7/08/2019

Siapa Dia Berhijab

Apero Fublic.- Syarce. Suatu ketika mengkin kita pernah berjumpa dengan seseorang yang penampilannya begitu berkesan. Sehingga kita menyimpan rasa suka seketika, dan mengagumi. Namun sayang itu hanya perjumpaan yang cepat berlalu, yang hanya menyisakan bayangan dipelupuk mata. Mengurai diri dan rasa-rasa di jiwa kita, bahkan terbawa dalam mimpi.

Begitu menakjubkan bagi kita, sampai dia mengisi ke dalam relung jiwa, yang membuat pertanyaan-pertanyaan. Siapa dia? orang mana? masih sendirikah? Di mana rumahnya?. Saat pertanyaan itu tidak terjawabkan, hanya dua yang menjadi pilihan, pertama kita melupakan, dan kedua kita berharap dapat berjumpa lagi.

Doa pun akhirnya dipanjatkan untuk dapat berjumpa lagi. Tidak untuk bercinta, atau berbincang-bincang, melainkan hanya sekadar mengobati rindu. Mengapa hal ini dapat terjadi, sesungguhnya hati kita peka akan sesuatu yang baik. Sesungguhnya seorang pemuda selalu mendambahkan gadis-gadis berhijab dengan akhlak muslimah yang benar.

Rindu ini bukan ditujukan pada rasa cinta, tetapi rindu pada dunia di mana kaum wanita dalam kepribadian yang elok, dalam kepribadian seperti umul mukminin. Gadis yang menjaga kesucian dan harga dirinya. Yang perlu di garis bawahi adalah, wanita saleha adalah idaman pria mana pun. Maka hati itu, hatiku hanya dapat berkata "Siapa Dia."

Siapa Dia Berhijab.

Kalaulah ombak,
Yang berdebur di dadaku, gemuruh nya.
Sesungguhnya jantung ku
Dalam getar karena ombak.
Seandainya langit dalam keadaan marah
Petir-petir menyambar.
Begitulah juga gejolak jiwa ku.
Hanya, sedikit aku merangkul nasip
Tiada tahu rumah batin ku.
Karena mata menyapa bidadari surga.

Oh, siapa dia
Meletakkan tajam matanya.
Dibalik hijab nan Indah
Merunduk malu sembunyikan, Muka
Damai tempayan hati, memandang
Lembut irama dalam sapaan embun.
Sejuk, dipagi dalam siraman mentari

Oh, siapa dia
Mengapa begitu menyentuh jiwa
Cantikkah parasnya.
Tidak
Dentum itu, dari sudut yang lain
Bentakan itu dari sisi yang berbeda.

Oh, siapa dia
Beribu tanya diri ini, menyentuh kalbu kah.
Mengapa hati begitu teduh
Karena hijab dalam balutan mu
Ahlak, menjadi perhiasan
Kesucian jadi permata
Merengut-rengut jiwaku memanggil-Nya
Siapa dia?
Dapatkah aku mendapatkan-Nya
Satu diantara seribu
Masa pun berlalu, jiwaku merindu
Hanya dapat berkata,
Oh. Siapa dia.

Tapi sesunggunya bukan hari dimana aku berjumpa. Rindu dan ingin berjumpa itu dari dahulu. Aku merindukan jodoh yang seperti dia. Bermain fantasi di dalam kepala seandainya jodohku adalah gadis yang baik dan shaleha. Gadis yang tidak pernah berpacaran apalagi berzina. Sunggu aku menginginkan gadis yang suci dan menutup aurat seperti itu.

Tapi entah apakah aku akan menemukan. Apakah ada yang seperti itu. Telah banyak cinta yang dinyatakan. Hanya pertemuan dengan gadis sisa orang-orang. Hatiku sakit dengan semua itu. Ya Allah akankah masih ada gadis yang suci. Agar aku dapat menikah. Siapa dia, berhijab indah? Siapa dia yang memberikan kedamaian memandangnya.

Oleh: Joni Apero
Palembang, 7 Oktober 2018.
Kategori. Syarce Fiktif.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment