Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

8/29/2020

Budaya Mulia Masyarakat Desa Sugihan

Apero Fublic.- OKU Selatan. Gotong Royong atau Kerja Bakti adalah budaya bangsa Indonesia sejak zaman purba dahulu. Sifat kekeluargaan yang tinggi diantara masyarakat telah menumbuhkan kesadaran bersama dalam menggapai kemajuan hidup.

Semoga kelak semangat gotong royong juga masuk dalam sistem perekonomian. Dimana masyarakat bekerjasama dalam membangun ekonomi dan membangun persatuan ekonomi, seumpamanya membentuk koperasi  tani. Yang mengatur modal, distribusi, pelatihan, dan edukasi.

Pagi ini, kegiatan gotong royong dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Sugihan, Kecamatan Muaradua Kisam, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Masyarakat bekerjasama dengan iklas membersihkan dan memperbaiki badan jalan menuju perkebunan mereka.

Di komandoi Kepala Desa, Bapak Zulpidin dan Ketua RT (Rukun Tetangga) setempat, diantara Bapak Amirudin. Sedangkan ketua panitia gotong royong perbaikan jalan dipimpin oleh saudara Miko Repliansah. Kegiatan dilaksanakan dari pukul 07:00 WIB sampai dengan selesai (30/08/2020).

Jalan akses penting pertanian warga tersebut adalah jalan menuju perkebunan warga. Jalan tersebut digunakan warga untuk mengangkut hasil-hasil pertanian. Seperti hasil panen buah kopi, beragam jenis sayur mayur dan lainnya.

Sehingga menjadi jalan yang sangat penting bagi warga sekitar. Walau dalam keterbatasan warga tidak berpangku tangan. Sekarang mereka perbaiki jalan dengan bergotong royong. Dengan demikian, membuat pekerjaan berat menjadi ringan dan cepat.

Semoga kekompakan warga Desa Sugihan terus terpelihara. Kemudian dari pemerintah juga akan memberikan perhatian yang lebih pada petani. Terkhusus petani di daerah Kecamatan Muaradua kisam. Misalnya Pemerintah membangunkan jalan poros untuk satu kawasan pertanian. Supaya warga mudah mengangkut hasil pertanian dan juga mudah mendistribusikan hasil perkebunan sayur mayur. Maju terus petani, majulah Indonesia.

Oleh. Zulkipli Adi Putra, S.Hum.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Muaradua Kisam, 30 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.

Hikayat Lebung Lintah Di Desa Gajah Mati

 

Apero Fublic.- Pada Zaman dahulu Desa Gajah Mati masih berupa pemukiman Talang kecil yang sederhana sekali. Baru sekitar seratus lima puluh rumah saja. Tempat tinggal baru berupa pondok yang dibangun dengan kayu, beratap daun rumbaia, berdinding kulit, dan berlantai bambu. Bentuk pondok dengan latai menurun. Pola pemukiman memanjang mengikuti sungai, rumah-rumah pun menghadap ke sungai.

Belum ada kerajaan yang memerintah di tanah Melayu. Penduduk masih hidup dalam pemerintahan taradisional Melayu, Pedatuan. Gelar pemimpin adalah Pedatuan adalah Depati, pemimpin talang Datu, gelar kehormatan adalah Puyang.

Perahu dan rakit tertambat di tepian madi. Anak-anak selalu bermain di sungai, dan para orang tua bekerja di ladang. Suasana Sungai Keruh selalu ramai hilir mudik perahu-perahu warga. Yang pulang dari ladang atau pulang dari menangkap ikan.

Lebung Lintah pada awalnya tidak ada. Lokasi awalnya hanyalah hutan yang banyak kubangan kerbau. Penduduk sering melewati kubangan-kubangan tersebut saat akan mandi ke Sungai Keruh. Sekarang lebung linta berada di sisi tepi Desa Gajah Mati. Tidak jauh dari Masjid Thoibatul Ihsan.

Lebung adalah tempat penampungan air alami yang berbentuk seperti danau namun ukuran lebih kecil dan lebih dangkal dari danau. Fungsi lebung aslinya adalah untuk penampungan air alam di musim hujan. Saat sungai-sungai meluap maka air akan mengalir ke dalam lebung-lebung.

*****

Pada masa itu, dimana tahun dan tanggal belum ada. Di sisi Talang Gajah Mati hiduplah seorang wanita berumur limapuluhan tahun. Dia tinggal sendiri, karena suaminya telah meninggal lima tahu lalu. Sedangkan sepuluh orang anaknya telah menikah dan tinggal di rumah mereka masing-masing. Orang Talang Gajah Mati memanggilnya, Puyang Malinta.

Puyang Malinta hidup dengan bergelimang harta. Dia selalu meminjamkan emas, perak, padi kepada orang-orang membutuhkan. Tapi dengan bunga yang tinggi sekali. Bunga kalau tidak dibayar akan berbunga juga, lalu bunga itu kalau belum lunas berbunga lagi. Walau kaya tapi dia tidak mau serumah dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Dia lebih suka hidup sendiri dan bersenang-senang. Keluarga dia anggap pengganggu yang membuat dia boros.

*****

Puyang Malinta, seperti biasa duduk berkumpul dengan ibu-ibu. Kebiasaan ibu-ibu berbincang-bincang tanpa arah, kesana kemari entah apa yang dibahas. Namun berbeda apabila Puyang Malinta yang berbicara. Dia selalu menyalahkan semua aktifitas orang dan orang tidak pernah benar di matanya. Lewatlah seorang ibu-ibu yang selalu beribadah pada tuhan. Ibu itu wanita yang baik dan jujur.

“Uh, meminta pujian supaya di bilang baik. Ibadahnya cuma meminta dibilang rajin ibadah.” Ujar Puyang Malinta. Tidak lama kemudian lewat seorang ibu-ibu tua yang tidak pernah beribadah. “Uh, rambut sudah uban, selalu keluyuran. Ibadah apa, kan sebentar lagi mati, juga.” Kata Puyang Malintah.

Orang rajin dia bilang serakah dan tamak. Orang malas dia bilang tidak tahu diri, miskin malas. Menikah cepat dia bilang kecepatan. Menikah lambat dia hina-hina. Bukan hanya orang lain, anak dan menantunya juga begitu dia perlakukan. Sehingga mereka semua pindah rumah karena tidak tahan dengan tabiat dari Puyang Malinta.

Puyang Malinta merasa dirinya selalu benar dan tidak pernah salah. Kalau dia salah dengan berbagai jalan dia mau membenarkan dirinya. Kalau dia gagal menguasai seseorang. Dia mulai mengarang cerita bohong untuk mengajak orang membenci orang tersebut.

*****

Peristiwa buruk menimpa seorang lelaki beristri. Akibat ulah dari mulut Puyang Malinta. Cerita berawal ketika dia membantu seorang janda yang terjatuh saat menggendong kayu bakar. Seorang warga Talang Gajah mati bercerita tentang hal itu. Tapi ceritanya tidak bermaksud memfitnah. Hanya sebatas bercerita kejadian jatu sebab terpelesat saja. Untung katanya keranjang tidak menimpa si janda.

"Tadi pagi mengambil kayu bakar bersama Ayuk Raya. Kasihan, dia terpelesat, jatu berguling di bukit. Untung keranjang tak menimpa badan. Ayuk hampir jatuh kebawa bukit. Kalau tak ada Kak Bajau membantu, tak tahu apa yang terjadi." Cerita ibu itu, pada teman-temannya.

"Adu, kasihan ayuk Ruya, ya. Ditinggal mati suami, sekarang mengurus anak seorang diri." Ibu yang di sebelah berkata. Puyang Malinta diam mendengar cerita.

“Sepertinya sudah masak bua enau, kita.” Kata ibu muda seraya menggendong anaknya di punggung. Begitulah kegiatan ibu-ibu sering mengolah buah enau bersama-sama untuk membuat kolang-kaling. Setelah masak, mereka mengangkat rebusan buah, lalu ada yang membelah dan ada yang mencongkel buah. Selesai dibagi rata, dan pulang kerumah masing-masing.

Sepulang dari mengolah buah enau, Puyang Malintah pulang kerumah, dia kemudian bercerita juga dengan ibu-ibu tetangganya. Tapi berbeda, cerita itu ditambah-tambah dengan hal yang mengarah pada perselingkuhan. Puyang Malinta yang memiliki sifat buruk punya niat tidak baik. Kemudian memanfaatkan cerita itu dengan dia cara ditambah-tambah.

“Bagaimana bisa si Bajau disana. Bisa-bisanya kebetulan sekali. Padahal Bajau ladangnya jauh.” Kata Puyang Malintah menghasut pemikiran ibu-ibu itu.

“Tak baik, kalau laki-laki terlalu dekat dengan janda. Ibarat pepatah, kalau elang berteman dengan ayam, cepat atau lambat disambar juga.” Kata seorang ibu-ibu lainnya.

Cerita yang bertambah-tambah itu berkembang menjadi fitnah. Dari mulut ke mulut dan sampai ke telinga istri si Bajau. Padahal Bajau hanya kebetulan lewat hendak pergi berburu ke hutan. Saat menolong ada perempuan lain dan baru sekali itu saja. Akhirnya mendapat fitnah dan dia menjadi bertengkar dengan istrinya. Bahkan hampir saja bercerai. Begitulah mulut Puyang Malinta selalu berbuat demikian sepanjang hidupnya. Hasut dan hasad adalah ahlak dirinya. Sangat pandai membaca keburukan orang. Tapi dia lupa atas keburukan dirinya sendiri.

*****

Memasuki bulan kemarau di tahun itu. Seperti biasa penduduk Talang Gajah Mati duduk-duduk di pangkeng. Pangkeng di bangun disekitar ruma. Semacam bangku yang terbuat dari kayu dan bambu. Puyang Malinta kembali bergabung dengan kerumunan warga. Sore itu, lewat seorang anak berumur tiga belasan tahun. Anak itu, menjual makanan dan sayuran. Berbaju sederhana dan ada tambalannya. Melihat anak itu, dia bertanya anak siapa.


“Anak siapa itu?.


“Anak Uwa Badun.” Jawab seorang ibu-ibu. Mendengar nama Pak Badun, Puyang Malinta mengenali Pak Badun. Mulai Puyang Malinta bercerita keburukan keluarga besar Pak Badun. Mulai dari kakek-nenek Pak Badun sampai anak yang baru saja lewat dia rendahkan. Dia menceritakan keburukan tiap orang keluarga Pak Badun.

“Jangan kalian mau menjadikan anak itu menantu, sebab keluarga mereka semua miskin dan tidak baik. Agar keturunan kalian tidak tertular keburukan keluarga mereka.”

*****

Suatu hari yang cerah, Puyang Malintah jalan-jalan di tengah Talang. Dia memamerkan kalung emas dan perhiasan lainnya. Bajunya juga tenunan sutra terbaru pada masanya. Berjumpalah dia dengan seorang anak muda yang sedang bekerja membersihkan kayu gaharu untuk dijual ke pedagang Cina di ibu kota.

"Kamu kalau masih bujangan jangan rajin bekerja. Karena kalau sudah menikah kamu tidak rajin bekerja lagi, jadi pemalas." Ujar Puyang Malinta. Puyang Malinta iri pada anak muda itu. Dia takut nanti anak muda itu lebih kaya dari dirinya. Selain itu, dia iri sebab anak-anaknya pemalas dan bodoh semua. Mendengar itu, si pemuda itu menjawab.

"Puyang, sebagai anak muda kita memang harus bekerja. Mencari pendapatan untuk membantu ekonomi keluarga. Menabung untuk keperluan sendiri, untuk belajar, untuk menikah dan lainnya. Belajar ilmu agama, belajar bekerja memang sewaktu muda. Sebab masa muda tidak dua kali. Orang kita berpikir masa muda untuk malas-malasan, itu salah. Mengapa negeri kita tidak maju-maju, sebab hampir semua anak muda  membuang masa muda dengan perbuatan salah." Jawab si pemuda dengan tegas. Puyang Malinta terdiam lalu pergi.  Suatu hari Puyang Malinta bertemu dengan pemuda yang pemalas.

"Aku nak menasihati kau. Janganlah kau malas-malas begitu. Harus sadar diri, awak miskin, rupa jelek juga. Apalah guna kau ini, dan apa manfaat manusia seperti kau ini. Berentilah kau jadi pamalas begini." Kata Puyang Malintah. Puyang Malinta berdalih menasihati, tapi si pemuda menjadi marah besar.

“Ah, kau ini. Wanita tua yang sombong. Dimana kau berkata disitu kau membuat onar.” Kata anak muda pemalas itu.

*****

Waktu berlalu dan Puyang Malinta tidak pernah sadar diri. Pada suatu hari, lewatlah seorang pedagang alat-alat rumah tangga. Menjual piring, cangkir, cerek, semuanya terbuat dari gerabah. Hari itu, semua barang-barang habis terjual. Di perahu kajang juga sudah terjual semua. Sehingga banyak mendapat beberapa lempengan emas dan perak. Lempengan emas dan perak hasil tukar menukar dia simpan di kantong yang terubat dari kain. Lalu dia letakkan didalam keranjang kecil menggantung di bahunya. Zaman itu, orang berdagang masih sistem barter atau tukar menukar.

Karena lelah, si pedagang beristirahat di bawah sebatang pohon liar di tepi jalan. Puyang Malinta lewat di hadapan si pedagang. Lalu terjadilah percakapan diantara keduanya.

“Sudah habis semua barang-barangnya, Tuan?.” Tanya Puyang Malinta.

“Iya, sudah habis semua.” Jawab si pedagang tersenyum bahagia. Puyang Malinta mendekat dan tanpa sengaja melihat buntalan emas di dalam keranjang si pedagang gerabah. Timbul niat jahat, dia ingin mencuri buntalan itu. Dia tahu ada beberapa keping emas dan kepingan perak. Maka dia mencari akal bagaimana mencurinya. Di ujung jalan terdengar suara anak-anak yang akan lewan di hadapan mereka. Tampak empat orang anak-anak laki-laki mendekat. Puyang Malinta berpikir keras, dia pun menemukan ide. Dia panggil keempat orang anak itu.

Anak-anak polos itu menurut dan mendekat Puyang Malinta dan si Pedagang Gerabah yang sedang beristirahat. Puyang Malinta akhirnya duduk di sisi pedagang. Dia berkata pada anak-anak kalau dia mau berandai-andai tentang kancil yang cerdik. Tapi dengan syarat harus menari berkeliling tempat duduk dimana dia dan si pedang gerabah istirahat, sebanyak lima keliling. Anak-anak polos itu mau dengan syarat yang mudah sekali. Dua tangan diletakkan dibahu kawan dan berlari beriringan. Andai-andai adalah hiburan yang luar biasa pada masa itu.

Anak-anak itu lalu menari berkeliling bersamaan. Pada putaran ke empat Puyang Malinta menarik kayu kecil melintang, sehingga membuat anak-anak terjatuh. Tampa ampun empat anak-anak itu terjatuh dan menyerempet si pedagang gerabah. Lalu tubuh pedang gerabah terdorong dan dia menjadi lengah.

Dalam keadaan itulah, tangan Puyang Malinta menyambar buntalan keping emas di dalam keranjang si pedagang. Lalu dengan cepat dia masukkan kedalam saku bajunya. Karena anak-anak itu terjatuh. Terjatuh karena perbuatan Puyang Malinta sendiri. Puyang Malinta pura-pura marah pada anak-anak itu.

“Dasar anak-anak tidak sopan.” Ujar Puyang Malinta. Dia meminta anak-anak itu untuk minta maaf pada si pedagang. Keempat anak-anak itu saling menyalakan dan meminta maaf pada si pedagang. Kemudian Puyang Malinta pamit pergi dan anak-anak juga pulang. Tidak jadi mendengarkan andai-andai membuat mereka kecewa. Tinggal si pedagang gerabah yang kebingungan. Saat dia menyadari kepingan emas dan peraknya hilang. Barulah dia sadar, kalau telah dipermainkan Puyang Malinta.

Pedagang gerabah pergi mengadu ke rumah Datu Talang Gajah Mati. Mendengar cerita itu, Datu meminta hulubalang untuk memanggil Puyang Malinta dan empat anak-anak itu. Karena merekalah yang berdekatan dengan si pedagang di bawah pohon saat dia beristirahat.

“Puyang Malinta, Baku, Tuwa, Luga dan Mana. Jawablah dengan jujur, siapa yang mengambil emas dan perak Tuan Pedagang ini. Kalau kalian mengaku dan mengembalikan, maka tidak dihukum. Serta berjanjilah tidak akan mengulangi perbuatan jahat itu!.” Kata Datu Talang Gajah Mati dengan suara tegas.

Anak-anak yang polos hanya menjawab tidak dan menggeleng polos. Sementara Puyang Malinta berkata sangat pandai dan bersilat lidah yang sangat lihai. Bahkan dia menyudutkan kalau salah satu diantara anak-anak itu yang mungkin mengambil.

“Tidak mungkin, aku memiliki banyak emas, perak, tembaga dan harta benda lainnya. Kurang ajar sekali kalau sampai menuduh aku. Aku sudah tua, mana mungkin berbuat memalukan begitu.” Kata Puyang Malinta dengan marah-marah. Dia berakting menutupi salahnya. Karena datu dan hulubalang tidak dapat membuktikan. Maka salah satu jalan terakhir adalah bersumpah. Maka dipersipakanlah acara persumpahan.

Tapi Puyang Malinta tidak mau bersumpah. Dia bilang sumpah tidak berguna sebab orang masih bisa berbohong. Dia hanya ingin bukti yang jelas bukan bermain sumpah. Karena itu, pedagang akhirnya mengalah dan mengiklaskannya. Sebelum pergi, si pedagang gerabah berkata.

“Aku serahkan pada tuhan yang maha kuasa. Hukuman dan balasan terbaik datang dari tuhan semesta alam. Terimakasih waktunya, saya pamit untuk pulang, Puyang Datu dan adinda Hulubalang selamat tinggal.” Katanya. Pedagang itu, pulang berjalan menuju Sungai Keruh. Dijalan, dia melihat banyak kubangan kerbau, lalu dia melempar batu kedalam kubangan. Entah apa yang dia baca, kemudian dia melanjutkan perjalanan menuju Sungai Keruh dimana perahu kajangnya tertambat.

"Siapa nama tuan pedagang itu, hulubalang?." Tanya Datu, sambil matanya memperhatikan langkah pedagang yang semakin jauh.

"Dia dijuluki Puyang Makbol Kato, saudara seperguruan dari Puyang Kilat Kemaru dan Puyang Burung jauh. Tempat tinggalnya di Minanga, Datu." Jelas hulubalang yang memang mengetahui sebab dia kepala keamanan, tentu orang asing datang dalam pengawasanya. Datu Talang Gajah Mati terkejut. Sekarang mereka tahu berhadapan dengan orang sakti.

Keesokan harinya cuaca kurang baik. Angin dan mendung terus-menerus dari pagi sampai siang. Puyang Malinta merasa gembira sekali mendapat emas dan perak curian. Dia tertawa-tawa dan menyebut pedagang gerabah yang bodoh. Karena hari sudah siang, Puyang Malinta ingin mandi ke Sungai Keruh. Dia masukkan emas dan perak curian kedalam kotak penyimpanan yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Kayu yang sangat baik kualitasnya.

Puyang Malinta menatap langit yang mendung dan gerimis. Dia akhirnya pergi mandi menuju tepian mandi. Di pertengahan jalan, tepat di sisi kubangan kerbau. Angin berhembus kencang dan kilat berkali-kali menyalah. Terdengar suara guntur, petir dan hujan turun lebat.

Tiba-tiba petir menyambar tubuh Puyang Malinta. Tanpa ampun tubuhnya hangus terbakar oleh sambaran petir. Puyang Malinta tewas seketika dan tubuhnya yang menghitam jatuh kedalam lumpur kubangan kerbau di sisi jalan. Air kubangan menciprat kesana kemari saat tubuhnya terjatuh. Hujan terus deras dan deras sampai tiga hari tiga malam.

“Ya tuhan, puyang Malinta tersambar petir.” Beberapa orang warga berlarian bermaksud menolong. Namun petir terus menyambar-nyambar. Sehingga penduduk berlai pulang, memberi tahu Datu dan keluarga Puyang Malinta.

*****

Air menggenangi sekitar kubangan kerbau itu. Jenaza Puyang Malinta tampak mengapung. Anak-anak puyang Malinta dan warga Talang Gajah menemukan jenazanya yang mengenaskan. Keluarga Puyang Malinta dibantu warga mencoba mengambil jenazah.

Tapi saat mereka akan masuk air kubangan kerbau mereka melihat ribuan hewan aneh yang belum pernah mereka lihat. Hewan-hewan menyerang mereka dengan cara menggit lalu menghisap darah. Warga yang terkena gigit terpekik dan semua berlarian keluar kubangan kerbau. Menjerit-jerit saat melepaskan hewan mengerikan itu. Dari bekas gigitan mengucur darah segar. Membuat semua orang takut dan tidak mau membantu mengambil jenazah Puyang Malintah.

Sebab itulah, jenazah Puyang Malinta terkubur di dalam kubangan kerbau. Waktu demi waktu, bulan berganti dan tahun berlalu. Kubangan kerbau yang awalnya sukuran sepuluh meter persegi, kemudian tergenang air hujan terus menerus. Pengikisan tanah dan seringnya datang banjir membuat kubangan kerbau itu terus meluas secara alami.

Seiring waktu, berabad-abad telah berlalu lamanya. Kubangan kerbau yang melebar dan menjadi lebung dinamakan penduduk dengan nama, lebung lintah. Lebung lintah, masih ada sampai sekarang di sisi Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin. Itulah, kisah manusia yang mendapat hukuman akibat sifat buruknya. Sombong, suka berkata-kata buruk, membicarakan kekurangan orang dan menyebut kakek neneknya, membicarakan keluarga orang dan menghasut orang banyak dengan kata-kata bersumber dari, kata orang. Mengarang-ngarang cerita untuk merendahkan orang lain.

Konon penduduk Talang Gajah Mati yang memiliki sifat demikian masih keturunan dari Puyang Malintah. Selain itu, keturunan juga menyebar di Marga Sungai Keruh dan dibelahan dunia ini.Maka dari itu, jangan bersifat sepeti Puyang Malintah, dan peliharalah lidah. Pesan puyang, kalau kau menemukan orang demikian pergilah, mungkin dia keturunan Puyang Malintah.

Seiring waktu, hewan kecil itu pun dinamakan dengan lintah karena berada di lebung lintah. Lintah pun berkembang biak terus menerus hingga menyebar ke seluruh bumi, dan suka berada di kubangan kerbau.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2020.


Daftar kata: Lebung: Tempat penampungan air alami terletak di kawasan tanah renah. Lebung bentuknya seperti danau hanya saja ukurannya lebih kecil. Selain menampung air hujan lebung juga menjadi bagian penampungan air hujan saat terjadi banjir alami di sepanjang aliran sungai-sungai (daerah tanah renah).

Hulubalang: Perwira atau pemimpin prajurit semasa kerajaan zaman dahulu. Datu: Gelar kepala desa zaman dahulu sebelum masuknya pengaruh hindu-budha dan Islam. Pedatuan: Pemerintahan bersifat genoalogis atau sistem marga pada zaman kedatuan Sriwijaya-Kesultanan.

Talang: Nama pemukiman penduduk Melayu pada zaman dahulu. Kalau sekarang desa. Seiring waktu Talang  berubah makna misalnya kebun buah-buahan atau pemukiman kecil yang sederhana di dalam hutan. Gerabah: Barang pecah belah yang terbuat dari tanah liat.

Sy. Apero Fublic.

KABA: Cerita Ringkas Si Manjau Ari

Apero Fublic.- Kaba. Datuak Bandaro seorang raja yang disegani di tanah Payuang Sakaki dan istrinya bernama Putri Lindung Bulan. Mereka mempunya dua orang anak. Yang laki-laki bernama si Manjau Ari dan yang perempuan bernama, si Murai Randin.

Datuak Bandaro ingin anak laki-lakinya menjadi seorang yang hebat dan gagah perkasa di Negerinya. Maka dia memberi saran kepada anaknya untuk menuntut beberapa ilmu. Tapi bagi putranya, si Manjau Ari yang dia inginkan hanya belajar mengaji pada seorang lebai di sebuah Kampung. Lebai itu bernama Lebai Panjang. Lebai adalah gelar tokoh agama sama seperti kiai.

Saat hendak memulai belajar, Manjau Ari dinasihati adiknya agar selalu patuh pada sang guru. Jangan suka membantah apa yang dinasihati sang guru. Nasihat adiknya selalu Manjau Ari ingat baik-baik. Maka mulailah belajar dengan tekun pada guru mengajinya.

Manjau Ari seorang anak yang cerdas, sehingga dia dengan mudah menguasai semua ilmu pengetahuan dari sang guru. Namun, sang guru timbul rasa dengki dan iri hati. Dia sangat khawatir kalau  Manjau Ari, muridnya sendiri akan mengalahkan kehebatan dirinya. Maka timbul niat Lebai Panjang untuk mencelakai Manjau Ari.

Dengan alasan kalau Manjau Ari diminta ayah dan ibunya untuk pulang. Kemudian sang guru juga ikut mengantar Manjau Ari pulang. Setiba di rumah Manjau Ari, sang guru jahat mengarang cerita buruk. Dia mengatakan pada Datuak Bandaro dan Putri Lindung Bulan kalau anak mereka Manjau Ari anak yang celaka, kurang ajar dan bodoh. Oleh sebab itu, sebaiknya Manjau Ari dibuang dan diusir dari rumah.

Karena yang berkata dalah seorang guru dengan gelar Lebai. Maka orang tua Manjau Ari mengikuti perkataan Lebai Panjang. Sehingga akhirnya, Manjau Ari diusir dari rumah. Mendapati hal demikian, Manjau Ari sadar kalau dia sudah difitnah oleh gurunya sendiri. Tapi dengan sabar dia pun diam saja tidak membantah hal tersebut.

Sebelum pergi, Manjau Ari meminta ibat nasi pada ibunya. Tapi, jangankan mendapat ibat nasi, malahan Manjau Ari mendapat sumpah serapa dari kedua orang tuanya. Dengan perasaan sedih Manjau Ari pergi melangkah entah mau kemana, tanpa tujuan. Air matanya jatuh tidak tertahan dan diapun menangis di dalam perjalanannya.

Waktu berlalu. Beberapa waktu kemudian tibalah dia pada suatu tempat. Karena lelah dalam pengembaraan itu, Manjau Ari sedang beristirahat. Beberapa saat kemudian, saat sedang istirahat itu lewatlah Raja Kinali. Dia bertanya pada Manjau Ari mengapa sebab dia sampai kesasar ketempat itu. Sebelumnya, Raja Kinali sudah ditunangkan dengan Murai Randin adik Manjau Ari.

Melalui Raja Kilani, Manjau Ari mengirim pesan pada adiknya Murai Radin. Untuk membawakan rencong dan emas perak. Murai Randin segerah mencari kakaknya untuk memberikan Rencong dan emas perak, dan bekalnya. Sesaat bertemu Murai Randin terharu diapun menangis melihat keadaan kakaknya. Manjau Ari memakan bekal yang dibawa oleh adiknya.

Setelah selesai makan, Manjau Ari bersiap pergi mengembara lagi. Dia meminta Murai Randin untuk pulang. Tapi Murai Randin tidak mau, dan Manjau Ari membujuk adiknya pulang tetap tidak mau. Akhirnya kakak beradik itu pergi mengembara bersama. Tibalah mereka di sebuah hutan belantara. Dari hewan buas sampai para perampok yang menyerang dan mengancam keduanya.

Beberapa waktu kemudian, sesaat setelah berkelahi melawan perampok. Manjau Ari merasa sangat lelah sekali. Sehingga dia mengantuk dan ingin tidur. Sebelum tidur dia berpesan pada adiknya, Murai Randin.

“Adinda, jangan mengambil rencong kakanda, sebab adinda akan terkena musibah, bahkan bisa meninggal dunia.” Pesan Manjau Ari. Murai Randin mengiakan dan Manjau Ari tertidur pulas. Beberapa saat kemudian Murai Randin merasa badannya kurang enak. Sehingga memerlukan obat untuk tubuhnya. Murai Randin mengambil buah pinang untuk membuat obat dirinya.

Karena tidak ada pisau atau alat lainnya. Murai Randin meminjam rencong kakaknya. Dia ingat pesan sang kakak. Tapi dia merasa tidak mengambil, hanya meminjam. Saat sedang membelah buah pinang atau buah bangka itu. Tanpa sengaja Murai Randin melukai tangannya. Darah mengucur deras dan tidak mau berhenti. Akhirnya, karena kehabisan darah Muarai Randin meninggal dunia.

Manjau Ari terbangun dari tidur pulasnya. Saat dia melihat adiknya berlumuran darah. Manjau Ari sangat panik dan berusaha menolongnya. Namun takdir telah berkata lain, Murai Randin telah meninggal dunia. Manjau Ari berusaha untuk bunuh diri. Dia tidak bisa menerima kematian adiknya. Namun anehnya seberapa keras dia berusaha untuk bunuh diri, tetap tidak mati dan tidak bisa.

Akhirnya Manjau Ari menyerah dan kembali mengembara. Dua bulan kemudian tibalah Manjau Ari di sebuah Kampung. Di sis kampung hidup sebuah keluarga sederhana, Keluarga Mande Rubiah. Memiliki dua orang anak.

Anak pertama bernama Puti Kasumbo dan anak kedua Puti Bonsu. Manjau Ari berjumpa dengan Mande Rubiah. Kemudian Manjau Ari diundang bertamu. Saat itulah, Manjau Ari bercerita tentang kehidupannya.

Mande Rubiah merasa prihatin dan sangat tersentuh dengan kisah Manjau Ari. Oleh Mande Rubiah Manjau Ari dipersilahkan tinggal di rumahnya. Mande Rubiah memberikan pakaian yang bagus dan bersih. Karena kebaikan Manjau Ari, maka Mande Rubiah menikahkan anak tertuanya Puti Kasumbo dengan Manjau Ari.

Dari pernikahan keduanya mendapat dua orang anak. Anak tertua bernama Rangin Pamenan dan yang kedua bernama Rajo Nyao. Puti Kasumbo wanita yang baik dan bijak sana. Dia membuat Manjau Ari dan kedua orang tuanya Datuak Bendaro dan Putri Lindung Bulan berbaikan kembali. Hubungan keluarga yang rusak sebab fitnah orang lain, Lebai Panjang.

Kedua anak Manjau Ari mulai dewasa. Keduanya akan menghukum Lebai Panjang kalau mereka sudah besar nanati. Sebab fitnah Lebai Panjang ayah mereka hidup menderita sejak kecil.

Sementara itu, Murai Randin ternyata hidup kembali sepeninggal Manjau Ari. Dia kembali pulang ke rumahnya. Saat waktunya tepat, Murai Randin menikah dengan Raja Kinali, tunangannya sejak kecil. Akhirnya, keluarga Manjau Ari kembali berkumpul dan hidup bahagia.

Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 29 Agustus 2020.
Sumber: Kaba si Manjau Ari. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Kaba adalah sastra klasik dari daerah Melayu Minangkabau atau Provinsi Sumatera Barat. Kaba sama dengan sastra klasik dari kawasan Melayu lainnya, seperti di Malaysia, Brunaidarussalam, Palembang dan lainnya. Cerita kaba bersifat hayalan atau fiksi namun memberikan nilai-nilai positif dan baik untuk pembacanya.

Sy. Apero Fublic.

8/28/2020

Mengenal Wisata Bukit Mangkol Bangka Belitung

Apero Fublic.- Bangka Belitung. Mengenal wisata alam di Bukit Mangkol. Kawasan Bukit Mangkol terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Tengah, Kecamatan Simpang Katis, Desa Terak. Dari google map jarak Bukit Mangkol dengan Kota Pangkal Pinang hanya sepuluh kilometer dengan lama perjalanan kurang lebih 20-30 menit.

Dikutif dari wowbabel.com kawasan wisata Bukit Mangkol pernah mengalami kerusakan parah. Dimana air terjun sempat menjadi keruh dan banyak sampah dialiran air. Selain itu, perburuan satwa dan perambah flora hutan juga terjadi.

Membuat kondisi alam menjadi rusak dan satwa ada yang terancam puna, mentilin. Beruntung hadir kelompok pemuda peduli lingkungan Bukit Mangkol, "Bujang Squad" yang peduli terhadap konservasi alam.

Rusaknya hutan akan mengancam ketersediaan air bersih. Sebab tidak ada lagi kawasan resapan air. Apabila terjadi hujan, air akan langsung mengalir sekaligus ke hilir. Terkadang menyebabkan bencana banjir atau banjir bandang. Maka dari itu, mari kita jaga alam dan hutan dikawasan konservasi, hutan lindung, dan kawasan lahan gambut.

Bukit Mangkol atau juga disebut Gunung Mangkol diperkirakan memiliki luas area kurang lebih 6.009,51 hektar. Terdiri dari jajaran perbukitan yang meliputi, Bukit Pau, Bukit Tengkorak, Bukit Kelambu, Bukit Anyir, Bukit Berambai, Bukit Gadong, Bukit Mata Ayam dan terakhir Bukit Tanyas.

Ada hewan endemik Indonesia di pulau Bangka, yaitu Mentilin. Semoga kawasan konsevasi alam Bukit Mangkol terjaga dan satwa mentilin tidak punah. Mentilin memiliki nama ilmia tarsius bancanus yang merupakan hewan endemik Indonesia yang juga terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Mentilin juga ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Bangka Belitung.

Bukit Mangkol berstatus sebagai hutan lindung. Sehingga memiliki berbagai aturan-aturan dan hukum. Namun ada sedikit hambatan untuk kelestarian hutan. Misalnya perambahan hutan, pencurian kayu, dan perburuan satwa.

Sebagai saran, agar pemerintah melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat setempat. Misanya mereka dipekerjakan sebagai penjaga hutan dan sebagai karyawan konservasi. Sehingga mata pencaharian mereka beralih tidak lagi bergantung pada sistem ladang dan perkebunan.

Air terjun di Bukit Mangkol terdapat tiga lokasi yang sering dikunjungi warga. Di hari libur pengunjung akan banyak datang untuk berlibur. Transportasi: untuk saat ini menuju lokasi air terjun baik dengan sepeda atau sepeda motor.

Sedangkan kendaraan jenis mobil sebaikanya dengan sopir handal. Pada pemandian kedua yang paling banyak dikunjungi. Ada terdapat gazebo yang bisa disewa pengunjung dengan harga terjangkau.

Saat Anda berkunjung ke Bukit Mangkol dan ke lokasi air terjun. Agar jangan membuang sampah plastik sembarangan, bawak kembali turun sampahnya. Hati-hati dengan penggunaan api, terutama musim kemarau.

Jangan berbuat mesum dan amoral lainnya. Jangan membawa minuman keras, jangan membawa semua jenis narkoba. Hindari sifat berlebihan dan jaga keselamatan. Selamat menjelajah alam dan cintai alam.

Oleh. Padli. S.Pd.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Musi Banyuasin, 29 Agustus 2020.
Foto. Doc. Ali Akbar. Bukit Mangkol, Bangka Belitung.


Sy. Apero Fublic.

Cos-vie Natural: Woman Hygiene Treatment Essence


Apero Fublic.- Cos-vie Natural "woman Hygiene Treatment Essence", produk yang khusus untuk wanita yang mengandung anti oksidan yang sangat terkonsentrasi, vitamin, ekstraks buah, tumbuhan dan bahan aktif lain yang berfungsi untuk membantu memberikan perawatan terbaik untuk daerah kewanitaan.

Manfaat, pertama membantu perawatan daerah kewanitaan. Kandungan Aloe Vera sebagai anti nmicrobial dan anti bacterial. Mengencangkan kulit vagina dan anti septik, menjaga bakteri baik dan membunuh bakteri jahat, anti jamur. Khusus untuk kandungan bunga sakura untuk mencerahkan kulit luar dan area kewanitaan anda.


Menjaga kestabilan pH sehingga terhindar dari rasa gatal dan bau tak sedap di area kewanitaan. Membantu mencerahkan area kewanitaan. Cara pakai sangat mudah, cukup oleskan secara merata pada bagian luar daerah kewanitaan anda. Pada kulit yang bersih dan kering, dan tidak perlu di bilas.


Cos-Vie adalah kosmetik perawatan tubuh wanita-wanita moderen kaum milenial. Dimana kehidupan yang sehat dan dari kata penyakit adalah nomor satu. Sekarang ini, penjualan Cos-Vie sangat laku dipasaran Indonesia dan luar negeri.


Para wanita moderen berbondong-bondong membeli sebagai bentuk gerakan peduli kesehatan wanita. Cos-Vie cocok untuk semua umur dan digunakan oleh wanita milenial yang masih lajang atau sudah menikah. Selamat datang di dunia kesehatan moderen untuk wanita-wanita super.


Netto: 50 ml.

POM NA 18181600016.

Tertarik dengan produk unggulan ini, hubungi kontak: 089607544565.


Oleh. Eftaro. S.Hum.

Editor. Desti. S.Sos.

Tatafoto. Dadang Saputra.

Banyuasin, 28 Agustus 2020.

Sumber: Katalog produk-produk PT. Natural Nusantara.


Sy. Apero Fublic.

Teknik Budidaya Singkong Hasil Melimpa Dari NASA

Apero Fublic.- Budidaya singkong Nasa. Target Panen 150 Ton per Hektar. Singkong atau Ketela Pohon dikenal juga dengan ubi kayu mempunyai nilai ekonomi tinggi. Selain menjadi bahan baku pembuat tepung, serta makanan olahan lainnya. Singkong juga dapat digunakan untuk bahan energi alternatif.

Di lapangan budidaya singkong masih mengandalkan cara-cara tradisional sehingga hasil Panen masih rendah.  Budidaya singkong atau ketela pohon dapat dibantu dengan memakai Teknologi Organik dari Nasa. Penggunaan sudah terbukti dalam meningkatkan hasil Panen. Berikut tips bertanam singkong atau ketela pohon.

PEMBIBITAN SINGKONG
1.Bibit berupa stek batang.
2.Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai setengah.
3.Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25–30 batang stek.
4.Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut kelokasi penanaman.

5.Pilih bibit yang masih segar.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM SINGKONG
Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.

Pembentukan bedengan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti, pembersihan tanaman liar maupun, untuk sehatnya pertumbuhan tanaman.

PENANAMAN SINGKONG.
Penentuan Pola Tanam. Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan kering atau ladang, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif yaitu: 100 x 100 cm, 100 x 60 cm atau 100 x 40 cm. Bentuk pola tanam bersistem.

Bagi Anda yang bergerak dibidang budidaya singkong dapat merekomendasikan penggunaan pupuk NASA. Pupuk organik dan yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia. Tentu sangat baik bagi penjagaan unsur tanah dan menunjang pertanian Anda terus menerus.

Panen akan berlimpa dan untung berlipat-lipat. Pupuk juga dapat digunakan untuk semua jenis tanaman. Bukan hanya khusus singkong saja. Tapi untuk semua jenis tanaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kontak 081367739872.

Oleh. Rita Puspita Sari.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 28 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.

Penambah Berat Badan: Serbuk Kedelai Alami Organik 72

Apero Fublic.- SKA 72 atau Serbuk Kedelai Alami Organik 72, merupakan serbuk kedelai hijau alami yang diformulasin khusus untuk membantumenjaga kesehatan. Kandungan alami dari SKA-72 adalah serbuk kedelai. Kedelai merupakan tumbuhan serba guna. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas.

Kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak. Pemanfaat utama pata tumbuhan kedelai adalah dari biji-bijinya. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lainnya. Misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.


Kandungan Isavlafon merupakan senyawa polifenol yang mempunyai efek seperti estrogen, sehingga isaflavon diklasifikasikan sebagai tanaman. Senyawa turunan fitoestrogen dan aktifitas estrogenik. Tanaman tersebut sejenis kacang-kacangan. Kacang kedelai adalah  sumber terkaya isaflavon dalam makanan manusia.


Kemudian Saponin, memberikan rasa pahit pada bahan pangan nabati. Sumber utama saponin juga biji-bijian seperti kacang kedelai. Saponin dapat menghambat pertumbuhan kanker kolon dan membantu kadar kolesterol menjadi normal. Sehingga tubuh kita memerlukan kandungan saponin.


Saran konsumsi, pertama tuangkan 2 atau tiga sendok Bubuk Kedelai ditambah dengan satu sendok gula pasir. Kemudian sedu dengan air panas dan diaduk. Kemudian siap disajikan, diminum bersama ampasnya lebih baik.

 

Netto. 200 gram

No. Registrasi. PIRT 5.15.33.07.38.0911-23.

Kontak: 089607544565.

 

Oleh. Rita Puspita Sari.

Editor. Selita. S.Pd.

Tatafoto. Dadang Saputra.

Sekayu, 28 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

8/27/2020

Mengenal Wisata Kawasan Bukit Maras

Apero Fublic.- Bangka Belitung. Gunung Maras atau Bukit Maras terletak di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bukit Maras sangat indah mempesona. Selain keindahan view alam. Di kaki Bukit Maras juga terdapat air terjun yang menawan serta berair jernih, Air Terjun Bukit Maras, yang erletak dalam administratif Desa Dalil, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Air terjun berjarak sekitar tiga setengah kilometer dari kawasan hutan lindung, Rimbe Mambang. Bagi pembawa sepeda motor, pada titik pemberhentian pertama ada tempat penitipan sepeda motor. Bukan penitipan sebesar sepuluh ribu rupiah. Tapi jangan dijadikan patokan sebab kemungkinan biaya dapat berubah setiap waktu.

Dikutif dari forumkeadilanbabel.com, Bukit Maras memiliki ketinggian kurang lebih 699 meter diatas permukaan laut. Terdiri dari deretan perbukitan, diantaranya Bukit Nangka, Bukit Terang, Bukit Tambun Tulang dan Bukit Perayun.

Menurut beberapa sumber, saat berkunjung ke Bukit Maras hendaklah para wisatawan mematuhi aturan-aturan adat setempat. Mengingat Bangka adalah salah satu wilayah yang memiliki banyak mitos dan magis di Indonesia. Apabila berkunjung sebaiknya mencari tahu tata cara dan adat-istiadat disana.

Pertama, jangan membuang sampah sembarangan terutama pada aliran air terjun. Terutama sampah plastik. Kedua, jangan membuat acara bakar-bakar terutama membakar hewan. Jangan bermain api dan usahakan puntung rokok jangan dibuang sembarangan. Ketiga, jangan sekali-kali berbuat mesum atau tidak senonoh. Hal tersebut berakibat langsung atau berakibat dalam waktu lama. Sebelum Anda menyesal sebaiknya berpikir panjang.

Keempat, apabila membawa ibat atau bekal, jangan membuang sampah tulang sembarangan terutama tulang ayam. Bawak turun kembali semua sampah. Kelima, wanita yang sedang haid dilarang masuk atau mandi di air terjun. Sebaiknya menunda kunjungan apabila sedang haid.

Keenam, diharapkan pengunjung memakai isi resam. Semacam gelang tradisional yang terbuat dari tumbuhan merambat liar. Ketujuh, jangan lupa membawa persiapan seperti perban, air minum, dan sebagainya yang dianggap perlu selama pendakian Bukit Maras.

Bukit Maras atau Gunung Maras. Secara administratif terletak di Pulau Bangka, meliputi kawasan Kecamatan Riau Slipi, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bukit Maras atau Gunung Maras berjarak kurang lebih 70 kilometer dari Kota Sungailiat. Berjarak kurang lebih 33 kilometer dari Kota Belinyu. Gunung Maras adalah satu-satunya pegunungan di Pulau Bangka. Sehingga dikenal dengan titi tertinggi di Pulau Bangka.

Sekian informasi wisata kali ini. Bagi Anda yang mempunyai agenda jelajah alam. Gunung Maras atau Bukit Maras juga salah satu tempat yang mesti kamu jelajah. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang wisata alam Indonesia. Salam lestari dan cintai negeri.

Oleh. Rika Julianti.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Banyuasin, 28 Agustus 2020.

Foto. Doc. Ali Akbar. Bukit Maras Bangka Belitung. Kondisi air terjun saat musim kemarau.

Sy. Apero Fublic.

8/26/2020

Warung Pak Dam: Nikmatnya Bakso Iblis dan Mie Ayam Jumbo

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Kabar kuliner kali ini kita menyapa sebuah warung jajanan yang sangat enak. Warung jajanan yang menjual berbagai kuliner dan minuman segar ini dikenal dengan warung jajanan, “Pak Dam.”

Menyediakan Bakso dengan berbagai varian, juga mie ayam dengan berbagai pilihan. Warung Jajanan Pak Dam terletak di Jalan Lintas Sekayu-Jirak, Desa Tebing Bulang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Bagi yang ingin memesan dapat menghubungi kontak: 0821 75730869.

Bagi Anda yang mencari jajanan, Bakso atau Mie Ayam dapat berkunjung ke Warung Pak Dam. Warung yang terletak sangat setrategis ini. Selalu ramai didatangi pembeli. Salah satu kegemaran pengunjung adalah menyantap, “Bakso Iblis. Wow ada yang berani, coba datang ke warung Pak Dam. Itulah orang hebatnya orang Indonesia, Belanjanya di Matahari, mpek-mpek kapal selam, bakso granat, dan yang satu ini Bakso Iblis.

Seorang pelanggang setia warung jajanan Pak Dam menuturkan. Setelah berkenalan dia meminta dipanggil, Bang Oki. Kemudian saya mulai berbincang-bincang diselah menikmati mie ayam pangsit enak. “Saya sudah menjadi lagganan di sini. Bersama teman-teman atau saudara. Dalam satu minggu saya selalu datang untuk menikmati bakso atau mie ayam. Yang pasti di akhir pekan, insyaAllah saya datang.” Jelasnya seraya menyantap mie ayam pangsit plus bakso kesukaanya.

Menurut Bang Oki, hari-hari apa saja di warung jajanan Pak Dam ramai pengunjung atau pembeli. “Kalau ramai sih, ramai selalu, setiap hari. Tapi kalau hari yang paling ramai itu, hari-hari libur, Dek. Misalnya tanggal merah, ada 17-an, dan hari libur lainnya.

Pengunjung dari mana saja dan kalangan masyarakat mana?. “Kalau pengunjung dari seluruh Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya, Kecamatan Plakat Tinggi dan dari mana saja. Orang dalam perjalanan, atau memang sengaja ingin menikmati bakso iblis. Kalau pengunjung dari semua umur, tua, muda, keluarga, kumpulan pemuda-pemudi. Namanya saja jajanan, Dek. Ujar Bang Oki. Kemudian dia memesan minuman Kopi Susu. Pak Dam menyajikan dengan ramah dan senyum bersahabat.

Selain Bakso Iblis dan berbagai varian mie ayam. Warung Pak Dam juga menyediakan minuman segar panas dan dingin. Selain rasa yang enak, harga-harga sangat terjangkau dan pas dikantong. Membuat sangat bersahabat dan dekat dengan pengunjung. Sekali berkunjung akan berkunjung lagi untuk menikmati bakso atau mie ayam di warung jajanan, Pak Dam. Selamat berkunjung dan selamat menikmati.

Intermezzo: Percakapan para pembeli saat memesan Bakso.
"Pak, Iblis satu ya?.
"Iya!
"Pak, saya setan satu.

Dengan kening mengkerut saya hampir saja saya berlari. Hebatnya makanan orang Sungai Keruh. Ternyata bakso, he he he. "Pak, saya pesan setan sama iblis. Masak cowok kala seram sama cewek cantik. "he he. canda aja.

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sungai Keruh, 25 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

Berita Bahasa Melayu 700 Tahun Lalu.

Apero Fublic.-
Tahukah kamu tentang fakta Bahasa Indonesia sejak zaman dahulu. Tahukah kamu mengapa Bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional negara Indonesia, Kerajaan Malaysia, dan Bahasa resmi Kerajaan Brunai Darussalam.

Bagi orang-orang yang buta sejarah dan tidak memiliki pengetahuan kebudayaan. Mereka menyangka bahasa Indonesia sekarang hanya milik Indonesia. Setiap kali mereka mendengar Bahasa Resmi Malaysia dan Brunei Darussalam mereka bilang memakai bahasa Indonesia.

Banyak yang beranggapan bahasa Indonesia adalah bahasa yang baru muncul. Berpatokan pada Sumpah Pemuda atau saat Indonesia merdeka di tahun 1945. Bahkan orang-orang yang memiliki panatisme kesukuan.

Menganggap Bahasa Indonesia bukanlah Bahasa Melayu yang telah digunakan nenek moyang orang Indonesia sejak dahulu. Dimana Bahasa Melayu digunakan untuk bahasa perhubungan, perdagangan. Baik berhubungan dengan orang asing atau sesama orang Indonesia.

Mereka tidak menyadari kalau bahasa Melayu telah digunakan di pasar, bahasa resmi Kerajaan, penyebaran agama-agama, dan komunikasi antar daerah dan asing.

Perubahan nama bukan berarti; kosa kata, sistem bunyi, kalimat, dan tatabahasa juga semua ikut berubah. Alasan perubahan nama bahasa untuk menyatukan bangsa Indonesia yang tidak tahu kalau mereka sesunggunya satu ras yaitu Austronesia.

Mengapa bahasa Melayu menjadi bahasa lingwapranca di Asia Tenggara dan terkhusus di Indonesia. Karena peradaban awal orang Indonesia terletak di Palembang-Jambi zaman Kedatuan Sriwijaya. Diikuti zaman berikutnya Bahasa Melayu menjadi bahasan penyebaran Agama Islam. Dengan demikian, dialog bahasa Melayu Sriwijaya yang berkembang ke seluruh Asia Tenggara dan Indonesia. Kurang lebih 600 tahun hagemoni Kedatuan Sriwijaya. Sehingga budaya Kedatuan Sriwijaya tersebar di Asia Tenggara.

Nama Indonesia baru muncul diakhir abad ke 19 Masehi. Sebelum terbentuknya Negara Indonesia. Sebelum merdekanya Brunaidarussalam dan Malaysia. Bahasa kita di kenal dengan nama Bahasa Melayu. Buku tatabahasa semasa Kolonial Belanda yang diterbitkan Balai Pustaka di tahun 1917, berjudul "Buku Tatabahasa Melayu."

Belum ada nama Bahasa Indonesia. Saat sumpah pemuda baru dirubah nama Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia.
******
Pada tahun 1522 Masehi, kosakata Bahasa Melayu yang menjadi pegangan orang Eropa dikumpulkan oleh penjelajah Bangsa Italia, bernama Antonio Figafetta. Dia bergabung dengan Magellan dalam pelayaran mengelilingi dunia. Magellan kemudian tewas di tangan prajurit Lapulapu di pedalaman Pulau Filipina.

Beruntung Antonio Figafetta dan sisa awak kapal masih dapat menyelamatkan diri. Mereka akhirnya tiba di Brunai, dan pulangnya dibekali dengan cengkeh Tidore. Di dua kerajaan Melayu (Brunai-Tidore) Pigafetta mengumpulkan daftar kata Bahasa Melayu, dan terjemahan kedalam Bahasa Italia. Kemudian daftar kata diterbitkan dalam Bahasa Latin-Melayu dan juga versi Bahasa Prancis-Melayu.

Kalau kita ukur, bahasa Melayu dikumpulkan di daerah yang sangat jauh berjarak sekitar 2000 kilomter jauh di Benua Eropa. Hal demikian karena Bangsa Eropa tahu kalau betapa pentingnya Bahasa Melayu untuk kepentingan mereka di Asia Tenggara. Ada ungkapan pelaut Eropa, “Kalau kamu mengerti Bahasa Melayu, kamu tidak ada tersesat di Asia Tenggara.”

Sangat menakjubkan sekali kata-kata dan kalimat Bahasa Melayu dalam kurun waktu 700 tahun lamanya masih belum begitu berubah. Tapi justru semakin baik dan tersusun rapi. Sampai sekarang masih digunakan di Asia Tenggara. Berikut contoh kalimat Bahasa Melayu (Indonesia) pada abad ke 15 Masehi.

Bahasa Melayu Tahun 1522.
Apenamaito?
Tida taho.
Sudah macan?.
Berapa bahasa tan?.
 
Bahasa Melayu (Indonesia) 1997.
Apa nama itu?.
Tidak tahu.
Sudah makan?.
Berapa bahasa tahu?.

Selain itu, sajak berirama dari abad ke 16 Masehi yang memperingati kematian Dom Paulo da Gama, Kapten dari Malaka pada pertempuran laut pada tahun 1533. Sajak kemungkinan ditulis oleh orang Melayu sekutu Portugis atau orang Portugis yang menguasai Bahasa Melayu. Berikut adalah cuplikannya.

Bahasa Melayu 1534 (Kurang Lebih).
Capito D. Paulo
Baparam de Pungor.
Anga’ dia malu.
Sita pa tau dor.

Bahasa Melayu (Indonesia) 1997 terjemahan versi pertama.
Kapitan Dom Paulo.
Berperang di Pungur.
Ngak dia malu.
Setapak tan undur.
 
Berikut ini terjemahan versi kedua oleh Linehan (1951) yang menterjemahkan sajak tersebut secara akurat .
Kapten Dom Paulo.
Berperang di Pungor.
Dia tidak mau mederita malu.
Bukan jalan dia berikan untuk mundur.

Kata Melayu tersebut seperti Ondor/undur masih digunakan di pedalaman Sumatera Selatan. Kata Ondor/undur berarti mundur, pergi, menjauh. Untuk kata angga’ masih melekat pada masyarakat Melayu Jakarta (Betawi). Kata angga’ atau enggak saat ini dikira atau dianggap kata dalam Bahasa Indonesia gaul.

Tapi sebenarnya kata angga’ atau enggak adalah kata dalam Bahasa Indonesia kuno. Mungkin kamu pernah mengirim pesan ke sahabat kamu dengan tulisan engga’ dengan tanda koma di atas. Itu kata kuno bahasa kita. Tapi kamu harus bangga, itu menandakan kalau bangsa Indonesia sudah ada sejak lama, sejak dahulu, sejak purba.

Informasi-informasi lain misalnya tentang Bahasa Melayu atau Bahasa Indonesia datang dari Kerajaan Ternate. Pada tahun 1521 dan 1522 Sultan Abu Hayat, raja kecil dari Ternate. Kesultanan yang kuat dalam pandangan Tidore. Pada masa itu dimana Pigafetta mengumpulkan daptar kosa kata Bahasa Melayu.

Antonio Figafetta mengirim surat ke Raja Portugal tentang intrik politik dan peperangan di kepulauan Maluku. Mereka dalam surat-surat diplomatik dan bahasa resmi adalah Bahasa Melayu. Menggunakan aksara Arab Melayu atau Aksara Jawi. Kata Jawi adalah semacam kesatuan para ulama di Asia Tenggara. Banyak juga yang mengartikan kata Jawi dengan Nusantara, istilah Islam.

Selain itu, Bahasa Melayu juga digunakan untuk menulis karya sastra dan karya ilmiah ulama-ulama Nusantara. Dari Aceh, Palembang, Riau, Johor, Patani Darussalam di teluk Siam yang sekarang menjadi bagian dari negara Thailand, di Mataram (NTB), Banten, di Kalimantan, Sulawesi, Sulu, Filifina. Serta penterjemahan kitab-kitab bahasa Arab ke Bahasa Melayu.

Demikian, berita 700 tahun lalu tentang Bahasa Melayu atau Bahasa Indonesia. Jauh lagi, pada prasasti-prasasti peninggalan Sriwijaya abad ke 7 sudah memakai Bahasa Melayu kuno.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 26 Agustus 2020.
Sumber: James T. Collins. Bahasa Melayu Bahasa Dunia: Sejarah Singkat. Terj. Alma Evita Almanar. Jakarta: KITLV-Jakarta, 2011.


Sy. Apero Fublic.