Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Study Tour : Mengenal Wisata Situs Gunung Susuru di Ciamis
Pelajar SMAN 1 Mangunjaya Memilih Berwisata ke Situs Gunung Susuru di Ciamis Sebagai Bentuk Implementasi Nyata Dari Rasa Cinta Tanah Air dan Berinteraksi Langsung Dengan Warisan Sejarah Lokal Yang Sejalan Dengan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
Pendahuluan
Langkah siswa-siswi SMAN 1 Mangunjaya, Pangandaran, Jawa Barat memilih studi wisata (study tour) ke Situs Gunung Susuru di Ciamis merupakan implementasi nyata dari rasa cinta tanah air dan penguatan karakter.
Melalui pendekatan pembelajaran luar kelas, siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warisan sejarah lokal, yang sejalan dengan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Mangunjaya mewujudkan pembelajaran yang holistik, di mana siswa diajak untuk lebih peka terhadap kekayaan budaya bangsa, sesuai dengan prinsip-prinsip Pendidikan Kewarganegaraan.
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, generasi muda sering kali lebih mengenal budaya luar dibandingkan sejarah dan warisan daerahnya sendiri. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.
Oleh karena itu, langkah siswa-siswi SMAN 1 Mangunjaya yang memilih berwisata edukatif ke Situs Gunung Susuru merupakan tindakan positif yang patut diapresiasi karena mencerminkan implementasi nyata nilai cinta tanah air sekaligus sejalan dengan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan.
Sejarah singkat tentang Situs Gunung Susuru
Wisata Situs Gunung Susuru terletak di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, Jawa barat. Tempat ini bukanlah gunung berapi, melainkan bukit yang dibentengi secara alami oleh pertemuan Sungai Cimuntur dan Cileueur. Disebut Gunung Susuru karena di bukit tersebut banyak tumbuh kembang Susuru, yaitu sejenis kaktus yang hanya bisa tumbuh di sana.
Konon, Susuru merupakan tumbuhan yang menghiasi taman keraton Galuh Kertabumi atau dipergunakan juga tanaman pagar keraton. Sayang, saat ini tanaman tersebut sudah punah.
Situs Gunung Susuru adalah napak tilas kejayaan Kerajaan Galuh Kertabumi, yang didirikan oleh Putri Tanduran Ageung pada abad ke-16. Di sini, pengunjung tidak hanya disuguhkan pemandangan asri, tetapi juga bukti arkeologis berupa punden berundak, goa-goa, dan benteng batu kuno sepanjang kurang lebih 2 km.
Sayangnya, potensi wisata edukasi yang tinggi ini masih membutuhkan perhatian serius pemerintah terkait penataan akses dan promosi.
Oleh karena itu, kegiatan pelajar SMAN 1 Mangunjaya berkujung ke situs sejarah ini agar dapat mempromosi ataupun mengajak kepada generasi muda yang lainnya untuk tetap menghargai, mencintai warisan sejarah lokal dan melestarikan warisan sejarah lokal agar tetap dikenal di seluruh kalangan masyarakat bahkan generasi selanjutnya.
Rumah Musium berbagai macam artefak kuno Batu Patapaan
Jalan menuju situs Gunung Susuru Peninggalan pada masa pra-sejarah
Isi Pembahasan
Wisata sejarah bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan sarana pembelajaran yang mampu mempertemukan peserta didik dengan jejak masa lalu bangsanya secara langsung. Dengan mengunjungi Situs Gunung Susuru, para siswa dapat melihat dan memahami peninggalan sejarah lokal yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ciamis dan Tatar Sunda.
Pengalaman ini tentu berbeda dibandingkan hanya membaca materi dari buku pelajaran di kelas. Interaksi langsung dengan situs sejarah mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, penghargaan terhadap leluhur, serta kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
Pendidikan Kewarganegaraan pada dasarnya tidak hanya bertujuan menciptakan siswa yang memahami teori tentang negara dan konstitusi, tetapi juga membentuk warga negara yang memiliki karakter nasionalisme, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap budaya bangsa.
Dalam konteks ini, kegiatan wisata edukatif ke situs sejarah menjadi media pembelajaran yang efektif. Para siswa belajar bahwa mencintai tanah air dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mengenal sejarah daerah sendiri, menjaga kelestarian situs budaya, dan menghormati nilai-nilai peninggalan nenek moyang.
Selain itu, kunjungan ke Situs Gunung Susuru juga dapat memperkuat identitas lokal di kalangan generasi muda. Di era modern, banyak remaja yang mulai kehilangan kedekatan dengan sejarah daerahnya sendiri.
Padahal, identitas nasional dibangun dari keberagaman budaya dan sejarah lokal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ketika siswa mengenal sejarah lokalnya, mereka akan memiliki rasa bangga terhadap daerah asalnya. Rasa bangga inilah yang kemudian berkembang menjadi rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Kegiatan semacam ini juga memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran kolektif untuk melestarikan warisan budaya. Situs sejarah bukan hanya milik generasi masa lalu, melainkan titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Dengan hadirnya pelajar di tempat-tempat bersejarah, tumbuh pesan moral bahwa sejarah tidak boleh dilupakan. Generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga dan merawat peninggalan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.
Lebih jauh lagi, wisata sejarah dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih kritis dan reflektif. Mereka dapat memahami bahwa perjuangan bangsa dan perkembangan peradaban tidak terjadi secara instan. Ada nilai pengorbanan, kerja keras, dan semangat persatuan yang diwariskan oleh para pendahulu.
Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yang ingin menciptakan generasi muda berkarakter Pancasila, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Berikut adalah kaitan antara studi wisata (study tour) ke Situs Gunung Susuru dengan Cinta Tanah Air :
Mengenal Akar Sejarah dan Budaya: Situs ini, yang merupakan peninggalan Kerajaan Galuh Kertabumi dan kerajaan yang didirikan oleh Putri Tanduran Agung (putri dari Raja Galuh). Memahami sejarah di negeri sendiri meningkatkan rasa memiliki, bangga dan siswa belajar menghargai dan melestarikan warisan budaya, yang merupakan bentuk cinta tanah air.
Membangun Identitas Nasional: Kunjungan ke situs gunung susuru ini membantu generasi muda, terutama di Ciamis dan sekitarnya, untuk memahami sejarah lokal yang membentuk identitas bangsa Indonesia. Hal ini membantu siswa memahami akar budaya mereka, yang merupakan komponen krusial dalam Pendidikan Kewarganegaraan dan wawasan kebangsaan.
Menjaga dan Melestarikan Peninggalan Sejarah
Kegiatan wisata edukatif mendorong kesadaran untuk ikut menjaga situs bersejarah agar tetap lestari bagi generasi berikutnya.
Upaya Pelestarian Warisan Bangsa: Berkunjung ke situs ini mendukung upaya pelestarian situs budaya berbasis sejarah lokal, sebagai bentuk aksi nyata menjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya. Siswa juga dapat mempromosikan wisata Situs Gunung Susuru ini yang membantu menggerakkan ekonomi dan kesadaran pelestarian situs di Ciamis.
Menanamkan Sikap Peduli Terhadap Lingkungan dan Budaya Lokal
Cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga tindakan nyata menjaga kekayaan budaya dan sejarah bangsa.
Berikut adalah kaitan antara studi wisata (study tour) ke Gunung Susuru dengan pendidikan kewarganegaraan:
Implementasi Nilai Nasionalisme
PKn mengajarkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme, kemudian hal ini yang diterapkan oleh pelajar SMAN 1 Mangunjaya melakukan kunjungan langsung ke situs sejarah.
Pembelajaran Aktif dan Bermakna: Kunjungan ini melampaui pembelajaran di kelas, memungkinkan siswa untuk melakukan penelitian sederhana, observasi, dan merasakan pengalaman langsung di lokasi bersejarah.
Pendidikan Berbasis Konteks (Contextual Learning): Study tour ke situs lokal memungkinkan siswa mengaitkan materi pembelajaran sejarah/PKn di kelas dengan bukti fisik langsung di lapangan.
Pembentukan Karakter Warga Negara yang Baik
Sikap menghargai budaya dan sejarah mencerminkan nilai Persatuan Indonesia serta semangat gotong royong dalam menjaga warisan bangsa.
Pengamalan Nilai Pancasila
Sikap menghargai budaya dan sejarah mencerminkan nilai Persatuan Indonesia serta semangat gotong royong dalam menjaga warisan bangsa.
Meningkatkan Kesadaran Sejarah Kebangsaan
Dalam kegiatan ini siswa-siswi dapat membentuk generasi penerus sebagai warga negara yang sadar akan identitas dan sejarah bangsanya agar memiliki semangat menjaga keutuhan NKRI.
Mendorong Partisipasi Aktif Generasi Muda
Melalui kegiatan edukatif, siswa didorong berperan aktif dalam pelestarian budaya sebagai bentuk tanggung jawab warga negara.
Kesimpulan
Dengan demikian, kegiatan wisata edukatif ke Situs Gunung Susuru menjadi bentuk nyata implementasi Pendidikan Kewarganegaraan karena mampu menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya bangsa pada generasi muda.
Pilihan siswa-siswi SMAN 1 Mangunjaya untuk berwisata ke Situs Gunung Susuru di Ciamis bukanlah sekadar perjalanan biasa, melainkan bentuk nyata pembelajaran kebangsaan yang kontekstual dan bermakna.
Kegiatan tersebut mencerminkan semangat cinta tanah air, kepedulian terhadap sejarah lokal, serta implementasi nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam kehidupan nyata.
Sudah sepatutnya kegiatan seperti ini terus didukung oleh sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar generasi muda Indonesia semakin mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya bangsanya sendiri.
Daftar Pustaka
Visit ciamis, (2023). Menapaki Situs Gunung Susuru Untuk Menyaksikan Pesona Yang Tak Terlupakan. https://visitciamis.id/menapaki-situs-gunung-susuru-untuk-menyaksikan-pesona-yang-tak-terlupakan/
Uung Runalan Soedarmo, Sri Pajriah, Aan Suryana. (2021). Pengembangan Pariwisata Budaya Berbasis Situs Sejarah Lokal Gunung Susuru di Kabupaten Ciamis. https://jurnal.unigal.ac.id/abdimasgaluh/article/view/6006.
Penulis:
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment