-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng Kebun Peri Burung (Asia Tengah)
Dongeng

Kebun Peri Burung (Asia Tengah)

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
16 Dec, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Pada suatu masa yang lampau. Hiduplah dua anak manusia. Mereka adalah teman baik. Asan, umurnya lebih tua, mata pencahariannya sebagai petani. Dia selalu menanam jagung di lembah yang subur. Khasen, mata pencahariannya sebagai pengembalah domba di bukit yang sepi. Istri keduanya telah meninggal beberapa tahun silam. Saat ini, mereka menghadapi masa sulit. Asan memiliki seorang putri dan Khasen memiliki anak laki-laki yang selalu membantu Khansen mengembalah domba milik mereka.

Mereka sering saling mengunjungi satu sama lain. Waktu itu keduanya duduk di depan rumah mereka berbicara tentang saat-saat indah ketika mereka masih muda. Dimana kehidupan waktu itu tidak sesulit sekarang. “Apakah kau masih ingat hari-hari musim panas yang panjang ketika kita masih muda. Kita menghabiskan waktu kosong pergi memancing. Kata Asan di sela-sela percakapan mereka. Khasen mengangguk. Dia ingat hari-hari riang masa mudanya dengan sangat baik. Dia sering berharap bahwa mereka dapat kembali muda seperti dulu.
“Kau tidak berpikir bahwa musim dingin lebih buruk setiap tahun? Tahun lalu, dombaku hanya bertambah puluhan ekor saja. Jumlah yang sedikit peternak di lereng bukit. Aku benar-benar khawatir. Musim dingin tahun ini. Sekarang rumput tumbuh sedikit. Mungkin tidak cukup untuk bertahan satu tahun ini. Kata Khasen.

Waktu berlalu, cuaca tidak berubah bahkan menjadi lebih buruk. Menjadi lebih dingin dan lebih dingin dan segera rumput apa pun yang hidup di lereng bukit mati beku. Kembali salju mulai turun setiap hari. Pada akhir pedesaan mereka ditutupi dengan salju tebal salju dan es. Khansen mencoba mengembala domba-dombanya ke wilayah lain, tetapi di sana sama juga. Sekarang para gembala menggelengkan kepala mereka. Mereka mengatakan kepadanya bahwa domba mereka juga kekurangan makanan. Es menutupi terlalu tebal di atas tanah dan ditambah angin yang dingin. Khasen pergi mengunjungi temannya, Asan, untuk meminta nasihatnya.
"Apa, yang harus saya lakukan, Asan. Semua wilayah tertutup es. Rumput tidak ada dan akan disusul domba-dombaku yang mati karena tidak ada makanan. Kata Khasen.
Putra Khasen juga kebingungan dia berkata. "Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi, paman Asan. Kata anak itu sedih.
"Domba akan mati, maka akan kami juga akan mati, diikuti anak saya dan teman-teman saya pengembala domba. Saya pikir saya harus mengucapkan selamat tinggal, kepadamu. Mungkinan ini musim dingin terakhir yang kami lalui. Kata khasen, menangis sedih.
Asan adalah orang yang murah hati dan dia memutuskan untuk membantu temannya. "Ambil setengah ladang jagung saya. Masih banyak tanah yang tidak di tanamai. Dengan begini kita masih dapat hidup dan melewati musim dingin yang mengerikan ini. Kata Asan.

Khasen menatapnya dengan linangan air mata. Da hanya datang untuk pamit. Tidak mengharapkan kebaikan seperti itU dari sahabatnya. Tapi untuk itu. Maka dia mengucapkan terima kasih lagi dan lagi. Dari hari itu dan seterusnya, Khasen menjadi petani. Dia bekerja dari pagi sampai larut malam mengolah tanah ladang. Asan menasihati putra Khasen agar selalu membantunya. Jagung tumbuh tinggi dan subur. Dalam waktu singkat, Khasen menjadi petani yang baik. Dia belajar banyak dari temannya. Tahun berlalu, dua sahabat sekarang hidup bahagia bertetangga.

Suatu hari, Khasen pergi seperti biasa untuk bekerja di ladangnya. Matahari bersinar terang dan hari yang bersemangat, riang. Khasen menggali tanah cukup dalam yang subur. Tiba-tiba, dia mendengar suara. Sekopnya membentur sesuatu keras. Dia menggali lebih dalam lagi dan dia menemukan gerabah guci besar. Guci yang air sepertinya. Bentuk seperti stoples di rumahnya. Dia penasaran, dia membuka tutup guci. Di dalam guci ada ratusan benda berkilau, mengkilap.
"Uang emas. Kata Khasen, dengan mulut terbuka. Dia pikir bahwa dia sedang bermimpi, lalu mencubit tubuhnya dengan kuat-kuat. Tapi ini bukan mimpi sadarnya. Dengan gembira dia bergegas pulang memanggil keluar Asan, sahabatnya. "Asan kesini cepat. Panggilnya. Asan tiba di dekatnya. "Kau tidak akan pernah percaya apa yang aku temukan. Katanya.
Asan dan Khasen berlari ke ladang jagung bersama-sama. Mereka mengangkat guci keluar dari tempat yang tersembunyi. "Asan kau pemiliknya. Anda sekarang menjadi orang kaya. Kata khasen gembira sekali. "Tidak itu milikmu, saya memberikan tanah ini padamu. Sehingga uang emas ini sah milikmu. Kata Asan tegas.
"Tidak boleh begitu, Kenapa kau berkata begitu. Kau adalah pemilik dari seluruh lahan ladang tanah. Kau membiarkan setengah tanah ini untuk pekerjaanku ketika aku berada di saat-saat sulit. Jadi, apa pun yang ditemukan di sebidang tanah ini adalah milikmu. Argumen Khasen pada Asan. Mereka berdua berdebat siapa pemilik uang emas itu. Karena keduanya adalah orang-orang yang sangat baik. Sehingga keduanya ingin mencari kesepakatan yang sesuai dan adil satu sama lain.

"Cukup Khasen, jangan buang waktu berdebat tentang siapa yang memiliki uang emas ini. Kita berikan kepada anak-anak kita saja. Aku melihat beberapa waktu ini anakmu menyukai putriku, begitu pun putramu. Mari kita atur pernikahan dengan pesta besar. Lalu memberi mereka emas ini untuk hadiah pernikahannya. "Kata Asan. Khasen setuju bahwa itu adalah ide bagus. Dengan ati-hati, mereka menyembunyikan guci uang emas di lubang dan kembali menutupinya dengan tanah.

Pernikahan berlangsung beberapa minggu kemudian. Pesta pernikahan berlangsung. Acara pesta ada yang menari dan keluarga yang tinggal ditempat yang jauh datang menghadiri. Beberapa hari setelah pernikahan. "Kami benar-benar tidak bisa menerima uang emas. Tidak baik bagi anak-anak apabila menerima apa yang ayah mereka menolaknya. Kami sudah kaya tanpa uang emas. Cinta kami lebih kaya dari semua harta di dunia. Kata putri Asan itu. Kembali lagi mereka mulai berdebat siapa pemilik uang emas itu.

"Kalian berdua harus mengambil emas ini. Aku dan Asan sudah tua. Kami hanya perlu sedikit saja di usia tua kami. Kalian masih muda. Berbuatlah apa yang bisa kalian lakukan dengan kekayaan ini. Kata Khasen pada anak dan menantunya. Tetapi mereka tidak menerima uang emas itu.
"Baiklah, kita pergi ke Datu yang tinggal di dusun. Datu adalah orang bijaksana. Dia akan bisa membantu kita memutuskan apa yang harus dilakukan dengan semua uang emas ini. Kata Khasen. Puyang mendengarkan dengan sabar. Menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Asan, apa yang baik yang akan Anda lakukan dengan uang emas. Tanya Datu Dusun.
"Ohh, baik Puyang yang bijaksana. Bagi mana kalau diserahkan Khan Agung. Karena dia penguasa di tempat kita tinggal ini. Datu mengerutkan kening dan berbalik bertanya pada Khasen. "Bagaimana denganmu, Khasen.
"Datu, Puyang dusun kami, menurutku bagaimana kita berikan pada bapak hakim. Dia adalah penetap hukum dan semua dapat diputuskan. Kembali Datu mengerutkan kening dan beralih ke anak Asan. "Bagaimana dengamu nak, apa saranmu. Tanya Datu sambil tersenyum. Putri Asan mengatakan kepadanya bahwa uang emas dikubur dalam bumi kembali kemudian dilupakan.
Datu menghelah nafas dalam. Itu bukan jawaban yang tepat. Datu berbalik ke arah putra Khasen. "Sekarang, apa yang akan kau lakukan degan uang emas itu anakku. Tanya Datu pada anak Khasen.

Putra Khasen berpikir keras dan panjang. Ini memang hal yang sulit menurutnya. "Puyang, saya akan menggunakan uang emas untuk membeli banyak lahan pertanian. Kemudian akan ditanam pohon buah-buahan. Sehingga saat orang sudah bekerja seharian. Mereka dapat memetik buah dengan sesuka hatinya. Orang-orang juga bisa menikmati keindahan alam di kebun itu, sambil makan buah. Saya berharap tidakada lagi orang kelaparan. Usul anak Khasen.

Datu yang bijaksana itu berdiri dan memeluk putra Khasen. "Pergilah ke kota raja. Belilah bibit yang baik dan kemudian belilah tanah dan tanamlah kebun buah-buahan seperti yang kau katakan. Kata Datu desa mereka.

Putra Khasen melakukan perjalanan selama beberapa hari. Dia melewati padang rumput, gurun dan akhirnya sampai ke kota raja di sebuah bukit. Di kota raja itu, berdiri istana khan besar. Di sudut pasar di sisis alun-alun kerajaan. Dia melihat pemandangan yang aneh. Barisan burung hidup yang dikurung di sangkar. Kaki dan sayap burung-burung itu diikat. Putra Khasen merasa kasihan pada mereka, karena dia juga menyukai burung-burung. Dia ingin membeli satu untuk hewan peliharaan. Pasar yang ramai, melalui jalan yang berkelok-kelok akhirnya kafilah yang membawa burung sampai di pasar.

Terdengar teriakan yang menyedihkan dari burung-burung itu. Entak mengapa anak Khasen dapat mendengar. Pemuda itu melihat bahwa burung-burung itu sangat sengsara. "Tolong bantu kami, Tuan yang baik. Malam ini kami akan disembelih sebagai jamuan makan malam Khan Agung. Kata burung.
"Berapa harga yang Khan Agung membeli burung-burung ini. Tanya putra Khasen pada pemimpin kafilah pedagang burung. “Lima ratus keping emas. Kata pria pedagang burung itu.
“Bebaskan mereka. Aku akan membayar pada Anda dua kali lipat jumlah itu. Kata pemuda putra Khasen. Pemimpin kafilah itu tertawa. Anak Khasen tidak terlihat seperti orang kaya. Pakaiannya juga sangat sederhana. Tapi ketika dia melihat kepingan-kepingan uang emas. Maka pemimpin kafilah dagang itu setuju. Dia dengan cepat membebaska burung-burung itu. Dengan bahagia, burung-burung itu terbang mengepakkan sayapnya.
Membawa kantong uang yang sudah kosong. Pemuda itu pulang. Dia telah menghabiskan semua uang untuk membebaskan burung-burung tersebut. Saat dia berjalan, dia mulai berpikir. Itu bukan uang saya. Apa yang saya lakukan belum tepat. Aku berjanji pada Datu untuk membangun kebun buah-buahan untuk masyarakat miskin di dusunku. Sekarang sudah tidak ada uang lagi. Pikir putra Khasen disepanjang jalan pulang.
Dia begitu kesal, lalu dia menangis dirinya sendiri, dan tidur. Dalam tidur dia bermimpi. Dalam mimpinya burung-burung yang dia bebaskan telah kembali. “Terima kasih sudah membebaskan kami. Kami tidak bisa kembalikan uang emasmu. Namun kami akan membantumu untuk menanam tanaman dan membangun kebun bua Anda. Kata para burung.
Beberapa waktu kemudian dia kemudian terbangun dan melihat keluar dari jendela. Melihat persis sama seperti mimpinya. Burung-burung itu memang ada. Dengan cakar mereka menggali lubang di tanah. Di setiap lubang mereka menempatkan benih dan kemudian menutupi lubang dengan tanah.
“Apa yang kalian lakukan? Tanya putra Khasen.

“Setelah Anda membantu kami. Sekarang giliran kami untuk membantu Anda. Kata pemimpin burung. Di depan matanya taman ajaib tumbuh. Tunas muda berwarna hijau, berubah menjadi pohon muda, yang tampak bergoyang-goyang diterpa angin. Kemudian dalam waktu singkat, pohon berubah menjadi besar-besar. Muncul, menumbuhkan cabang berdaun-daun lebat. Pemuda menyaksikan bunga muncul lalu bunga mekar. Apel emas tergantung dari cabang-cabang pohon. Semua yang terlihat tidak dapat dipercaya. Dia mencubit dirinya beberapa kali untuk membuktikan apakah dia sedang bermimpi.

Saya harus memberitahu Datu yang bijaksana. Ini bukan bermimpi. Dia berlari cepat untuk bisa membawa Datu menyaksikan. Segera dia bercerita tentang perjalanannya ke kota dan kebun ajaib. Di lakukan oleh kekuatan gaib para burung yang dia bebaskan dan sekarang membantunya untuk menanam kebun. Datu pun hampir tidak percaya yang disaksikan matanya.


"Ini benar-benar menakjubkan. Aku belum pernah melihat sesuatu seperti itu dalam hidup saya. Kata Datu. Di sekeliling kebun dewa-dewi tercipta pagar besi yang tinggi. Serta gerbang yang terkunci. Segera berita kebun ajaib yang tersebar di seluruh negeri. Orang-orang datang dari seluruh negeri untuk melihatnya, tetapi mereka tidak bisa masuk melalui gerbang.
Kebun ini ditanam untuk orang-orang miskin. Orang kaya tidak dapat masuk. Orang-orang yang mencoba untuk mencuri buah apel emas akan mati. Pesan pemimpin burung kepada warga desa yang datang berbondong-bondong ke kebun.

"Itu kebun untuk kita. Karena hanya untuk orang miskin. Sekarang kita tidak akan kelaparan lagi. Ketika masa sulit datang. Kata penduduk desa dengan bahagia, satu sama lain. Pemuda si anak Khasen menjadi terkenal. Semua orang ingin bertemu dengannya dan mendengar tentang cerita kebun yang ajaib itu.

Satu hari, tentara Khan Agung datang ke kebun. "Atas nama khan, buka gerbang ini. Tanaman di kebun ini milik khan. Lalu, mereka merobohkan gerbang dan pagar lalu masuk ke kebun.

"Jangan memtik buah apel emas. Nanti Anda akan mati. Kata pemuda. Tetapi tentara serakah tidak peduli mereka tetap mengambil sesuka hati.

Dengan rakus mereka mengumpulkan apel emas. Namun, kemudian satu per satu. Setiap prajurit khan jatuh dari kudanya, dan mati. Orang-orang jahat sekarang takut. Benar, kebun berada di bawah kekuatan ghaib. "Jangan menyentuh apel emas. Ujar mereka memperingatkan anak-anak mereka.


Rewrite. Apero Fublic
Arti Kata:
Datu
: pemimpin. Khan: raja. Puyang: Gelar kehormatan, panggilan untuk orang tua.

Sy. Apero Fublic

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

UNIM Bone: Gelar Seminar dan Expo Produk dan Riset PKM serta Hadirkan PAGENZI

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, August 18, 2026 0
UNIM Bone: Gelar Seminar dan Expo Produk dan Riset PKM serta Hadirkan PAGENZI
APERO FUBLIC   I  WATAMPONE.— Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) menggelar Seminar dan Expo/Pameran Produk dan Riset Program Kreativitas Ma…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261728
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Media Sosial: Manfaat Besar atau Risiko Nyata bagi Remaja ?
    Perubahan Interaksi Sosial Remaja di Era Digital APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Media sosial kini menjadi ruang utama bagi remaja Indonesia . D...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar
    APERO FUBLIC   I  CILEGON.–   Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 17 Kelurahan Mekarsari dari Universitas Bina Bangs...
  • KPM Mandiri Kelompok 14 Uin Sultanah Nahrasiyah Kunjungi SDLB Desa Burni Bius, Bangun Kebersamaan Bersama Guru dan Siswa
    APERO FUBLIC  I  Burni Bius, Aceh Tengah, 5 Agustus 2026. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 14 mela...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Media Sosial: Manfaat Besar atau Risiko Nyata bagi Remaja ?

Media Sosial: Manfaat Besar atau Risiko Nyata bagi Remaja ?

Wednesday, December 10, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Friday, August 14, 2026
KPM Mandiri Kelompok 14 Uin Sultanah Nahrasiyah Kunjungi SDLB Desa Burni Bius, Bangun Kebersamaan Bersama Guru dan Siswa

KPM Mandiri Kelompok 14 Uin Sultanah Nahrasiyah Kunjungi SDLB Desa Burni Bius, Bangun Kebersamaan Bersama Guru dan Siswa

Tuesday, August 04, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1870 Berita Daerah 1773 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1242 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 127 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1075 Kesehatan 46 Kisah Legenda 10 Kuliner 33 Mitos 15 Opini 685 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 208 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 42 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us