6/17/2019

Antologi Puisi Nyanyian Cerita Fajar

Apero Fublic.- Antologi puisi Nyanyian Cerita Fajar ditulis oleh Syaiful B. Harun di Palembang dan Bengkulu. Sajak-sajak tersebut, ada lima sajak yang ditulis di Kota Palembang, selebihnya ditulis di Bengkulu. Semua sajak berjumlah lima puluh delapan sajak. Yang dimuat dalam lima puluh tujuh halaman. Sehingga hampir satu sajak satu halam.

Sajak atau puisinya panjang-panjang, sehingga melebihi dari satu halaman. Buku antologi puisi Nyanyian Cerita Fajar di terbitkan oleh PD. Roda Maju di Palembang tahun 2004. Pada kata pengantar penulis menyatakan penulisan antologi puisi tersebut adalah jilid tersendiri dari perjalanan jiwa dan perasaan di masa-masa pencarian identitas diri, yakni lagu masa remaja.

Puisi dalam Nyanyian Cerita Fajar termasuk jenis puisi prismatis, dimana puisi yang sulit dipahami, karena menggunakan kata-kata kiasan, asosiasi-asisiasi, simbol-simbol seperti titik dua (:) yang mengandung makna konotatif. Hanya penyair dan para peneliti sastra yang akan mengerti maksud, serta pesan yang terkandung dalam syair-syair-nya.


Antologi puisi Nyanyian Cerita Fajar oleh penyair, di tulis antara tahun 1985 sampai 1997. Terwujudnya penulisan berkat inspirasi beberapa sepergurauan, dan dorongan dari teman-teman seperjuangan. Puisi atau sajak ditulis dengan bentuk bebas, rata kiri, gabungan rata kiri dan kanan.

Setiap bait tidak tertentu, ada tiga baris, empat baris, lima baris, delapan baris, bahkan ada yang tidak berbait tetapi berbentuk seperti percakapan panjang yang mencapai tujuh halaman, seperti sajak berjudul Gurauan Kita: Dari Sebuah Bilik pada halamam ke enam. Penyair inilah yang banyak menggunakan titik dua (:).

Titik dua kadang diletakkan pada bagian tengah baris lirik, tengah judul puisi, dan awal baris lirik. Yang disayangkan dalam buku antologi puisi nyanyian cerita pajar tidak memuat biografi singkat dari penyair. Sehingga pembaca tidak dapat mengenali penyair lebih jauh. Semoga apabila dicetak kembali pihak penerbit menyertakan biografi singkat penyair.


DAN KETIKA WAKTU ABADI


bunga dunia adalah waktu fana

ketika gugur aroma pun

berangsur sirna

tertinggal kisa lama

dibentuk dan dipatok : hukum dunia


dan ketika waktu abadi

detak detik berhenti

kembang kamboja bungah lestari

mekar bersemi

bunga imim, akhlaq dan hati.


Oleh: Syaiful B. Harun.

Palembang.


TERJANGKAU KEMARAU


Lihat : di bersih udara

Anak angsa melenggok-lenggok. Hasrat dicipta

Hampiri genangan tanpa paksa


Mereka bercengkerama – gurau tiada risau

Tak peduli gema adzan dari surau

Pandangan terjangkau kabut-asap kemarau


Langit pun jadi resah

: anak angsa dihalau dalam kisah

Dan genangan adalah, fatamorgana!


Oleh: Syaiful B. Harun.

Bengkulu.


SAJAK GURAUAN : YANG PAGI PAGI


Pagi pagi begini, aku masih duduk di sini

Penuh dengan gurauan kita

Sementara diluar sama di bawa jendela

Dedaunan mengangguk-anggukkan kepala

Tanda setuju atas obrolan yang ditumpahkan

(Gerimis pagi-pagi begini.

Belum juga reda)

Pagi pagi begini, adakah kamu di situ

Menanti obrolan gurauan kita

Seperti dedaunan sepagi ini diluar sana

Asyik masyuk dengan gerimis?


(Gerimis pagi-pagi begini.

Belum juga redah).


Oleh: Syaiful B. Harun.

Bengkulu.


KAMI YANG BERKAPARAN


Kami yang berkaparan

Tanpa pegangan yang kokoh

Ingin berjajar dengan mereka

Aral melintang tak tertahan

Tak kuasa berdiri tetap tegar


Kencangnya angin badai

Menerbangkan asa-asa impian

Hanya hampa yang tersisih


Ingin menancap cakar cakap nan kecil

Dengan selaksa harapan

Menggapai sang dewi


Yang tersirat di benak

Yang terlukis di pikiran

Kutil – kutil borok yang bertebaran

Menyebarkan haram jadah

Semerbak seroja dibalik kemaksiatan


Kami yang berkaparan

Datanglah ratu impian

Dengan berjuta harapan berkemilau

Gemilang, kelak.


Oleh: Syaiful B. Harun.

Bengkulu.


GELINJANGKU YAITU SEPERTI KEPOMPONG


Gelinjangku yaitu seperti kepompong

Segera ‘kan menjadi rama-rama

Terbang membawa warna menyala

Ketaman-taman keriangan

Mengitari bebungaan – tentu saja – segar

Lindah sebagai aroma bagi

Ketulusan taman terkitari


Gelinjangku yaitu seperti kepompong

Segera ‘kan menjadi rama-rama

Kepompong serasa sempit menyesakkan

Namun demikianlah hukumnya bagi

Satu keteraturan lewat dunianya nan sumpek


Gelinjangku yaitu seperti kepompong

Segera ‘kan menjadi rama-rama

Tiada peduli warna gembrang

Warna tetek bengek atau warna tinja manusia

Bukan warna alami diri sewaktu kecil dahulu

Masih adakah keteduhan di taman?


Kalau saja aku tidak terkait dalam keteraturan

: warna tetek bengek atau warna tinja manusia

Waktu ku ‘tuk mengitari menjelajah keluasan petang

S’gera menjelang malam

Tanpa kegelapan, tanpa misteri

Galian warna diri sewaktu kecil dahulu.


Oleh: Syaiful B. Harun.

Bengkulu.


DESSY ROSALINA


Nama seindah parasmu

Tampilkan senyum monalisa

Dengan kesahajaan kau berdiri

Ingan ku gandeng dan ku rangkul engkau

Lihat taman di hatiku

Penuh kahyangan reka


Dessy rosalina

Tampilkan senyum monalisa

Biar kulukis engkau

Seindah karya dan vinci


Tampilan senyum monalisa

Walau t’lah kudapatkan milikmu?


Oleh: Syaiful B. Harun.

Bengkulu.


Oleh: Joni Apero

Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sumber dan Hak Cipta: Syaiful B. Harun. Nyanyian Cerita Fajar. Palembang: PD. Roda Maju, 2004.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment