11/07/2021

KULIAH BUKAN JAMINAN MENUJU SUKSES.

APERO FUBLIC.- Berangkat dari keresahan penulis pribadi, disini saya berpendapat bahwa “kuliah tidak menjamin seseorang menjadi sukses, terkhusus saat kuliah pada masa pandemi sekarang ini. Dimana perkuliahan lebih banyak dilakukan di depan layar perangkat elektronik atau daring. Mungkin pesatnya perkembangan teknologi telah membantu memudahkan informasi-komunikasi. Namun mengurangi kreatifitas dan produktivitas mahasiswa. Begitulah teknologi sekarang yang sangat canggih membuat manusia dapat berbicara tanpa tatap muka.

Mungkin teknologi demikian hal yang baik. Akan tetapi tidak sedikit dampak buruk akibat perkembangan berbagai teknologi. Dalam dunia pendidikan misalnya, membuat manusia menjadi malas menulis. Sekarang, banyak mahasiswa atau mungkin sarjana yang tulisan tangannya cenderung tidak bagus. Bahkan untuk mengetik dengan alat elektronik sekalipun terkadang mahasiswa juga merasa malas.

Di sini tampak sekali kalau mahasiswa telah kehilangan kreativitas dan produktivitas dalam hal menulis. Baik menulis kebutuhan tugas ataupun menulis dalam bidang profesional. Bahkan saat membuat tugas, mahasiswa sekarang lebih sering menggunakan fitur copy & paste yang disediakan di gawai daripada mengetik. Hal demikian jauh berbeda dengan zaman saat mayoritas orang menggunakan mesin ketik.

Nyatanya malas itu merupakan sifat buruk yang sulit dilepaskan dari pribadi manusia terkhusus mahasaiswa. Akan tetapi pada masa sekarang ini mahasiswa dituntut untuk lebih banyak mencari dan pengembangan intelektual sendiri. Pada kenyataannya memang sistem perkuliahan mengharuskan mahasiswa lebih banyak membuka search engine bukan hanya mendengarkan apa yang diajarkan oleh dosen. Nyatanya juga dosen lebih banyak memberikan tugas daripada menjelaskan bahan ajar pada mata kuliah tersebut.

Pada kenyatanya seseorang itu hanya akan mencari dengan alasan butuh atau tertarik. Manusia cenderung malas untuk mencari apa yang menurutnya tidak menarik, atau sesuatu yang tidak dia butuhkan. Padahal tidak sedikit mahasiswa yang kuliah pada jurusan yang tidak dia inginkan. Hal itu tentunya akan membuat mahasiswa itu menjalani perkuliahan dengan setengah hati. Bahkan beberapa mahasiswa mungkin merasa senang apabila kuliah diliburkan.

Jika dilihat dari sisi kerugian, jelas mahasiswa tersebut banyak mengalami kerugian, baik dalam segi biaya, tenaga, waktu (umur). Jelas suatu kerugian jika sudah mengeluarkan biaya untuk kuliah akan tetapi ilmu yang dia dapat tidak sesuai dengan uang, tenaga dan waktu yang dia berikan. Bahkan terkadang saat dia masuk ke dunia kerja, gaji yang dia peroleh bahkan lebih kecil dari uang yang dia keluarkan untuk kuliah.

Disaat teman-teman sebayanya yang tidak kuliah telah berkecukupan dari segi materil, atau bahkan telah berumah tangga, sarjana sendiri masih baru merasakan apa yang dinamakan gaji honor atau gaji kecil. Bukankah hal tersebut terlihat tertinggal dengan teman-teman yang tidak kuliah?.

Jelas kuliah tidak menjamin seseorang menjadi sukses, akan tetapi kuliah sendiri bertujuan memperbesar peluang seseorang untuk menuju kesuksesan, adapun hal positif dari banyaknya tugas yang diberikan dosen adalah agar mahasiswa terbiasa mengatur waktu dengan baik, menjadikan mahasiswa terlatih untuk bekerja keras, serta membiasakan mahasiswa untuk bekerja dibawah tekanan.

Tentunya hal tersebut tidak didapatkan di bangku sekolah menengah, bukankah hasil tidak akan menhianati usaha? Kuliah atau tidak, silahkan tentukan pilahanmu.

Oleh: Aprilian Chairunesa.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 7 November 2021.
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Prodi Ilmu Perpustakaan. Email: chairunesa@gmail.com

Sy. Apero Fublic

1 comment:

  1. semoga mampu membuka pikiran serta wawasan untuk calon mahasiswa ๐Ÿ˜Š, semangat ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    ReplyDelete