7/03/2019

KKN Mandiri Fakultas Dakwah. Pemberdayaan Masjid dan Potensi Berdakwah

Apero Fublic.- Dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Kesejahteraan sosial dan kesehatan rohani sulit di temukan apabila tidak ada para pendakwah. Sehingga dakwah menjadi hal yang sangat penting dalam agama Islam. Sehingga membutuhkan kader-kader pendakwah masa depan.

Di dalam berdakwa memiliki basis-basis yang berbeda. Dakwah jangka panjang seperti di dunia pendidikan, pesantren, madrasah, dan sebagainya. Kemudian salah satu basis dakwah yang juga sangat setrategis adalah masjid. Masjid menjadi ujung tombak dalam dakwah.

Tidak heran dahulu pada masa penjajahan kolonial Belanda, mereka berusaha menghalangi pendirian masjid-masjid. Ini terbukti dengan sulitnya mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk masjid-masjid. Masjid juga bangunan pertama dalam kebudayaan Islam. Dalam penyebutan kata masjid sering juga disebut mesjid. Tetapi menurut Sidi Gazalba, kata dan ejaan yang benar adalah masjid bukan mesjid.

Melihat potensi dakwa dari masjid sangat besar, maka mahasiswa KKN Mandiri (Kulia Kerja Nyata), Kelompok 17 dari Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, mengangkat tema KKN mereka “Pemberdayaan Masjid dan Potensi Berdakwah. KKN Mandiri kelompok 17, terdiri tiga jurusan dari Fakultas Dakwah.

Yaitu Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), dan Jurusan Jurnalistik. Kelompok KKN yang terdiri dari sepuluh orang mahasiswa itu, di ketuai oleh Dedi Septian. KKN Mandiri mereka, di fokuskan pada satu masjid. Yaitu, Masjid Baitul Makmur, di Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.


Pada Masjid Baitul Makmur sering di adakan kegiatan keislaman, seperti pengajian yang dilakukan di setiap hari Jumat. Kemudian pengajian dari Kelompok Pengajian Muhammadiyah yang dilaksanakan dua kali sebulan. Kelompok pengajian Muhammadiyah di ketua oleh Ibu Mey Tanjung.

Sehingga mahasiswa KKN Mandiri dari Fakultas Dakwa, dapat mengikuti dan banyak belajar. KKN yang menjadi ajang aplikasi keilmuan yang sudah di pelajari, dimaksud untuk melatih mental mahasiswa dalam menghadapi masyarakat secara langsung. Di sinilah intelektual emosional mereka dipraktekkan secara langsung. Di sini mereka akan memahami bagaimana dalam berdakwa secara langsung, serta menemui berbagai pola pikir dalam umat.

Mereka dituntut untuk bijak dan belajar mengerti. Bahwa tingkat pemahaman masyarakat secara awam dan secara intelektual itu berbeda. Dengan hikmah, supaya berhati-hati dalam berkata dan memberikan pemahaman, agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat Islam. Karena mahasiswa calon pemimpin pada masa depan. Aamiiinnn.
(Foto mahasiswa KKN Mandiri Fakultas Dakwa UIN Raden Fatah Palembang di Masjid  Baitul Makmur, Sukabangun).

Oleh. Elsa Lestari.
Editor. Desti. S.Sos.
Sukabangun, 14 Januari 2019.
Sumber foto. Elsa Lestari.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment