6/23/2019

Janah Sutia. Pemuja Bayangmu

Apero Fublic.- Syarce. Sebuah ungkapan hati akan dirajut menjadi rangkaian kata-kata. Disaat muncul rasa yang tidak dapat dimengerti. Terkadang kita hanya dapat menarik nafas dalam, tampa tahu harus kita hembuskan kemana, agar longgar dada yang selama ini sesak. Sesak oleh kepenatan hidup dan pengharapan. Hari-hari kita lalui tanpa memiliki makna selain tawa-tawa semu.

Kebutuhan hidup terkadang juga membuat kita harus relah berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi. Sehingga kita selalu dihantui perasaan rindu yang berkepanjangan. Bukan hanya itu, disaat hati meminta teman bercerita, sunggu sesak untuk menyatakan belum berjumpa. Mungkin langit terlihat cerah, atau malam sedang purnama.

Tetapi mengapa awan kelabu itu bergelantungan di langit hati. Seakan mau hujan, tetapi belum ada petir dan kilat. Ibarat suatu rindu yang belum mendapat rasa. Seumpama kata, yang belum sempat diucapkan. Maka sesuatu yang samar tetapi ada, namun belum dapat aku gapai. Pepatah orang, aku yang sedang merindukan bayangan.

Kita semua memiliki bayangan bukan. Tetapi mengapa kita tidak dapat menyentuhnya. Bayangan juga selalu hadir dimana ada cahaya. Aku berharapa bayangan bukan sekedar hadir, tetapi menetap. Bagaimana dia akan menetap, disaat matahari pergi. Disaat awan menutupi langit, disaat senja datang, bayangan akan hilang.

Benar kata ku, tetapi bayangan ini, memiliki cahayanya sendiri. Dimana ia menari di mataku, dihatiku, dan bercahaya dengan ketulusan. Walau tak dapat aku sentuh, tak dapat aku gapai, namun aku merasakannya. Seandainya itu berakhir, maka akan berganti bayangan yang lain. Sebab pengharapan adalah bayangan yang sesungguhnya. Semoga jawaban nanti, adalah jawaban yang aku tunggu.

PEMUJA BAYANGMU

Tuan.
Kau terlalu merahasia, untuk aku yang biasa.
Kau terlalu tersembunyi
Untuk aku yang tak pandai mencari.
Aku selalu menerka,
Tentang rasa yang mungkin ada.
Bayanganmu semu,
Kau cahaya yang semakin aku dekati.
Namun semakin kian redup.
Kau membuat aku melebur.
Menyatu dengan gelap yang tak berujung.

Tuan.
Aku hanya pemuja bayangan mu,
Yang secara diam-diam mencuri pandang, pada mu.
Dari sudut tempat yang paling asing, dan gelap.

Tuan.
Mungkin engkau tidak akan pernah mengerti.
Bagaimana aku yang jauh ini,
Dapat merangkul rasa.
Pada sudut hatimu.
Yang tidak pernah pasti.

Sekilas tentang penyair cantik ini. Dia lahir pada 14 Januari 1997. Penyair ini suka dengan warna hitam. Hitam mewakili sifat yang misterius dan pendiam. Biasanya si penyuka warna hitam apabila belum terlalu kenal dia akan pendiam dan cuek. Tetapi kalau sudah mengenal dengan baik, maka dia akan sangat ramah.

Dalam hidup memiliki moto, "terus kayu roda sepedamu, meski jalan tak selalu mendatar. Maka meski kesulitan selalu datang, perjuangan terus berjalan. Dia juga berpesan dalam hal perasaan. Katanya, terkadang perasaan itu, juga bukan hanya sekedar pemahaman. Oleh sebab itu, jangan selalu menerkah tentang rasa, jika itu terjadi, maka rasamu sendiri yang akan lelah.

Untuk tipe cowok dia berkata, "aku suka dengan cowok yang wajahnya menenangkan, yang membuat semakin dekat taat. Dimana bersamanya surga semakin terasa lebih dekat. Apabila berjodoh akan sampai pada istilah sakinah mawaddah warohman. Amiinnn.

Oleh. Janah Sutia
Malaysia, 8 Januari 2019.
Editor. Selita.
Fotografer. Dadang Saputra.
Kategori. syarce fiksi.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com atau duniasastra@gmail.com idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment