6/17/2019

Antologi Puisi. Lagu Bening Dari Rawa Pening

Apero Fublic.- Piek Ardijanti Soeprijadi atau Piek Ardianto Soeprijadi lahir di Magetan 12 Agustus 1929. Dalam hal nama yang sering ditulis berbeda adalah hal biasa dengan nama orang yang lahir sebelum kemerdekaan. Selain itu pergantian abjad terus menerus juga membuat penulisan nama juga berbeda-beda. Piek beragama Islam, berprofesi sebagai seorang guru pada masanya.

Dalam dunia kesenian beliau menguasai seni sastra, seni drama, dan seni musik. Karya seninya berupa, puisi yang ditulis dengan Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Kemudian karya beliau seperti cerpen, kritik dan esai sastra, gubahan lagu, dan naskah drama. Beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh beliau.

Pada tahun 1962 dari majalah sastra sebagai Pemenang II atas beberapa puisi-nya yang termuat dalam majalah tersebut. Di tahun 1964 dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, sebagai Pemenang I dalam sayembara menulis puisi. Kemudian pada tahun 1978 dari Dewan Kesenian Jakarta, sebagai pemenang Harapan dalam sayembara menulis esai sastra.

Diantara buku-buku beliau yang sudah terbit diantaranya berjudul, Burung-Burung di LadangPercakapan Cucu dengan Neneknya berupa kumpulan puisi 1983. Desaku Sayang kumpulan puisi 1983. Laut Sebagai Gelanggang Hidup Manusia berupa bacaan anak-anak 1984.

Selanjutnya Apresiasi Sastra dalam Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa, wawasan. Lelaki di Pinggang Bukit juga kumpulan puisi, dan Menyambut Hari Sumpah Pemuda. Beliau sering diundang untuk menghadiri pertemuan sastrawan di Jakarta dan ada kalanya memberi ceramah sastra serta pengantar tentang penamaan apresiasi seni sastra dan seni drama pada guru SMP, SMTA di Jawa Tengah. Oleh H.B. Jassin beliau dimasukkan ke dalam golongan Angkatan 66.

Buku Antologi puisi Lagu Bening Dari Rawa Pening diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai pada tahun 1984. Buku Antologi Puisi terdiri dari empat bagian tema. Pertama Ketika, kedua Puisi Dari Candi Gedong Sanga, ketiga Puisi dari Bandungan, keempat Puisi dari Salatiga.

Sajak-sajak puisi memuat sajak jenaka namun romantis, sesuai kaidah untuk anak-anak SMA. Buku terdiri dari 47 halaman yang pada bagian terakhir dimuat biodata beliau. Dalam kata pengantar beliau memberikan rincian tentang puisi. Bahwa semua puisi-nya adalah puisi liris, yang bermacam-macam objek puisi.

Seperti pelukisan keindahan alam, kemasyarakatan, kekeluargaan, ketuhanan, percintaan dan sebagainya. Semua puisi yang termuat di dalam buku sudah di muat dalam media cetak masa itu. Kata pengantar ditulis sendiri oleh beliau di Solo, pada Juli 1984. Berikut adalah cuplikan sajak-sajak beliau yang di ambil dari setiap bagian tema sajaknya.

Bagian Pertama Ketika.
KETIKA DALAM SAMPAN

Wahai bebukitan biru
Usirlah angin dari sarangnya
Menggerai hutan dipuncakmu

Sementara kuusapusap tubuhmu
Lambat-lambat dengan mata
Biar hilang senduku

Wahai mentari
Sibakkan kabut di mukaku
Dengan sinarmu

Sementara kusibakkan air rawa
Dengan dayungku
Biar sampan laju keseberang sana

Wahai tuhan berilah aku
Jarak waktu
Oleh kuasamu

Sementara kodrat insani
Ingin berbuat sesuatu
Bagi bumi tercinta ini.

Oleh: Piek Ardianto Soeprijadi, 1984.

Bagian Kedua Puisi Dari Bandungan
DALAM RINDU

Ambarawa sudah jauh di bawah
Udara dingin jenuh menjama
Masikah hatimu kemelut
Sebab bumi tersaput kabut

Sementara menanti mentari bersinar
Marilah kita diam sebentar
Mengisi rongga sepi
Menangkap bahasa sunyi

Nah kaudengarkah
Risik bumi
Angin menyibak ampakampak
Turun dari puncak bukit biru

Nah kau dengarkah
Risik hati
Meningkah batin bergolak
Seberkas rasa menggorak rindu.

Oleh: Piek Ardianto Soeprijadi, 1984.

Puisi Bagian Ketiga
ADA KECIPAK

Kecipak
Oi ada seekor katak
Meloncat ke kolam sunyi
Muka air jadi berpedar

Sepasang angsa letih
Dalam kantuk jadi jaga
Sebentar sembunyi lalu bercumbu lagi
Berenang seputar rumpun seroja

Kecipak
Oi ada sebutir gejolak
Meloncat kelubuk  hati
Kuntum rindu jadi mekar.

Oleh: Piek Ardianto Soeprijadi, 1984.

Bagian Kempat Puisi Dari Salatiga
PAGI DI TAMAN

Tidak terdengar gericik hujan semalam
Sebab tuhan tidak membuka pintu langit
Tetapi pagi ini rerumputan kuyup

Bebungaan dan kolam diam
Tiada gerak dan suara
Cuma jantung tetap berdegup

Siapa mau mati pagi seindah ini
Udara cerah kembang angsana mekar sumringah
Megamega asyik mengajak mengembara.

Oleh: Piek Ardianto Soeprijadi, 1984.

Bait-bait pada sajak Piek Ardijanto Soeprijadi memuat kata-kata dan perumpamaan yang ringan dan sangat cocok untuk anak-anak SMA. kata-kata yang jenaka dan romantis membuat mudah diungkapkan, sehingga mudah digubah oleh anak-anak. Tidak salah apabila puisi-puisi-nya dikhususkan untuk anak-anak Tingkat Menengah Atas.

Oleh: Rita Puspita Sari
Editor. Desti. S.Sos
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 2018.

Sumber dan Hak Cipta: Piek Ardijanto Soeprijadi, Lagu Bening Dari Rawa Pening, Solo: Tiga Serangkai, 1984.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim. Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis.

Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment