4/18/2020

Mengenal Kemangi dan Kebudayaan Agraris Indonesia

Apero Fublic.- Mengenal tanaman rempah Indonesia, kemangi. Tentu masyarakat Indonesia tidak asing dengan tanaman kemangi. Tanaman yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Boleh dikatakan kemangi bagian dari sayur-sayuran juga. Kemangi memiliki aroma yang sangat khas dan harum. Baunya dan rasanya begitu menggugah selerah.

Mencium bauh khas kemangi akan membuat nafsu makan seseorang bertambah. Rumah makan, kelas renda dan tinggi apa bila menyajikan makanan khas masakan Indonesia tidak jauh-jauh dari kemangi. Beberapa masakan yang memanfaatkan kemangi.

Pertama pada bumbu junis-jenis gulai terutama gulai pindang. Kedua, bumbu masak ikan yang di pais (pepes). Masakan ikan brengkes dan berbagai jenis sambal-sambalan. Yang paling sering dijadikan lalap makan langsung.

Kemangi memiliki nama ilmia Ocimum xCitriodorum. Termasuk famili lamiaceae dari genus Ocimum. Kemangi diperbanyak atau ditanam dengan biji buah. Pada sistem pertanian moderen penanaman dilakukan dengan penyemaian terlebih dahulu. Kemudian dipindahkan kelahan yang sudah diolah, pangkur tanah.

Sedangkan pada penanaman tradisional oleh masyarakat di pedalam atau petani ladang berpinda. Cukup dengan menaburkan biji-biji bibit di tanah yang terbuka. Namun tanah harus di bakar terlebih dahulu. Agar kemangi dapat tumbuh subur.

Penduduk secara tradisional mengumpulan biji kemangi yang sudah masak. Kemangi yang selalu berbunga lalu berbuah. Tetapi tidak dipanen khusus untuk bibit. Buah dibiarkan masak dengan tanda bunga kemangi menghitam. Kemudian batang kemangi dibabat atau dicabut lalu dijemur di atas tikung atau wadah lebar lainnya.

Setelah kering dilakukan pemisahan biji kemangi dengan gagang bunga kemangi. Setelah biji-biji hitam kemangi terkumpul. Penduduk menyimpan dengan cara dibungkus kain lalu diikat kuat. Kemudian disimpan ditempat sejuk dan kering. Biasaya diatas perapian tergantung di atap pondok di ladang atau di dapur rumah. Penyimpanan juga tidak boleh terpapar panas panas api.
Pemanenan kemangi pada pertanian industri dengan cara mencabut batang kemangi dari tanah. Usia panen, diperkirakan tinggi batang kemangi sekitar 30 cm dari permukaan tanah. Atau berumur tiga mingguan. Kemudian kemangi siap dijual kepasar.

Sedangkan sistem panen kemangi tradisional. Yaitu, hanya dengan memetik pucuk-pucuk kemangi. Nantinya pucuk kemangi yang dipetik. Akan bertunas dan bercabang-cabang. Sehingga, satu batang kemangi akan menghasilkan banyak pucuk-pucuk kemangi lagi. Panen pun tetap hanya memetik pucuk saja. Spesial untuk bibit petani tradisional membiarkan puluhan batang kemangi yang tidak dipanen.

Di beberapa daerah di Indonesia kemangi memiliki nama-nama berbeda. Seperti pada masyarakat Melayu Minangkabau dinamakan ruku-ruku. Di Thailand dinamakan dengan bai kra pao. Kemangi memiliki potensi bisnis. Anda bole mencoba menekuni bisnis kemangi. Memulai belajar menanam dan mempelajari tekniknya. Kemudian mencari langganan, seperti rumah makan, pasar-pasar, pedagang eceran, dan rumah tangga.

Oleh. Rama Saputra
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 18 April 2020.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment