berusaha merendahkan suatu warisan sejarah adalah akademisi atau penulis berpaham sukuisme.

Film baru-baru ini yang melakukan pembentukan opini oleh kelompok Islam yang meminta di cap toleran, tidak mau dicap radikal yaitu film The Santri. Film ini kental sekali dengan pembentukan opini. Menurut mereka itu adalah untuk mengajarkan toleransi. Tapi, bagi para pembentuk opini ada hal yang perlu di ingat. Pembentukan opini tersebut tidak akan bertahan lama.

Karena mansuia berpikir terus dan opini hanya dibuat segelintir orang. Tentu tidak akan dapat mengimbangi pemikiran yang berdatangan dari waktu ke waktu. Kita lihata saja, runtuhnya arsitektur masjid rekayasa dari Yayasan Masji Pancasilah yang dididirikan semasa Orde Baru. Dimana-mana semua masjid arsitektur rekayasa atap tingkat tiga sudah dihancurkan masyarakat menyeluruh di seluruh Indonesia. Mengapa, karena manusia memilih sendiri kebenaran itu. Dan manusia juga memiliki akal sama seperti pembuat opini.

Sesungguhnya tidak perlu diajarkan masalah itu. Sebab orang sudah mengerti dan terlalu berlebihan. Mereka yang membuat film The Santri memiliki misi untuk memerangi paham radikalisme menurut mereka. Tulisan ini bukan kontra tapi bentuk penggambaran dari pemahaman kesusastraan yang memberikan cerminan dari masyarakat Indonesia. Di film ini terlihat jelas sekali kalau ada perang pemikiran dan usaha-usaha tertentu. Justru, dengan hadirnya film ini akan meresahkan kelompok islamis. Mereka merasa terancam dan berusaha melakukan perlawanan.

II. Hiburan dan Pengembangan Kebudayaan
Salah satu fungsi sastra adalah hiburan. Manusia memiliki rasa jenu dan bosan. Sehingga manusia memerlukan hiburan. Hiburan memiliki kemampuan besar dalam memberikan efek kejiwaan yang menenangkan.

III. Pendidikan
Di dalam sastra banyak manfaat untuk pendidikan. Karena melalui sastra masyarakat akan belajar dengan menyenangkan dan tidak tegang. Pengajaran melalui sastra ini sangat melekat dibanding dengan saat kajian-kajian, ceramah, seminar. Sehingga sastra sangat berpengaruh pada masyarakat. Sastra adalah cerminan masyarakat tersebut.

IV. Bisnis
Bisnis adalah hal yang tidak tertinggal dari dunia sastra. Kita lihat sekarang dunia sastra sudah sangat luas. Dari media cetak dan terknologi eletronika. Kita lihat seperti film, media sosial, media elektronik selalu mengkaitkan dengan bisnis dan keuangan.

B. Dampak Negatif
I. Merusak norma-norma
Dalam perkembangan dunia kesusatraan banyak jenis kesusastraan yang dapat merusak norma-norma sosial masyarakat. Seperti norma adat istiadat, norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Kesusastraan mampu menerobos dan menghantam norma-norma tersebut. Sehingga norma-norma hancur lebur dan hampir tidak tersisa.

Manusia yang malas belajar dan malas mempraktikkan kebudayaannya. Membuat semua norma-norma yang dimiliki bangsanya terlupakan. Sehingga masyarakat mulai kehilangan pegangaan hidup. Lalu mereka menjadi masyarakat yang kacau. Kemudian mengikuti kebudayaan yang mendominasi pada masanya. Bahkan terkadang orang-orang tersebut merendahkan kebudayaannya sendiri. Lalu merasa hebat dengan meniru kebudayaan orang lain. Yang paling celaka yang ditiru bukan hal yang baik.

Tapi orang Indonesia dalam meniru berbeda dengan orang Cina. Orang Cina meniru yang baik, seperti teknologi. Kalau orang Indonesia meniru hal yang buruk. Meniru ke-gayaan, ikut mengkonsumsi minuman keras, ikut kumpul kebo, ikut pakaian mini, ikut seks bebas, ingin melegalkan LGBT, ikut tatoan, pacaran peluk-pelukan ditempat ramai.

Merasa moderen dan keren dengan tato. Padahal tato itu milik kebudayaan suku-suku primitif untuk tanda anggota sukunya. Tato dibilang seni, padahal seni adalah sesuatu yang bermanfaat, indah, tidak merusak. Tato menyakiti kulit, dan diri sendiri. Sedikitpun tidak ada manfaatnya. Apakah ada orang keren dengan tatoan seluruh tubuh atau di bagian manapun di badanya, TIDAK.

Hal seperti ini muncul adalah bentuk peniruan pada masyarakat Barat yang liar, bukan bebas. Bebas adalah hal yang tidak terikat, tapi punya aturan. Dari mana inspirasi mereka-mereka, ya dari film-film geng-geng  dunia Barat. Kadang pemeran film tersebut hanya tato cap atau tato lukis yang dapat dihapus kalau syuting film sudah selesai. Di Indonesia diikuti dan dicontoh oleh masyarakat secara nyata.

II. Senjata Ideologi dan Politik
Kesusastraan juga dapat menjadi senjata sebuah ideologi dan politik. Salah satu ideologi yang berkembang dari kesusastraan yang menggunakan media teater dan novel. Adalah ideologi sosialisme yang nantinya berkembang menjadi leninisme dan menghancurkan kekaisaran Rusia.

Kesusastraan yang menceritakan tentang pertentangan sosial kaum bangsawan dan rakyat petani (proletar). Memberi pengaruh terhadap pemikiran masyarakat sehingga penuntutan penghapusan kelas bangsawan dan kesetaraan manusia muncul. Revolusi komunisme meletus dan runtuhlah Kekaisaran Rusia.

III. Mempengaruhi Prilaku Sosial
Dalam prilaku sosial kesusastraan juga sangat berpengaruh. Perilaku sosial akan terpapar ke masyarakat yang dihadirkan oleh kesusastraan. Banyak sastrawan berkata kalau sastra suatu bangsa adalah cerminan bangsa tersebut. Pengaruh prilaku sangat kontras di tengah masyarakat. Kita dapat melihat dimana prilaku keras, baik, jahat, dapat dipengaruhi oleh sastra (film dan novel, dll).

Kita tentu tahu saat dunia film memperagakan busana. Mode pakaian, acara-acara pertemuan di hotel, nongkrong di kafe atau ditemat tertentu. Keberhasilan disimbolkan dengan memiliki harta-harta benda. Kita menonton adegan dimana dalam cerita novel atau film. Menceritakan tentang orang miskin yang hina dina.

Kemudian merantau ke kota dan menjadi kaya raya. Lalu pulang membawa mobil dan banyak uang. Hal ini kemudian menjadi pemikiran masyarakat pengkonsumsi sastra tersebut berpikir kalau orang sukses itu punya mobil. Sehingga kesuksesan tidak di nilai dengan prestasi. Sehingga manusia kemudian berlombah-lombah mendapatkan mobil untuk simbol kesuksesan. Disisi lain, sastra yang bertema orang merantau ke kota dan berhasil menjadi kaya. Juga faktor yang mempengaruhi urbanisasi ke kota-kota.

Dalam berpakaian, misalnya wanita cantik dan moderen itu di nilai dari make over, lipstik, dan pakaian-pakaian mini dan seksi. Sehingga para wanita berlombah-lombah mengikuti cara film atau novel tersebut. Sehingga kaum wanita pengkonsumsi sastra ikut-ikutan dengan gaya-gaya seperti itu. Membeli tas-tas yang berisi bedak dan lainnya. Baik itu dilihat dari film atau iklan. Telah membentuk pemikiran bahwa tas bagian dari mode. Agar wanita dinilai sebagai wanita cantik.

Sehingga kecantikan wanita tidak di nilai lagi dari, akhlaknya. Tidak di ukur dengan kejujurannya, tidak diukur dengan kesalehannya, tidak diukur dengan prestasinya, tidak diukur dengan kehormatannya, tidak diukur dari tertutupnya tubunya. Kemudian saat pacaran dimana dia mengikuti cara pacaran di dalam film dan novel. Kesuciannya diserahkan pada sang pacar atas nama cinta.

Kemudian dia ditinggalkan sang pacar. Lalu terluka dan kecewa, putus asa. Kemudian ada seorang laki-laki tampan dan baik hatinya. Dia ceritakan kalau dia tidak suci lagi. Karena kebaikan laki-laki itu dia menerima kekurangaannya. Kemudian seorang gadis membawa cerita film itu. Dia masukkan kedalam kehidupannya yang nyata. Kalau cinta tidak mempersoalkan kesucian. Alasannya untuk membenarkan kebodohannya.

Padahal di dunia nyata tidak akan ada laki-laki terhormat yang mau dengan wanita pezinah. Kecuali laki-laki yang memang sering berzinah. Di dunia barat kumpul kebo adalah harus. Karena mereka memang manusia yang tidak memiliki adab dan norma-norma susilah. Mereka memandang wanita sama dengan laki-laki. Tidak memiliki kehormatan diri. Saat menonton film atau membaca novel tentang bagaimana perilaku dan budaya mereka seperti itu. Di ikuti juga karena berpikir seperti itu kiranya orang negara maju pacaran.

Penjelasnya, katakanlah saat berpacaran di dalam dunia film. Kemudian ditiru oleh anak-anak muda di Indonesia yang sudah menonton. Selanjutnya para penulis Indonesia juga meniru cara-cara tulis yang sedemikan (inspirasi). Begitupun dengan pembuat film-film juga mengikuti juga.

Dengan demikian, Inilah yang dimaksud mempengaruhi prilaku sosial masyarakat secara luas. Kita saksikan saja sekarang, gaya-gaya rambut, mesum disana sini seperti adegan video-video forno. Berhubungan intim dua perempuan satu laki-laki. Satu perempuan tiga laki-laki.

Semua itu, meniru film-film forno yang diprooduksi masyarakat non muslim dimana pun di dunia ini. Orang-orang tersebut bertanggung jawab atas meningkatnya tarap mesum dan pelecehan terhadap wanita dan anak-anak. Banyaknya perselingkuhan dan maraknya perzinahan.

IV. Membawa Ke Dunia Daya Hayal
Di maksud dengan memperkuat daya hayal adalah dimana individu yang mengkonsumsi film atau literasi sastra muncul sifat peniruan. Sehingga adanya sikap atau sifat yang menghayal atau terjebak dalam dunia hayalan (imajinasi). Misalnya, eksen yang berlebih seakan mempersamai kehidupan nyata dia, dengan jalan cerita sastra yang dia konsumsi (film, novel, video).

Seperti dalam soal cinta dimana kecintaan dibuat-buat eksen romantis. Contoh, memberi bunga dengan berlutut pada gadis, seakan itu adalah tanda cinta yang sesungguhnya dan romantis. Berjalan bergandengan tangan sebagai tanda kemesraan dan kasi sayang. Merayakan ulang tahun pacar di hotel. Lalu tidur di hotel layaknya suami istri. Saat berpisah dengan sang pacar. Berciuman, pipi kiri dan pipi kanan. Ada yang berciuman di bibir.

Dalam hal ciuman di bibir, sesungguhnya mulut laki-laki dan mulut perempuan. Walau sudah gosok gigi tetap memberikan bauh. Karena hawa atau gas tubuh seseorang berbeda-beda. Walau sudah gosok gigi tetap mulutnya bauh. Saat tertelan air liur seseorang anda dapat sakit perut. Berarti, nikmatnya ciuman di bibir dalam adegan film hanyalah di buat-buat, atau ekting film. Orang bisa mengulang kalau kurang pas atau tidak pas.

Mereka seolah-olah menjalankan metode pacaran yang sesungguh. Padahal hal tersebut adalah bentuk seremonial kepura-puraan. Bentuk tiruan sandiwara novel dan film yang mereka sendiri sebagai pemerannya. Mereka ingin masuk kedalam dunia sastra (film dan novel), yang romantisme. Mereka tidak sadar kalau mereka berusaha masuk kedalam dunia kartunis atau fiksinis.

Padahal pada kenyataan sesungguhnya kalau dunia pecaran hanyalah sebatas saling mengenal saja. Saling mengenal atau kalau di dalam Islam melakukan taaruf. Taaruf proses saling mengenal dalam jangka waktu yang di tentukan. Sehingga pikiran sehat dan kesungguhan tersebut hadir.

Mereka merasa dimiliki dan memiliki di dalam alam semu dan khayalan. Bermain asmara dan drama-drama yang mereka buat sendiri. Marahan, ributan, dan romantisme-romatisme yang dikarang. Kadang ada yang bunuh diri, membunuh, hanya karena persoalan perasaan yang dimainkan. Film dan novel telah mensugesti manusia secara luas. Zaman dahulu sebelum pengaruh sastra hitam muncul. Pemuda-pemudi Indonesia biasa saja dalam hal perasaan. Walau pun mereka berpacaran.

Bukan hanya dalam urusan cinta, dunia hayal dan imaginer manusia yang di bawak ke alam anyata. Film perang dan film geng-geng nakal yang suka perang. Kemudian muncul kelompok-kelompok tauran. Film dan novel yang memperagakan bulian, tindak kekerasan senior terhadap adik kelas. Juga diperankan ke alam nyata. Banyak dimana pemukulan dan penyiksaan dilakukan oleh senior pada junior. Dia memerankan begitulah kalau menjadi senior.

Itulah yang di sebut membawa dunia sandiwara ke dalam dunia nyata. Yang seharus kesusastraan hanya sebatas hiburan tapi akhirnya dijadikan tuntunan. Pembuat film dan penulis sastra bertanggung jawab atas rusaknya sosial masyarakat. Maka mereka akan dihisab dihari akhir nanti. Dosa perbuatan orang-orang sebab pengaruh dari yang dia produksi (tulisan atau video) sama dengan para pelaku. Misalnya orang itu berzinah maka dosanya sama dengan pezinah tersebut.

Catatan: Orang-orang yang memproduksi kesusastraan hitam adalah pembunuh masyarakat dan pembunuh moral. Jangan meremehkan kesusastraan sebab itu adalah cermin masa depan bangsa kita. Masa depan anak cucu kita.  Dalam berprilaku kamu harus dapat membedakan antara dunia kenyataan dan dunia fiksi yang diciptakan manusia.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 3 November 2019.

Sy. Apero Fublic
Via Ilmu Kesastraan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Paskibraka Muba 2026 Resmi Dikukuhkan, Bupati Toha Titip Amanah dan Karakter Kebangsaan

PT. Media Apero Fublic- Thursday, August 13, 2026 0
Paskibraka Muba 2026 Resmi Dikukuhkan, Bupati Toha Titip Amanah dan Karakter Kebangsaan
APERO FUBLIC   I  SEKAYU.—   Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Bupati M…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261685
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Ketika Mimpi Berubah Arah
    APERO FUBLIC I  Namaku Revalin. Ada satu hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatanku. Hari itu bukan hari kelulusa...
  • Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
    APERO FUBLIC I  Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Ketika Mimpi Berubah Arah

Ketika Mimpi Berubah Arah

Thursday, July 16, 2026
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Thursday, July 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1860 Berita Daerah 1767 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1239 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 126 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1043 Kesehatan 43 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 207 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 40 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us