Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

3/27/2020

Kegagalan Sekulerisme dan Kegagalan Pendidikan Sosial Negara India

Apero Fublic.- Republik India adalah sebuah negara Demokrasi Liberal yang terletak di Benua Asia bagian Selatan. Merdeka dari India pada 15 Agustus 1947. Ibu kota New Delhi atau Delhi baru sebagai bentuk nama yang menjelaskan suatu peralihan sejarah India. Dari semasa Kesultanan Moghul, Kolonialisme Inggris dan Kemerdekaan India sebagai republik.

Bahasa resmi negara ini adalah Bahasa Hindi dan Bahasa Inggris. Selain itu terdapat sekitar 21 bahasa lokal yang diakui. Mayoritas penduduk India beragama Hindu, kemudian diikuti Islam, Kristen, Sikhisme, Budhisme, Jainisme dan lainnya. Dengan ekonomi tumbuh cepat, diiringi teknologi dan memiliki kemampuan senjata nuklir. Serta telah mampu mengirim astronot ke bulan.

India secara simbolis adalah negara sekuler. Sekuler bermakna suatu paham yang tidak memihak dan memiliki paham kemanusiaan yang tinggi. Sikap sebuah negara sekuler adalah memisahkan urusan agama dan urusan kepercayaan dengan urusan negara. Dengan maksud supaya pemerintahan tersebut bersifat netral terhadap semua pemeluk agama.

Kekuatan suatu pemerintahan demokrasi terletak pada partai dan pendukungnya. Dalam praktik suatu pemerintahan sekuler yang didukung kelompok agama. Sangat cendereng menghancurkan identitas sekuler sebuah negara. Mengapa demikian, sebab integritas dari para agamawan dan pemerintahan rendah dan lemah.

Mereka hanyalah orang-orang yang tumbuh sebab umur, sebab lamanya di partai politik, sebab materi. Lalu kelompok mereka ini menduduki jabatan di pemerintahan yang kemudian berbuat berat sebelah. Saat itulah, negara tersebut telah berubah menjadi negara agamis yang berbaju sekuleris-demokratis. Pada administrasinya sekuler dan pada penerapan dan tindakan agamis yang tidak netral. Maka negara tersebut dapat dikatan sebuah pemerintahan negara yang gagal.

Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dari negara sekuler tersebut. Terletak pada pola pendidikan masyarakatnya secara umum. Di mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Karena pemerintah teresebut tidak dapat memberikan pemahaman pada masyarakatnya bagaimana berbangsa dan bernegara.

Begitupun dengan negara besar India. Negara yang telah banyak melahirkan manusia-manusia hebat seperti Mahatma Ghandi dan sahabat Presiden Soekarno Jawaharlal Nehru melawan inperialisme. Namun kemuliaan orang-orang ini kemudian dihancurkan oleh kelompok Hindu radikalis dan teroris.

Sebagaimana kita ketahui UU Kewarganegaraan anti Islam disahkan oleh Pemerintahan India pimpinan Perdana Mentri Narendra Modi. Narendra Modi termasuk pemimpin hindhu ekstrim India, anti Islam. Naiknya pengaruh agama selalu membuat sebuah pemerintahan menjadi ekstrim. Hanya pemerintahan keagamaan Islam yang mampu berdiri netral dalam urusan agama sebagaimana zaman kekhalifaan Turki Usmani.

Walau sudah sekaliber perdana mentri orang ini masih tidak dapat berdiri sebagai negarawan sekuler yang baik. Dia bersama pengikutnya masuk dalam kategori orang-orang ortodoksi hindhu yang ekstrim dan bengis. Malaysia, yang memberikan kritik atas perlakuan dan perbuatan tidak manusiawi mereka. Langsung melakukan boikot terhadap produk Malaisya.

Pada 1 Maret 2020 dikutif dari kompas tercatat ada 42 warga Muslim yang syahid di serang massa hindhu terorganisir dan sebuah masjid di bakar dan beberapa tokoh dijarah. Kalau pelaku rasialis dan radikalis adalah kelompok masyarakat adalah wajar. Namun kalau pelaku rasialis dan radikal adalah pemimpin pemerintahannya. Dimana lagi letak kemanusiaan pada sebuah negara. Tentu itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Sebab minoritas yang dibawah tekanan mereka akan habis tanpa belas kasihan.

Selain itu, perlakuan orang Hindu India terhadap Kasta Dalit seperti memperlakukan binatang. Bahkan lebih rendah dari binatang. Kalau kita melihat hal demikian. Maka sekolah-sekolah dan universitas-universitas di India gagal mendidik masyarakat India. Bole dikatakan Pemerintahan India sekarang adalah pemerintahan negara yang sangat tidak berkeprimanusiaan di zaman moderen ini.

Walau kondisi sosial budaya masyarakat buruk. Seharusnya sebagai pemerintahan yang sekuler berkebijakan yang netral pada setiap manusia yang mendiami bumi Hindustan. Hinduisme India telah runtuh dengan menanjaknya radikalisme Hindu di mata dunia. Dan tidak mustahil juga runtu di mata masyarakat India yang bijak lainnya.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 28 Maret 2020.


Sy. Apero Fublic

3/25/2020

Tips Mengatasi Rasa Bosan di Rumah Karena Libur Corona

Apero Fublic.- Corona virus atau virus Covid-19 menyebabkan pemerintah membuat himbauan pada masyarakat untuk mengisolasi diri sendiri dengan cara berdiam di rumah saja. Untuk memutus mata rantai penularan virus.

Namun berdiam diri dirumah bukan perkara mudah. Terutama bagi anak muda atau orang-orang aktif. Mereka akan selalu gelisa dan terasa sumpek di rumah berlama-lama. Berikut ini, tips-tips untuk Anda menghilangkan kebosanan di rumah.

Anda yang memiliki henpon android agar selalu memastikan henpon anda batrenya selalu full. Begitupun power bank anda juga di cas full. Apa bila sudah terpakai langsung cas kembali. Kemudian, belilah kuota internet yang jaringannya kuat di sekitar lingkungan Anda, kuota Unlimited. Mislanya XL, Tri, Smartfren, Telkomsel dan lainnya. Tontonlah film dan bermedia sosiallah. Tapi tonton yang baik-baik saja. Misalnya ceramah Ustad Adi Hidayat, ikuti perkembangan berita dan lainnya.

Buatlah group bersama teman-teman di whatsApp atau messenger dan berbincang-bincanglah bersama-sama teman-teman. Jangan gosip biar tidak nambah dosa. Group bisa dibuat program khataman Al-Quran bersama-sama. Setiap orang harus membaca ayat-ayat Al-Quran yang direkam tombol invoice atau live melalu Video Call.

Chetinglah selalu dengan orang-orang spesial bagi Anda. Apa bila tidak ada alias jomblo, setidaknya Anda dapat berkenalan dengan teman-teman facebook melalui mesenger atau kolom komentar. Jangan gombal jangan cari pacar, tapi cari istri. Kalau sudah menikah baiknya jangan. Nanti henpon ya peca di banting. Chetinglah Dengan maksud bertukar informasi terutama menangkal hoax di media sosial. Bagi anda yang hobi Tik-Tok dapat berkreasi dengan Tik-Tok yang bertema di rumah saja.

Pastikan semua akun media sosial anda aktif semua. Mulai dari facebook, twitter, line, messenger, linkedin, tumbler, instagram, tik-tokpinteres dan youtube. Maka anda akan melompat-lompat di dunia ini. Mengetahui apa saja yang terjadi. Atau anda suka game cacing. atau game-game lainya. Lalukan dengan semangat dan jangan lupa sholat, cuci tangan dan tentunya mandi.

Berhubung sebulan lagi bulan puasa. Bagi anda yang banyak hutang puasa. Baiklah bayar bolong puasa dari sekarang mumpung lagi libur bersama-sama. Ajaklah keluarga Anda beribah dan melakukan kegiatan positif lainnya. Seperti membaca Al-Quran bersama-sama keluarga tercinta. Solat berjamaah, apalagi kalau anda belum pandai menjadi imam. Baiklah belajar menjadi imam shalat dirumah. Atau melatih anak-anak Anda menjadi imam shlat, menjadi muazin, dan sebagainya. Dengan demikian wudhu juga terjaga dan selalu mencucui tangan, bersih.

Berolah raga ringan di sekitar rumah di pagi hari dan sore hari. Atau buat alat olah raga sendiri. Membersihkan pekarangan rumah. Atau anda memiliki program mengecat rumah dan memperbaiki bagian lainnya. Membersihkan kolong rumah, membersihkan koleksi buku-buku dan mengganti suasana rumah. Seperti memindahkan tata letak lemari, kursi dan sebagainya.

Bagi Anda seorang mahasiswa dapat menghabiskan waktu untuk tugas dan membuat skripsi, proposal penelitian. Sebab banyak waktu membaca di internet atau menjelajah e-book, artikel ilmia, jurnal-jurnal. Untuk adik-adik pelajar dapat belajar dengan santai. Kalau semua sudah selesai waktu senggang habiskan dengan membaca. Kemudian belajar menulis.

Seperti membuat puisi, mengarang cerpen, melukis. Ikuti lomba-lomba menulis yang diadakan oleh komunitas tertentu. Semoga pemerintah melalui kementrian pendidikan membuka lomba-lomba menulis untuk mengisi waktu senggang mahasiswa dan pelajar. Sebab diusia mereka dimana sangat produktif. Kita sering melihat kelompok merekalah yang paling banyak nongkrong dan kluar-kluar.

Kegiatan dirumah dapat anda gunakan membuat kerajinan tangan. Misalnya dari kertas, anyaman. Kalau tidak ada bahan kerajinan. Membuat kuliner khas daerah dan memasak bersama-sama keluarga. Anda dapat memberikan edukasi pada anak-anak Anda dan keluarga tentang kuliner budaya kalian atau kuliner asing.

Karena kuliner asli biasanya untuk generasi sekarang sudah jarang tahu. Dengan memanfaat libur corona Anda telah menjaga budaya dan memberikan edukasi budaya Anda. Sekaligus menjaga kedekatan emosional keluarga. Kita selama ini sangat jarang berkumpul bersama keluarga. Lebih banyak waktu di luar rumah.

Malas-malasan saja. Bagi Anda yang sekian lama capek kerja, kuliah, sekolah, dan lainnya. Ini kesempatan untuk hidup bermalas-malasan. Calon mertua atau mertua, orang tua tidak akan rewel saat anda rebahan sepanjang hari. Bangun tidur agak siang, tapi jangan lupa subuh. Tidur agak malam tapi jangan lupa isyah. Berbaring, rebahan, dan maen henpon. Hari demi hari.

Atau kalau seorang kutu buku. Tentu dapat membaca buku-buku kesayangan dengan santai. Sambil ditemani secangkir kopi. Anda akan tampak berwibawa dan menjadi manusia yang berilmu, sukses.

Semoga listrik tetap selalu menyalah dan kita happy-happy saja. Sekian, mungkin Anda punya cara-cara tersendiri dalam mengisolasi diri untuk sementara ini. Semoga kita bersama-sama dapat melewati cobaan ini, wabah ini. Aamminnn.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 26 Maret 2020.
Sumber foto internet. Ilustrasi seorang anak yang bermain di halaman rumahnya saja.


Sy. Apero Fublic

Corono Menggila. Sekarang Sudah 189 Negara Terjangkit

Apero Fublic. Jakarta.- Wabah virus corona benar-benar sudah menggila di dunia. Terakhir dikutif dari pidato Presiden Republik Indonesi Bapak Ir. H. Joko Widodo. Menyatakan; bahwa laporan-laporan dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan Kementrian Luar Negeri (KEMENLU) melaporkan virus corona telah menjangkiti 189 negara. Laporan terakhir dengan kasus terbaru di Suriah, Granada dan Mozambik (26/3/2020).

Bapak Presiden memberikan arahan kepada 34 gubernur terkait masalah penangganan wabah corona (istana negara). Beliau meminta semua gubernur mengambil kebijakan yang baik dan cermat. Termasuk memperhitungkan semua akibat dari kebijakan dalam pencegahan penyebaran dan penularan di daerah-daerah yang mereka pimpin. Bapak presiden juga mengingatkan dan mencontohkan. Seperti memperhatikan stok pangan. Meliburkan sekolah-sekolah dan meminta masyarakat menunda dahulu mengadakan atau mengunjungi tempat keramaian.

Begitupun dengan para pedagang yang terdampak langsung akibat kebijakan tersebut. Seperti ada berapa orang tidak bekerja. Misalnya pedagang asongan, tukang beca, sopir angkot dan lainnya. Agar semua diperhatikan oleh Pemerintah Daerah. Semua itu, didukung dengan APBD dan sekaligus Pemerintah Daerah menunda semua pengeluaran yang bersifat tidak mendesak. Serta tetap mempertahankan daya beli masyarakat, tetapi mengikuti protokol.

Beliau juga mengemukakan mengapa Indonesia tidak melakukan lockdown secara total seperti negara-negara lain. Karena menyadari sosial budaya setiap negara-negara berbeda. Misalnya dari kedisiplinan masyarakatnya dan sosial ekonomi. Maka menurut beliau untuk saat ini. Kebijakan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya di Indoensia adalah social distance atau menjaga jarak aman.

Dari itu, mengingat keadaan genting wabah corona ini. Mari kita bekerja sama dengan pemerintah. Mengikuti himbawan dan taati aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah. Baik Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. Yakin dan optimis kita akan dapat memenangkan pertarungan dengan virus ini. Tundalah dulu berkumpul ditempat-tempat nongkrong dan pusat keramaian yang tidak perlu. Istirahat dan berdiam dirilah dirumah kita masing-masing. Jaga kesehatan dan kurangi keras kepala kita. Allah bersama orang-orang yang sabar.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 26 Maret 2020.
Sumber foto internet. foto Ilustrasi.

Sy. Apero Fublic

3/23/2020

Moreskin Serum Whitening Gold. Perawatan Kulit Herbal Halal

Apero Fublic.- Moreskin Serum Whitening Gold, diperkaya dengan niacinamide, licorice root extract dan alpha arbutin yang dapat membantu mencerahkan kulit, melembabkan kulit serta menyamarkan garis halus. Manfaat membantu mencerahkan, melembabkan dan menyamarkan garis halus.

Kandungan Olea Europaea Fruit Oil melembabkan dan memelihara kulit. Membantu menyehatkan dan melembutkan kulit. Selain itu, juga kaya nutrisi dan anti-oksidan seperti vitamin A dan vitamin E.

Sedangkan kandungan Hydrogenated Oilve Oil dapat melembabkan, melembutkan kulit kering, dan menyamarkan bintik-bintik akibat penuaan pada wajah. Merupakan pelembut kulit yang sangat baik dan dapat membantu masalah kulit seperti dermatitis, kulit kasar, kulit kering dan dapat membantu membersihkan kulit dari sel-sel kulit mati.

Untuk kandungan Mulberry dapat membantu melindungi kulit dari efek radikal bebas. Komponen ini dapat membantu mencegah kerusakan sel kulit dan membantu mencerahkan kulit. Ekstrak Mulberry juga dapat membantu memudarkan noda-noda hitam di wajah dan membantu mencerahkan kulit. Saran pakai, gunakan pada pagi dan malam hari sebelum pemakaian cream (Moreskin Day Cream dan Moreskin Night Cream).

Netto. 15 ml.
Badan POM NA 181 719 007 01.
Tertarik Dengan Produk: HP/WA. 089607544565

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 24 Maret 2020.
Sumber. Katalog produk PT. Natural Nusantara.

Sy. Apero Fublic

Moreskin Serum Vitamin C. Pelembut. Menghilangkan Garis Halus Pada Wajah

Apero Fublic.- Moreskin Serum Vitamin C 30%, produk serum kecantikan yang mengandung vitamin C tinggi yaitu mencapai 30%, yang membantu mencerahkan kulit wajah, melembutkan, menghaluskan dan menyamarkan garis halus dan kerutan pada kulit. Manfaat membantu mencerahkan dan menyamaratakan garis halus. Kandungan vitamin C akan melindungi kulit dari radikal bebas dan zat berbahaya lainnya.

Kandungan antioksidan dalam vitamin C melindungi kulit dari radiasi ultraviolet dan paparan sinar matahari. Seperti halnya vitamin E, vitamin C juga dapat membantu mengurangi efek buruk radiasi ultraviolet dari sinar matahari, yang berarti juga membantu mencegah resiko kanker kulit akibat radiasi sinar matahari yang berlebihan pada kulit.

Vitamin C dibutuhkan untuk produksi hidroksiprolin dan hidroksilisin, yang keduanya akan mengikat molekul penghasil kolagen dalam tubuh. Ini akan memberikan dampak positif pada kulit, karena akan menjaga kekencangan kulit.

Salah satu manfaat vitamin C yang paling penting adalah perannya dalam produksi kolagen, jenis protein yang menjaga elastisitas kulit. Sejalan dengan usia yang semakin tua, kolagen akan rusak dan keripu mulai terbentuk. Asupan vitamin C yang memadai pada kulit akan melawan pembentukan keripu dengan cara meningkatkan produksi kolagen.

Untuk kandungan chemopreventive dan efek photoprotective menjadi antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Penggunaan vinifera seed secara rutin dapat menghambat kanker kulit yang disebabkan oleh paparan berlebihan terhadap sinar UV.

Manfaat lainnya adalah dapat memperlambat kerusakan oksidatif kapiler di wajah, dapat menghentikan kerusakan kolagen, asam hyaluronic dan elastin di kulit, dapat membantu untuk mencegah kerusakan akibat sinar matahari (photoaging). Saran pakai, gunakan pada pagi dan malam hari sebelum pemakaian crem.

Netto. 15 ml.
Badan POM NA 18171905556.
Tertarik Hubungi Kontak: HP/WA: 089607544565.

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 24 Maret 2020.


Sy. Apero Fublic

Nadiem Ingin Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir Ikut Menanggani COVID- 19

Apero Fublic. Jakarta.- Sebelumya pemerintah telah menghimbau, bahwa masyarakat mengisolasi diri selama 14 hari karena penyebaran COVID-19 yang sudah semakin luas. Virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan ini membuat tenaga para medis menjadi kewalahan akibat bertambahnya korban dari virus corona tersebut.

Seperti yang dikatakan Menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim, Bahwa akibat bertambahnya korban-korban dari virus tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang ada di Indonesia. Nadiem menghimbau, agar mahasiswa kedokteran tingkat akhir yang ada di Indonesia ikut andil dalam menangani COVID-19.

"Kami paham betul bahwa risiko terkait hal ini cukup besar, namun upaya ini tidaklah akan berhasil tanpa dukungan generasi muda yang memiliki talenta-talenta yang tepat. Tidak ada paksaan. Ini adalah gerakan sukarela,” sebut Nadiem dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Pria kelahiran Singapura ini mengatakan, Mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam menangani COVID-19 tidak harus langsung menangani pasien. Tenaga sukarela ini bisa membantu dalam menyampaikan informasi, edukasi, program-program komunikasi dan melayani via telepon kepada masyarakat. Mahasiswa juga bisa mempersiapkan diri membantu dalam keadaan darurat sesuai kapasitasnya masing-masing.

Nadiem juga telah menyampaikan himbauannya kepada Rektor/Direktur Politeknik Kesehatan untuk mendorong Dekan Fakultas Kedokteran/Keperawatan/Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk mensosialisasikan kepada mahasiswa kedokteran tingkat akhir, agar ikut serta menangani COVID-19 yang saat ini kian merajalela.

“Kepada mahasiswa yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insentif dari Kemendikbud, dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat yang dapat disesuaikan oleh universitas masing-masing untuk menjadi bagian dari penilaian kinerja dalam program co-as atau sebagai satuan kredit semester,” jelasnya.

Adi Putra Pratama.
Editor. Selita. S.Pd
Palembang, 24 Maret 2020.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Produk-Produk Kerajinan Gerabah di Kayu Agung. Sumatera Selatan.

Apero Fublic.- Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Mengenal hasil kerajinan gerabah masyarakat Kayu Agung. Untuk menambah wawasan kita tentang daerah Sumatera Selatan. Informasi bisnis, dan Usaha Kecil Menengah.

Gerabah adalah jenis kerajinan tangan yang dibuat dari tanah liat. Yang diolah dengan cermat dan dicampur dengan pasir halus. Setelah dibentuk dan sempurna kemudian gerabah yang baru selesai dianginkan atau dibiarkan mengering dengan perlahan.

Baru setelah kering gerabah dibakar di dalam tungku khusus pembakaran gerabah. Gerabah adalah jenis teknologi tertua yang ditemukan oleh manusia. Bahkan sampai sekarang seni kerajinan gerabah terus berkembang. Berikut ini beberapa jenis gerabah hasil produksi kerajinan masyarakat Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

1. Tuyu
Tuyu mempunyai ciri-ciri badan buat, dasar cembung, dengan diameter dua belas koma lima centimeter. Tinggi badan tuyu sekitar empat belas koma lima centimeter. Tuyu digunakan masyarakat untuk wadah menyimpan ari-ari ibu yang habis melahirkan. Kemudian ditanam di dalam tanah.

2. Pasu
Pasu ini mempunyai ciri-ciri berkaki dengan ukuran tinggi sebelas sampai dua pulu empat cm, diameter tiga puluh sampai empat puluh cm yang fungsi pakainya untuk tempat wadah air. Pasu adalah jenis gerabah yang berpasta kasar, bewarna coklat tanah. Merupakan wadah dengan tepian terbuka, bagian dasar rata, serta dinding wadah yang lurus. Tinggi sekitar sepuluh centimeter, diameter mulut tiga puluh centimetem. Bagian atas dan bawah permukaan luarnya dihiasi dengan garis horizontal.

Pasu, juga tidak hanya digunakan sebagai tempat air. Pasu juga digunakan sebagai wadah makanan, minuman hewan peliharaan dan lain sebagainya. Di zaman sekarang ditengah majunya industri alat rumah tangga. Pasu masih digunakan dan dibutuhkan masyarakat. Khususnya untuk menggoreng kemplang, kacang kulit, yaitu dengan cara menggunakan media pasir.

3. Singkup Atau Kekap
Singkup atau kekap merupakan alat untuk memasak kue. Penggunaan singkup atau kekap ini masih sering digunakan dan dijumpai dikehidupan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu sendiri. Pada saat menjelang lebaran singkup atau kekap ini sangat laku. Seban digunakan oleh para ibu-ibu, gadis remaja putri untuk memasak kue. Seperti kue bolu maksuba, bolu lapis legit, bolu selai nanas, engkak ketan dengan menggunakan singkup.

Fungsi Singkup ini digunakan sebagai pemanggang kue. Singkup dipanaskan dengan bara api. Lalu setiap lapisan bolu ditutup atau dipanggang dengan menggunakan singkup ini. Hasilnya bolu yang dimasak dengan menggunakan singkup akan sangat baik. Lebih baik apa bila dibandingkan dengan menggunakan panggangan listrik atau oven, atau pun dikompor. Dengan menggunakan Singkup membuat cita rasa kue menjadi lebih lezat, lebih kering, legit, dan awet.

4. Kendi 
Kendi merupakan tempat air bercerat (terbuat dari tanah liat). Penggunaan kendi biasanya digunakan untuk ritual pada saat orang membangun rumah ketika akan memasang genteng rumah, dimana kendi tersebut diisi dengan air lalu diikat dan digantungkan diatas atap rumah bersama kelapa hijau. Menurut kepercayaan masyarakat kendi yang berisi air  ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, sejuk, dingin bagi si pemilik rumah.

5. Kran Atau Tungku Api
Kran atau  tungku  merupakan tempat menyalakan api untuk memasak. Kran ini memiliki tiga tonjolan berbentuk “lidah babi” dan pada bagian dasar memiliki kaki. Pembentukan kran ini menggunakan teknik langsung dengan tangan (hand-modeiled). Dibuat dari tiga gumpalan tanah liat satu gumpalan tanah liat untuk membuat bagian dasar kran, satu gumpalan untuk membentuk bagian badan, dan satu lagi untuk membentuk kaki kran.

Dengan  menggunakan bahan bakar tradisional seperti  kayu, arang, sabut kelapa dan lain sebagainya. Kran atau tungku dapat digunakan untuk memanggang ikan. Menghasilkan panggangan harum, warna panggangan dan kematangan yang merata, dan lezat.

Karena memiliki manfaat luar biasa tersebut, kran sampai saat ini masih banyak  di gunakan masyarakat. Sangat cocok bagi Anda yang ingin membuka usaha kuliner. 

6. Gentong Atau Guci
Gentong merupakan jenis gerabah sebagai tempat penyimpanan air di dapur. Pada masa lalu gentong sama dengan guci. Digunakan masyarakat untuk penyimpanan beras, pengawetan ikan (pede), permentasi durian (jeruk), Permentasi ubi (tapai). Pada masa lampau juga berfungsi sebagai tempat menyimpan harta berharga seperti emas dan uang.

Dalam hal pemasaran hasil kerajinan gerabah dijual langsung oleh pengrajin. Banyak juga dijual ke pedagang pengumpul di pasar-pasar. Ada juga yang menjual eceran dan memesan langsung dari pengrajin. Apabila anda ingin berbisnis gerabah maka datanglah ke Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Oleh. Ahmad Reni Evita
Editor. Selita, S.Pd.
Palembang, 23 Maret 2020.

Sumber.
Lutfianti. Eksistensi Kerajinan Gerabah di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Fakultas Adab dab Humaniorah, 2020.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Pemerintahan Marga. Bengkulu. Sumatera Selatan. Lampung. Bangka Belitung

Apero Fublic.- Sejarah awal masyarakat Sumatera Selatan berasal dari atas-atas bukit dan gunung-gunung. Hal ini dapat diungkap dari adanya temuan kerangkah manusia purba penghuni gua-gua (gua putri). Berlanjut kemudian masuk masa peradaban zaman megalitikum. Peninggalan tersebar di daerah Pagar Alam, Lahat dan sekitar yang mencapai luas 40 kilometer persegi luas sebaran. Atau yang disebut oleh peneliti Belanda dari Gunung Suminung, Gunung Dempo, Gunung Kaba. Masa awal peradaban, mereka masih penganut animisme dan dinamisme.

Secara umum di Nusantara kehidupan zaman megalitikum memang di atas bukit-bukit atau dataran tinggi. Mulai dari Aceh sampai Papua atau secara umum di seluruh kawasan Austronesia. Ketika penyebar agama hindu dan budha. Mereka para penyebar budaya mengenal orang Indonesia yang tinggal di bukit-bukit dan anak gunung tersebut. Termasuk orang-orang di Sumatera Selatan. Maka orang India menamakan orang Indonesia dengan orang-orang Mala atau bangsa Mala. Mala dalam bahasa sanskerta berarti bukit atau gunung atau dataran tinggi.

Waktu berlau memasuki awal abad-abad Masehi. Ketika interaksi orang India dan Cina menguat. Mereka berlayar dan menginformasikan tentang negeri orang yang tinggal di atas bukit atau gunung, orang Mala. Orang Cina pun bersama di dalam komunitas mereka menambahkan kata Yu dalam menjelaskan negeri orang Mala (Indonesia). Yu dalam bahasa kuno Cina berarti negeri atau kerajaan.

Pengaruh hindu dan budha semakin kuat. Orang-orang Indonesia yang tinggal di bukit, gunung atau dataran tinggi mulai turun ke dataran rendah dan muara sungai di laut. Orang Cina yang dominan berdagang selalu menyebut dengan nama mala-yu untuk menamakan orang Indonesia, terutama orang di Sumatera Selatan. Beriring juga peradaban dunia naik ditimur dan barat. Sehingga interaksi perdagangan meluas. Mereka yang baru datang ke Nusantara Mengenal juga istilah Mala-yu selagi masih di pelabuhan mereka. Waktu berlalu, menjadikan nama mala-yu dikenal oleh bangsa-bangsa asing dan seluruh Nusantara.

Perkembangan peradaban pertama terbentuk di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Juga di sepanjang jalur pelayaran dan selat Malaka melewati Laut Natuna Utara. Munculnya Kedatuan Sriwijaya yang kuat dan besar menguasai Aisa Tenggara. Maka istilah Melayu atau Malayu melekatk pada negeri-negeri di kawasan yang bahasanya sama dengan bahasa masyarakat Kedatuan Sriwijaya. Sehingga Sumatera Selatan juga diakui sebagai negeri asal usul Melayu.

Bersamaan berkembangnya pengaruh hindu dan budha. Pengaruh budaya dan bahasa juga mengiringi. Seperti, munculnya gelar puyang. Kata puyang berasal dari kata pu dan hyang. Kata pu menjelaskan tempat atau terletak. Hyang adalah kata dalam bahasa sanskerta yang berarti, sebuah kekuatan supranatural yang bersifat ilahia. Dengan demikian kata puyang berarti pemimpin suatu tempat yang memiliki kekuatan, kelebihan dan sebagainya yang bersifat sakti. Pengambilan gelar hyang juga dilakukan oleh Dapunta. Pendiri Kedatuan Sriwijaya dari Minanga di daerah Ogan Komering Ilir sekarang, Dapunta Hyang.

Dalam perkembangan kemudian orang Melayu yang telah menyebar di seluruh pelosok Pulau Sumatera Bagian Timur, berkembang. Terciptalah suatu komunitas masyarakat yang berdasarkan kekerabatan atau kepuyangan yang mendiami suatu kawasan. Maka timbulah suatu pemerintahan tradisional, yaitu Pemerintahan Marga yang bersifat genoalogis atau berdasarkan seketurunan diistilahkan dnegan kepuyangan. Kemudian dalam perkembangannya Pemerintahan Marga selain bersifat genoalogis juga bersifat teritoris (wilayah).

Penduduk menyebut tempat tinggal baru dengan Talang. Terciptalah talang-talang baru dari kepuyangan mereka. Pemukiman penduduk tersebut yang sudah terdiri dari Talang-Talang bersatu membentuk suatu kepemimpinan, menjadi dusun.

Luas wilayah marga sesuai dengan wilayah yang didiami oleh kelompok mereka. Terbagi dalam beberapa dusun-dusun. Dari inilah kemudian mereka bersatu membentuk suatu pemerintahan lokal. Pemerintahan untuk melindungi diri, melindungi kelompok dan menegakkan aturan hukum dan adat istiadat.

Sebelumnya, sistem pemerintahan marga di pimpin oleh orang terkuat pada masanya. Atau orang yang dituakan (jurai tue) atau dipilih rakyat. Kemudian sistem kepemimpinan menjadi bersifat monarki atau turun-temurun. Sebab masuknya pengaruh hindu dan budha. Hal ini dapat di lihat dari berdirinya Kedatuan Sriwijaya. Karena penguasa ingin mengambil dukungan dan kesetian pemimpin marga apabila mereka di akui kepemimpinannya yang bersifat turun temurun.

Sistem Pemerintahan Marga terdapat di Pulau Sumatera Bagian Timur. Meliputi seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Bengkulu, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Lampung. Semua wilayah ini memiliki pemerintahan marga pada masa lalu. Kalau secara historis empat provinsi memiliki kesamaan sistem budaya dan adat istiadat, Melayu.

Bukti Pemerintahan Marga sudah ada semasa Kedatuan Sriwijaya. Dapat dibuktikan dengan kabar tertulis pada prasasti Kota Kapur peninggalan Kedatuan Sriwijaya yang ditemukan di Pulau Bangka. Cuplikan bunyi prasasti baris ke empat dan kelima: (4) yang mengenal pemberontak, yang tidak berprilaku terhormat, yang tidak takluk, yang tidak setia pada saya dan pada mereka yang oleh saya diangkat sebagai datu; biar orang-orang yang menjadi pelaku perbuatan-perbuatan tersebut mati kena kutuk biar sebuah ekspedisi untuk melawannya seketika dibawah pimpinan datu atau beberapa datu Sriwijaya dan biar mereka. (5) di hukum bersama marga dan keluarganya. Lagipula biar semua perbuatannya yang jahat; seperti mengganggu; ketentraman jiwa orang, membuat orang sakit, membuat orang gila, menggunakan mantra, memakai racun upas dan tuba, ganja.”

Kalau kita cermati dari barisan keempat dan ke lima ada nama datu yang diangkat atau datu yang memimpin. Ada kata, “marga dan dirinya.” Dari sini menunjukkan ada gelar pemimpin “Datu” yang kemungkinan sebagai gelar pemimpin marga masa itu (Pemerintahan Marga). Sedangkan gelar depati digunakan sebagai gelar kepala dusun (Talang). Gelar Depati masih di temukan sebagai kepala dusun pada tahun 1883 oleh W. Marsden (Arlan Ismail:13:2004).

Dari itulah, Sriwijaya menggunakan istilah Kedatuan sebagai nama negerinya, Kedatuan Sriwijaya. Bermakna bersatunya wilayah yang dipimpin datu-datu didalam wadah Sriwijaya sebagai suatu kerajaan besar. Kemungkinan istilah kedatuan inilah yang nantinya diserap masuk ke istilah di Jawa, sistem Keratuan. Saat Sriwijaya berkuasa di Pulau Jawa beberapa abad lamanya. Peninggalan besar Kedatuan Sriwijaya di Jawa Tengah adalah Candi Borobudur.

1. Pemerintahan
Pada awalnya Palembang setelah keruntuhan Kedatuan Sriwijaya pada abad ke 11. Terjadi kekosongan pemerintahan dalam masa beberapa waktu. Sehingga Palembang menjadi sarang bajak laut Cina. Datangnya Ceng Ho atau Ma Huan membasmi bajak laut. Semasa kebangkitan Kerajaan Majapahit abad ke 14 Masehi. Palembang diduduki oleh kerajaan Majapahit. Palembang ditempatkan seorang Adipati Majapahit bernama Ariyo Damar yang kemudian berganti menjadi Aryo Abdillah. Masuknya Aryo Dillah kedalam Islam sebab Penduduk Palembang telah mayoritas muslim waktu itu.

Pada masa penerus Aryo Abdillah yaitu Adipati Karang Widara. Banyak melakukan ekspedisi ke daerah hulu musi (uluan) untuk meluaskan pengaruh Palembang. Karena Palembang sesunggunya hanyalah wilayah kecil dipinggiran Sungai Musi. Dalam meluaskan pengaruhnya penerus Aryo Abdilla adipati Karang Widara (1485) menggunakan cara diplomasi kekeluargaan. Masa Karang Widara baru menyatukan 100 dusun di daerah uluan. Yang nantinya akan dilanjutkan oleh sultan-sultan Palembang.

Semasa Kesultanan Pemerintahan marga disatukan dengan diplomasi seperti yang dilakukan Adipati Karang Widara. Sistem kepemimpinan marga di pimpin seorang pesirah, depati. Dibantu pembarap dan juru tulis. Mereka bertanggung jawab ke Pati di Palembang.

Dalam urusan agama ada penghulu. Dusun (desa) di pimpin oleh seorang keria atau proatin. Kampung dipimpin oleh punggawa dan urusan agama oleh ketib dan (khatib). Sultan juga memberikan gelar pangeran, depati dan melegalisasi pendirian marga baru. Menjadi legalisasi kepemimpinan marga. Seperti pembentukan Marga Sanga Desa oleh Depati Samsudin. Depati Samsudin menjadi pesirah dilegalitas Sultan Palembang. Lima tahun kemudian Depati Samsudin dianugerahi gelar Pangeran (Oedji Anang: 1985).

2. Angkan Dangkan
Angkan Dangkan atau angkan-angkanan keluarga adalah bentuk budaya masyarakat Melayu Sumatera Selatan. Sampai sekarang budaya angkat keluarga masih sering dilakukan masyarakat. Angkat keluarga menjadi salah satu diplomasi penguasa Palembang dalam menyatukan sebuah Pemerintahan Marga di daerah uluan ke dalam pemerintahan.

Para depati diangkat menjadi keluarga raja. Karena sudah menjadi keluarga raja. Maka pemimpin marga mendapat gelar Pangeran. Lalu diakui kedudukannya dan kepemimpinannya pada marga tersebut. Maka munculah gelar-gelar pangeran selanjutnya. Pada Pasirah atau Depati pemimpin Pemerintahan Marga.

3. Pemberian Simbol
Pemberian simbol-simbol dari kesultanan pada Para Pemimpin Marga. Masyarakat waktu itu masih sangat menghormati simbol-simbol tersebut. Simbol yang diberikan sultan dapat berupa gong, senjata pusaka, piagam lempengan, dan pernyataan pengukuhan.

4. Persumpahan
Masyarakat Melayu Pulau Sumatera Bagian Timur memiliki budaya bersumpah. Orang Melayu sangat percaya dengan sumpah-sumpah. Bilamana sumpah dilanggar akan menyebabkan hal buruk dalam kehidupan. Begitupun saat sumpah Demang Lebar Daun dan Putra Raja Iskandar Zulkarnain dalam sastra hikayat Melayu.

Bukit Seguntang adalah saksi persumpahan para depati-depati pimpinan marga dalam mengikrarkan sumpah setia pada pemimpin di Palembang. Atau sumpa setia pada Sultan pada masa Kesultanan.

Budaya sumpa Melayu juga tercatat di prasasti Kota Kapur peninggalan Sriwijaya di Bangka Belitung. Prasasti ini dibuat saat Dapunta Hyang Jaya Naga yang akan berangkat menginvasi Pulau Jawa.

Semasa Palembang dibawa pimpinan Adipati Karang Widara. Persumpahan para depati beralih ke Bukit Seguntang dimana terdapat situs Puyang Putri Kembang Dadar dan Puyang Segentar Alam.

5. Mantra Segentar Alam
Mantra dalam tradisi budaya Melayu adalah susunan kata-kata yang diyakini mengandung kekuatan ghaib dan dapat memberikan kekuatan magis. Sehingga orang-orang yang menggunakannya akan mendapatkan sesuatu dengan mudah dan ajaib. Berikut ini bentuk matra penanaman pengaruh Palembang pada masyarakat Melayu uluan.

Assalamualikum Puyang Segentar Alam
Assalamualikum Puyang Putri Kembang Dadar
Kami anak cucungmu datang menghadap
Kuat-kuat dari kuat.
Raje dahi segalek raje
Raje penguasa bomi dan langit
Raje petir, raje marah, raje imau.
Ape  kene ancur
Hancur malam hancur siang
Kami besatu dengen puyang Segentar Alam dan menyatu dengan Puyang Putri Kembang Dadar.
Hak kata Allah. Bukan aku yang berkuaso, tapi Allahlah yang bekuaso. Asshaduallah ilahailallah waashaduanna muhamad rasululullah.

Mantra Segentar Alam sudah sangat langkah yang mengetahui. Mungkin sudah tidak ada lagi masyarakat yang menyimpan catatan atau hafal secara keseluruhan. Pada ilustrasi sebagian saja yang dapat dikatakan benar.

Sebab penulis mengandalkan ingatn sewaktu masih kecil. Ketika orang-orang tua bercerita tentang mantra-mantra. Apa bila ditelusuri berarti salah satu bentuk pengaruh dalam menyatukan Pemerintahan Marga semasa Adipati Karang Widara lalu dilanjutkan Masa Kesultanan Palembang adalah memanfaatkan sastra mantra-mantra.

Pemerintahan Marga Semasa Kolonial Belanda.
Menurut Arlan Ismail (2004) marga adalah persekutuan dari wilayah-wilayah dusun (desa) yang membentuk pemerintahan sediri. Kedudukan Pemerintahan Marga di atas dusun-dusun tersebut.

Dalam mengatasi permasalahan bahasa. Marga-marga menggunakan bahasa Melayu dialeg Palembang dalam berkomunikasi antar wilayah marga. Masa Kolonial Belanda kepemimpinan Marga bersifat demokratis. Dipilih langsung oleh rakyat. Sistem turun temurun dihapus Belanda. Namun gelar dan hukum masih tetap berlaku tidak banyak perubahan.

Pemerintahan Marga orang Melayu berkembang dan terdokumentasi dengan baik semasa Pemerintahan Kolonial Belanda. Meliputi empat provinsi sekarang yang terdiri dari Keresidenan Palembang, Keresidenan Lampung, Keresidenan Bengkulu, dan keresidenan Bangka Belitung.

Marga di Batanghari Sembilan berbeda dengan sistem marga masyarakat Melayu Minangkabau dan Melayu Batak. Disana marga merupakan kesatuan genealogis masyarakat. Mereka menjadikan marga sebagai identitas masyarakat mereka sekaligus tanda kepemimpinan wilayah.

Sedangkan marga di kawasan Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung lebih bersifat kepemimpinan saja (kesatuan teritori). Tidak ada ikatan kekerabatan turun temurun yang nyata. Karena pada umumnya masyarakat di Sumatera Selatan adalah satu. Yaitu sama-sama orang Melayu dari satu kepuyangan. Sehingga tidak ada perbedaan satu sama lainnya.

Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda seorang Pasirah pemimpin marga dibantu oleh seorang pembarap (wakil), seorang juru tulis, dan seorang opas. Opas nama petugas setara polisi di zaman Belanda. Pada tahun 1936 di Pulau Sumatera Bagian Timur terdapat 314 marga. Terdiri dari 174 marga di Keresidenan Palembang, Keresidenan Lampung 58 marga, dan Keresidenan Bengkulu 82 marga.

Di ibukota Marga terdapat Rumah Marga (Margo) atau balai marga, yang digunakan untuk tempat bermusyawarah masyarakat marga. Di pemerintahan tingkat dusun (desa) dipimpin oleh keria (kerio) atau proatin. Kampung dipimpin punggawa.

Selain itu dalam bidang keagamaan ada jabatan ketib/penghulu. Di setiap dusun dibangun gardu atau semacam bangunan sederhana berbentuk rumah. Disini ditugaskan seorang kemit atau dijaga oleh penduduk secara bergilir. Selain menjaga keamanan kemit juga bertugas mengumumkan berita di seluruh desa. Biasanya memukul gong, kenong, gendang, dan sebagainya. Untuk menarik perhatian warga.

Salah satu cara-cara kemit yang pernah saya dengar dahulu sewaktu masih anak-anak. “Hoy, uwang sekampung-kampung ikak, aku suru kades nutus kenong, untuk nyampaike bahwa arai isuk bagi yang ade anak kecik dibawah omor lime tahun. Unde ke puskesmas untuk imunisasi.

Terjemahan. "Semuanya, masyarakat di kampung ini. Saya di minta pak kades memukul gong untuk memberitahukan bahwa bagi yang memiliki anak umur dibawah lima tahun. Besok bawak ke puskesmas untuk mengikuti imunisasi."

Pemerintahan Marga dihapus oleh Pemerintah Pusat semasa Orde Baru di tahun 1979. Penghapusan Pemerintahan Marga oleh Pemerintah Pusat dengan dikeluarkan UU No. 5/1979 (Arlan Ismail: 106:2004).

Semoga Pemerintahan Marga dapat dikembalikan sebagai wujud pelestarian budaya bangsa. Selain itu, gelar Puyang, Depati, dan Datu dapat kita angkat kembali. Seperti gelar untuk Pak RT (rukun warga) dapat digelari dengan, Punggawa. Sebagai mana dahulu semasa kesultanan punggawa adalah pemimpin kampung.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti, S. Sos
Pelembang, 23 Maret 2020.
Sumber foto. Pinterest. Ilustrasi.

Daftar Baca:
M. Arlan Ismail. Marga di Bumi Sriwijaya: Sistem Pemerintahan, Kesatuan Masyarakat Hukum Daerah Uluan Sumatera Selatan. Palembang: UNANTI PRSS, 2004.
K.H.O. Gadjahnata dan Sri Edi Swasono. Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan. Jakarta: UI-PRESS, 1986.
Husni Rahim. Sistem Otoritas dan Administrasi Islam. Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1998.
Sri Wintala Achmad. Sejarah Runtuhnya Sriwijaya dan Majapahit: Menelusuri Jejak Sandyakala Imperium Besar Nusantara. Yogyakarat: Araska, 2018.
Mohd. Oedji Anang. Sejarah Marga Sanga Desa: Silsilah Pasirah-Pasirah Yang Pernah Memimpinnya. Bandung: T.pn, 1985.

Sy. Apero Fublic