Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

8/12/2020

Mengenal Sayur Kisik: Luffiah Acutangula

Apero Fublic.- Kisik adalah jenis sayuran buah yang masih dalam keluarga labu-labuan. Kisik tumbuh merambat dengan warna bunga kuning cerah. Buah sayur kisik bersirif memanjang disekitaran buahnya. Warna kulit buah hijau, dengan daging buah putih dan lembut. Berkembang biak dengan biji dan sudah tersediah bibit kisik herbisidah.

Buah sayur kisik rasanya tawar segar. Sehingga dapat diolah menjadi berbagai masakan sayur. Seperti di rebus untuk ulam, ditumis, atau digulai bening atau santan. Kisik juga dapat direndang atau dimasak santan.

Kisik mengandung vitamin sama seperti hal buah-buahan atau sayur-sayuran lainnya. Seperti mengandung mineral, vitamin, dan serat. Mengkonsumsi kisik sangat nyaman di perut dan lambung.

Kisik memiliki nama ilmiah luffiah acutangula dari kelurga cucurbitaceae. Tumbuh subur di kawasan iklim tropis dan sub tropis. Sayur kisik masuk dalam salah satu sayur-sayuran masyarakat. Konsumsi sayur mulai dari kalangan atas sampai kalangan paling bawah. Sehingga sayuran ini sangat laku dipasaran. Sangat menjanjikan apabila dibudidayakan.

Menjadi petani kisik sangat menjanjikan. Sebab hampir semua orang menyukai kisik. Sangat baik masuk dalam program diet dan pengurangan gulah darah Anda. Buah kisik yang direbus atau dikukus rasanya manis berair. Mengandung serat dan gizi yang banyak. Sehingga program diet dan pengurangan gula darah sangat terbantu dengan memperbanyak makan sayur kisik.  

Oleh. Sujarnik.
Editor. Selita. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu. 13 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

Dua Belas Ciri-Ciri Pengidap Penyakit Sosial Alayshit

Apero Fublic.- Dalam kehidupan manusia memiliki berbagai macam watak, sikap, dan akhlak. Watak adalah bentuk emosional yang melekat pada seseorang serta menjadi ciri khas dia dalam menjalani kehidupan. Misalnya dia memiliki watak pencemburu, keras dengan sikapnya, lemah lembut, sombong, egois dalamnya.

Sedangkan sikap adalah suatu tatalaku orang tersebut dalam kehidupannya. Mislanya orangnya teratur, pandai bergaul, ramah, kurang sopan, kurang ajar, sifat disiplin. Semua hal yang berkaitan dan bersifat interaksi hubungan sosial secara lansung atau tidak langsung.

Untuk depenisi akhlak terdiri dua, baik dan buruk. Akhlak baik dapat dicontohkan seperti, jujur, bertanggung jawab, rendah hati, ikhlas menolong, setiah dan lainnya. Akhlak buruk, seperti suka berjudi, suka berbuat kasar, pengkhianat, suka berbuat dosa dan lainnya. Semua inti yang bersumber dari dalam diri manusia adalah akhlak.

Berikut ini, akan membahas tentang sikap orang yang Merasa. Orang memiliki sifat merasa pintar, merasa hebat, merasa kuat, merasa cerdas sendiri dan merasa dirinya lebih hebat dari orang atau merendahkan orang lain. Sikap ini, diistilahkan dengan kata alayshit. Kata alayshit dibentuk dari dua kata yaitu kata alay (Melayu) dan kata shit (Inggris). Kata Alay adalah nama buah-buahan sejenis dengan buah petai.

Bahkan sangat mirip dengan buah petai. Dari bentuk buah, rasa, warna kulit, daun dan lainnya. Muncul ungkapan di tengah masyarakat, “rasa-rasa alay, rasa-rasa petai.” Ungkapan berarti, sesuatu yang merasa, atau terasa tetapi bukan atau salah. Merasa guru tapi bukan guru, merasa mirip artis padahal jauh. Sedangkan kata shit diambil dari kata dalam bahasa Inggris yang berarti;  kotoran, omong kosong, air besar (tai), dan orang yang buruk sekali. Berikut ini ciri-ciri orang yang memiliki watak pengidap penyakit sosial, alayshit.

1.Hobi mencelah-celah kegiatan orang lain. Padahal kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan hukum agama, hukum adat, dan hukum negara. Dengan demikian, dia merasa dirinya lebih pintar dari orang tersebut. Padahal dia tidak memiliki kreatifitas sedikit pun selain mencari kejelekan orang lain.

2.Merasa sudah sangat banyak sekali ilmu pengetahuan dan tahu banyak hal. Padahal dia tidak memiliki kemampuan tersebut. Kata-kata hanya berdasarkan menduga, menerka, dan nafsunya. Misalnya dia berbicara soal agama padahal dia tidak pernah belajar agama dan pendidikan bukan pendidikan berlatar agama (pesantren). Bicara politik padahal dia tidak tahu politik, mencoblos pemilu saja menjual suara.

3.Ketiga ciri pengidap alayshit adalah orang suka sekali dipuji. Dia berbuat sesuatu agar mendapat puji. Misalnya berkurban bukan karena ibadah, tapi dia ingin dibilang orang kaya, banyak uang, sukses. Dia sangat tersinggung kalau kalah berdebat, kalah omongan, atau terlihat sederhana. Misalnya malu makan di warung. Hanya karena ada sedikit uang.

4.Ciri keempat pengidap penyakit alayshit yaitu; Tidak suka dikritik dan tidak mau menerima pendapat orang lain. Kalau diberi masukan langsung membanta dan tersinggung. Karena merasa dianggap bodoh.

Baginya sikap, sifat, pemikirannya sangat hebat dan semua yang orang katakan dan lakukan salah. Egois dan angkuh yang sangat tinggi. Darahnya mendidih kalau sedikit pendapatnya dibilang tidak tepat. Dia ingin semua benar dan dibenarkan.

5.Suka ikut-ikutan kegiatan atau pekerjaan orang lain, saudara, teman atau tetangga. Orang pengidap penyakit sosial alayshit ingin tahu kegiatan orang lain. Setelah dia tahu, lalu dia bilang dengan orang-orang. Kalau itu karena pikiran dia dan karena bantuan dia, dan kehebatan dia.

Padahal dia hanya tahu cerita saja, atau duduk-duduk saja. Omong kosong dengan bualan tidak jelas. Lalu mengklaim dia yang hebat dan mengajarkan, membantu, memberi orang itu. Padahal dia tidak berbuat apa-apa.

6.Kemudian pengidap penyakit sosial alayshit; Dia suka mengarang cerita bohong untuk menutupi kebodohannya dan ketidak mampuannya. Berkata bohon menjelekkan orang.

Seolah-olah dialah yang paling mengerti dan pintar. Tidak malu berkata bohong menjelek-jelekkan orang lain, menyalah-nyalahkan orang lain. Asal dia dibilang benar, dibilang pintar, dibilang hebat.

Padahal dirinya yang tidak tahu diri. Dia yang salah, dia yang bodoh, dan dia yang tidak mengerti. Maksudnya dengan berbohong dan mengarang cerita; agar dia terlihat pintar, paling benar, merasa hebat sendiri, dan ingin dipuji-puji. Sekaligus untuk pembenaran perbuatannya yang buruk, yang tidak bertanggung jawab, dan untuk menutupi kelemahan dirinya.

7.Pengidap penyakit alayshit tidak nyaman dan tidak suka mendengar kata-kata orang, pendapat orang, dan penjelasan orang. Apalagi kalau itu adalah kegiatannya atau keinginannya. Karena dia merasa digurui, merasa direndahkan, merasa kalah. Dengan mengalihkan kata-kata orang, dia berusaha menutupi daya tangkap otaknya yang lemah. Agar dia tidak terlihat bodoh.

8.Suka marah-marah tidak jelas pada orang. Dia marah-marah untuk menutupi ketidakmampuannya dalam berinteraksi, berurusan, bernegosiasi, bermusyawara, berkata-kata, berargumen. Dia tidak bisa membantah dengan baik.

Karena memang dia tidak memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan. Dia tidak mengerti sama sekali. Karena pemikirannya dibawah level orang. Sehingga dia marah-marah atau berkata kasar untuk menutupi semua itu.

9.Semua perbuatannya ada alasan benarnya. Tapi hanya untuk dirinya, tanpa memikirkan kebenaran orang lain. Walau perbuatan dan cara-cara salah tapi dia mencari pembenaran trus. Dia berpikir keras bagaimana mencari kata-kata agar dia dianggap benar. Salah satunya dengan cara menyalahkan orang-orang atau mengkambing hitamkan orang.

10.Tidak mau mengakui kesalahan dirinya. Orang ini kalau salah tidak mau salah. Mencari alasan membenarkan perbuatannya. Bersifat seperti anak-anak dan pengecut.

11.Gengsi dalam segala hal. Mau terlihat hebat dan keren. Tidak mau berteman dengan orang yang dia anggap jelek, miskin atau tidak selevel dengan dia. Tidak mau mengalah, tidak mau terlihat sederhana. Pokoknya serba gengsi dan gengsi. Gengsi: tidak pernah mau mendengarkan orang sedikit saja. Yang ditampilkan yang menunjukkan dia orang hebat, orang kaya, merasa kelas ataslah.

12.Merasa hebat saat ada sedikit uang: Misalnya, mengukur kepintaran dengan uang. Karena ada uang semuanya dia dapat perbuat. Apa-apa dibilang kasih uang, beli saja, sogok saja, kasih uang, bayar saja.

Pokoknya serba uang dan uang. Pokoknya semuanya selesai dengan uang. Padahal dirinya baru punya sedikit uang. Itupun hasil kerja dengan orang, misalnya hasil menjual ansuransi atau sales mobil. Sudah sok sampai kelangit ketujuh hebatnya.

Demikianlah ciri-ciri sifat orang yang mengidap penyakit alayshit. Apabila kamu memiliki 70 dari sifat diatas. Maka kamu termasuk dalam daftar manusia yang mengidap penyakit sosial alayshit. Penyakit ini dapat diobati hanya dengan banyak belajar; ilmu pengetahuan, ilmu agama, ingat mati, ingat waktu susa, dengan banyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan.

Sulit mengobati penyakit ini, karena pengidapnya tidak sadar diri. Malas belajar dan malas membaca sehingga dia tenggelam dalam angan-angan, Merasa Pintar, Meras Hebat, Merasa Berilmu, dan merasa-merasa-merasa-merasa dan lainnya.

Oleh. Sujarnik.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sekayu. 13 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

8/09/2020

Sastra Klasik Melayu Minangkabau: Malahtuihnyo Gunuang Tujuah.

Apero Fublic.- Buku berjudul Malahtuihnyo Gunuang Tujuah atau Meletusnya Gunung Tujuh. Salah satu hasil karya sastra lisan Melayu Minangkabau. Dalam kisah ini, menceritakan kehidupan masyarakat Melayu Minangkabau belum memeluk agama Islam. Waktu itu, masyarakat di Minangkabau menganut kepercayaan akan kekuatan alam “kekuatan bumi dan langit.”

Adat dipegang teguh tidak boleh dilanggar. Menurut mereka, akan terjadi bencana alam apabila adat dilanggar. Begitu juga apabila si pelanggar tidak dihukum, akan menyebabkan bencana alam.

Alam juga akan marah apabila orang dihukum karena fitnah atau tidak bersalah. Selain itu, masa itu kepercayaan pada dukun adalah hal yang mutlak. Penduduk mempercayai apa kata dukum seratus persen tanpa melakukan klarifikasi lagi.

Kisah ini, mengisahkan tentang fitnah ditengah keluarga raja sendiri. Yang dibantu oleh dukun kerajaan waktu itu. Putra adik raja dijatuhi hukum buang ke telaga dan ke hutan. Selanjutnya perjalanan cerita, kebenaran akan menang.

Saat pembuangan terjadi, menjadi keuntungan bagi anak adik raja. Karena justru dia terhindar dari bencana alam meletusnya, Gunung Tujuh. Akhirnya, anak-anak raja dan dukun yang telah berbuat jahat mati. Berikut ini cuplikan dari cerita klasik, Malatuihnyo Gunuang Tujuah.

1.Nagari Koto Tujuah.
Kaba nan iko iyo sanak.
Lah lamo bana tajadinyo.
Nagaritu lah lamo hilang.
Tampek tajadi caritoko.
Kok kito pai ka sinan kini.
Kito sampai di maninjau.
Ditapi danau Maninjau.
Danau berasa dari gunuang.
Iyo gunuang Bagombak.
 
Berikut ini cuplikan akhir dari naskah Malatuihnyo Gunuang Tujuah atau Meletusnya Gunung Tujuh.
 
Ustano ketek untuak tungkek.
Baduo jo Ande jo Ayahnyo.
Tagakkan pulo rumah gadang.
Iyo untuk mandeh Rubiah.
Urangnyo iyo padusi ambo.
Si Upiak Putih Reno Bulan.
Lah sudah Ustano nan tigo ko.
Dirikan pulo untuak Manti Tuo.
Sarato Datuak Bendaharo.
Kok itu alah sudah isuak.
Baru dikana yo nan lain.
Iyo balerong jo rangkiang.
 
Sabalum itu sudah dangai.
Tasarah pado kalian.
Di mano kalian kan tingga.
Kato habih agoknyo hilang.
Tapakiak si Kambang Aruih.
Tatanggi urang kasadonyo.
 
Tamat.
Pekanbaru, 1 Desember 1985.
(Selasih).

Pada tahun 1986 penyelesaian penyusunan dokumentasi naskah. Cerita atau naskah sudah ada sejak lama, yaitu kesastraan klasik dari masyarakat Melayu Minangkabau. Buku ini terbit, program dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagai bentuk penyelamatan kekayaan intelektual nenek moyang bangsa Indonesia, zaman dahulu. Bagi Anda yang ingin lebih banyak tahu, dapat mencari buku ini di Perpustakaan Daerah Anda atau ke Perpustakaan Nasional Jakarta.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Agustus 2020.
Sumber: Selasih. Malatuihnyo Gunuang Tujuah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Sy. Apero Fublic.

Dialog Kebangsaan: DPD PGK Kabupaten Muara Enim

Apero Fublic.- Muara Enim. Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Muara Enim mengadakan kegiatan Dialog kebangsaan dengan tema: Implementasi Cinta Tanah Air dan Bela Negara Bagi Generasi Muda Muara Enim pada Era Kekinian.

Acara berlangsung di Gedung PGRI Muara Enim dan dihadiri kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai Kampus atau Sekolah Tinggi di Kabupaten Muara Enim (9/8/2020).

Narasumber kegiatan Dialog kebangsaan diisi oleh Letnan Kololonel. Inf Erwin Iswari, yang merupakan Komandan Kodim 0404 Kabupaten Muara Enim dan Bapak Iwan Kurniawan selaku Praktisi atau Akademisi.

Kegiatan ini merupakan kegiatan berkonsep nasionalis yang diadakan DPD PGK Muara Enim sekaligus untuk menyambut momentum kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020, mendatang.

Dengan adanya kegiatan yang bernuansa nasionalis ini. Akan terus memupuk jiwa nasionalis dan cinta tanah air, sikap patriotis dan belah nega yang tinggi di kalangan generasi muda. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlangsung secara berkesinambungan kedepannya. Guna terus memberikan wawasan kebangsaan kepada para generasi milenial saat ini.

Kami (Panitia) juga mengucapkan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Narasumber dan peserta. dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan semangat baru untuk meningkatkan rasa cinta tanah air.

Sehingga, rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tertanam kuat di dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia. Khususnya pada pemuda Indonesia tanpa terkecuali. Sehingga keutuhan dan kedaulatan NKRI dapat kita jaga dan pertahankan.” ungkap Agung Habibullah selaku ketua pelaksana kegiatan Dialog Kebangsaan.

Oleh. Adi Saputra. S.IP.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Muara Enim. 9 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

8/08/2020

Sastra Klasik Jawa Islam: Naskah Suluk Sujinah.

Apero Fublic.- Mengenal suluk dalam kesastraan Jawa klasik. Terdapat banyak suluk dalam kesastraan Jawa pengaruh Islam, seperti Suluk Sujinah. Menurut Sastroamidjojo (1984) mendepenisikan suluk dengan dua pengertian. Pertama, suluk sejenis puisi Jawa yang berisikan ajaran tasawuf atau mistik.

Kedua, nyanyian atau sejenis tembang yang dilakukan oleh dalang untuk menggambarkan situasi dan kondisi disuatu tempat, atau emosi seperti menggambarkan perasaan sedih, gembira, tenang, marah, dan terkejut dari tokoh wayang (kulit) yang dilakonkannya. Dalam pembahasan ini, pengertian suluk yang pertama. Yaitu, berupa naskah puisi atau tembang yang berisi tentang ajaran Islam.

Suluk juga dapat diartikan “tali pengikat” karena karya-karya yang berupa puisi dan yang berisi ajaran tasawuf itu dipakai sebagai petunjuk atau tali pengikat antara mahluk dengan sekelilingnya, atau petunjuk seseorang untuk sampai pada makrifat Tuhan (Abdul Haq, 1960). Dalam memahami suluk yang berupa puisi harus diterjemahkan oleh orang yang mengerti bahasa dan kebudayaan Jawa. Sehingga makna dan nilai-nilai terkandung di dalam suluk menjadi jelas.

Naskah Suluk Sujinah merupakan koleksi Perpustakaan Fakultas Sastra, Universitas Indonesia yang bertulis aksara Jawa dan berbahasa Jawa. Berjumlah 187 halaman dan terdiri dari 24 pupuh.

Pupuh adalah judul sub bab dalam naskah. Dalam kesastraan Jawa-Bali klasik pupuh menjadi sub bab pembagi jalan isi naskah. Baik itu naskah berupa hikayat, dongeng, naskah, pupuh menjadi pembentuknya.

Pupuh sub bab yang monoton dimana setiap naskah memakai nama pupu yang sama walai cerita dan isi berbeda dari naska yang berbeda pula. Contoh pupuh: Sinom, Dhandanggula, Asmaradana, Durma, Mijil, Maskumambang, Kinanti, Girisa, dan lainnya.

Bahkan penelitian di Bali menemukan sekitar 200-an nama-nama pupuh. Pemakaian nama pupuh juga selalu berulang-ulang dalam satu naskah. Berikut ini cuplikan dari Naskah Suluk Sujinah, pada pupuh Asmaradana.

Kaca 1
Branta Kingking: Asmaradana
1.Wonten carita winarni.
Prawestri bekti mring priya.
Rabine pandhita kaot.
Kalungkung denya utama.
Aran dewi Sujinah.
Iku priyoga tiniru.
Pawestri bekti mring priya.
 
2.Mulane estri alaki.
Amrih kacangking ing priya.
Aja muhung dunya bae.
Nek teka dunya akheret.
Tan arsa malecaa.
Mulane geguru kakung.
Amrih sampurnaning krama.

Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia.

Branta Kingking: Asmaradana 1.
1.Ada suatu cerita mengenai,
Seorang perempuan yang berbakti kepada suami.
Istri dari seorang pendeta.
Yang melebihi kebanyakan orang dan sangat utama.
Perempuan tersebut bernama Dewi Sujinah.
Ia patut untuk diteladani.
Sebagai seorang istri.
Yang berbakti kepada suami.
 
2.Oleh karena itu menjadi seorang istri.
Supaya dapat mengimbangi kedudukan suami.
Jangan hanya memikirkan masalah duniawi saja.
Tetapi juga masalah akhirat.
Agar tidak terpelecok.
Jadi bergurulah pada suami.
Supaya sempurna dalam berumah tangga.

Buku transliterasi Naskah Suluk Sujinah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, pada tahun anggaran 1992/1993. Apa bila Anda tertarik ingin lebih tahu mendalam. Dapat mencari buku pada perpustakaan-perpustakaan tingkat provinsi di daerah Anda. Atau mengunjungi Perpustakaan Pusat Jakarta.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang. 9 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

8/07/2020

Mengenal Tanaman Makanan Pokok Padi.

Apero Fublic.- Mengenal padi sebagai tanaman pangan nomor satu di dunia. Padi menjadi bahan makanan pokok diseluruh dunia, setelah gandum. Gandum sesungguhnya juga masih keluarga padi-padian.

Terdapat puluhan jenis tanaman satu marga dengan padi. Namun padi penghasil beraslah yang paling diperhitungkan. Tanaman pangan yang sudah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu. Terdiri dari dua kategori, padi sawa dan padi ladang. Pada ladang juga disebut dengan padi kering.

Padi sawa dapat dipanen tiga sampai empat kali dalam setahun, tergantung dari irigasi sawa. Apabila wilayah persawahan memiliki sumber air yang cukup sepanjang tahun di kawasan iklim tropis. Penanggalan dan masa tanan tepat waktu. Maka para petani padi sawa dapat memanen empat kali setahun.

Sedangkan padi ladang biasanya hanya setahun satu kali panen. Sebab pola petani ladang berpindah mengikuti polah tahunan peladang. Para petani ladang membuka hutan dimusim kemarau. Kemudian diakhir musim kemarau mereka menanam padi. Biasanya sekali panen cukup untuk mereka makan dalam setahun.

Padi secara umum memiliki nama ilmia oryza sativa. Dari famili poaceae dalam kerajaan plantae. Padi berbunga dan berbuah dengan cara berisi dari dalam kulit buah. Pada awalnya buah padi membentuk kulit. Kemudian perlahan berisi daging buah.

Pada awalnya daging bua berupa cairan putih. Perlahan seiring bertambah umur, cairan semakin mengeras. Sehingga menjadi butiran beras. Pertanda masak dimulai dari warna yang menguning. Pola menguning dari ujung buah yang menunduk tanda biji padi bernas.

Padi sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dongeng dewi sri sebagai penjelmaan padi hadir ditengah masyarakat. Dongeng yang menceritakan pada awalnya buah padi seperti buah kelapa.

Tapi karena selalu ditumbuk oleh manusia. Akhirnya buah padi menjadi kecil-kecil. Ada juga pepatah yang memberi nasihat kehidupan agar jangan sombong. Berbunyi, “pakailah ilmu padi, kian merunduk kian berisi.”

Beras sebagai bulir padi mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Sehingga menjadi makanan pokok untuk manusia. Sumber energi tubuh dan makanan. Beras juga dapat di oleh menjadi tepung dan makanan lainnya. Tapi manusia lebih suka mengkonsumsi nasi untuk penghilang rasa lapar. Padi apabila dikonsumsi memberikan rasa nyaman di lambung dan tubuh menjadi sehat.

Padi terdiri dari beberapa jenis biji. Diantara padi biasa yang dikonsumsi sebagai makanan poko, berwarna putih. Padi pulut atau padi ketan yang lengket. Padi arang atau padi merah yang enak serta dapat dijadikan banyak olahan makanan. Padi atau beras mengandung serat, karbohidrat, mineral dan vitamin sama dengan buah dan sayur lainnya.

Padi termasuk tumbuhan berumpun sama seperti golongan tebu dan bambu. Tunas padi (anak padi) yang tumbuh membentuk rumpun berbuah bersamaan dengan induk padi. Bentuk batang padi beruas sama halnya tebu dan bambu.

Tapi teksturnya lebih lembut dan mudah patah. Daunya membelah kesamping, berbentuk lebar tengah dan meruncing pada ujung daun. Sisi daun tajam dan dapat membuat kulit tergores dan gatal.

Oleh. Rita Puspita Sari.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sekayu. 7 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

8/06/2020