Esai
Islam dan Masyarakat
Kampus
Keislaman
Mahasiswi
Pendidikan
HADITS : Keutamaan Bersilaturahim
PENDAHULUAN
APERO FUBLIC I ESAI. - Silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam kehidupan sosial, khususnya dalam budaya dan nilai-nilai keagamaan di Indonesia.
Secara sederhana, silaturahmi dapat diartikan sebagai upaya menjalin dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia, baik dengan keluarga, kerabat, maupun masyarakat luas.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan cenderung individualistis, nilai silaturahmi sering kali terabaikan, padahal perannya sangat besar dalam menciptakan keharmonisan dan mempererat persaudaraan.
Keutamaan silaturahmi tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga memberikan manfaat secara spiritual dan emosional. Banyak ajaran yang menekankan bahwa menjaga tali silaturahmi dapat memperpanjang umur, melapangkan rezeki, serta mendatangkan ketenangan hati.
Selain itu, hubungan yang terjalin dengan baik mampu mengurangi konflik, memperkuat rasa empati, dan membangun lingkungan yang penuh dengan rasa saling menghargai.
Oleh karena itu, memahami pentingnya silaturahmi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi hal yang sangat relevan. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai keutamaan silaturahmi serta bagaimana cara menerapkannya secara nyata di tengah dinamika kehidupan modern.
BAGIAN ISI
Islam mengajarkan menyambung hubungan kerabat atau silaturahim. Dalam bahasa Indonesia, istilah serapannya menjadi silaturahmi sebagai kata yang baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Jadi, bahasa Arabnya adalah silaturahim, sedangkan istilah baku dalam bahasa Indonesia adalah silaturahmi. Sehingga, kita tidak perlu mempermasalahkan kedua istilah ini. Keduanya merujuk pada satu pengertian yang sama yakni menyambung hubungan kekerabatan.
Imam An-Nawawi rahimahullan menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim, silaturahim adalah berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak menghubungkan dan keadaan orang yang hendak dihubungkan. Terkadang berupa kebaikan dalam hal harta, terkadang dengan memberi bantuan tenaga, terkadang dengan mengunjunginya, dengan memberi salam, dan cara lainnya.
Meskipun demikian, silaturahim maupun silaturahmi juga bisa bermakna lebih luas. Tidak hanya terbatas pada kerabat atau persaudaraan senasab. Namun, juga bisa hubungan persahabatan dan pertemanan. Sesuai dengan arti silaturahmi dalam KBBI yakni tali persahabatan (persaudaraan).
Juga sesuai dengan semangat ukhuwah Islamiyah sebagaimana Surat Al-Hujurat ayat 10. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk menyambung tali persaudaraan.
Di antaranya pada Surat An-Nisa ayat 1:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.
"Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian." (QS. An Nisa: 1).
Allah juga menjelaskan bahwa hubungan kerabat itu lebih dekat dan karenanya kita harus menjalin silaturahim untuk menjaganya.
Contoh Silaturahmi dalam Islam
Seperti penjelasan Imam Nawawi di atas, silaturahmi tidak terbatas pada mengunjungi. Sering kali ketika terdengar istilah silaturahmi, persepsi kita terbatas pada bertamu atau berkunjung (ziarah) ke rumahnya.
Memang, berkunjung ke rumah seseorang adalah salah satu bentuk silaturahmi kepada orang tersebut. Namun, silaturahmi lebih luas dari itu.
Contoh bentuk silaturahmi antara lain:
Bertamu atau mengunjungi rumah kerabat, saudara, atau teman
Halalbihalal pada momen idulfitri
Berbuat baik kepadanya
Memberi hadiah
Mengucapkan salam dan menyambung komunikasi
Membantu baik dalam bentuk harta, pikiran, atau tenaga
Memberikan pertolongan saat kerabat atau sahabat dalam kesulitan
BAGIAN PENUTUP
Sebagai penutup, silaturahmi bukan sekadar tradisi atau kebiasaan sosial, melainkan sebuah nilai luhur yang memiliki dampak besar dalam kehidupan manusia. Dengan menjaga hubungan baik antar sesama, kita tidak hanya menciptakan keharmonisan dalam lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat batin yang mendalam, seperti ketenangan, kebahagiaan, dan rasa saling peduli.
Di tengah tantangan kehidupan modern yang sering membuat manusia semakin sibuk dan individualistis, menjaga silaturahmi menjadi semakin penting untuk dilakukan. Hal ini dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menyapa, berkunjung, atau sekadar menjalin komunikasi secara rutin dengan orang-orang terdekat.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan silaturahmi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat membangun hubungan yang lebih erat, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan yang lebih damai dan penuh makna.
PENULIS : Dinda Syafira
Mahasiswi Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Dakwah dan Ilmu Kominikasi, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam. Mata Kuliah Hadist.
Dosen: Muhammad Firdaus,B.A, MA., Ph.D.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Esai

Post a Comment