6/24/2019

Julia Anggraini. Kasih Ibu Sepanjang Masa


Apero Fublic.- Syarce. Ibu adalah cinta yang sesungguhnya, kesayangan semua manusia. Hanya manusia yang kurang akalnya yang tidak menyayangi ibunya. Tanpa ibu apa jadinya manusia, mungkin manusia tidak akan sebanyak ini. Kasih sayang ibu yang sangat besar terhadap anak-anaknya telah disadari oleh manusia modern.

Ngomong-ngmong tentang hari ibu, di dalam ajaran agama Islam sebaikanya tidak dilakukan seperti orang-orang non muslim. Sebab, tanpa hari ibu kedudukan ibu sudah digariskan lebih mulia dari kaum laki-laki. Derajad seorang ibu tiga tingkat di atas ayah.

Hari ibu bagi kaum muslimin tidak dirayakan setahun sekali, tetapi setiap saat. Menyayangi ibu, bukan dengan perayaan mirip pesta ulang tahun. Tetapi dengan menjadi anak yang baik, anak yang shaleha, anak yang jujur, anak yang menjaga nama baik keluarga, anak yang menutup aurat, anak yang menjaga harga dirinya.

Sehingga bentuk kasih sayang pada ibu terwujud dan terlaksana. Apabila belajar, belajarlah dengan baik, karena capek ibu kita bekerja mencari uang untuk biaya sekolah atau kuliah. Melahirkan dan merawat sampai besar dan mampu mandiri.

Bentuk kasih sayang pada orang tua jangan sampai sebatas simbolik saja, seperti cium tangan, merayakan hari ibu dengan semacam kado, tetapi mencuci piring saja tidak mau, apalagi mau masak di waktu subuh. Sayang pada ibu, bukan bentuk simbol-simbol. Tetapi di lakukan dengan tindakan nyata, mampukah saat dia tidak ada kita menjadi manusia yang baik dan benar.

Kalau menurut Ustad Adul Somad merayakan hari ibu itu haram, karena meniru orang-orang non muslim. Yok, sayangi ibu secara akidah Islam dan bukan hanya dihari ibu. Sebab mencintai dan berbakti pada ibu adalah wajib hukumnya. Yuk, kita resapi puisi indah dari mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang berikut, sebagai bentuk rasa cinta pada ibunya.

KASIH IBU SEPANJANG MASA

Ibu, cahaya hidup ku.
Seperti embun di pagi hari.
Menetes menyejukkan, merekahlah bunga-bungah.
Kau, lambang kesucian.
Cinta yang tulus.
Berhati mulia.
Hingga tak kuasa aku membalas jasa mu.
Ibu, ibu ku.

Kilau wajahmu nan indah.
Bersinar saat ku tatap wajah mu.
Hangat yang ku rasakan.
Saat kau peluk diriku, dengan lembut nan manja.
Kau kecup keningku dan menyelipkan doa.
Semoga kau berguna, nak.
Semoga kau selalu berbahagia, nak.
Semua doa kau panjatkan.
Sampai kau lupa berdoa untuk mu.

Yaa,  doa itulah yang tidak akan terlupakan.
Dalam memori kehidupan ku.
Yang pastinya sebagai pengabdianku.
Kepadanya aku selipkan.
Doa serta rasa syukurku kepada Tuhan.
Karena berkat Nya lah aku ADA.
Aku urai air mata memikirkan mu.
Andai engkau tiada nanti.
Pada siapa aku bergantung di bumi.
Hanya kasihmu sepanjang masa.
Hanya cintamu yang begitu tulus.
Selalu membanggakan aku walau aku biasa.
Selalu membimbing, menguatkan.

Teruntuk ibuku terkasih.
Terimakasih akan semua ini.
Semoga syurga di akirat kelak.
Membalas semua kelelahan mu.
Ibu, aku sayang ibu.

Sekilas tentang penyair, dia bernama Julia Anggraini, bole dipanggil Juli atau Angraini. Sekarang penyair sedang kulia di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dengan bidang studi jurusan Ilmu Al-Quran dan tafsir. Penyair cantik ini lahir di Kota Palembang pada tanggal 22 Juli 1996.

Warna kesukaannya adalah warna pink, putih, ungu. Sedangkan boneka kesukaannya, yaitu boneka Marsha. Dia menyukai boneka Marsa sebab boneka Marsha itu lucu, cantik dan indah, dan lincah. Untuk pesan-pesannya, tetaplah bersemangat dalam menjalani hidup, jangan menyerah dan berputus asa, ingatlah bahwa setiap lelahmu akan menjadi lillah, keep happy and smiling.

Kalau moto hidup, dia bilanga “be you're self.  Berbicara tentang makanan, Juli menyukai  masakan ibu. Maka apa yang dimasak oleh ibu itulah makanan favoritnya. Dahulu waktu kecil dia punya cita cita, ingin menjadi dokter, bahkan keinginan itu pun timbul sampai ke jenjang Madrasah Aliyah.

Maka dia suka sekali pelajaran IPA, seperti biologi, matematika, fisika dan kimia. Walaupun itu ribet tapi ia tetap semangat. Namun saat dia menginjak masuk dunia perkuliahan ternyata saya menyadari bahwa agama lah yg paling penting dari segalanya.

Oleh. Julia Anggraini.
Palembang, 23 Desember 2018.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment