6/20/2019

Fantasi Hubungan Seks Dunia Maya

Apero Fublic.- Dalam perkembangan teknologi tentulah ada dampak positif dan negatifnya. Salah satu bentuk dampak negatif dari perkembangan pada bidang teknologi komunikasi global, adalah munculnya seks dunia maya. Suatu aktivitas fantasi seks yang dilakukan jarak jauh antara lawan jenis atau sesama jenis. Dalam hal ini, bagaimana Islam menanggapi persoalan sosial pribadi yang terjadi?.

Fantasi adalah hal yang berhubungan dengan khayalan atau dengan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi sehingga hanya ada dalam hayalan dan perumpamaan. Sedangkan seks dalam bahasa Indonesia di artikan sesuatu yang berhubungan dengan alat kelamin atau hubungan intim (senggama). Fantasi seks dunia maya adalah suatu khayalan tentang seks atau hubungan intim yang dilakukan secara tidak nyata melewati media komunikasi elektronik.

Media komunikasi tersebut seperti handpone dan jenis jaringan komputer lainnya yang terhubung melalui jaringan internet. Fenomena seks dunia maya ini berkembang secara terselubung dalam masyarakat dunia maya. Sehingga sangat sulit mendeteksinya karena pelakunya tertutup bahkan kadang bertolak belakang dengan penapilan pribadinya sehari-hari. Orang tua akan kesulitan sekali memantau anak-anak mereka dalam hal ini, sebab hanpone anaknya sulit untuk diawasi.

Teknologi komunikasi yang dipakai tersebut menjadi penyambung hubungan antara lawan jenis, atau sesama jenis. Pelaku seks dunia maya melakukan hubungan dapat melalu telponanvideocall, dan pesan (cheting). Dalam menggunakan pesan lebih banyak karena lebih nyaman, apalagi pelaku yang ingin menyamarkan identitasnya. Media chet lebih murah dan berpariasi dari berbagai konten, seperti whatsAppmesengger, BBM (BlackBerry Messenger), SMS (Short Message Service), Line dan sebagainya.

Mereka menggunakan media eletronik dalam berkomunikasi. Kemudian mereka melakoni pesan dengan kata-kata panas, lalu menjurus pada pesan yang seaakan-akan mereka melakukan hubungan intim. Modal menonton film forno menjadi pedoman mereka. Dalam berkirim pesan seks mereka menghayalkan seolah-olah mereka melakukan senggama sehingga merasakan sensasi seks. Selain itu, mereka juga berkirim foto, kartun, dan video seks sebagai bentuk gambaran ungkapan apa yang mereka pikirkan bersama-sama.

Dari sini dapat dipelajari bahwa seks merupakan dorongan biologis, dimana manusia membutukannya. Kebutuhan seks sama dengan kebutuhan ekonomi saat orang mulai menginjak usia remaja. Pengaruh teknologi dan lingkungan akan membawa semua orang kejalan seks yang tidak sehat. Pengaruh seks sangat menggelora didalam tubuh manusia, sehingga manusia lajang akan bertarung sekuat tenaga dalam menghadapinya.

Ketika seseorang itu lemah, nafsu seksnya lebih besar, maka ia akan terjerumus dalam seks tidak sehat. Salah satu dari bentuk seks orang lajang yang tidak sehat adalah pantasi seks dunia maya. Dalam kasus ini, mereka berpikir tidak terlalu buruk, karena merasa tidak melakukannya secara nyata. Bagaimana Islam menykapi persoalan dalam seks dunia maya ini. Hayati ayat suci Al-Quran berikut ini.

“Dan jangalah kamu mendekati zina; (zina) itu sesungguhnya suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. al-Isra: 17:32).

Apabila kita menghayati fiman Allah SWT, pada ayat tersebut jelas melarang kita berbuat sesuatu yang mengarah ke perzinahan. Maka dalam melakukan chet seks, SMS seks, phone seks, videocall seks, adalah perbuatan terlarang dalam Islam. Maka dari itu, jangan berpikir dengan tidak berbuat secara nyata kita merasa tidak berdosa.

Ada baiknya apabila mendapat inbox atau chet dari orang yang mengirim foto dan kata-kata seks kita memberi perngatan untuk tidak lagi melakukan itu, bila tidak berhenti dapatlah memblokirnya. Orang tersebut berusaha menggoda anda.

Godaan dan dorongan akan terasa kuat saat anda sendiri, di tempat sepi, lalu setan datang menunggangi nafsu. Sekali anda terjerumus maka akan melakukan itu berkali-kali atau sampai zina yang sesunggunya. Selain sebagai kaum Muslimin yang melarang keras, kita juga orang Melayu yang seharusnya menjunjung tinggi norma susilah, adat dan moral.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 2018.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama. Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment