8/04/2021

Mengenal Pan-Turanisme

APERO FUBLIC.- INTERNASIONAL. Pada pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke 20 di belahan Barat bumi kita tumbuh berbagai paham politik kebangsaan dan ideolagi-ideologi. Masa ini adalah transisi dari pemerintahan monarki ke negara bangsa. Kekaisaran Rusia runtuh oleh revolusi kaum bolsevik dengan ideologi leninisme yang didukung partai komunis. Dari sanalah kelak muncul istilah penyebutan komunisme dan ideologi menyebar ke seluru dunia. Italia muncul ideologi fasis dan paham totaliter jerman oleh Nazi.

Negara bangsa terbentuk dengan sekularisme sebagaimana Turki, Jerman, Perancis, yang menjadi Turki sekuler, dan negara-negara Eropa lainnya. Di Turki Utsmani muncul berbagai ideologi kebangsaan dan menjadi salah satu faktor penting dalam runtuhnya  kekhalifaan Turki Utsmani. Paham dan ideologi kebangsaan memang dibangkitkan oleh pihak sekutu dan musuh-musuh Turki. Di Balkan yang sudah berabad-abad muncul paham slavisme yang didukung Rusia.

Di Timur Tengah muncul paham kebangsaan Arab yang digunakan untuk menentang Turki Usmani yang didukung sekutu. Kemudian berdirilah negara-negara bangsa di Timur Tengah sebagaimana sekarang, terutama dirampasnya Palestina oleh Inggris dari Turki Utsmani. Kekhalifaan Turki Utsmani berusaha untuk menyatukan dan menguatkan kekhalifaan dengan membangkitkan persaudaraan Islam atau yang dikenal dengan Pan-Islam. Sultan Abdul Hamid II berupaya dunia Islam bersatu dalam menghadapi agresor sekutu terutama Inggris. Namun seruan Sultan tidak mendapatkan sambutan, kalah oleh paham kebangsaan dan ras. Contohnya, orang Arab di Mekah dipimpin Syarif Husain justru mengobarkan perang dengan Kekhalifaan dan bekerja sama dengan Inggris.

Dengan demikianlah, Profesor Zio Gok Alp tidak menyukai Pan-Islam. Dia menyukai Pan-Turanisme, menurutnya ikatan kebangsaanlah yang dapat menyelamatkan Turki. Membangkitkan kesadaran seluruh Ras Turki dimana pun mereka berada. Pan-Turanisme adalah paham kebangsaan yang berdasarkan kesamaan ras, bahasa, dan budaya.

Kalau kita pelajari paham kebangsaan bukan hadir ditengah wilayah lain, tapi juga muncul dari bangsa Turki sebagai pendukung utama Kekhalifaan Islam. Dengan demikian orang Turki juga memiliki andil memecah Kekhalifaan. Zio Gok Alp salah satu orang Turki yang mendukung sekularisme Turki. Hal demikian sekularisme dan paham kebangsaan Turki akan terus berkembang dan sampai pada puncaknya, muncul dan bangkitnya kemalisme.

Pan-Turanisme tidak disukai Rusia, sebab banyak sekali wilayah Rusia yang terdiri dari bangsa Turki. Termasuk wilayah Krimea dan Asia Tengah. Sebagaimana kita kenal dimana adanya negara-negara Asia Tengah, seperti Republik Kirgistan. Saat Revolusi Rusia (1917) terjadi, banyak wilayah yang di diami bangsa Turki memproklamasikan kemerdekaanya.

Seperti Tatar Krime yang menyatakan kemerdekaan pada 26 Desember 1917. Kaukasus Utara 20 September 1917. Kirghiz Orenburg 20 September 1917. Republik Tatar Kazan pada Oktober 1917. Muslim Turkestan pada Desember 1917. Gerakan kemerdekaan di sekitar Bashkir Ufa, suku Turki di Transkaspia, Kesultanan Khiva dan Bukhara.

Pada bulan Desember 1917 di Transkaukasia terdiri dari tiga etnis, yaitu Armenia, Georgia, dan Azerbaijan membentuk Parlemen Transkaukasia dan menyatakan kemerdekaan mereka dari Rusia. Kemudian mereka membentuk tentara nasional terdiri dari orang Armenia dan Georgia. Dalam hal ini, ada kelompok Azeri atau orang Azerbaijan yang tidak mau bekerja sama dengan Armenia dan Georgia. Karena terpengaruh oleh ideologi Pan-Turanisme. Mereka juga berharap Turki melindungi kemerdekaan mereka dari tekanan Rusia.

Tujuan Pan-Turanisme membentuk sebuah kawasan besar yang menyatukan bangsa Turki. Mencapai pusat Kaukasia, menyeberangi Laut Kaspia lalu ke Asia Tengah. Untuk itu, langkah awal adalah bergabung dengan Pemerintah Azerbaijan di Ganja. Waktu itu, tentara Turki diperkuat oleh orang Azeri, Ajar, umat Islam Kaukasus lainnya (1918). Pasukan tersebut dipimpin oleh Nusi Pasha sebagai seorang ideolog dari Pan-Turanisme.

Namun dalam perjalanannya, partai Komunis lokal melakukan kudeta (Maret 1918) dipimpin oleh Stepan Shaumian dan berkuasa di Kota Baku lalu membantai sekitar 10.000 orang Muslim Armenia. Lalu Jerman ikut campur dan tidak menyukai Pan-Turanisme sebab Jerman juga memiliki ambisi untuk menguasai Rusia dan tidak ingin Turki menjadi kuat. Internal Turki dan keadaan politik internasioal menekan Turki, bangkitnya komunisme, perang Turki-Sekutu, dan kudeta kaum sekularisme-kemalis membuat Pan-Turanisme tenggelam. Turki pun menjadi sebuah negara bangsa seperti sekarang, Republik Turki. Dimana wilayah negara mereka hanya di semenajung Anatolia.

Dari perjalanan sejarah tersebut dapat kita saksikan terbentuknya tiga negara bertetangga sekarang, Armenia, Georgia dan Azerbaijan. Dimana sengketa wilayah masih berlanjut sampai sekarang antara Azerbaijan dan Armenia di kawasan Nagorno Karabah. Turki juga terus membantu Azerbaijan dalam melawan orang-orang Armenia. Sementara Rusia juga terus ikut dalam urusan wilayah Transkaukasia. Perang dan damai terus berlansung entah sampai kapan berakhir. Kejadian tersebut adalah warisan politik tradisional mereka. Blok Barat dan Rusia terus berselisih dan pekerjaan mereka berperang di Timur Tengah, di Perbatasan Balkan-Rusia juga bentuk warisan politik tradisional.

Perebutan hegemoni dan upaya-upaya Blok Barat agar dapat mengimbangi kekuatan Rusia, berusaha agar negara-negara di Timur Tengah, Anatolia, Balkan, tetap netral adalah politik benteng teritorial mereka. Selain itu, alasan ekonomi dan sumber daya alam (minyak bumi, gas, dan mineral lainnya). Bagian alasan Blok Barat dan Sekutu-Amerika Serikat sampai sekarang terus mengganggu Timur Tengah-Afrika Mediterania.

Bagaimana seandainya Asia Tengah, Asia Barat, Balkan bergabung dengan kekuatan Rusia. Tentu hal tersebut adalah mimpi buruk Eropa. Dalam hal Pan-Islam tentu juga hal yang menakutkan semua kekuatan politik di dunia, baik itu negara sekuler berpenduduk Muslim dan non muslim, kerajaan monarki baik itu berpenduduk muslim dan non muslim, tentu juga komunisme. Sungguh indah menyaksikan sejarah, bukan???.

Disusun: Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S,Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 5 Agustus 2021.

Sumber foto ilustrasi: Leyla: https://id.pinterest.com/pin/666884657293978268/

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment