-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Kampus Mahasiswi Merauke Opini Padang Papua Selatan Pendidikan SUMBAR Pembangunan untuk Siapa? Menimbang Kepentingan Negara dan Hak Masyarakat Adat Papua
Kampus Mahasiswi Merauke Opini Padang Papua Selatan Pendidikan SUMBAR

Pembangunan untuk Siapa? Menimbang Kepentingan Negara dan Hak Masyarakat Adat Papua

Penulis: Puan Kayana Chadisha
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Oct, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  Pembangunan infrastruktur kerap dianggap sebagai salah satu tanda kemajuan suatu daerah. Kehadiran jalan dapat memperlancar mobilitas, memperluas akses perdagangan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Namun, pembangunan juga dapat menimbulkan persoalan ketika pelaksanaannya bersinggungan dengan ruang hidup masyarakat yang telah menempati wilayah tersebut selama beberapa generasi. 

Dalam kondisi seperti ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah pembangunan dapat dikatakan berhasil jika masyarakat yang terdampak justru merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan? Persoalan tersebut terlihat dalam pembangunan jalan Wanam–Muting di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Jalan sepanjang 135 kilometer ini berkaitan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk upaya memperkuat ketahanan pangan. Di sisi lain, proyek tersebut mendapat keberatan dari sebagian Masyarakat Adat Malind yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap tanah ulayat, kawasan hutan, dan keberlangsungan kehidupan mereka.

Pada September 2026, PTUN Jayapura menolak gugatan lima perwakilan masyarakat adat terhadap keputusan kelayakan lingkungan proyek tersebut. Meski proses hukum telah menghasilkan putusan, perbedaan kepentingan yang mendasari persoalan ini tetap penting untuk diperhatikan.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa pembangunan bukan sekadar persoalan mendirikan infrastruktur atau menyediakan fasilitas umum. Di balik setiap proyek, terdapat keputusan mengenai penggunaan ruang, penentuan prioritas, serta pembagian manfaat dan risiko.

Ketika suatu kebijakan dijalankan atas nama kepentingan nasional, pemerintah tetap perlu memastikan bahwa masyarakat yang hidup di wilayah terdampak tidak kehilangan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan mempertahankan haknya.

Dari sudut pandang pemerintah, pembangunan jalan memiliki tujuan yang dapat dipahami. Infrastruktur dibutuhkan untuk meningkatkan keterhubungan antardaerah, mendukung distribusi barang, dan memperlancar kegiatan ekonomi.

Pengembangan kawasan pangan di Merauke juga menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memenuhi kebutuhan nasional. Karena itu, pembangunan tidak tepat jika langsung dipandang sebagai sesuatu yang merugikan masyarakat tanpa mempertimbangkan tujuan dan manfaat yang ingin dicapai.

Akan tetapi, tujuan pembangunan yang menjanjikan manfaat luas tidak berarti seluruh dampaknya dapat diabaikan. Keuntungan yang diharapkan pada tingkat nasional belum tentu sebanding dengan perubahan yang harus dihadapi masyarakat di lokasi proyek.

Bagi masyarakat adat, tanah memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar lahan untuk kegiatan ekonomi. Tanah dan hutan menjadi bagian dari identitas komunitas, sumber penghidupan, warisan leluhur, serta ruang untuk mempertahankan tradisi dan hubungan sosial.

Perbedaan kepentingan tersebut menjadi salah satu sumber utama konflik. Pemerintah melihat pembangunan infrastruktur sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan, sementara masyarakat adat memiliki kekhawatiran terhadap perubahan yang dapat memengaruhi kehidupan mereka dalam jangka panjang. Persoalannya bukan semata-mata menentukan pihak mana yang benar, melainkan mencari cara agar agenda pembangunan tidak mengesampingkan hak masyarakat yang wilayahnya menjadi bagian dari proyek.

Ketegangan dapat semakin besar ketika warga merasa tidak memperoleh informasi yang cukup atau tidak mempunyai kesempatan yang berarti untuk memengaruhi keputusan. Dalam pemberitaan mengenai proyek Wanam–Muting, pihak masyarakat adat menyampaikan keberatan terkait proses sosialisasi dan pelibatan pemilik hak ulayat.

Pernyataan tersebut perlu dipahami sebagai keberatan dari pihak yang terdampak, bukan sebagai kesimpulan hukum yang berlaku secara otomatis. Meski demikian, persoalan tersebut memperlihatkan pentingnya keterbukaan dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Situasi ini sekaligus memperlihatkan adanya ketimpangan posisi dalam pengambilan keputusan. Pemerintah memiliki kewenangan administratif dan sumber daya untuk menjalankan proyek, sedangkan masyarakat yang terdampak belum tentu mempunyai kemampuan yang sama untuk memperjuangkan kepentingannya.

Apabila kebijakan lebih banyak ditentukan oleh pihak yang memiliki kekuasaan, masyarakat berisiko hanya menerima akibat dari keputusan yang tidak sepenuhnya mereka pahami atau setujui. Perbedaan kepentingan tidak selalu harus berujung pada penghentian pembangunan. Konflik justru dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebijakan dan menemukan persoalan yang sebelumnya kurang diperhatikan.


Pemerintah perlu membuka dasar pertimbangan kebijakannya, sedangkan keberatan masyarakat harus diperiksa secara serius. Dengan cara tersebut, konflik tidak hanya dipandang sebagai hambatan, tetapi juga sebagai masukan untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan.

Putusan PTUN Jayapura yang menolak gugatan masyarakat adat pada September 2026 merupakan bagian dari proses hukum yang harus dihormati. Namun, keputusan pengadilan tidak serta-merta menghilangkan seluruh persoalan sosial yang melatarbelakangi sengketa.

Kepastian hukum dan penerimaan masyarakat merupakan dua aspek yang berbeda. Suatu perkara dapat memperoleh keputusan secara hukum, sementara hubungan antara pemerintah dan masyarakat masih membutuhkan komunikasi serta penyelesaian lebih lanjut.

Oleh karena itu, penyelesaian konflik tidak seharusnya hanya berorientasi pada penentuan pihak yang menang dan kalah. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa perbedaan kepentingan dapat dikelola tanpa mengabaikan hak masyarakat.

Dialog yang hanya digunakan untuk mengumumkan keputusan yang sudah ditetapkan tidak akan memberikan banyak ruang bagi terciptanya kesepakatan. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dan kesediaan mempertimbangkan masukan warga dapat membantu membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam konteks ini, konsensus tidak berarti masyarakat adat wajib menerima seluruh rencana pembangunan. Konsensus juga bukan tuntutan agar pemerintah memenuhi setiap permintaan tanpa mempertimbangkan hukum dan kepentingan publik. Konsensus merupakan proses untuk mempertemukan kepentingan yang berbeda melalui pembahasan yang terbuka, pertimbangan yang adil, serta kesediaan mencari penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk mewujudkannya, pemerintah perlu menyediakan informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan, potensi dampak lingkungan, penggunaan tanah, dan langkah perlindungan bagi masyarakat terdampak. 

Pelibatan masyarakat juga harus dilakukan secara bermakna dengan memastikan bahwa perwakilan yang terlibat benar-benar memiliki mandat dari komunitasnya, termasuk marga pemilik hak ulayat yang terkena dampak langsung. Jika terdapat persoalan mengenai hak atas tanah atau dampak lingkungan yang belum tertangani, harus tersedia mekanisme pemeriksaan dan penyelesaian yang transparan.

Kesepakatan yang dihasilkan melalui dialog juga perlu disertai langkah nyata. Pembagian tanggung jawab, jadwal pelaksanaan, prosedur pengaduan, dan mekanisme pengawasan harus dirumuskan dengan jelas.

Tanpa tindak lanjut, pertemuan antara pemerintah dan masyarakat berisiko menjadi kegiatan formalitas yang tidak memberikan perubahan berarti bagi pihak yang terdampak. Perlu dipahami pula bahwa kesepakatan tidak selalu menghilangkan seluruh perbedaan pandangan. Ada kalanya pihak-pihak yang terlibat tetap memiliki pendapat yang berlainan.

Namun, proses yang adil dapat memastikan bahwa keputusan dibuat dengan mempertimbangkan hak dan kepentingan setiap pihak, terutama kelompok yang memiliki posisi tawar lebih lemah. Dalam demokrasi, mutu kebijakan tidak hanya dinilai dari sasaran yang ingin dicapai, tetapi juga dari proses yang digunakan untuk mewujudkannya.

Persoalan pembangunan jalan Wanam–Muting seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan pembangunan nasional. Keberhasilan proyek tidak cukup diukur berdasarkan panjang infrastruktur yang selesai dibangun, jumlah investasi yang masuk, atau kecepatan pengerjaannya. Pemerintah juga perlu memperhatikan perlindungan hak masyarakat, pengelolaan dampak lingkungan, dan keterlibatan warga dalam menentukan perubahan yang memengaruhi kehidupan mereka.

Negara memiliki tanggung jawab untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, tanggung jawab tersebut harus disertai kesediaan untuk mendengar kelompok yang terdampak. Masyarakat adat bukanlah penghambat kemajuan, melainkan bagian dari warga negara yang memiliki hak dan kepentingan sah untuk diperhitungkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Pada akhirnya, pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik harus mampu menjawab lebih dari sekadar pertanyaan mengenai manfaat ekonomi. Pembangunan juga perlu menunjukkan bagaimana keadilan diwujudkan, hak masyarakat dilindungi, dan perbedaan kepentingan diselesaikan.

Jalan yang dibangun mungkin dapat menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi proses yang adil diperlukan untuk menghubungkan kepentingan negara dengan aspirasi masyarakat. Tanpa upaya tersebut, kemajuan fisik berisiko berjalan lebih cepat daripada penyelesaian konflik yang menyertainya.


Penulis:  Puan Kayana Chadisha
Mahasiswi Ilmu Politik, Universitas Andalas. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Kampus
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Pembangunan untuk Siapa? Menimbang Kepentingan Negara dan Hak Masyarakat Adat Papua

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, October 13, 2026 0
Pembangunan untuk Siapa? Menimbang Kepentingan Negara dan Hak Masyarakat Adat Papua
APERO FUBLIC  I  Pembangunan infrastruktur kerap dianggap sebagai salah satu tanda kemajuan suatu daerah. Kehadiran jalan dapat memperlancar mobili…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20262135
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Balikpapan Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Berita Nasionalis Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Cirebon Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampu Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makalah Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Mesir Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olahraga9 Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat
    APERO FUBLIC  I  Kebakaran hutan dan lahan (Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Kebakaran hutan dan lahan (kar...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?
    APERO FUBLIC  I  Ada satu angka yang cukup menjelaskan arah politik Indonesia hari ini: dari delapan partai politik yang lolos ...
  • Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia
    Vani Satya Puspita Anggraeni APERO FUBLIC  I  Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi ke...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso
    APERO FUBLIC  I  Kegiatan Pelatihan Calon Transmigran (Catrans) Poso dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Ba...
  • SKENARIO TERBAIK-NYA
    APERO FUBLIC   I  CERITA KITA .--  Tahun 2020 menjadi momen yang membingungkan bagi banyak orang. Pandemi COVID-19 mengubah bany...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Cara Cerdas Mahasiswa Indonesia Pakai AI Tanpa Jadi Plagiat: Memanfaatkan Teknologi untuk Produktivitas Tanpa Mengorbankan Integritas Akademik
    APERO FUBLIC   I  Lebih dari satu hari, Kiki (nama samaran), mahasiswa semester 6 di salah satu universitas di Jakarta, duduk di...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Thursday, October 03, 2024
Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Monday, February 16, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Tuesday, October 08, 2024

Popular Post

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso

Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso

Saturday, September 26, 2026
SKENARIO TERBAIK-NYA

SKENARIO TERBAIK-NYA

Wednesday, June 17, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Cara Cerdas Mahasiswa Indonesia Pakai AI Tanpa Jadi Plagiat: Memanfaatkan Teknologi untuk Produktivitas Tanpa Mengorbankan Integritas Akademik

Cara Cerdas Mahasiswa Indonesia Pakai AI Tanpa Jadi Plagiat: Memanfaatkan Teknologi untuk Produktivitas Tanpa Mengorbankan Integritas Akademik

Monday, September 14, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 74 Berita 1956 Berita Daerah 1830 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1253 Brand 117 Budaya Daerah 42 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 34 Dongeng 67 Ekonomi 129 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 9 Flora 67 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 20 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1384 Kesehatan 56 Kisah Legenda 10 Kuliner 35 Mitos 15 Opini 812 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 60 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 8 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 222 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 54 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us