11/15/2019

Konsep Kantor Syariah


Apero Fublic.- Kantor adalah suatu tempat bekerjanya suatu kelompok masyarakat yang terikat dalam suatu perjanjian kerja dengan sebuah badan hukum. Baik itu Badan Hukum swasta (perusahaan), atau Badan Hukum milik negara (BUMN/BUMD), dan Badan Hukum negara (Pemerintahan).

Sedangkan syariah adalah konsep Hukum Islam yang di ambil dari tiga pokok sumber hukum Islam, Al-Quran, Hadis, dan ijma para ulama. Kosep kantor syariah adalah pembentukan lingkungan kerja yang melindungi wanita dan laki-laki dari pelecehan seks. Baik sebagai korban atau sebagai pelaku. Mungkin juga terlibat skandal seks.

Hukum Islam memiliki tiga aspek perlindungan. Pertama, perlindungan terhadap diri sendiri. Kedua, perlindungan terhadap keluarga. Ketiga perlindungan terhadap moral sebuah bangsa (masyarakat). Kalau orang berpikir Hukum Islam adalah perlindungannya hanya pada orang yang melaksanakannya saja, salah besar. Berarti orang tersebut belum memiliki pengetahuan sosial masyarakat yang baik. 

Sehingga konsep Hukum Syariah sangat dibutuhkan untuk membentuk masyarakat yang madani. Selamah ini, Hukum Syariah yang dikenal adalah bentuk syariah pada diri individu (hijab), dan ekonomi seperti berjualan dan perbankan. Belum ada penerapan konsep syariah pada lingkungan sosial masyarakat. Konsep syariah pada lingkungan sangat diperlukan. Baik itu pada lingkungan hidup (alam), juga pada lingkungan sosial masyarakat. Untuk menjaga kebaikan-kebaikan yang moral, kenyamanan bekerja, dan kepercayaan keluarga saat keluarga mereka sedang bekerja.

Diantara yang memerlukan konsep lingkungan syariah adalah perkantoran. Dalam konsep Kantor Syariah adalah cara penataan ruang kantor atau ruang lingkup kerja dengan baik. Sehingga dalam interaksi kerja tidak memberikan ruang pada praktik seks. Baik itu pelecehan seks atau seks tidak sehat (zinah). Keamanan diri seorang wanita yang terjamin.

Konsep kantor syariah dimunculkan seringnya terjadi perselingkuhan di antar stap kantor. Selain itu, pelecehan seks juga sering terjadi. Paling rentan terhadap pelecehan seks adalah stap wanita. Dimanapun konsep kantor syariah diperlukan untuk melindungi kaum wanita. Kaum wanita adalah pekerja yang paling banyak dan lemah diperkantoran. Mereka mudah di intimidasi dan sangat mudah khawatir dengan posisi kerja mereka.

Takut kalau-kalau tidak disukai. Takut seandainya dipecat dan rentan bujukan dan rayuan. Selain itu, wanita yang merasa lemah dan laki-laki yang kurang ajar juga meremehkan kelemahan itu. Kemudian mereka menggerayangi tubuh wanita sesuka hatinya. Kadang karena takut wanita terpaksa menerimah perlakuan tidak senonoh tersebut.

Dalam bekerja tentu ada interaksi antara laki-laki dan perempuan. Dalam Islam tidak boleh lelaki dan perempuan berdua-dua di dalam suatu ruangan. Karena untuk menghindari pikiran-pikiran kotor saat berdua-dua dengan lawan jenis. Namun tuntutan dunia kerja tidak mungkin menghindari interaksi tersebut.

Menata ruangan kantor tentu sangat sulit. Sebab kantor belum tentu sesuai yang diinginkan. Hal yang dilindungi dalam bentuk penciptaan lingkungan syariah. Tentu juga melindungi aset perusahaan berupa SDM pekerjanya. Secara pribadi individu melindungi diri stap dari pelecehan seks dan perbuatan seks tidak sehat. Melindungi keutuhan sebuah keluarga dan masa depan anak-anak pekerja. Menjaga moral individu dan moral orang yang mungkin terpengaruh.

Banyak orang berpendapat kosong kalau perbuatan tersebut tergantung orangnya. Namun pemikiran tersebut adalah pemikiran yang singkat dan pendek. Perselingkuhan dan seks tidak sehat bukan tergantung dari orangnya. Bukan tergantung dari pendidikan, umur, jabatan, alim atau tidaknya. Jelek atau cantik, dan tampan. Tetapi tergantung situasi yang berkelanjutan antara dua orang lawan jenis. Manusia memiliki hasrat alami dan nafsu biologis.

Rasa kebersamaan dan kebaikan akan memancing seks antara wanita dan laki-laki. Wanita yang sangat mudah tersentu dengan perasaan-perasaa. Sedangkan laki-laki terlalu muda terpengaruh dengan imejinasi seks. Apalagi yang sudah menikah tentu keduanya sudah mengerti.

Siapa pun dia kalau berdua-dua di dalam suatu ruangan dalam waktu cukup lama atau berkelanjutan. Bersama-sama yang berkelanjutan. Maka perlahan-lahan dia akan terseret ke jurang perselingkuhan atau seks tidak sehat alias berzinah. Dalam Islam masalah seks tidak ada obatnya. Seks tidak sehat dalam Islam hanya dapat dicegah. Seperti menutup aurat bagi perempuan.

Menikah untuk yang sudah mampu. Tidak boleh mendekati zinah seperti berdua-dua dengan lelaki bukan mahram di tempat tidak terlihat orang. Tidak boleh berpacaran, dan harus menundukkan pandangan mata baik itu laki-laki atau perempuan. Seks tidak dapat dihilangkan oleh rasa cinta pada seseorang atau dengan status beragama. Sebab seks dorongan biologis alami manusia yang normal dan biasa.

Maka salah satu hal yang dapat mengurangi perselingkuhan dan seks tidak sehat, dan pelecehan seksual. Yaitu memunculkan konsep tata ruang kantor yang syariah. Konsep tata ruang kantor syariah dapat meminimalisir prilaku buruk seks tidak sehat. Salah satu dari rangkaian pembentukan konsep kantor syariah.

Pertama, karyawan wanita berpakaian yang menutup aurat dengan baik. Kedua, penataan ruangan dimana setiap ruang kerja ruang stap wanita. Atau membuat batas agar para stap dengan ruang terbuka tidak dapat saling pandang. Ketiga, menekankan moral yang baik pada karyawan laki-laki dan perempuan.

Keempat, ruang kerja yang sersifat ruangan harus dibuat dinding kaca yang terlihat dari luar. Membatasi jam kerja wanita atau laki-laki agar tidak tercipta ruang sepi. Membuat sistem perubahan rekan kerja yang berkalah. Membuat aturan-aturan yang melarang prilaku berdua-dua di ruangan tanpa pekerjaan.

Konsep kantor syariah mungkin sebaiknya mulai dilakukan penelitian, pengkajian, oleh para ulama fiqh, dan para cendekiawan muslim. Agar mulai diterapkan di kantor-kantor kaum muslimin. Mengingat di Indonesia adalah pemeluk Islam mayoritas. Cukup baik apabila dilakukan penelitian dan penerapan. Karena sudah banyak kasus-kasus perselingkuhan dan pelecehan seks oleh oknum di tempat kerja. Yang kasihan itu adalah kaum wanita. Kalau istilah sekarang kelompok kerah putih.

Perlindungan terhadap produktifitas dan kenyamanan pekerja. Melindungi nama baik perusahaan dan penjagaan moral stap. Selain itu penerapan undang-undang moral dan etika juga diperlukan. Misalnya seorang atas apabila ada tugas keluar jangan berdua-dua dalam mobil. Harus membawa pendamping, misalnya satu atau dua orang Polisi Pamong Praja kalau itu di Instansi Pemerintahan. Begitulah, kira-kira memikirkan bentuk-pentuk pencegahan. Seks hanya bisa diantisipasi tidak dapat diobati, untuk manusia normal.

Tidak ada sesuatu yang dapat mengendalikan seks. Seks seperti air putih saat manusia haus. Bagaimanapun hanya air putihlah yang mampu memuaskan. Bukan apa-apa, bukan karena santri, bukan karena sarjanah (S1, S2, S3), bukan karena Polisi, TNI, guru, dokter, dosen, atau apapun. Tapi seks itu muncul karena interaksi dan kebersamaan.

Orang-orang yang tidak menyukai konsep kantor syariah pastilah orang-orang yang berpikiran kotor dan dia kecenderungan hal tersebut. Walau mulutnya berkata tidak sebegitunya atau apalah (munafiq). Konsep kantor syariah adalah perlindungan kita semua. Syariah busana, syariah tatalaetak, syariah jalan tugas, syariah adab dan aturan. Dan lain-lain tergantung kesepakatan kita nantinya.
#Salam Himpunan Muslim.


Perzinahan Sekantor
Perselingkuhan Perawat dan Dokter

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 14 November 2019.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment