Esai
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Laporan Study Kasus : Kurangnya Keaktifan Peserta Didik Didalam
KURANGNYA KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DI DALAM PEMBELAJARAN
A. Deskripsi Kasus
Pada saat melakukan PPL di sekoalah mitra tepatnya di SDN Kulingkinari Kami mahasiswa PPG yang melakukan PPL disana yang pertama kami lakukan yakni melaksanakan observasi terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu di awal PPL.
Pada saat itu kami memiliki beberapa catatan terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pamong di dalam kelas dan yang paling menonjol dalam observasi yakni kurangnya keaktifan peserta didik di dalam pembelajaran.
Pembelajaran yang dilakasanakan hanya berpusat pada guru saja tidak pada peserta didik sesekali guru bertanya kepada peserta didik namun hanya beberapa saja peserta didik yang merespon guru sehingga kesan pembelajaran yang dilakukan terlalu pasif. Selain itu juga di dalam proses pembelajaran guru masih terpaku pada buku dan juga masih Bm.eAngngaulinsaiks aSnitumaestiode ceramah.
Sehingga kesan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas begitu monoton sehingga menyebabkan peserta didik tidak aktif dalam proses. Pada saat melakukan perancangan dan memberikan evaluasi pembelajaran.
Saya sangat tertarik untuk merancang pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada peserta didik. Saya merancang pembelajaran yang berbasis teknologi yang bisa saya gunakan di dalam kelas tempat saya berPPL.
Yang pertama saya lakukan adalah membuat video pembelajaran, game interaktif, merancang pembelajaran berbasis game online ( game wordwall). Sedangkan untuk model pembelajaran yang saya gunakan yakni PBL ( problem based learning ) yang dimana model pembelajaran ini lebih menekankan pada pemecahan masalah sehingga membuat peserta didik dapat terlibat aktif di dalam proses pembelajaran.
Dalam melakukn perancangan dan evaluasi saya berperan aktif dalam membuat ide dan inovasi atas rancangan yang dibuat namun saya tidak sendiri saya terus dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan ( DPL), guru pamong serta teman- teman sejawat yang terus memberikan motivasi, masukan, arahan serta saran terkait dengan apa yang akan saya lakukan sehingga saya dapat menerapkan rancangan tersebut dengan baik.
Dalam meyususn dan menyelesaikan rancangan serta evaluasi tersebut tentu saja banyak tantangan dan rintangan yang saya dapatkan diantaranya pada saat membuat video pembelajaran dimana saya harus membuat video pembelajaran yang bisa menjadi pemantik kepada peserta didik serta kontekstual dengan kehidupan peserta didik.
Bukan hanya itu saja saya juga harus tertantang dengan trus membuat ide kreatif dalam membuat video pembelajaran agar dalam pengemasan video tersebut terlihat menarik bisa memotivasi peserta didik, membuat peserta didik nyaman dalam pembelajaran, peserta didik bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, serta tidak bosan dalam belajar. selain itu juga tantangan yang saya dapatkan yakni kendala jaringan pada saat proses pembelajaran.
B. Alternatif Solusi
Langkah pertama yang saya lakukan yakni merancang pembelajaran yang sesusia dengan kebutuhan peserta didik yakni menggunakan model pembelajaran problem based learning ( PBL).
PBL sendiri merupakan model yang menekankan pada peserta didik yang berperan aktif di dalam pembelajaran. Selain itu juga problem based learning bisa melatih peserta didik dalam berfikir menyelesaiakan masalah yang diberikan oleh guru.
Didalam pembelajaran saya memebentuk kelompok kecil. Di awal pembelajaran saya menampilkan power point (PPT) yang di dalamnya terdapat video pembelajaran guna untuk mengawali kegiatan belajar mereka saya mengemas video tersebut secara menarik guna untuk membuat mereka termotivasi didalam pembelajaran.
Selanjutnya didalam pembelajaran saya menggunakan pos-pos untuk peserta didik dimana disetiap pos tersedia materi yang akan dipelajari peserta didik, sehingga membuat mereka menjadi antusias dan bersemangat dalam pembelajaran, di dalam pos juga saya menyajikan materi sesuai dengan kebutuhan peserta didik terutama pada aspek gaya belajar mereka untuk yang audio visual saya memberikan video pembelajaran, dan untuk visual saya berikan gambar dan bacaan sedangkan yang kinestetik saya memberikan praktikum atau praktek.
Pos sendiri saya buat menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Di dalam pembelajaran saya memberikan game edukasi kepada peserta didik game yang saya berikan merupakan game online yakni game wordwall,aplikasi game ini sangat menarik karena memiliki banyak fitur sehingga banyak jenis permainannya dengan begitu peserta didik sangat berantusias didalam pembelajaran.
kendala yang saya dapatkan pada saat memberikan game online sendiri yakni jaringan dan juga peserta didik tidak semua memiliki gawai, namun saya tetap memberikan game online tersebut dengan memakai laptop saya menyediakan laptop sebanyak 4 buah sesuai dengan jumlah kelompok peserta didik sehingga setiap kelompok memiliki 1 laptop, mengenai jaringan solusi yang saya lakukan yakni dengan meberikan hotspot dari gawai pribadi dan juga dari gawai teman sejawat.
Dengan begitu pembelajaran yang saya berikan itu menyenangkan bagi peserta didik dan memberikan semangat bagi mereka di dalam pembelajaran.
C. Evaluasi
Berdasarkan hasil dari perancangan dan evaluasi aksi nyata yang telah saya lakukan bahwa ada perubahan dari peserta didik yang diajar. Peserta didik sangat antusias didalam pembelajaran, selalu bersemangat, dan aktif di dalam pembelajaran yang saya berikan.
Karena pembelajaran yang saya berikan kepada peserta didik tidak monoton tetapi bervariasi sehingga peserta didik tidak merasa bosan, hal ini dibuktikan pada saat saya melakukan wawancara dengan peserta didik yang saya ajar tersebut dari hasil wawancara mereka sangat suka dengan pembelajaran yang bervariasi mulai dari menonton video, bermain game wordwall, dll.
Selain itu juga pembelajaran yang diterapkan berdampak positif bagi peserta didik karena membuat mereka menjadi aktif.
Selain itu mereka belajar dengan menggabungkan teknologi di dalam pembelajaran mereka ini merupakan pengalaman baru buat mereka pada saat pembelajaran di dalam kelas.
Dampak positif inilah yang terus mendorong diri pribadi untuk terus mengembangkan ide kreatif karena seorang guru merupakan garda terdepan untuk masa depan peserta didik.
PENULIS : Nikma Laung
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Esai

Post a Comment