7/18/2019

Mengapa Islam Melarang Keras Perzinahan

Apero Fublic.- Mengapa Islam melarang keras berzina, terutama bagi gadis atau kaum wanita muslimah, sebab daripada kenikmatan nafsu, lebih besar keburukannya, untuk diri wanita dan masyarakatnya.!!!

Kenapa dalam Islam seorang gadis harus menjaga kesuciannya, dan begitupun dengan adat istiadat asli orang Indonesia. Anak gadis dituntut untuk menjaga norma-norma susilah yang ketat. Untuk itu saya merujuk cerita kakek saya, orang Melayu. Kakek bercerita bahwa di zamannya, kalau seorang pemuda dan seorang gadis berbincang-bincang,  mereka tidak duduk berdekatan apalagi berdempetan seperti zaman sekarang.

Karena rumah di daerah saya kebanyakan rumah panggung, maka mereka berbincang dengan posisi ada yang duduk di bawa rumah (depan atau samping), dan si gadis berdiri di muka jendela atau serambi rumah. Hal demikian mungkin aneh dan jadul atau kolot menurut orang sekarang. Tetapi mereka lebih sopan dan terhormat, mereka memiliki tata krama moral.

Pada masa mereka, tidak ada orang hamil diluar nikah, tidak ada penyakit kelamin, dan tidak banyak perceraian, tidak ada yang membuang anak, membunuh anak, perempuan di bunuh saat hamil oleh pacar mereka. Tidak ada kekerasan dan pelecehan seksual, semua teguh dengan adat istiadat.


Kedatangan Islam di Indonesia meneguhkan adat istiadat tersebut, namun sayang adat istiadat tidak terpelihara sebab dirusak pengaruh asing, yang datang melalui sastra, film, dan teknologi. Di Indonesai yang paling berpengaruh adalah bentuk sastra rusak pada zaman Orde Baru, dan media telekomunikasi informasi yang tidak terkontrol.

Novel-novel bertema seks, dan film-film yang dibumbuhi adegan seks yang memancing nafsu. Mengapa sastra yang di salahkan, sebab sastra yang terpublikasi akan ditiru oleh generasi muda yang membaca ataupun menonton. Berikut ini wacana yang terjadi di masyarakat.


Zaman yang penuh cobaan dan tantangan ini, memunculkan berbagai karakter manusia yang bermacam-macam. Ada manusia jahat, yang hanya mementingkan keburukan, kesenangan. Seperti, ada kasus penipuan oleh seseorang laki-laki yang mengaku-ngaku perwira polisi (polisi gadungan).

Pemuda tersebut telah banyak menipu gadis-gadis, bukan hanya berkencan tetapi, langsung tidur di hotel. Gadis yang bersifat penurut, percaya dengan seragam yang dikenakan. Kegengsian hidup tinggi, dan selalu berpikir pendek saat bertemu orang yang baru dikenal. Tentu saja, merasa senang bertemu dengan seorang perwira polisi.

Sungguh seorang lelaki tidak perlu menyamar, menipu menjadi orang-orang berseragam, cukup banyak bicara dengan gaya yang meyakinkan sudah dapat mengeco gadis-gadis. Nah, Kemudian gadis-gadis jadi korban penipuan tersangka tersebut, ditiduri dan dinikmati sesuka hatinya. Beberapa saat kemudian si laki-laki di tangkap polisi beneran, dan identitasnya diketahui. Setelah itu, tentu penjara menunggu selanjutnya.


Kemudian seorang lelaki yang beristri yang mengaku-ngaku bujangan, dan kemudian membujuk dan merayu dengak kata-kata manisnya. Menjebak dang menggoda, uang bermain, lalu kemudian melakukan hubungan terlarang, dan merenggut kesucian wanita korbannya.

Kalau dengan demikian, maka pernikahan akan terjadi dengan menjadi istri keduanya, atau merelakan harga diri direnggut dengan cuma-cuma. Banyak sekali kasus seperti itu, menimpa gadis, yang paling sering gadis di perantauan, di kota misalnya.

Berpacaran kemudian hamil dan ditinggal kabur oleh laki-laki, atau lebih buruk lagi dibunuh bersama anak bayinya oleh sang pacar. Dalam hal zina, secara psikologis, muncul penilaian dengan prasangka lelaki, apabila mereka sudah berzina, lelaki tidak memiliki kepercayaan apakah kekasihnya setia dibelakangnya.

Sifat lelaki lebih cepat cemburu dan membabi buta, sebab dia khawatir si kekasih berzina juga dengan lelaki lain. Sementara dia tidak dapat lagi mengetahui tandanya sebab dia sudah tidak suci lagi. kegerlisahan ini, tidak akan terjadi apabila si wanita masih suci. Tentu prasangka itu tumbuh terus dan merusak hubungan yang harmonis.


Kejadian buruk yang menimpa adalah hubungan atas nama cinta, biasanya anak-anak remaja. Zina untuk pembuktian cinta. Pembuktian cinta dengan melakukan hubungan intim, dan merenggut kesuciannya.

Kemudian, si laki-laki mulai bertingkah dengan segala alasan, dan dia menjalin hubungan dengan wanita lain. Kemudian hubungan kandas di tengah jalan, dan si gadis menjadi sisa yang terbuang bagai ampas tebu. Sebab sifat wanita yang tidak tahan dengan api cemburu akan terus tersingkir dengan sendirinya saat lelaki sudah berhubungan dengan wanita lain.

Apabila seorang gadis tidak melakukan zina tersebut, tentu dia terhindar dari penipuan dan kemunafikan dari lelaki yang dia kenal. Cinta bukan memberikan harga diri, tetapi memuliakan diri. Cinta tidak diukur dengan seks tetapi diukur dengan tanggung jawab. Seks adalah kebutuhan biologis dari makhluk hidup.


Tidak jarang dari hubungan seperti demikian, mereka membunuh anak mereka di dalam rahim dengan cara aborsi atau menggugurkan dengan minuman atau makanan. Perbuatan zina yang berdosa, kemudian ditambah dengan pembunuhan, dan kadang tertular penyakit kelamin seperti kanker, HIP, dan sebagainya.

Kadang mereka membuang anak mereka sendiri demi nama baik. Pebuatan tersebut menyeret beruntun-runtun kejahatan dan dosa-dosa. Laki-laki baik yang tidak pernah berzina akan sulit menerima kenyataan dengan seorang gadis yang tidak suci lagi.

Bila seorang laki-laki telah merampas kesucianmu, maka pintalah tanggung jawabnya, apabila dia menolak datangalah ke pemerintah setempat dan laporkan meminta pertanggungjawaban, masih menolak juga, datanglah ke kantor polisi dan laporkan tentang pelecehan seksual.

Apabila berpacaran dengan cara sebatas berbincang, telponan, sms, dan surat-surat saja maka tidak ada kerugian pada wanita. Hubungan cinta juga, apabila tidak berzina gadis akan mengendalikan hubungan.

Tapi apabila telah berzina maka lelakilah yang mengendalikan hubungan. Apabila lelaki biasa saja dengan hal semacam itu. Tentu dia lelaki pezina. Kalau harga diri seorang gadis masih ada, kesucian masih dia miliki sesunggunya sangat kaut gadis berkata, “kalau mau pergi silakan saja, sebab banyak lelaki yang lainnya."


Dalam rangkayan cerita sedikit tersebut tidak ada yang baik, dan berakhir baik. Selain kerugian di pihak wanita. Wanita yang tidak merasa rugi, tentu dia tidak memiliki akal yang sehat sebagai wanita. Maka berpacaranlah yang sekadar bercerita dan berbincang-bincang.

Seperti adat-istiadat dan budaya kita, dan tidak melanggar sopan santun sosial. Dalam hubungan  itu, hanya sebatas untuk saling kenal saja. Apabila ingin bertemu, bertemulah di tempat ramai seperti di perpustakaan, di pasar, di restoran, di taman yang ramai, kemudian pulanglah sebelum malam.

Begitupun saat bertamu ke rumah, bertamulah di ruangan yang terbuka dan terang benderang agar terhindar dari godaan setan. Kemudian tutuplah aurat dengan gamis dan hijab. Atau ada baiknya mengikuti tuntunan syariat Islam, tidak pacaran dan siap dihalalkan. Semua lelaki menyukai gadis yang tidak pernah pacaran. Karena terjamin kesuciaanya.


Sedikit cerita di atas adalah gambaran dari kenapa larangan berzina dalam ajaran Islam, agar wanita menjadi berharga dan terhormat. Terhindar dari tipuan lelaki penipu, atau pemburu seks. Apabila membaca atau menonton di akun media sosial, blogwebsitefacebooktweterlinkedintumblr.

Kemudian anda menemukan tulisan atau konten yang menganggap wanita pezina adalah hal biasa. Konten tersebut pasti konten orang-orang yang ingin meruusak moral remaja. Jadi hindari konten seperti itu. Kemungkinan akun itu adalah akun perusak moral yang ingin merusak akidah muslimah. Satu hal, lelaki yang baik mungkin dia bisa menerima apa adanya, tetapi lelaki yang lebih baik tidak akan dapat menerima dengan apa adanya.

Seandainya dia jadi suami anda, lalu menerima kekurangan itu, sebab anda tidak suci, namun sepanjang hidupnya akan teriris sedih di dalam jiwa lelakinya, Walau dia sembunyikan dengan kata-kata cinta. Tidak ada laki-laki yang rela pasangannya disentu orang walau itu di masa lalunya. Janganlah kalian muslimah, memberikan hak suamimu pada orang yang bukan jodohmu.

Setialah dengan jodohmu karena dialah yang berhak atas itu, cinta itu, dan kehormatan itu. Laki-laki yang bercita-cita menjadi orang besar tidak akan mau menerima wanita pezina sebab akan meruntuhkan wibawanya dikemudian hari. Sebab laki-laki yang telah menzinahinya akan berkata, “istrinya itu sudah aku zinahi.

Oleh. Joni Apero.
Palembang, 29 September 2018.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment