Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

5/28/2022

Komunikasi, Penerjemahan dan Pemahaman Lintas Budaya

APERO FUBLIC.- Setiap detik manusia menggunakan bahasa untuk menangkap dan mengungkap, merumuskan dan menyampaikan gagasan, perasaan, keinginan, harapan dan cita-citanya. Setiap saat manusia terlibat dalam berbagai kegiatan komunikasi dengan sesama, bahkan dengan diri sendiri. Komunikasi antar penutur bahasa yang sama sesekali menimbulkan kesalahpahaman. Kesalahpahaman akan lebih besar lagi jika penutur berasal dari budaya berbeda meskipun mereka menggunakan bahasa yang sama. Peran penting penerjemahan dan pemahaman lintas budaya tercipta atau disadari keberadaannya justru karena adanya kesalahpahaman antara orang-orang yang berbeda latar belakang bahasa dan budayanya.

Kasus perbedaan persepsi yang ditimbulkan oleh perbedaan bahasa dan budaya bisa terjadi di tingkat lokal, regional atau pun internasional, meskipun mereka menggunakan bahasa yang sedikit agak berbeda atau persis sama Misalnya, kata bono (kedengaran seperti bunuh) di daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kalau mendengar seseorang mengatakan ‘Kau kubono,’ pendengar bukan orang Musi Banyuasin mungkin mendapat kesan bahwa orang Musi Banyuasin suka membunuh, padahal artinya, ‘Kupukul kau.’ Jika seorang ayah mengatakan ‘Kubono,’ tidaklah mengkin ayah akan membunuh anaknya. Di Medan orang menggunakan kata motor dan semalam yang bisa berubah artinya kalau dipahami oleh orang Palembang. Dalam bahasa Melayu Medan, motor artinya mobil sedang untuk orang Palembang artinya perahu motor atau sepeda motor. Semalam di Medan artinya kemarin, dan di Palembang artinya tadi malam.

Di tingkat regional, pengguna bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia dalam hal tertentu mengalami kesulitan saling memahami karena pemakaian istilah tertentu yang mempunyai makna berbeda, atau konsep sama yang terungkap dengan istilah berbeda. Ketika kita sudah duduk di bis, misalnya, jika ada orang Malaysia bertanya, ‘Duduk dimana?’ apa yang harus kita lakukan? Padahal maksud jiran kita tadi bertanya, ‘Tinggal di mana?’ Kalau kita telusuri justru jiran kita tadi benar kalau melihat makna kata dasarnya dan kita bandingkan struktur morfologi kata bentukannya.

Kita menggunakan istilah kartu penduduk untuk identitas alamat kita. Penduduk artinya seseorang tinggal di suatu tempat, dan kita tidak pernah mengatakan kartu *peninggal untuk mengatakan identitas seseorang untuk mengetahui di mana dia tinggal. Dalam tayangan suatu program televisi tanggal 28 April 2010, Krisdayanti hendak dicomblangi oleh Siti Nurhaliza dengan seorang duda Malaysia.

Siti Nurhaliza menggunakan kata datuk untuk merujuk kepada duda yang sudah tua tersebut sedang Krisdayanti menggunakan kata kakek dalam merujuk kepada orang yang sama. Hal yang menarik justru dampak tayangan film anak-anak Ipin dan Upin di TPI. Film berseri ini ternyata memberi kesempatan anak-anak Indonesia belajar bahasa Malaysia. Ternyata anak-anak yang suka menonton film tersebut belajar menggunakan kata-kata dan logat bahasa Malaysia ketika mereka berkomunikasi dengan sesama dan dengan orang tuanya. Ini dapat dianggap proses pendidikan multikultural.              

Kesalahpahaman juga muncul karena pemakaian istilah tertentu atau perilaku tertentu di tingkat internasional, yang pada dasarnya mengacu kepada perbedaan bahasa dan budaya. Di Inggris, permainan bola kaki disebut football, sedang di Amerika Serikat disebut soccer.Football di Amerika Serikat sangat berbeda dengan football di Inggris. Ketika Kruschov, pemimpin Uni Soviet terkenal di era Sukarno berkuasa di Indonesia, mengunjungi Amerika Serikat, dia mengepalkan kedua tangan, mengacungkan dan mengerak-gerakkan kedua tangannya dengan maksud atau makna ‘saya senang bertemu dengan anda, saya datang membawa good will, demi persahabatan bangsa Amerika Serikat dan Uni Soviet’ Namun warga Amerika Serikat menjadi marah karena gerakan Kruschov mempunyai makna terbalik, seperti jago tinju yang merayakan kemenangan, dan gerakan tersebut menggambarkan sikap negatif di mata orang Amerika.

Episode di bawah ini menggambarkan perbedaan budaya meskipun para mitra menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Inggris. Latar belakang budaya masing-masing sangat kuat mempengaruhi perilaku mereka. Ketika seorang Amerika dari Texas ingin mendirikan perusahaan di Indonesia, dia mengundang tiga mitra Indonesia dan empat mitra Jepang. Rapat dijadwalkan mulai pukul 9 pagi. Tiga mitra Indonesia ini membawa tiga teman lainnya (yang tidak diundang) dan datang terlambat sekitar 45 menit.

Empat mitra Jepang datang di ruang rapat tepat waktu tetapi menyusun kembali kursi duduk sehingga mereka menjadi satu kelompok, padahal di mata pengusaha Texas susunan kursi yang disiapkannya bertujuan membaurkan mitra kerja agar mereka bisa langsung berkomunikasi. Mitra Jepang yang mengelompok sesama mereka dianggap tidak mau membaur. Tamu tak diundang ikut rapat. Mengapa mitra Indonesia membawa teman lainnya? Terlambat 30–60 menit untuk mitra Indonesia ini bukan masalah.

Ketika sajian rapat hanya secangkir kopi, mitra Indonesia mengganggap pengusaha Amerika tersebut pelit. Mengapa mitra Jepang harus duduk berdekatan, tidak sesuai tempat yang disediakan? Mengapa mereka harus konsultasi terlebih dahulu? Apa mereka tidak bisa mengambil keputusan cepat dan mandiri? Peristiwa di atas menggambarkan kuatnya pengaruh budaya asal yang tanpa disadari selalu dibawa dan ditampilkan ketika kelompok budaya berbeda berkomunikasi dan karenanya memerlukan penerjemahan prilaku.

Kejelian dan sikap tanggap terhadap perbedaan ini penting untuk dicermati dengan keyakinan bahwa siapa pun orangnya dan dari mana saja asal budayanya sekalipun menggunakan bahasa yang sama. Untuk mencapai kesalingpahaman, setiap orang harus menunda sikap mengadili atau menghakimi bahwa pihak lain salah atau tidak tahu sopan santun. Justru sikap terbuka dan ingin belajar dari orang lain diperlukan untuk menjembatani komunikasi antar bahasa dan budaya.

Keterampilan pemahaman lintas budaya mengharuskan seseorang memiliki kemampuan mengerti aspek-aspek budaya dari kelompok lain dan mampu berkomunikasi sejalan dengan konsep budaya kelompok tersebut. Di Malang, ketika ditawari minum apa saat makan siang bisa menimbulkan respons aneh bagi wong Palembang. Kalau kita minta teh, kita disodori teh manis padahal ini tidak lazim untuk wong Palembang. Wong Palembang mengantisipasi teh tawar bukan teh manis.

Oleh. Ridho Dwi Pamgestu.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 28 Mei 2022. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

Sultan Nuku Muhammad Amiruddin Penguasa Tidore sampai Papua.

APERO FUBLIC.- Nuku atau Muhamad Amiruddin lahir di Soasiu pada 1738. Nama kecil beliau Kaicil Syaifuddin. Dia putra kedua dari Sultan Jamaluddin (1757-1779), dari Kesultanan Tidore. Mulai terjadi konflik dengan Belanda saat kedatangan Belanda yang ingin menguasai Kerajaan Tidore terutama memonopoli perdagangan. Waktu itu, Tidore dalam kepemimpinan Sultan Jamaluddin yang menolak Belanda. Hingga akhirnya Sultan Jamaluddin ditangkap Belanda dan dibuang ke Batavia.

Belanda kemudian mengangkat Kaicil Gay Jira menjadi pemimpin Tidore, kemudian digantikan oleh anaknya Patra Alam. Penobatan tersebut ditetang oleh Pangeran Nuku dan adiknya Kamaluddin. Berdasarkan adat kebiasaan pengangkatan Sultan atau Raja haruslah keturunan langsung dari sultan atau raja.

Politik Belanda kembali berubah, mereka menyingkirkan Patra Alam dan mengangkat Pangeran Kamaluddin menjadi Sultan, Ternate dan Tidore. Sehingga beberapa saat kemudian, Pangeran Nuku kemudian berbalik bertengkar dengan adiknya Kamaluddin yang diangkat oleh Belanda sebagai Sultan.

Sultan Nuku atau Sultan Muhamad Amiruddin kemudian pergi menjauh diam-diam dia membangun armada kora-kora yang besar di Papua dan sekitar pulau Seram. Kemudian Seram bagian timur dipilih menjadi pusat pertahanan oleh beliau. Pada tahun 1787 lokasi pertahanan beliau diketahui Belanda dan mengirim pasukan untuk menghancurkan pertahanannya di sana. Pangeran Nuku kemudian mundur dan membangun kembali pasukannya di Pulau Gorong.

Untuk memperkuat pertahanan Pangeran Nuku membeli senjata pada Inggris. Selama delapan tahun beliau terus memperkuat diri. Hingga pada waktunya beliau melancarkan serangan pada benteng Belanda di Tidore. Serangan yang mendadak membuat Belanda tidak dapat berbuat banyak. Kemudian mereka kalah dan menyerah.

Setelah Pangeran Nuku berhasil merebut kembali pulau Tidore. Sultan Kamaluddin melarikan diri ke Ternate. Kemudian pangeran Nuku mengangkat dirinya menjadi Sultan Tidore. Bergelar Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan. Beliau juga digelari rakyatanya dengan “Jou Barakati” bermakna Pemimpin Yang Diberkahi.

Masa pemerintahan beliau dihitung dari 1797-1805, dimana Kesultanan Tidore meliputi Pulau Tidore, Halmahera Tengah, Seram Timur, dan Papua. Sejarah mencatat beliau dalam kepemimpinannya mencapai 25 tahun dia berjuang dalam peperangan-peperangan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menghalau penjajah Belanda.

Sultan Nuku mangkat pada  tanggal 7 November 1805. Atas perjuangan dan perlawanannya terhadap penjajah Belanda. Beliau kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 Agustus 1995 dengan Keputusan Presiden No. 71/TK/1995.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 28 Mei 2022.

Sumber gambar. wikipedia

Sy. Apero Fublic

5/27/2022

Mengenal Pahlawan Nasional: Sultan Syarif Kasim II

APERO FUBLIC.- Sultan Syarif Kasim II adalah Sultan Kesultanan Siak ke 12. Beliau dikenal juga dengan Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin. Beliau lahir pada 1 Desember 1893 di Kesultanan Siak Inderapura. Ayahnya bernama Sultan Syarif Hasyim atau Yang Dipertuan Besar As-Sayyidi Syarif Hasyim Abdul Jalil Saifuddin sultan Siak ke 11.

Beliau naik tahta pada usia 16 tahun setelah ayahnya wafat tahun 1908. Karena dia masih terlalu muda serta sedang mengikuti pendidikan di Batavia (Jakarta). Maka dia dinobatkan menjadi sultan pada 13 Maret 1915 pada umur 21 tahun. Setelah dinobatkan menjadi Sultan. Dalam kepemimpinannya Kesultanan Siak menjadi penentang Belanda. Beliau menentang atas klaim Belanda kalau Ratu Belanda adalah pemimpin tertinggi para Sultan atau Raja di Hindia Belanda.

Karena dia seorang yang berpendidikan menyadari sekali kalau pentingnya pendidikan untuk sebuah kemajuan masyarakat. Dengan pendidikanlah akan membuka pemikiran yang maju dan terdepan bagi suatu bangsa. Karena itu, beliau mendirikan sekolah-sekolah dan memberikan beasiswa bagi putra-putri siak yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke Medan atau ke Batavia (Jakarta).

Karena pemikiran yang maju dan tinggi Sultan Syarif Kasim II mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan beliau menyatakan kalau Kesultanan Siak bagian dari Republik Indonesia. Untuk mendukung Pemerintahan Indonesia yang masih baru beliau menyumbangkan uang sebanyak 13 juta gulden pemerintah. Selain itu, beliau juga berperan memberikan kesadaran pada sultan-sultan di Sumatera Timur untuk turut memihak Republik Indonesia. Secara langsung Sultan Syarif Kasim bertolak langsung ke Yogyakarta mengutarakan ikrar bergabung dengan Republik Indonesia.

Sultan Syarif Kasim II wafat pada 23 April 1968 di Pekanbaru. Karena jasa-jasa beliau pada rakyat, bangsa dan negara serta bentuk dukungannya pada Pemerintah saat kemerdekaan. Maka beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dengan Keputusan Presiden No. 109/TK/1998 pada 6 November 1998.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Rama Saputra.
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber foto. wikipedia

Sy. Apero Fublic

Pahlawan Nasional: La Madukeleng Dari Wajo

APERO FUBLIC.- La Madukeleng seorang perantau dari Wajo dan menetap Negeri Pasir dan menjadi Sultan di sana. Lahir di Wajo tepat pada tahun 1700 Masehi, di Wajo. Dia begitu merajai lautan di sekitar Makasar sehingga VOC menjulukinya, bajak laut. Puluhan tahun dia telah pergi merantau, maka pada suatu hari datanglah utusan dari Wajo.

Utusan membawa surat mennyatakan kalau Wajo dalam masalah besar. Ancaman VOC yang terus menerus dan merajalelah. Sehingga beliau kembali memenuhi panggilan tanah leluhurnya. La Madukeleng seorang bangsawan Wajo itu kemudian mengumpulkan kekuatannya, persenjataan dan membangun armada. Kapal angkutan mereka jenis kapal cepat (Bintak), dan dapat memuat meriam-meriam yang di beli dari orang Inggris.

Pasukannya terdiri dua angkatan, Darat dan Laut. Pasukannya adalah pasukan yang istimewa dan terlati. Sudah berpengalaman dalam pertempuran di berbagai tempat, seperti Semenanjung Malaya, Johor, Sulawesi yang terdiri dari orang-orang dari Bugis, Pasir, Kutai, Makasar,  dan lainnya.

La Madukeleng kemudian berangkat menuju Makasar melalui Mandar. Dalam perjalanannya armadanya dua kali di cegat pasukan laut VOC Belanda (8 dan 12 Maret 1743). Namun armada Belanda yang terdiri dari enam kapal tidak dapat mengalahkan armada beliau yang berpengalaman dalam perang laut.

Kembali armada La Madukeleng diserang Belanda saat melewati pulau Lae-Lae. Pasukan VOC yang berada di dalam benteng menembaki mereka dengan meriam-meriam benteng. Tidak tinggal diam mereka juga membalas dengan gencar.

Sementara itu, Gubernur VOC di Makasar Johan Santijn mendengar kedatangan pasukan La Madukeleng. Kemudian segerah mengirim armada yang besar untuk menghancurkan armada La Madukeleng di sekitar pulau Lae-Lae. Namun diluar dugaan mereka, hampir semua armada VOC tenggelam oleh pasukan La Madukeleng yang pemberani dan berpengalaman. Dalam kegigihannya akhirnya La Madukeleng berhasil mencapai pelabuhan Gowa dan disambut teman-temannya.

Armada Belanda sudah tidak berdaya sehingga tidak ada gangguan lagi pada mereka. Lalu melanjutkan pelayaran menuju Bone, Ujung Palette. Dari sana bertolak ke Peneki dalam mengemban tugas untuk memanggu jabatan Arung yang diwariskan orang tuanya, dengan gelar Arung Motawa Wajo XXXIV, sebagai pemimpin Wajo ke 34 dia diangkat pada 8 November 1736 di Paria.

Selama kepemimpinannya 29 tahun, dia berhasil menghalau VOC, dan memperluas wilayah kekuasaannya. Kemudian dia digelari “Petta Pamaradekangi Wajona To Wajoe.” Gelar bermakna yang memerdekakan tanah Wajo dan rakyatnya. Beliau wafat pada usia ke 65 tahun. Atas jasa-jasanya yang telah berjuang menentang penjajah Belanda maka beliau dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia dengan penetapan Keputusan Presiden No. 109/TK/1998 tertanggal 6 November 1998.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Totong Mahipal
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber gambar: wikipedia

Sy. Apero Fublic

MAPALA: Kendalah Wisudah Tepat Waktu

APERO FUBLIC.- Kita sering mengenal mahasiswa dengan gelar, “Mahasiswa Abadi.” Gelar tersebut bukan tanpa alasan karena biasanya dia kuliah sudah sangat lama. Sehingga kuota mahasiswa menumpuk dan semakain sesak di kampus. Kemudian ada juga gelar MAPALA, tapi bukan nama organisasi Mahasiwa Pencinta Lingkungan dan Alam. Mapala yang saya maksud adalah singkatan dari Mahasiswa Paling Lama yang menjadi gelar paling tradisonal di kampus-kampus.

Sesungguhnya mahasiswa yang menyelesaikan studi tepat waktu bukan mahasiswa yang pintar dan cerdas. Tapi mahasiswa yang tekun dan aktif dalam belajar. Sehingga nilainya memenuhi target dan tidak ada mengulang mata kuliah. Kemudian dalam mendekati smester akhir telah aktif memulai pencarian masalah skripsi, seminar proposal dan penyusunan skripsi.

Sebagai mahasiswa, pastinya ingin lulus kuliah tepat waktu. Selain dapat menghemat biaya kuliah, lulus kuliah tepat waktu juga bisa menjadi kebanggaan orang tua serta diri sendiri. Biasanya untuk lulus kuliah perguruan tinggi untuk jenjang S1 selama 4 tahun atau sampai 8 semester.

Namun setelah selesai melakukan KKN mahasiswa banyak bersantai-santai dalam pembuatan skripsi. Dimana ini akan membuat mahasiswa tidak lulus tepat waktu. Dalam hal ini pembagian waktu sangatlah penting. Membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dengan organiasi atau bekerja harus secara seimbang.

Untuk itu, agar selalu disiplin dan konsiten dengan pembagian waktu tersebut. Kamu perlu mengingat, tugas utama dirimu adalah menjadi mahasiswa dan belajar dengan baik agar bisa lulus tepat waktu. Aktif terus dalam mengikuti kuliah sehingga tidak banyak tertinggal nilai dan matakuliah. Kalau terlalu banyak mengulang matakuliah, akan memperlambat kalender kuliah kita. Usahakan juga agar nilai tidak terlalu rendah sehingga mencapai target untuk mengusulkan judul penelitian skripsi.

Sehingga kita tidak banyak membuang waktu bertahun-tahun dikampus. Coba bayangkan, biayah kita dalam masah kuliah satu smester. Dari biayah tugas, SPP, biayah makan, transportasi kita dan lainnya. Tentu semua itu membuat kerugian bagi kita, terutama kedua orang tua kita yang membiayai kita. Sekedarnya saja nongkrong dan berleha-leha di tempat wisata atau hiburan.

Nah, bergeraklah sebelum terlambat dan membuat penyesalan dan kerugian. Pesan ini saya sampaikan untuk adik-adik yang mahasiswa baru, mulailah kuliah dengan baik dari smester pertama sampai smester akhir. Kejar skripsi dengan cepat dan jadilah salah satu dari yang tepat waktu.

Oleh : Ricky Hidayat
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Mei 2022.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakutas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

5/26/2022

Mengenal Pahlawan Nasional Dari Papua: Frans Kaisiepo

APERO FUBLIC.- Frans Kaisiepo lahir di Biak pada 10 Oktober 1921. Dia menjadi salah satu penentang Belanda di tanah Papua. Saat terjadi perundingan di Sulawesi Selatan dia hadir dan menentang penyatuan Papua dengan NIT (Negara Indonesia Timur) bentukan Belanda. Sekembalinya dari konferensi dia kembali ke Biak terus mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Perlawanan dia dan rakyat Biak mereka lakukan sampai Papua bergabung dengan Republik Indonesia.

Jiwa kebangsaan Frans Kaisiepo tumbuh sejak dia berkenalan dengan Sugoro  Atmoprasojo seorang mantan guru Taman Siswa yang diasingkan ke Digul, Papua. Dari Sugoro dia banyak mendapat informasi tentang perjuangan dan pergerakan rakyat Indonesia. Maka beliau bertekad untuk terjun langsung dalam kanca perjuangan.

Perjuangannya dia tuangkan dalam pergerakan, lalu pada bulan Juli 1946 dia menggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM). Karena itulah saat dia terlibat dalam Konferensi Malino dia menolak penggabungan Papua dengan negara boneka bentukan Belanda NIT (Negara Indonesia Timur).

Saat Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Belanda dan Negara Indonesia di Den Hag. Frans Kaisiepo menolak diangkat sebagai anggota delegasi Belanda. Akibatnya dia dihukum Belanda dan dia dihukum buang ke daerah terpencil. KMB menghasilkan keputusan pengakuan kedaulatan terhadap Negara Republik Indonesia. Namun Belanda bersikeras bahwa mereka ingin terus menjajah Papua dan Papua tetap bagian dari Belanda. Sehingga untuk membebaskan Papua dari cengkeraman Belanda. Maka pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan operari TRIKORA untuk membebaskan Papua. Masa TRIKORA Frans Kaisiepo membatu tentara mendarat di Papua.

Pada 1 Mei 1963 secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kalau Papua lepas dari Belanda dan menjadi bagian dari Indonesia sebagaimana wilayah lainnya di Nusantara. Maka wilayah Negara Indonesia didepenisikan bahwa seluruh wilayah bekas jajahan Belanda atau yang dikenal dengan Hindia Belanda. Frans Kaisiepo kemudian diangkat Pemerintah sebagai Gubernur untuk Papua. Kemudian dia bertugas untuk melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

Pada 14 Juli hingga 4 Agustus 1969, Pepera berlangsung dan menghasilkan suara bulat bahwa Papua menjadi bagian dari negara Republik Indonesia. Frans Kaisiepo menjabat Gubernur Papua sampai tahun 1973 kemudian pensiun. Enam tahun setelah pensiun beliau wafat dan dimakamkan di taman Makam Pahlawan Cenderawasi, Jayapura. Atas jasa-jasa beliau yang sangat besar maka Pemerintah  Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 77/TK/1993/ pada 14 September 1993.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero.
Palembang, 26 Mei 2022.

Sember foto: wikipedia

Sy. Apero Fublic

Mengenal Tokoh: Haji Andi Sultan Daeng Raja

APERO FUBLIC.-
Haji Andi Sultan Daeng Raja  putra dari Passari Petta Tanra Karaeng  Gantarang  dan Andi Ninong. Lahir pada 20 Mei 1894 di Gantarang.  Daeng Raja masuk sekolah pada tahun 1902 di sekolah Volksschool atau Sekolah Rakyat di Bulukumba. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS) di Bantaeng. Setelah selesai di ELS dia melanjutkan pendidikan di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Makasar.

Pada usia dua puluh tahun dia bekerja menjadi juru tulis di kantor pemerintah Onder Afdeeling Makasar. Karirnya terus menanjak hingga di tahun 1930 dimana dia ditunjuk menjadi jaksa pada Landraad Bulukumba. Haji Andi Sultan Daeng Raja  tidak menyukai penjajahan Belanda atan Bangsa Indonesia. Sikap dan sifat mereka yang selalu berbuat sewenang-wenang.

Haji Andi Sultan Daeng pergi ke Jakarta (Batavia) dan mengikuti kongres Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 dan diikuti Sumpah Pemuda. Menjelang kemerdekaan beliau mengikuti rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai wakil dari Sulawesi Selatan. Setelah itu, dia juga membawa kabar kemerdekaan Indonesia pada rakyat di Bulukumba.

Beliau dituduh ikut dalam berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sehingga dia diasing ke Manado, Sulawesi Utara sampai tahun 1950 ketika kedaulatan Indonesia diakui oleh Pemerintah Belanda. Sebelum ditangkap dia sempat mengusulkan dibentuknya Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah mengumpulkan pemuda di Sulawesi untuk membelah Indonesia.

Para pejuang Bulukumba kemudian membentuk laskar pemuda  dengan nama Laskar Pemberontak Bulukumba Angkatan Rakyat (PBAR). Walau di dalam penjara Daeng Raja diangkat sebagai Bapak Agung. Semua kegiatan PBAR dipantau oleh Daeng Raja dengan perantaran keluarganya yang datang menjenguknya. Darisanalah dia dapat memberikan perintah pada para laskarnya.

Setelah Indonesia merdeka beliau pun bebas dari tahanan. Beliau kembali ke Bulukumba. Setelah mundur dari kedudukan sebagai Kepala Adat Gantarang, Pemerintah mengangkatnya menjadi bupati Bantaeng pada tahun 1951. Pata tahun 1956 beliau diangkat menjadi Residen diperbantukan pada Gubernur Sulawesi Selatan atas Keputusan Presiden. Setahun kemudian beliau pun diangkat menjadi Angota Konstituante. Beliau sakit dan dibawa ke rumah sakit Pelamonia Makasar dan disana beliau wafat pada 17 Mei 1963. Atas jasa-jasa beliau Pemerintah Republik Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2006. Berdasaran Keputusan Presiden No. 85/TK/2006/3 November 2006.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber gambar. wikipedia.

Sy. Apero Fublic