8/31/2021

Pustakawan Harus Multitalent.

APERO FUBLIC.- Pernahkah kalian mendengar istilah pustakawan?. Apa yang kalian ketahui tentang pustakawan?. Dalam kesempatan ini kita akan membahas apa itu pustakawan. Pustakawan merupakan sebuah profesi yang berkecimpung dengan dunia buku. Di sisi lain, seorang pustakawan juga dituntut untuk giat membaca.

Sebagai bentuk pengembangan kepentingan profesinya. Seperti pengembangan pengetahuannya dibidang disiplin ilmu pengetahuan. Sekaligus juga bentuk pengembangan kepribadian, intelektualitasnya serta intuisinya sebagai seorang pustakawan. Sehingga, di dalam perpustakaan dirinya memiliki fungsi sosial, fungsi komunikasi dan fungsi informasi, bukan hanya sebatas penjaga gudang buku.

Pustakawan secara formal lulusan dari sebuah Perguruan Tinggi. Mempelajari dan menguasai ilmu tentang perpustakaan. Gelar akademisi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang lulusan dari jurusan ilmu perpustakaan adalah S.IP yang berarti Sarjana Ilmu Perpustakaan. Banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang jurusan Ilmu Perpustakaan. Banyak yang bertanya-tanya apalagi adik-adik yang baru lulus SMA (Sekolah Menengah Ata).

“Memangnya ada ya, kuliah jurusan Ilmu Perpustakaan?,” Begitulah mungkin pendapat dari masyarakat luas. Tidak heran kalau banyak kalangan yang bertanya demikian. Memang di tengah masyarakat kita kuliah dibidang Ilmu Perpustakaan masih asing. Belum banyak Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan tersebut.

Sebab dalam pandangan masyarakat seorang penjaga perpustakaan saja, tentu tidak perlu lulusan perguruan tinggi. Karena masyarakat belum tahu fungsi dan baiknya sebuah perpustakaan dikelolah dengan baik dan rapi.         Sebab pustakawan menguasai bidang keilmuan dan karakter literasi sehingga mampu menjadi penggerak perpustakaan dengan baik. Maka dari itu, berbeda sekali antara penjaga gudang buku dan pustakawan.

Bahkan penulis pada awalnya tidak mengetahui adanya jurusan Ilmu Perpustakaan. Baru tahu dan masuk kulia Ilmu Perpustakaan atas saran ibu penulis. Wajar, sebab kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurang populer karena jurusan Ilmu Perpustakaan terbilang baru di Indonesia.

Di sisi lain dalam pandangan masyarakat umum, mungkin untuk menjadi seorang pustakawan tidak perlu banyak ilmu karena hanya duduk di meja pengunjung dan mencatat nama pengunjung. Sehingga mereka menganggap bahwa pustakawan adalah profesi yang sangat mudah bahkan seseorang yang tidak menjalani perkuliahan pada jurusan Ilmu Perpustakaan pun dapat menjadi pustakawan. Banyak hal yang tidak diketahui orang-orang tentang tatakelolah perpustakaan.

Menjadi pustakawan harus menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan tentang tatakelolahnya, seperti pengkatalogan buku dan non buku, klasifikasi buku, automasi perpustakaan, kearsipan, bahkan aplikasi teknologi informasi, ilmu komunikasi dan sebagainya.

Selain ilmu-ilmu bidang kearsipan dan tatabuku. Seorang pustakawan juga harus banyak pengetahuan terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan tentang literasi. Misalnya adanya pengunjung ingin mencari referensi tentang suatu displin ilmu. Seorang pustakawan harus dapat menunjukkan tempat dan jenis-jenis buku. Sehingga pengunjung terbantu dan mudah dalam mencari buku.

Sehingga untuk menjadi seorang pustakawan haruslah orang yang memiliki multitalent. Bayangkan saja apabila di dalam sebuah perpustakaan terdapat pustakawan yang tidak menguasai bidang apa pun. Maka akan sangat kacau perpustakaan tersebut, mulai dari tata kelolah adminsitrasi buku sampai dengan klasifikasi bidang keilmuan.

Lalu seorang pemustaka atau pengunjung akan sangat kebingungan mencari literasi yang dia inginkan. Kalau pun berjumpa dengan bidang ilmu yang dia inginkan, pastilah dia sudah membongkar dan membolak-balik satu demi satu buku di dalam perpustakaan tersebut. Tentu sangat melelahkan karena perpustakaan memiliki banyak koleksi buku-buku.

Dengan demikian perpustakaan akan kacau dan buku berantakan selalu. Pengunjung akan malas datang ke perpustakaan. Kalau demikian akankah perpustakaan itu berkembang dan lebih maju?. Lalu adakah kenyamanan di dalam perpustakaan yang berantakan itu?. Apakah dapat orang membedakan antara gudang buku dengan perpustakaan lagi?. Ada pepatah berkata, “Perpustakaan adalah jantungnya kampus.” Bagaimana kalau jantung tidak berfungsi. Tentu kampus layaknya zombi-zombi yang berjalan tapi tidak hidup lagi. Apakah lulusan pada universitas tersebut patutu diperhitungkan?.

Selain itu, perpustakaan juga jantung sekolah, jantung masyarakat dan jantungnya negara. Dimana kecerdasan dan intelektual masyarakatnya dapat dikembangkan. Sekaya apapun dan sebesar apapun sebuah bangsa kalau dihuni rakyat bodoh tetap akan hancur juga. Dimana kesejahteraan dan keadilan hanyalah omong kosong belaka. Itulah sebabnya sebuah perpustakaan memerlukan seorang pustakawan. Bukan pustakawan penjaga gudang buku, tapi pustakawan yang multitalenta.

Multitalenta jangan hanya ditapsirkan sebatas Ilmu Perpustakaan saja. Misalnya diadakan suatu kegiatan atau seminar digedung perpustakaan. Apa bila pemandu acara berhalangan hadir, seorang pustakawan harus dapat dan siap menggantikannya. Sebagaimana pustakawan semasa kuliah sudah dibekali ilmu komunikasi. Bekerja pada sebuah perusahaan seorang lulusan Ilmu Perpustakaan dapat menjadi  arsiparis (yang mengurus kearsipan) sebagaimana dia dibekali ilmu tentang kearsipan.

Jika dibandingkan antara tugas seorang guru dengan seorang pustakawan tidak jauh berbeda. Karena seorang pustakawan dituntut untuk menguasai segala macam disiplin ilmu pengetahuan dan informasi literasi. Perbedaan keduanya, seorang guru membagikan ilmu pada murid-muridnya dengan cara mengajarkan. Sedangkan pustakawan membagikan ilmu secara tidak langsung, dia memberikan ilmu pada pemustaka saat dia berkunjung. Dan pemustaka diminta belajar mandiri. Sementara pustakawan akan memandu dan mengarahkan tentang literasi yang pemustaka inginkan.

Pada intinya, pustakawan bukanlah sebuah profesi yang hanya duduk untuk menjaga perpustakaan dan buku-buku saja. Tetapi tugas pustakawan lebih berat lagi dari itu. Jangan meremehkan profesi pustakawan, sebab disana terdapat tugas mulia. Profesi sebagai pustakawan sama halnya dengan profesi lainnya. Kita hidup memiliki jalan dan takdir masing-masing. Cita-cita dan pengabdian pada masyarakat yang berbeda-beda. Ingat, memberikan ilmu yang bermanfaat pada manusia, adalah amal jariyah. Bangga menjadi seorang pustakawan.

Oleh. M. Bimo Jati Atmojo
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Parodi Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment