7/01/2019

Cinta Dalam Diam

Apero Fublic.- Pernah jatuh cinta pada seseorang yang hampir mustahil kita miliki, atau pernah mencintai dalam diam, yang hanya memintanya dalam doa. Pada Allah kita mengadu akan rasa itu. Pernah mengagumi seseorang yang begitu sempurna menurut kita. Kita menyadari betapa berbeda dia dengan kita.

Dari cara sikap dan ahlaknya, sampai kehidupannya sengguh berbeda. Namun  rasa menyukai begitu dalam, rasa mengagumi begitu besar. Terkadang hati tertekan oleh rasa itu. Sering ingin datang menyatakan rasa di dalam hati. Tetapi itu tidak mungkin, dan itu mustahil.

Rasa rindu merajalela di jiwa kita. Tidak jarang rasa cemburu menghantui ketika seseorang begitu dekat dengan dirinya. Kadangkala rasa iri dengan seseorang yang dapat dengan mudah berbicara atau bergurau dengan dirinya. Sementara kita hanya terdiam, bisu, dan memandang penuh harapan yang tidak pasti.

Kisa ini sunggu pernah terjadi pada diriku sendiri kawan. Aku pernah merasakannya. Aku pernah melaluinya. Sunggu tidak mengenakkan hati. Kehidupan seperti diatur oleh kekuatan yang tidak terlihat. Kadang sedih, kadang luka, kadang sakit, kadang bahagia dan ceria.

Hal yang paling buruk adalah, dia orang yang kita kagumi tidak menyadari ini sedikitpun. Dia sibuk dengan dunianya, dia tidak mau mengerti. Seolah dia begitu kejam dan tidak berperasaan. Namun rasa sayang padanya begitu dalam.

Kadang bermimpi, kadang menangis, berharap untuk mendapatkannya. Tetapi, harapan dan cinta hanya tersimpan di hati saja. Hanya keajaiban yang dapat diharapkan. Manalah mungkin bumi dan langit bersatu, itulah pepatahnya. Cinta dalam diam, yang menjadi misteri dari seribu misteri.

CINTA DALAM DIAM

Setitik rasa membenam di hati
Dalam gelombang rembulan jiwaku
Membekas, membayang sang wajah
Menjadi rahasia hidupku
Harap-harap selalu bertemu
Doa-doa selalu meminta

Bagai sehampar padang rumput
Bagai terbentang seperti gurun
Sakit namun tetap indah, Ku pandang
Indah bertambah di hidupku
Engkau, yang tengah terlelap
Dikau yang tengah tersenyum
Tiada pernah tau harapan Ini.

Wahai manis sungguh sesarang lebah.
Madu membawa sejuta nikmat.
Ingin Aku Menggapai madu itu,
Seraih tangan.
Namun aku tahu,
Sengat tajam banyak menanti.
Madu tersimpan yang ingin aku reguk
Hanya terhampar dalam pandangan.
Menelan tanpa meminum.

Dirinya di dalam jiwaku,
Tiada pula dia tahu.
Kantung hatiku,
Penuh dengan kisah-kisahnya.
Namun, apalah cinta yang tersembunyi Ini.
Hendaklah angin bertiup,
Sejukkan bumi.
Akan aku eja kata-kata:
Cinta sekasih jiwa, hati sepandang rindu,
aku damai dalam sayang,
mengenang mu dalam hidupku.
Cintaku dalam diam.

Waktu berjalan terasa begitu cepat. Namun harapan dan rasa cinta di hati belum memiliki kepastian. Aku sadar dengan keadaan ini. Maka aku berlari jauh sekuat tenaga. Banyak rasa kecewa dan sakit di dalam hatiku.

Banyak hal yang tidak sesuai harapan. Maka sering kecewa dan rasa sakit menghampiri. Sekarang aku mengerti, berharap merubah hati orang tidak mungkin. Berusaha mengambil hati orang juga mustahil. Maka cintaku hanya dalam diam. Aku pasrakan semuanya pada Allah.

Kalau jodoh takkan kemana. Allah juga maha mebolak-balikkan hati. Setelah semuanya aku serahkan pada Allah. Hatiku tenang dan damai. Aku bergantung padanya tentang rasa cinta ini. Aku percaya, takdir itu sudah ada.

Oleh: Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 21 Juni 2016.
Kategori. (Syarce) Syair Cerita Fiksi.

Sumber foto. Ayu Faqia. Lokasi wisata Pantai Jilbab, Aceh Barat Dayah, Provinsi Aceh, Indonesia.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment