10/31/2019

Crosshijaber: Kejahatan Sosial Pada Kaum Muslimah


Apero Fublic.- Seperti yang kita ketahui baru-baru ini. Telah muncul tanda-tanda kerusakan ahklak sosial masyarakat. Suatu kejadian yang sangat menakutkan bagi semua Muslimah beriman. Sebuah fenomena sedang hangat diperbincangkan oleh khalayak ramai di tanah air.

Mulai dari dunia maya, media cetak, maupun di tengah masyarakat luas. Kejahatan sosial yang menggemparkan dan meresahkan kaum muslimah. Mereka yang berusaha istiqomah, mulai memperbaiki diri, mulai berhijrah. Kemudian diteror oleh pelaku kejahatan sosial tersebut, yaitu kelompok crosshijaber.

Kejadian tersebut adalah fenomena langka dan tidak tidak manusiwi. Mengapa crosshijaber sangat meresahkan kaum muslimah Indonesia?. Karena maksud para muslimah yang memakai hijab tertutup dan bercadar adalah wanita yang ingin menutup aurat dan tidak ingin terlihat laki-laki. Apalagi sampai disentuh laki-laki. Mereka memelihara diri dari fitnah, dan menghindari bersentuhan dengan laki-laki bukan mahramnya. Tapi ketikah muncul crosshijaber yang sangat melecehkan muslimah. Apa sih, crosshijaber tersebut?

Crosshijaber berasal dari crossdressing yang berarti aksi mengenakan atau memakai pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelamin. Wanita memakai pakaian laki-laki atau laki-laki memakai pakaian wanita. Crosshijaber adalah laki-laki yang menggunakan atau memakai hijab bergaya syar’i dan bercadar. Hijab syar’ih, bercadar, bergamis, adalah pakaian muslimah yang sangat menutup.

Sehingga mereka tampak seperti seorang muslimah. Saat laki-laki memakai pakaian tersebut. Bahkan tidak sampai disitu, mereka juga memakai kosmetik untuk menutupi kekasaran wajah mereka. Sehingga tampak lembut dan halus. Kemudian berprilaku seperti wanita. Sehingga tampil benar-benar seperti seorang muslimah pada umumnya.

Namun, mereka tetap dapat terdeteksi sebab bagimanapun seorang laki-laki tidak akan dapat menjadi seperti perempuan kecuali kalau mereka operasi plastik seperti waria Thailand. Kelompok crosshijaber adalah pelaku kriminal, teror. Mereka dapat digolongkan pada kelompok islamophobia. Mereka melakukan hal tersebut memiliki tujuan, teror terhadap muslimah-muslimah yang berhijab syair’ih.

Kemungkinan mereka kelompok pembenci Islam dan anti hijab. Sehingga dengan cara mereka berbuat demikian. Maka muslimah tidak mau lagi memakai hijab, terutama yang tertutup, seperti burkah. Kemudian mereka ingin melecehkan kaum muslimah dengan cara-cara memeluk, mencium, memegang tangan, dan sebaginya. Na’udzubillahi mindzzalik.


Dengan demikian, MUI dan PBNU menyebut crosshijaber adalah kejahatan sosial (kriminal) pada Muslimah. Sementara pihak Muhamadiyyah mendesak aparat berwenang untuk menyelidiki motif apa dibalik maraknya fenomena crosshijaber  ini. Menurut penulis Mandis Paramansa (nama pena) dia mengatakan, “yang jelas, sebagai seorang perempuan sudah pasti ada ketakutan tersendiri.

Takut kalau ternyata yang dianggap sebagai seorang wanita, ternyata laki-laki. Ada yang sengngaja mencari keuntungan dengan berpenampilan seperti seorang perempuan. Menurutnya, pelaku crosshijaber perlu ditenggelamkan. “tapi sayang, Bu Susi sudah nggak jadi menteri lagi. Nggak bisa minta tolong untuk menenggelamkan mereka. Untuk yang sakit dikasihani (diobati), mereka perlu diluruskan. Dan semoga tidak pernah bertemu sama model begituan.” Kata penulis muda itu melalui chat WhatsApp.


Crosshijaber muncul dengan tiga kemungkinan. Pertama, para laki-laki yang jahat dan berlaku mesum yang menggunakan pakaian muslimah untuk menyentuh muslimah. Kedua, kemungkinan kecil juga ada yang tidak nyaman dengan identitas seksual yang mereka milik (transgender).  Ketiga, kemungkinan ada kelompok yang ingin menteror kaum muslimahYang paling besar kemungkinan adalah oknum yang ingin melakukan kejahatan atau pelecehan terhadap muslimah.

Fenomena crosshijaber ini sudah ada sebelum-sebelumnya. Namun baru sekarang kejadian ini hangat diperbincangkan. Semoga para muslimah kuat menghadapi cobaan ini. Juga tetap istiqomah dalam hijrah. Jangan sampai karena hal kecil seperti ini muslimah menjadi membenci atau malah menentang hijab. Siapa tahukan, kalau pelaku adalah kelompok pembenci Islam.

Hal ini, sangat melecehkan  kaum muslimah yang bercadar. Secara psikologis mereka yang diserang. Islam yang hakikatnya sangat menghargai dan menghormati kaum wanita. Laki-laki sejati baik muslim atau non muslim tentu tidak akan melakukan hal demikian. Sebab hal demikian melecehkan kaum perempuan. Begitupun di dalam Islam melarang keras perbuatan demikian.

Tidak hanya kitab suci Al-Quran, pada hadis-hadis Rasulullah SAW juga sangat melarang hal demikian. Baik perempuan menyerupai laki-laki, atau laki-laki menyerupai perempuan. Di tambah lagi dengan niat menipu atau niat jahat lainnya. Hadis riwayat Bukhori, bahwasanya Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita menyerupai laki-laki.” Menyerupai saja tidak boleh. Apalagi lebih dari itu, misalnya menjadi atau merubah ketentuan yang Allah berikan. Sebab, kodrat wanita dan pria berbeda.


Crosshijaber kabarnya marak dan bahkan mempunyai komunitas sendiri. Untuk mengukuhkan eksistansinya, mereka memiliki dan membuat komunitas di sosial media. Seperti facebook, instagram,bahkan youtube. Namun kaum muslimin harus mengklarifikasi terlebih dahulu berita-berita di media sosial tersebut. Tidak boleh gegabah mengambil tindakan melampaui batas. Sebab negara kita negara hukum.

Netizen berkomentar ketika ada seorang wanita bercadar masuk ke dalam WC sangat lama. Padahal memang betul mereka muslimah. Sehingga muncul anggapan mereka adalah crosshijaber. Sehingga membuat gejolak di tengah masyarakat. Inilah salah satu dampak dan menjadi cobaan bagi muslimah yang bercadar.

Karena hajat seseorang berbeda saat di WC, misalnya sakit perut. Dan banyak yang dikenakan muslimah sehingga waktu lebih lama dari wanita yang tidak menutup aurat dengan cara syar'ih. Bagi yang mengerti pasti berpikir positif dan tidak langsung berpikir negatif. Sabar ya, uktih-uktih yang memakai cadar dan busana muslimah syar'ih. Ujian ini menunjukkan sampai dimana tebalnya iman kita dan keistiqomahan muslimah-muslimah di dunia.

Seperti yang terpantau di tribun Jabar di Masjid Raya menjelang shalat zuhur. Sabtu (19/10/2019), satu regu Mojang SATPOL PP, Kota Bandung langsung memantau situasi kabar maraknya pelaku kriminal crosshijaber. Mengawasi mulai dari tempat wudhu wanita sampai tempat sholat, dan sekitar masjid. Sebelum mengadakan razia tersebut mereka diberi arahan terlebih dahulu oleh kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Taspen Efendi.

Taspen menegaskan untuk bertindak tegas jika menemukan crosshijaber atau laki-laki menggunakan hijab agar ditahan karena meresahkan Muslimah. Mereka pelaku crosshijaber ini sangat mengerikan dan berbahaya. Semua ini adalah modus pelecehan wanita model baru. Karena bisanya sesama muslimah kalau bertemu berpelukan, cium  pipi, duduk berdekatan, dan lainnya. Hal-hal demikianlah itulah salah satu incaran mereka. Astaghfirullahal’adzim.

Semakin mendekat akhir zaman, semakin marak fenomena orang yang berkelakuan aneh. Yaa Allah jauhkanlah kamis kaum muslimah dari sifat negatif dan lindungi kami dari gangguan manusia-manusia seperti itu. Beriakanlah Rahmat dan Hidayah-Mu pada kami. Terutama kesabaran dalam menghadapi ujian iman ini. Untuk para muslimah agar berhati-hati, saat dalam perjalanan, di kamar WC umum atau di masjid. Dalam mengenali crosshijaber ini, tidak begitu sulit. Mereka crosshijaber jauh berbeda dengan crossdressing.

Kalau crossdressing mereka berpenapilan biasa dan tidak menyerupai wanita hanya sebatas pakaian, mereka juga tidak terlihat serius. Cara mengenali crosshijaber yang berbusana muslim memakai cadar atau burqah. Sehingga menutupi semua tubuh kecuali mata. Hal pertama untuk mengenali crosshijaber ajaklah berbicara, seperti mengucapkan salam. Tentu berbeda suara laki-laki dan perempuan. Kedua, dari cara berjalan dan gerak-geriknya, misalnya meminta bantuan sesuatu.

Seorang pria apabila berjalan cenderung melangkah lurus kedepan, tanpa embel-embel. Misalnya serong ke kiri atau ke kanan. Sedangkan cara berjalan seorang wanita arah kinya cenderung menyilang. Walau laki-laki meniru-niru cara berjalan wanita akan terlihat lucu. Namun, jika memang benar kita menemukan pelaku crosshijaber. Tetaplah berhati-hati, jangan gegabah, tetap tenang dan menjauh. Karena mereka laki-laki dapat menyerang kita.

Dengan demikian, libatkan orang lain dalam mengatasinya. Jangan sembarang berpelukan, atau cipika-cipiki kepada seseorang yang tidak dikenal. Bukan melarang, akan tetapi untuk menghindari adanya kemungkinan kejahatan dari crosshijaber ini. Yang jelas laki-laki tidak akan sama dengan wanita.


Untuk para pendidik dan orang tua, tanamkan pada diri anak-anak wanita agar berhati-hati pada orang yang belum dikenal baik. Pada anak-anak laki-laki di rumah dan di sekolah, agar jangan menipu dengan memakai crosshijaber karena itu dosa besar. Karena melecehkan syariat dan agama Islam berdosa besar. Berikan ilmu tentang batasan-batasan aurat laki-laki dan perempuan. Usahakan dalam membekali mereka dengan cara yang baik dan penuh pengertian. Sebab kaum wanita harus dijaga dan dihargai. Apapun agamanya dan dimanapun berada.

Untuk para Mahasiswa, yang menjadi harapan orang tua dan masyarakat. Sebagai kelompok berjiwa intelektual tentu menyikapi permasalahan crosshijaber dengan baik. Menjelaskan tentang crosshijaber agar masyarakat tahu. Cara dan laangkah-langkah dalam menyikapi dan mengatasi agar masyarakat mengerti.

Dengan demikian dapat membantu mengurangi keresahan kaum muslimah. Jadikan fenomena ini, sebagi pembelajaran yang akan membawa kita kepada kebaikan. Tanamkan sifat pada diri sendiri untuk tetap menjaga diri sendiri dan kaum muslimah dimanapun berada. Terutama mahasiswi yang menjadi anak kost-kostsan. Buatlah komunitas, misalnya group whasApp untuk mewaspadai dan turut memberantas pelaku crosshijaberDemikianlah sedikit opini tentang crosshijaber.

Kebaikan tidak selalu datang dari orang baik. Tapi kadang kebaikan juga bisa datang dari orang yang kita anggap jahat. Dalam kehidupan tentu ada keburukan dan kebaikan. Namun, keburukan itu bisa diubah dengan kebaikan-kebaikan. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik dan taat beribadah pada Allah SWT.

Seperti dalam mentaati perintah dan larangan-Nya. Terutama berhijab untuk kaum muslimah. Percayalah kebaikan akan selalu menang dan kejahatan akan selalu hancur. Mari berhijrah dan terus istiqomah dalam menuju jalan Allah. Ada pepatah, jangan salahkan hijabnya tapi salahkan pelaku individunya. Islam itu sempurna, tapi manusia tidak.

Oleh. Alone.
Editor. Desti. Sos.
Palembang, 31 Oktober 2019.
Sumber karikatur muslimah. Internet

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment