2/15/2020

Muslimah. Selamatkanlah Peradaban dan Umat Ini.

Apero Fublic.- Membela Islam bukan berarti radikal atau anti Pancasila. Muslim membela Islam berarti kita membela moral, memperjuangkan kebaikan di tengah masyarakat. Kita memperjuangkan kehidupan yang islamis untuk membantu manusia hidup dalam kebahagiaan. Kaum muslimin harus kuat dan tetap berjuang menegakkan ajaran Islam.

Jangan pernah goyang hanyak karena cercaan radikal, ejekan kadrun, atau lainnya oleh kelompok tertentu atau aliran paham tertentu. Hal pertama untuk menjaga kebaikan moral dan akhlak ditengah kalangan umat Islam adalah perbaikan dan penjagaan akhlak muslimah-muslimah. Muslimah harus kuat dalam mengikuti tuntunan ajaran Islam. Terutama dalam hal menutup aurat dan menjaga kehormatan diri.

Rusaknya kaum wanita di Indonesia. Pertama, disebabkan pacaran yang tidak lagi memakai norma-norma. Kalau sebelumnya pacaran ditolelir karena hanya sebatas berteman saja. Tapi ketika pacaran sudah melampaui batas maka pacaran harus ditinggalkan. Kedua, pengaruh materi gaya hidup yang ingin dilihat gaul, keren dan moderen. Ketiga, sebab pengaruh kesusastraan. Seperti film forno, novel forno, forno grafi dan sebagainya.

Masa awal pacaran hanyalah suatu interaksi persahabatan biasa antara laki-laki (bujang) dan perempuan (gadis). Namun seiring waktu, sistem pacaran yang sebatas saling mengenal tadi, berubah. Dari hanya persahabatan biasa menjadi perzinahan. Pemikiran orang pacaran saat ini.

Para gadis menjadi milik pacar seakan seperti suami istri. Melayani nafsu sang pacar. Mereka memang merasa hal itu harus dilakukan keduanya sebagai tanda pacaran atau bukti cinta. Dari itulah, sekarang pacaran identik dengan perzinahan dan mesum. Namun sedikit bersyukur, wanita di daerah-daerah masih menjaga kehormatan mereka.

Sesungguhnya pacaran disertai zinah dan mesum tidak ada pada budaya asli Indonesia. Sistem pacaran seperti itu meniru dari kebudayaan Barat. Sebab orang barat atau non muslim tidak memiliki sistem kehormatan pada wanita mereka. Mereka tidak mempunyai malu dalam hal urusan perempuan. Kebudayaan destructif ini masuk kedalam kesusastraan Indonesia. Dibawa oleh kelompok mereka dengan kepentingan bisnis. Celaka, yang ditiru kemudian oleh orang Indonesia kebanyakan tidak terkecuali oleh orang muslim adalah hal buruknya.

Kaum muslimah segerahlah kembali ke Islam. Selamatkan umat dan selamatkan kami kaum laki-laki dari fitnah akhir zaman ini. Peradaban sesungguhnya bukan berpusat pada laki-laki, tapi berpusat pada kaum wanita. Oleh karena itu, bersegerahlah kalian memperbaiki diri. Didik anak-anak kalian dengan akhlak agama. Jangan sampai rusak umat kita, Islam. Jangalah pulah kaum muslimah mengikuti kehendak kelompok jahat. Tetaplah terus berhijab dan beristiqomah dalam akidah Islam. Jihadlah dengan memakai hijab dengan istiqomah.

Hal pertama, yang merusak kaum muslimah adalah pacaran. Usahakan agar tidak lagi membudayakan pacaran. Banyak muslimah menjadi menderita sebab pacaran, hamil di luar nikah. Kadang ada yang dibunuh pacar karena tidak mau bertanggung jawab karena hamil. Gadis muslimah hilang kehormatannya. Kaum muslimah mari, kita bangun dunia Islam. Biarlah dunia mereka yang memuja kebebasan, memuja materi dan memuja maksiat tetap mereka anut. Jangan sampai kita kaum muslim mengikuti.

Hendaklah kita sebagai kaum muslim tetap berada di dalam lingkar Islam. Sedangkan dunia mereka biarlah tetap dunia mereka. Mereka mau berzinah, mereka mau maksiat atau mereka berbuat makar pada Allah, biarkan saja urusan mereka. Kita buktikan saja, dunia mana yang lebih baik. Satu pesan lagi, kaum muslimah kembalilah pada Islam dan adat istiadat bangsa kita yang menjunjung tinggi norma-norma susilah. Jangan kalian mengikuti seseorang. Tapi ikuti Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW. Musuh Islam sangat banyak, bahkan sesama orang Islam saja kadang saling memusuhi.

Jangan sampai kehancuran terjadi. Saat kalian menjaga diri kalian berarti kalian menjaga semuanya. Menjaga pancasila, menjaga keluarga, mejaga masyarakat, menjaga laki-laki, mejaga orang tua, menjaga suami-suami kalian dari perzinahan, menjaga bangsa ini, menjaga agama ini, menjaga akidah manusia, menjaga iman para pemuda dan yang paling utama adalah menjaga kaum kalian sendiri. Semuanya tergantung pada kalian, muslimah.

Apabila orang berkata alasan pacaran supaya rumah tangga dapat bertahan lama adalah bohong. Lihat saja berita dari iNews.id di atas. Angka perceraian itu, dalam beberapa waktu saja di satu kota, belum kota-kota lainnya. Sepanjang tahun 2018 ada setengah juta pasangan bercerai di Indonesia. Benarkah sistem pencarian jodoh dengan pacaran membuat keluarga bertahan lama?.

Pertentangan dunia adat dalam pernikahan di Indonesia pada masa lalu; yang dijodohkan atau lamaran. Ketika munculnya novel Siti Nurbaya. Sastra itu, lahir di zaman Belanda. Dan Belanda berkepentingan merusak norma-norma susilah di Indonesia. Belanda ingin kebiasaan atau budaya orang Barat (Belanda) juga diikuti oleh orang Indonesia.

Misalnya berzinah hal biasa saja, sama seperti budaya mereka. Dengan maksud agar norma adat dan budaya asli orang Indonesia rusak. Tapi yang paling diserang adalah Islam, agar rusak. Kita semua tahu, bagaimana perzianahan, kumpul kebo, dan bersentuhan laki-laki dan wanita bukan mahrom tidak mengapa bagi dunia Barat.

Bertahannya rumah tangga bukan diukur pacaran atau tidaknya saat mereka menikah. Tapi diukur dari kedewasaan berpikir dan akhlak masing-masing pasangan.

Praktek aborsi yang baru beberapa bulan dibuka. Para pembunuh anak sudah antri sebanyak 1632 wanita. Mengapa mereka mau membunuh anak di dalam rahim mereka. Karena anak tidak berdasarkan ikatan sah, hasil berzinah yang dari unsur pacaran dan pelacuran.

Kalau seorang wanita hamil secara baik-baik tidak akan mungkin dia mau membunuh anaknya. Kecuali aborsi yang berdasarkan ketentuan hukum, misalnya untuk menyelamatkan si wanita. Terkadang wanita baik dia lebih baik mati daripada mengorbankan kandungan mereka.

Tapi ada wanita yang mau membunuh anak di dalam rahim mereka. Buruknya kaum wanita sebab diri berdosa. Sekejam itu mereka membunuh anak mereka. Kalau sudah demikian, kaum wanita sudah lebih buas dari harimau. Harimau memakan manusia, tapi tidak membunuh anak-anak mereka.

Namun bagi orang jahat (pembenci Islam) hal demikian bukan menjadi kritik bagi mereka. Tapi mereka merasa gembira sebab mereka ingin Islam hancur. Mereka ingin dunia menjadi seperti kemauan mereka, liar seperti hewan-hewan. Tanpa aturan dan norma-norma. Muslimahlah, harapan umat satu-satunya.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 16 Januari 2020.
Sumber dan sumber foto. Kompas TV. dan Inews.id.

By. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment