7/13/2019

Perjalanan di Kota Pelajar. Yogyakarta

Apero Fublic.- Langit biru dengan awan putih, bagai iringan raja raksasa. Tibalah aku dan para sahabat di sebuah Kota yang banyak sejarah, Kota Pelajar. Bel dan klason terdengar, sepasang burung terbang di udara. Dua ekor anak kucing berlari di pedestrian jalan. Dan suara ketuk gerobak yang menawarkan dagangan, memberi ilham bagi perut yang lapar.

Serombongan kami mengenakan almamater kuning datang, mengingatkan tentara Sriwijaya pada masa lalu datang ke Yogyakarta dan mendirikan candi Borobudur. Sriwijaya dari Palembang, dan kami juga dari Palembang. Maka dari itu, saya katakan seakan mengingatkan, karena kami mahasiswa Universitas Sriwijaya dari tanah Melayu, Palembang.

Pada tanggal 10 Maret 2017, kami mahasiswa Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Sriwijaya melakukan Praktek Kuliah Lapangan, di Kota Yogyakarta. Pada saat kunjungan di Kota Pelajar itu, ada tiga tempat yang kami kunjungi. Yaitu, Jalan Malioboro, Kaliurang, dan Candi Borobudur.

Namun yang paling berkesan bagi kami semua adalah kunjungan ke Puncak Pronowijoyo. Aku tidak dapat melupakan perjalanan dan kegiatan di sana. Kaliurang, begitulah di dalam benakku bertanya-tanya. Sebuah sungai, yang benar saja. Sebagai anak Sumatera sungai adalah hal biasa. Setelah melakukan perjalanan panjang, teka-teki di benakku terjawab.

Ternyata Kaliurang adalah nama sebuah tempat wisata meliputi, gunung dan pemandangannya, beserta air terjunnya. Disinilah pembelajaran kami dimulai, kami berangkat dengan bus dari jam 08.00 pagi menuju ke Kaliurang, dan tiba disana sekitaran pukul 10:00 WIB.

Setelah tiba, kami mendapat arahan apa yang harus di lakukan. Yaitu, kami harus mencari tumbuhan yang akan dibuat herbarium. Terutama tumbuhan yang tidak terdapat di pulau Sumatra. Specimen ini dijadikan herbarium dan digunakan dalam pembelajaran biologi nanti.

Banyak sekali tumbuhan yang ada di Kaliurang. Mulai dari tumbuhan menjalar, tumbuhan paku yang hidup di tempat lembab, ada tumbuhan yang mampu hidup di dekat gunung yang aktif, dan ada tumbuhan yang memiliki bagian tubuh yang besar-besar, entah apa namanya.

Salah satu tumbuhan yang kami cari ternyata juga ada di daerah ini, yaitu tumbuhan dengan anak kelas asteridae. Setelah selesai mencari tumbuhan untuk specimen, kami kemudian melakukan pendakian ke puncak.

Perjalanan dimulai, bersama teman-teman, aku berjalan menyusuri lereng gunung.Dalam pendakian suasana alam sangat mempesona mata kami. Di tengah perjalanan kami menjumpai air terjun yang menawan. Suara air terjun yang jatuh menimpa batu-batuan bagai nyanyian alam. Suara beburung juga bagai panggilan merdu untuk bermain. Maka, rasa capek terobati.

Kami pun, seperti mendapat tenaga baru dan menjadi kuat kembali. Perjalanan begitu melelahkan, karena jalan mendaki. Tentu saja membuat kaki terasa pegal dan tubuh capek sekali. Walau capek, namun observasi terus berjalan seiring kaki terus melangkah ke atas puncak gunung.

Di perjalanan kami banyak menjumpai beberapa tanaman yang memiliki bintik kuning, yang bereaksi dengan sulfur di pergunungan. Kali ini, setelah kecapean yang sangat, akhirnya berganti kebahagiaan yang luar biasa. Karena melihat keindahan alam dari puncak Pronowijoyo.

Dari menara pandang, dapat menyaksikan alam terbentang luas. Puncak Pronowijoyo terletak di ketinggian 1040 MDPL, dengan kelembapan udara 710  dengan suhu 260c, 3314 kaki. Taman Nasional Gunung Merapi. Dari menara pandang, dapat menyaksikan pucuk pepohonan yang menghijau terbentang bagai permandani.

Angin berhembus sejuk, dengan langit biru. Pepohonan menghijau membentuk tinggi rendah, mengikuti bentuk lereng yang naik turun, sehingga dedaunannya nampak bergelombang indah. Moment berfoto juga tidak boleh di tinggalkan untuk kenangan pikirku. Tidak menyesal menjadi anak biologi. Kulia biologi aja ya.!!!

Jujur ini adalah untuk pertama kalinya bagiku berjalan kaki menuju puncak gunung dengan berjalan kaki. Keadaan alam gunung yang masih alami, dan asri. Sangat melelahkan tapi saya sangat bahagia dan bangga mejadi anak biologi. Bahwa kebesaran allah SWT sungguh luar biasa dapat aku ketahui dari mempelajari alamnya.

Begiltulah sedikit kisah aku dalam mengunjungi Kaliurang. Semoga suatu saat nanti aku dapat kembali datang berkunjung. Kurang waktu rasanya berada di sana. Moment perjalanan ini, juga menjadi ikatan kenangan bersama teman-teman satu jurusan, Pendidikan Biologi, Universitas Sriwijaya.


Saat menulis ini, datang kerinduan dengan para sahabat, dan rindu waktu itu. Aku menulis bukan untuk di kenal, tetapi untuk pengobat rindu pada saat itu. Sekaligus pengobat rindu pada teman-teman semua. Setelah di tulis, sering aku membaca berulang-ulang.

Seakan saat itu berulang kembali. Hati bertanya, masih adakah kesempatan untuk mengulang masa-masa itu, sahabat. Jangan ditanya, karena air matalah yang akan menjawab. Hal yang aku ilhami di sini adalah, berbahagialah saat kalian bersama sahabat-sahabat kalian, jangan membuat mereka terluka di waktu yang sedikit itu.

Tidak seberapa kita bersama, dan perpisahanlah yang abadi. Buat kenangan terindah, dan berikan kasih dan sayang pada mereka. Bermacam-macam sifat sahabat kita, maka hadapilah dengan pengertian dan kedewasaan. Saya akhiri, wassalam.
Foto kenangan saat berkunjung ke Candi Borobudur, setelah kami pulang dari mengunjungi Puncak Pronowijoyo, di Kaliurang

Oleh. Ulandari.
Editor. Desti. S.Sos.
Yogyakarta, 10 Maret 2017.
Sumber foto. Ulandari.
Praktik Kulia Lapangan, FKIP-Biologi. Universitas Sriwijaya.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment