Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

8/26/2020

Arkeologi: Mengenal Benteng Marlborough.

Apero Fublic.-
Wisata sejarah dan dunia arkeologi kali ini membahas tentang Benteng Marlborough. Sebagai monumen sejarah, Benteng Marlborough dilindungi Undang-Undang. Sehingga wajib dijaga dan tidak boleh dirusak. Didirikan oleh EIC atau perusahaan dagang bersenjata Inggris dari tahun 1714 sampai 1719 Masehi.

Benteng Marlborough dibangun untuk melindungi orang Inggris dan memperkuat posisi dan keberadaan mereka. Sekaligus pelindung perdagangan dan monopoli perusahaan dagang Inggris EIC (East India Company).

Selain itu, pelabuhan juga sangat penting untuk sebuah perdagangan jarak jauh antar lautan. Maka dibangunlah sebuah pelabuhan oleh orang Inggris di tepian pantai tidak jauh dari Benteng Marlborough.

Secara administratif Benteng Marlborough terletak di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Alamat saat ini, di Jalan Benteng, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara. Benteng Marlborough berdiri di atas tanah kurang lebih 44.000 meter persegi. Tinggi dinding benteng delapan meter, dengan tebal satu setengah meter dan ada bagian yang setebal tiga meter.

Kedatangan orang Inggris ke Bengkulu untuk berdagang tidak sengaja. Mereka awalnya bermaksud menuju Sumatera Barat. Kemudian mereka tiba di pantai Bengkulu. Masa itu, Bengkulu terkenal dengan hasil Lada. Lada adalah jenis rempah-rempah yang sangat laku di pasar dunia waktu itu. Kedatangan orang Inggris disambut baik. Karena memang ingin berkerja sama perekonomian, terutama dalam urusan perdagangan.

Setelah membeli sebidang tanah di muara Sungai Bengkulu. Perusahaan dagang Inggris bernama East India Company (EIC). Mereka mendirikan Benteng York. Saat itu, Benteng York menjadi pusat perdagangan Inggris di Asia Tenggara. Benteng juga lengkap dengan pertahanannya, administrasi dan lainnya.

Sebelum orang Inggris tiba di Bengkulu. Mereka tiba di Kesultanan Banten. Tetapi Kesultanan Banten sudah menandatangngani perjanjian dagang dengan Belanda. Sehingga mereka berencana berlayar menuju Pariaman untuk mencari wilayah dagang di Asia Tenggara. Kemudian mereka tanpa sengaja tiba di Bengkulu di tahun 1685 Masehi.

Inggris mengutus tiga orang; Ralp Ord, Benyamin Bloome, dan Joshua Charlton untuk menjalin hubungan dagang. Maka ditandatangani perjanjian dagang antara Charles Esq dengan Pangeran Ingalu dari Kerajaan Selebar. Inggris diizinkan mendirikan benteng York untuk kepentingan mereka.

Selain benteng, juga membangun bangunan pendukung perdagangan lainnya. Inggris memiliki hak memungut pajak dari barang-barang yang keluar dan masuk pelabuhan. Kemudian semua hasil lada yang masuk lewat pelabuhan harus dijual ke Inggris. Karena keadaan geografis yang berubah, benteng sering digenangi oleh air laut. Akhirnya orang Inggris memindakan benteng lalu membangun benteng baru yang dikenal dengan Benteng Marlborought.

******

Benteng Marlborough selesai dibangun tahun 1719. Kondisi pantai yang dangkal. Membuat bongkar muat di pelabuhan dilakukan dengan mengangkut menggunakan perahu. Orang Inggris kemudian membangun gudang untuk penyimpanan barang dagangan.

Di dalam Benteng Marlborough terdapat beberapa ruangan yang berfungsi waktu itu. Seperti ruangan penyimpanan amunisi, ruang kantor, perlengkapan, penjara, gudang komoditas dagang. Untuk melindungi Benteng Marlborough dibangun tembok mengelilingi benteng dengan jendela-jendela pengintai, dan tata meriam. Desain Benteng Marlborough memiliki desain yang unik. Yaitu berbentuk kura-kura.

Seiring waktu, disekitar benteng tumbuh pemukiman dan pasar. Sehinga waktu demi waktu bertambah penduduknya. Kemudian menjadi pemukiman besar dan menjadi kota sampai sekarang, Yaitu Kota Bengkulu. Titik nol Kota Bengkulu adalah Benteng Marlborough.

Sebuah peristiwa terjadi ditahun 1719 dilatarbelakangi terbunuhnya seorang Pangeran dari Kerajaan Selebar Pangeran Nata Dirja. Kemudian anak Pangeran Nata Dirja melakukan serangan balasan bersama pasukannya.

Mereka berhasil menduduki Benteng Marlborough dan Inggris keluar dari Bengkulu. Konflik juga terjadi pada tahun 15 Desember 1793. Kapten Hamilton Pimpinan Angkatan Laut Inggris juga tewas oleh rakyat Bengkulu. Residen Thomas Parr menyusul menjadi korban ditangan rakyat Bengkulu pada 23 Desember 1807.

Penjajahan kemudian berganti dari Inggris ke Belanda. Terjadinya pertukaran wilayah jajahan, Malaka yang direbut Belanda dari Portugis. Kemudian bertukar dengan Inggris di Bengkulu. Perjanjian antara Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda yang dinamai Traktat London tahun 17 Maret 1824.

Belanda diwakili oleh Hendrik Fagel dan Anton Reinhard Falck. Inggris diwakili oleh George Canning dan Charles Watkhins.  Sehingga Benteng Marlborough menjadi milik Belanda. Pada saat Jepang melakukan invasi ke Indonesia ditahun 1942. Benteng Marlborough menjadi markas militer Jepang.

Saat Belanda menjajah kembali ditahun 1945, Benteng Marlborough kembali menjadi markas Belanda sampai tahun 1949. Kemudian setelah Indonesia merdeka penuh, Benteng Marlborough menjadi markas Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat sampai tahun 1977. Setelah itu, diserahkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan dijadikan museum sampai sekarang.

Makam yang terdapat di lokasi Benteng Marlborough diantaranya, makan Residen Thomas Parr yang tewas ditangan rakyat Bengkulu pada 23 Desember 1807. Selain itu, makam Charles Murray stap residen yang waktu itu mencoba menyelamatkannya.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Selita. S.Spd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

Event JASS (Jelajah Alam Serasan Seandanan). OKU Selatan.

Apero Fublic.- OKU Selatan. Event JASS (Jelajah Alam Serasan Seandanan) yang dipersembahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan). Event JASS sudah menjadi agenda tahunan dari  Pemerintah Daerah OKU Selatan.

Tentu dilaksanakannya setiap setahun sekali. Tahun ini dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2020. Dengan teman “Great Adventure Jelajah Alam Serasan Seandanan 2020.”

Event tahunan ini, bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata dan mengenalkan potensi wisata di Kabupaten OKU Selatan pada masyarakat luas. Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten OKU Selatan. Acara juga memiliki banyak sponsor, dari berbagai macam produk, perbangkan, otomotif dan industri.

Para peserta memperebutkan berbagai macam hadiah. Mulai dari mobil, sepeda motor dan banyak lagi lainnya. Kemeriahan festival JASS diikuti peserta mencapai 2500 orang peserta. Datang dari kabupaten-kabupaten di Seluruh Sumatera Selatan. Banyak juga yang datang dari provinsi tetangga, seperti Bengkulu, Lampung Barat dan Jambi.

Pengundian awal untuk pemenang diwakili oleh Bupati OKU Selatan, Bapak Popo Ali Martopo. Pemenang undian mobil Ailah yang diundi langsung oleh bapak bupati OKU Selatan. Pemeang dengan nomor peserta 2110 dari OKI (Ogan Komering Ilir).

Beliau juga, sekaligus menyerahkan hadiah mobil secara simbolis. Pada malam pengundian pemenang, dihadiri tamu kehormatan Walikota Pagaralam, Bapak Alpian Maskoni. Pagaralam pengirim peserta terbanyak. Sekaligus pemenang terbanyak dalam mengikuti komvetisi festival JASS.

Oleh. Rili Astuti
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
OKU Selatan, 23 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

Sastra Klasik: Cerita Singkat Raden Barjah

Apero Fublic.- Pada zaman dahulu pernah ada sebuah negeri yang bernama, Negeri Sukadana. Negeri yang mahsyur ini dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, Raja Pareman. Raja Pareman memiliki dua orang anak yang berbeda sikap dan sifatnya. Anak pertama bernama Raden Jaya Mukti dan Raden Barjah.

Keduanya lahir dari ibu yang berbeda. Raden Jaya Mukti memiliki sifat pelit dan sombong. Sedangkan Raden Barjah bersifat dermawan dan baik hati. Suatu hari, Raja Pareman berwasiat pada Raden Barjah tentang bagaimana mencapai hidup bahagia.

Menurut Raja Pareman apabila ingin mencapai hal demikian. Maka dia harus: 1. Mengatur tingka-laku dan perkataan. 2. Jangan banyak berbuat ulah-ulah buruk. 3. Mengendalikan hawa nafsu. 4. Memilih pekerjaan yang menyenangkan. 5. Jangan main perempuan ketika sedang berdagang. 6. Rajin beribadah atau menambah ilmu agama. 7. Suka menolong orang atau bersedekah. Setelah berwasiat, Raja Pareman pun meninggal dunia. Raden Barjah kemudian pergi mengembara.

Ketika hendak berangkat Raden Barjah membutuhkan bekal untuk berdagang. Dengan bantuan ibunya dia meminjam modal pada saudaranya Raden Jaya Mukti yang kaya raya dengan bunga pinjaman tinggi. Jaya Mukti selanjutnya adalah penentang dan penghambat atas Raden Barjah. Ibu Raden Barjah sebagai pembantu perjuangan Raden Barjah mencapai kejayaan.

Dalam pengembaraannya Raden Barjah bertemu dengan Raja Barjita. Raja Barjita menjanjikan hadia pada Raden Barjah berhasil menghalau ular yang telah lama berada di alun-alun istananya. Raden Barjah dibantu anjing dan kucingnya berhasil mengusir ular itu. Ternyata, ular tersebut adalah jelmaan Putri Nagawati anak Raja Nagasantra yang kesasar ke Kerajaan Barjita.

Putri Nagawati ingin ikut dengan Raden Barjah. Dia bersedia diperistri oleh Raden Barjah saat diminta keduanya untuk menikah oleh Raja Nagasastra. Raja Barjita membatalkan hadia yang dia janjikan karena menganggap Raden Barjah orang tidak mampu.

Karena itulah, Raden Barjah dan Raja Barjita berperang. Dibantu oleh mertuanya Raden Barjah dapat mengalahkan Raja Barjita. Istri dan Mertuanya membantu Raden Barjah dalam mengamalkan wasiat ayahnya, Raja Pareman.
*****
Waktu berlalu, sekarang Raden Barjah mendapatkan anak laki-laki, bernama Jaka Barjah. Seiring waktu Jaka Barjah tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Raden Barjah pun menurunkan tujuh wasiat ayahandanya, Raja Pareman.

Sebagaimana Raden Barjah sewaktu muda. Jaka Barjah juga pergi mengembara. Perjalanan pengembaraan Jaka Barjah mirip dengan cerita Raden Barjah. Jaka Barjah mendapatkan penentang bernama,  Patih Jaya. Saat Jaka Barjah hendak memenangkan sayembara.

Jaka Barjah berhasil mengatasi rencana buruk, Patih Jaya. Perjalanan Jaka barjah kemudian mendapat tentangan dari Jaka Karaton, adiknya sendiri. Saat keduanya bertemu maka terjadilah peperangan karena saling mencurigai.

Jaka Karaton mengalah dan dia kemudian melaporkan peristiwa tersebut pada ayahnya, Raden Barjah. Setelah peristiwa tersebut, Jaka Barjah melanjutkan  pengembaraan kembali. Lalu dia berjumpa dengan Putri Trangganu. Raden Barjah jatuh cinta dan keduanya akhirnya menikah.

Cobaan kembali menimpa Jaka Barjah. Tiba-tiba muncul bangsa Jin, yaitu Kuntilanak yang datang menculik istrinya, Ptri Trangganu. Kuntilanak kemudian membuang Putri Trangganu ke laut lepas. Kuntilanak itu kemudian merubah wujudnya menyerupai Putri Trangganu. Jaka Barjah tidak menyadarinya, dan dia menyangka istrinya yang asli. Hidup di istana mendampingi Jaka Barjah.

Seiring waktu, Jaka Barjah mendapatkan seorang anak dari istri palsunya si Kuntilanak, bernama Kerenaka. Seiring waktu, anak Jaka Barjah dengan Putri Trangganu dewasa, bernama Rangga Pulung. Dia kemudian berhasil membuka penyamaran Kuntilanak itu.

Selanjutnya Rangga Pulung menentang Kerenaka dan berhasil mengalahkannya. Sehingga Kerenaka dan si Kuntilanak ibunya berlari kehutan sebab rahasia sudah terbongkar. Jaka Barjah dan anaknya Rangga Pulung kemudian mencari istrinya, Putri Trangganu yang dibuang ke laut oleh si Kuntilanak dulu.

Perjalanan Jaka Barjah dan Jaka Barjah mencari Putri Trangganu mendapat kesulitan. Karena Putri Trangganu merubah wujudnya menjadi seorang laki-laki atau kesatria dengan nama, Guna Ganda. Sehingga Jaka Barjah dan Rangga Pulung tidak mengenalinya.

Persahabatan terjalin antara Jaka Barjah dan Guna Ganda. Sehingga Jaka Barjah mengajak Guna Ganda ke istananya. Jaka Barjah mendapat hadia minyak ajaib dari seorang petapa. Fungsi minyak ajaib itu, apabila dioleskan di pelupuk mata dapat melihat dengan kekuatan gaib.

Jaka Barjah kemudian mengoleskan minyak ajaib tersebut di matanya. Saat dia melihat ke arah Guna Ganda. Dia dapat melihat wujud asli dari Guna Ganda. Yang paling mengejutkan adalah Guna Ganda adalah istrinya, Putri Trangganu.

Akhirnya mereka berkumpul kembali dalam keluarga yang satu dan bahagia. Karena Rangga Pulung sudah cukup umur dan dinilai sudah layak untuk menikah. Maka Rangga Pulung kemudian dinikahkan dengan seorang gadis bernama Dewi Sarsari Ayu.

Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang. 25 Agustus 2020.
Sumber: Edy Sedyawati, Tommy Christomy, Eny Widiana. Wawacan Barjah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1992/1993.

Sy. Apero Fublic.

Sastra Klasik: Mengenal Wawacan Barjah

Apero Fublic.- Wawacan adalah sejenis karya sastra prosa naratif yang ditulis dalam Bahasa Melayu Sunda. Sastra klasik wawacan dalam penulisan juga menggunakan sistem pupuh.

Pupuh adalah sub-sub judul yang monoton. Dimana pupuh atau judul sub bab juga digunakan pada karya sastra lainnya. Wawacan tersebar di Provinsi Jawa Barat, diantaranya Priangan. Berikut ini, ulasan tentang Wawacan Barjah.

Wawacan Barja termasuk salah satu wawacan populer di daerah Pengalengan. Wawacan Barja sering juga disebut dengan Carita Barjah. Dalam cerita wawacan ini, mengisahkan tokoh Barjah sebagai seorang pahlawan tanpa tandingan. Raden Barjah sebagai tokoh protagonis.

Dalam cerita dia lebih suka hidup mengembara demi mendapatkan kebahagiaan. Dalam pengembaraan tersebut dia mendapat banyak cobaan dan gangguan. Karena ketekunannya dalam belajar ilmu himah Raden Barjah berhasil mengatasi semua permasalahan dan hambatan. Dia kemudian mencapai kejayaan.

Wawacan Barjah ditulis dengan aksara pegon dengan Bahasa Melayu Sunda. Jalan cerita wawacan Barjah adalah cerita roman. Ciri cerita roman adalah menyuguhkan tokoh manusia super dalam suatu dunia ideal.

Dimana dalam jalan cerita Raden Barjah adalah manusia super dan populer. Setting lokasi cerita merujuk ke daerah Priangan. Kemudian digabungkan dengan lokasi piktif dan hayalan atau sahibulhikayat. Berikut cuplikan naskah klasik Wawacan Barjah.

Transliterasi kedalam aksara latin berbahasa Melayu Sunda.
Pupuh
Asmaran (dana).
1.Asmara (dana) bubuka kalih.
Landong sae kana manah.
Aoseun samemeh ebog.
Mepende anjeun heulaan.
Miceun galih kasungkawa.
Napsu teu kengeng diturut.
Lajengna sok lalamunan.
 
Kawitna anu digurit.
Ngaran nagri Sukadana.
Raja Pareman geus kahot.
Kersa ngawuruk ka putra.
Ka eta nama (ra) Den Barjah.
(ra) Den Barjah enggal disaur.
Barjah mando ngadeuheusan.
 
‘’Ama ayeuna pepeling.
Nu utama ka salira.
Ku Ujang masing kahartos.
Tengetkeun piwulang Ama.
Masing emut sawasna.
Cangreud dina tungtung rambut.
Simpen dine jero manah.

(......).

Berikut ini terjemahan kedalam Bahasa Indonesia.
Pupuh.
Asmara (dana).
1.Asmaradana pembuka hati.
Obat baik untuk pikiran.
Bacaan sebelum tidur.
Menghibur dulu engkau.
Membuang hati gundah gulana.
Nafsu tak boleh dituntut.
Membuat suka melamun.
 
Bagian awal yang ditulis.
Bernama negeri Sukadana.
Raja Pareman telah tua (pengalaman).
Hendak berwejang kepada putra.
Bernama Raden Barjah.
Raden Barjah segera dipanggil.
Barjah menghadap dengan sopan.
 
‘’Ayah sekarang berwejang.
Yang utama kepadamu.
Harap Ujang mengerti,
Ungatkan selama-lamanya.
Ikat erat di ujung rambut,
Simpan di dalam hati.

(........).

Naskah Wawacan Barjah terdiri dari 126 halaman. Wawacan ini ditulis sekitar pertengahan abad ke 19 Masehi. Naskah kemudian di salin oleh Aki Juhria. Menurut cerita beliau Wawacan barjah sudah ada sejak dia masih kecil. Saat memberi penjelsan didatangi peneliti dia sudah berumur 80 tahun, di tahun 1990-an.

Buku transliterasi Wawacan Barjah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Apabilah Anda tertarik mengetahui lebih lanjut. Dapat mencari ke Perpustakaan Daerah di Seluruh Indonesia atau ke Perpustakaan Pusat di Jakarta. Bersampul warnah kuning dengan judul besar, Wawacan Barjah.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 25 Agustus 2020.
Sumber: Edy Sedyawati, Tommy Christomy, Eny Widiana. Wawacan Barjah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1992/1993.

Sy. Apero Fublic.

Puisi Putra Daerah: Mengapa Tak Maju-Maju

Apero Fublic.- Puisi ini bercerita adalah tentang keluh kesah seorang anak negeri di sebuah daerah. Dia merasa resah dengan keadaan di daerahnya. Dia merasa ada yang janggal dan  salah. Mengapa daerahnya tak maju-maju. Dia tidak mengerti dan tidak tahu. Berpuisi hanya bernalar saja. Sebab dia hanyalah seorang rakyat kecil. Hanya sebatas bertanya-tanya.

MENGAPA TAK MAJU-MAJU
 
Oh, hatiku terasa gelisa.
Resah dan serbah salah.
Hidup dinegeri kaya raya.
Tapi susah makan susa hidup.
 
Sumber daya alam melimpa ruah.
Tanah subur hijau raya.
Tapi mengapa hidup tidak berubah-rubah.
Jalan dibangun disitu-situ saja.
Bukan memanjang, tapi hanya meninggi saja.
 
Kalau kamu tidak percaya, kawan.
Coba survey di daerah kalian.
Lihat jalan-jalan.
Bukan memanjang ke pelosok terjauh.
Tapi jalan naik keatas.
Tiap tahun dilapisi.
Dilapisi putus-putus pula.
Kenapa tidak rata.
Bagaimana menghitung anggarannya.
Kalau begitu, mengapa ya?.
 
Mengapa kita tak maju-maju.
Mengapa jalan ditempat saja. Mengapa
Cuma taman yang banyak dan lebar.
Taman mewah dibangun dengan uang negara.
Tapi jauh dari rumah.
 
Benar juga, saya orang kecil.
Mana tahu, tapi hati bertanya-tanya.
Mengapa ???
 
Mengapa tak maju-maju.
Tanyakan sopir dia yang tahu.
 
Oleh. Padli. S.Pd.
Sekayu, 25 Agustus 2020.

Hanya sebuah puisi bukan sejarah. Pusi bersifat hayalan dan imejinasi semata. Tapi kadang ada juga benarnya. Namun tetap karya sastra. Bagi sahabat-sahabat yang ingin mengirimkan karya tulias berupa puisi atau karya sastra lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com. Ingat jangan melanggar hak cipta dan Undang-Undang Negara Indonesia. Konten sepenuhnya milik pengirim dan tanggung jawab pengirim.

Sy. Apero Fublic.

Sebuah Puisi: Makan Orang Neofeodalisme

Apero Fublic.- Palembang. Neofeodalisme adalah paham feodal zaman baru. Orang-orang feodal ini dibentuk oleh kedudukan dan jabatan yang mereka dapati. Zaman kerajaan orang-orang feodal dibentuk karena mereka bangsawan atau keturunan bangsawan.

Pada zaman sekarang orang feodal dibentuk oleh jabatan mereka. Misalnya dia seorang sipil kemudian terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau menjadi pejabat tertentu di pemerintahan.

Mereka orang sipil biasa inilah yang kemudian menganut paham feodalisme. Dengan demikian mereka disebut orang neofeodalisme atau kaum feodal baru. Feodal adalah kelompok orang yang menganut pemikiran dan pemahaman bahwa keberhasilan itu dari tampak mewah.

Misalnya kalau makan dengan harga mahal, terhampar di meja. Kalau tidak keras dan selalu benar merasa tidak berkedudukan, pokoknya benar selalu tidak mau kalah. Memiliki hal-hal mewah, bagus, mahal untuk menunjukkan kalau dia sukses. Malu kalau terlihat sederhana. Pokoknya keberhasilan mereka disimbolkan dengan benda-benda.

NEOFEODALISME MAKANAN

Kamu harus tahu,
Feodalisme itu apa?.
Zaman dulu kaum bangsawan penganutnya.
Zaman sekarang orang-orang biasa.
Feodalisme muncul bukan karena kebangsawanan.
Tapi karena sifat sombong,
Kurang ilmu, serakah dan tidak tahu diri.
Mereka jadi lupa diri.
Menyimbolkan keberhasilan dengan materi.
Merasa tinggi dengan derajadnya.
Lalu menjadi sok berkuasa.
 
Salah satu ciri feodalisme,
Makanan terhidang mewa-mewa.
Begitu juga zaman sekarang.
Makanan pejabat harus mewah-mewah.
Karena level pejabat itu tinggi.
Makan juga harus enak dan banyak.
Terhampar terhidang di meja makan.
Pilih saja yang mana suka-suka.
Kalau tidak begitu bukan pejabat namanya.
Sebab kehebatannya disimbolkan dengan makanan banyak.
Padahal makannya cuma satu piring saja.
Lalu makanan jadi sisa dan dibuang saja.
Sedangkan rakyat miskin makan di tong sampah.
 
Oh, pejabat yang berpaham neofeodalisme.
Makanan bukan tanda kamu hebat.
Makanan bukan tanda standar hidup.
Makanan bukan simbol sukses.
Makanan bukan tanda kamu pintar.
Makanan tidak menjadikan kau berhasil.
Makanan bukan tanda derajad tinggi.
Makanan yang mahal dan mewa bukan tanda kaya.
Sebab, hasil makanan itu adalah, TAIK.
 
Makanan itu,
Untuk mengisi perut dan bertahan hidup.
Cukup serat dengan sepiring nasih.
Lalu lauk pauk dan sepotong lauk.
Boleh, tempe, boleh ikan, boleh telur, boleh ayam.
Nasih serba sepuluh ribu ada.
Lebih berkah, lebih halal dan mulia.
Sederhana bukan berarti miskin atau rendah.
Sederhana adalah hidup yang mulia.
 
Namun orang neofeodalisme mana mengerti.
Sebab mereka sedikit pengetahuan.
Hanya rasa sombong dan tinggi hati.
Yang mereka tahu hanya merasa.
Merasa hebat, merasa berkuasa, sok segalahnya.
 
Inilah sedikit syair
Tentang paham neofeodalisme zaman kita.
Tentu ini ada kenyataannya.
Entah dimana, aku tidak tahu persisinya.

Oleh. Joni Apero.
Palembang, 25 Agustus 2020.

Hanya sebuah puisi bukan sejarah. Pusi bersifat hayalan dan imejinasi semata. Tapi kadang ada juga benarnya. Namun tetap karya sastra. Bagi sahabat-sahabat yang ingin mengirimkan karya tulias berupa puisi atau karya sastra lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com. Ingat jangan melanggar hak cipta dan Undang-Undang Negara Indonesia. Konten sepenuhnya milik pengirim dan tanggung jawab pengirim.

Sy. Apero Fublic.

Sebuah Puisi: DUA ISTANA DI NEGRI +62

Apero Fublic.- Sekayu. Melihat kehidupan bangsa kita yang morat marit. Kita tentu sangat miris ketika para pemangku amanah hanya bermain-main dalam menetapkan kebijakan. Sedikit pun tanpa melakukan kebijakan yang memihak ke rakyat kecil.

Pencitraan yang sangat hebat mereka lakukan di media sosial. Sehingga mereka seperti malaikat yang menyerupai manusia. Padahal sesungguhnya mereka adalah harimau pemakan daging dan penerkam mangsa yang tidak berdaya.

DUA ISTANA DI NEGRI +62

Hujan dibalik air mata.
Rakyat-rakyat kecil di pedalaman.
Yang tinggal di tepi-tepi hutan.
Hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan.
 
Istana di kota megah-megah.
Ada AC, pedingin ruangan.
Ada makanan yang selalu datang.
Dari wadah-wadah yang Indah piring katering.
Dengan lauk-lauk yang beragam.
Kaya dengan vitamin dan mineral.
Membuat perut-perut di istana di kota-kota.
Menjadi buncit dan berlemak.
 
Sementara istana di tepi hutan.
Pondok buruk di tengah kebun.
Beratap daun rumbiah.
Berdinding dengan kulit kayu, bambu.
AC alam menyalah selalu.
Sebab angin berhembus selalu.
Mendamaikan istana di tepi hutan.
 
Wahai penghuni istana di kota-kota.
Gedung bertingkat dan nyaman-nyaman.
Katering yang enak dan bervitamin.
 
Wahai penghuni istana di tepi hutan.
Bangunan buruk beratap daun ilalang.
Penghuninya bahagia dan damai.
Walau hanya makan daun singkong gulai.
 
Kemana uang hasil pajak rakyat.
Pajak jual karet, jual kopi, jual-jualan lainnya.
Hasil tambang, hasil dagang, BUMN.
Kemana hasil pajak saat mereka membeli sembako.
Kemana uang pajak saat membayar kendaraan bermotor.
 
Apa habis dibayarkan untuk katering saja.
Untuk makan kamu-kamu disitu.
Bukankah cukup makan nasi bungkus, cukup.
Kamu memang semena-mena.
Layanan sedikit minta uang.
Didinding tertempel gratis.
 
Adu negeri ini, daerah saya juga.
Alangkah sial lahir di negeri +62.
Negeri orang neofeodalis dan buaya.
Rupa manusia ternyata tikus anggaran.
Begitulah cerita negeri +62.
Ngeri juga.

Oleh. Sujarnik.
Sekayu, 25 Agustus 2020.

Hanya sebuah puisi bukan sejarah. Pusi bersifat hayalan dan imejinasi semata. Tapi kadang ada juga benarnya. Namun tetap karya sastra. Bagi sahabat-sahabat yang ingin mengirimkan karya tulias berupa puisi atau karya sastra lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com. Ingat jangan melanggar hak cipta dan Undang-Undang Negara Indonesia. Konten sepenuhnya milik pengirim dan tanggung jawab pengirim.

Sy. Apero Fublic.