-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Daerah Tiga Tipologi Rumah Panggung Di Provinsi Sumatera Selatan
Budaya Daerah

Tiga Tipologi Rumah Panggung Di Provinsi Sumatera Selatan

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
05 Aug, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Rumah panggung adalah bentuk rumah tradisional masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Wilayah tropis, dengan keanekaragaman hayati terutama jenis tumbuhan. Telah melahirkan kebudayaan bagi manusia yang mendiami wilayah tropis. Banyaknya sumber daya kayu membuat perkembangan bangunan tempat tinggal juga dengan menggunakan kayu, rumah panggung.

Selain itu, bangunan rumah panggung juga dibentuk dari tantangan alam. Misalnya banjir, menghindari hewan berbisa, hewan buas seperti harimau. Juga bentuk pemukiman kawasan perairan atau rawa-rawa. Sehingga terbentuklah budaya rumah panggung. Dalam perkembangan pembangunan tempat tinggal, ada tiga tipologi umum rumah panggung yang terdapat di kawasan Provinsi Sumatera Selatan. Rumah panggung masuk dalam salah satu kebudayaan Melayu.


A.Rumah Panggung Basepat

Rumah Panggung Basepat adalah rumah panggung hasil perkembangan bangunan rumah panggung generasi pertama. Kata basepat dalam bahasa Melayu berati bertingkat. Tapi tingkat ini tidak meninggi, tingkat yang bersusun rendah. Rumah panggung basepat dinamakan rumah limas sekarang. Penamaan diambil dari bentuk atap atasnya yang berbentuk melimas.

Namun penamaan ini kurang tepat sebab tidak mengakar dari budaya masyarakat Sumatera Selatan sebenarnya. Penamaan yang terburu-buru tanpa melakukan penelitian yang mendalam di tengah masyarakat. Mengingat seluruh bangunan tempat tinggal di Indonesia atapnya hampir melimas. Rumah Panggung Basepat atau rumah limas ini menjadi rumah adat Provinsi Sumatera Selatan dan pernah menjadi gambar di uang sepuluh ribu rupiah.

Kata basepat berkembang dari kata sekat. Kata sekat sudah sejak lama ada di dalam bahasa Melayu. Sekat bermakna batas yang bersipat tidak permanen. Misalnya ruangan tengah rumah disekat dengan tirai untuk sementara. Arti umum sekat adalah batas.

Awalan kata ba menjelaskan memasang, memakai, mengambil, melakukan atau digunakan. Perkembangan kata sekat menjadi basepat untuk pembedaan dari kata sekat. Biasanya dalam pembahasan timbul salah pemaknaan. Sekat yang artian mana sehingga timbul gejolak dalam perbincangan. Di dorong juga salah ucap saat masyarakat penyampaian kata.

Sehingga basekat berubah basepat. Basepat juga memunculkan makna menjadi tingkat-tingkat. Tapi tingkat yang tidak meninggi. Basepat juga bermakna batas-batas yang rendah. Itu dirujukkan dengan lantai yang berbatas sekeping papan (kijing), lalu meningkat setinggi 30 cm, berbatas sekeping papan lagi (kijing).[1]

Banyak peneliti mengaitkan dengan lantainya yang naik turun dengan kebudayaan punden berundak. Namun, bentuk bangun berundak tidak hanya meningkat dari satu sisi, tapi diempat sisi. Kemudian bangunan berundak pada bagian atas akan semakin mengecil.Sedangkan rumah panggung basepat semakin besar.

Pada kebudayaan asli Indonesia bangunan berudak hanya digunakan untuk bangunan keagamaan. Sebagai contoh, bangunan punden berundak manusia purba di Lampung. Bangunan candi-candi baik hindu atau budha. Kemudian sistem berundak juga saat masuknya Islam diterapkan pada bangunan atap masjid tradisional Indonesia. Bangunan berundak tidak pernah digunakan untuk bangunan tempat tinggal. Rumah panggung basepat adalah murni perkembangan dan kemajuan teknolgi pertukangan bangunan tempat tinggal dari sistem bangunan pondok.[2]

Contoh Rumah Panggung Basepat di lihat dari luar. Tampak lantainya naik turun dan bagian atas paling besar. Tidak mencerminkan pengaruh kebudayaan purba punden berundak.
Contoh bagian dalam Rumah Panggung Basepat. Tampak teknik plavon dan ukiran tradisional Melayu di dinding pembatas dengan ruang tengah rumah. Mengapa di sebut ukiran Melayu karena bersumber dari alam, seperti daun, bunga, dan pepohonan. Ukiran tersebut masih asli dan sudah berumur ratusan tahun.
Conto ukiran atau ragam hias yang selalu ada di sisi samping dinding depan rumah Panggung Basepat. Bentuk demikian sama seperti di rumah-rumah panggung basepat lainnya. Menjadi salah salah satu ciri khas rumah tradisional ini.

Ciri-Ciri Rumah Basepat Asli
1. Lantai meningkat ke atas. Di setiap tingkat lantai dibatasi dengan kijing atau papan lebar penutup.
2. Material masih tradisional, seperti reng terbuat dari bambu, kasau atau taso terbuat dari kayu bulat yang diawetkan dengan direndam.
3. Adanya pemasangan sejenis pelindung di lantai dibagian bawah dari serangan musu. Terbuat dari jalinan kayu-kayu kecil pelindung tusukan berupa tombak atau pedang.
4. Ragam hias berupa ukiran-ukiran papan yang dipasang bagian samping rumah. Di bagian pembatas ruang tengah dengan ruang tamu.
5. Serambi didinding secara menyeluruh. Pintu dan jendela dibuat sederhana tidak banyak hiasan dan motif.
6. Ada makna di setiap tingkatan lantai: makna menyesuaikan aktivitas. Maksud menyesuaikan aktivitas adalah dimana aktivitas terjadi, seumpama ada raja yang berkunjung, ulama, dan masyarakat. Maka susunan duduk raja di lantai paling atas, ulama di lantai kedua, dan dilantai ketiga rakyat. Misalnya ada pertemuan suatu keluarga dengan keluarga lain. Para orang tua di lantai atas, orang muda di lantai kedua, dan orang yang belum menikah atau bujang di lantai paling bawa.
7. Tiang dan material terbuat dari kayu-kayu berkualitas.
8. Terletak di pemukiman awal di suatu tempat (desa). Terutama tidak jauh dari tebing sungai.
9. Tiang menggunakan kayu unglen atau kayu besi.
10. Bentuk dan arsitektur sama dengan rumah-rumah basepat lainnya.
11. Tingkatan lantai rumah selalu tiga tingkat. Namun ada juga yang hanya dua atau ada yang empat tingkatan. Hitungan tingkat tidak termasuk serambi tangga di samping bangunan rumah. tingkatan ada makna-makna filoshofis.

B. Rumah Panggung Malamban
Rumah panggung tipologi malambang berbeda bentuk dari rumah panggung basepat. Kalau rumah panggung basepat lantainya naik turun. Rumah panggung malamban lurus atan mendatar. Dari serambi depan sampai ke bangunan dapur. Biasanya hanya bangunan dapur lantai sedikit menurun.

Kata malamban berasal dari kata lamban. Lamban adalah penamaan tempat penyeberangan sungai yang sangat sederhana. Biasanya lamban hanya terbuat dari sebatang pohon atau sebatang bambu. Kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia lamban berarti jembatan. Awalan kata ma bermakna sedang melakukan.

Kata ma juga bermakna atau merujuk ke membentuk, serupa, semirip, atau meniru. Secara fhilosofis dijelaskan saat merakit kerangka rumah. Dimana kerangka utama adalah kitau. Kitau ini yang terpasang sangat mirip dengan lamban (jembatan). Kitau adalah kerangka yang terletak diatas tiang-tiang.

Sama halnya dengan pondasi. Semua kerangka rumah bertumpu pada kitau. Sehingga para tukang saat merakit berjalan di atas kitau. Seolah-olah mereka sedang berjalan melamban (menyeberang melalui jembatan) di atas sungai. Begitupun saat masyarakat melihat mereka sedang bekerja.

Dari ujung ke ujung berjalan diatas kerangka utama atau kitau. Sehingga lama-semakin lama kata malamban terus melekat. “melamban kitau” melamban membawa alat-alat tukang” “malamban membawa kerangka rumah yang lain. “malambam bikin rumah.” Semuanya malamban terus malamban sampai rumah tegak dan dipasang lantai. Maka kata malamban melekat saat membangun rumah tipelogi memanjang mendatar tersebut.
Foto Rumah Panggung Malamban. Coba perhatikan bentuk lantainya yang hanya melurus dan tidak meningkat atau berundak seperti rumah panggung basepat.
Ciri-Ciri Rumah Panggung Malamban
1.Rumah berbentuk persegi empat memanjang.
2.Ragam hias berupa jenis kaca lama yang banyak gambar-gambar.
3.Material terbuat dari kayu berkualitas.
4.Adanya ragam hias di atas atap, seperti patung burung, tahun pembuatan, dan sebagainya. (tidak semua).
5.Tidak ada makna-makna simbol dan klasifikasi sosial. Penyebab tidak ada lagi makna-makna adalah perkembangan rumah ini sudah menyebar sajak dalam jajahan Belanda.
6.Material sudah diolah cukup baik. Seperti tiang menggunakan batu bata jenis lama, genting lama dan sebagainya.
7.Bentuk dan arsitekturnya sama dengan rumah-rumah malamban lainnya.

C. Rumah Panggung Kotemporer
Kata kotemporer bermakna baru atau moderen. Dalam seni seperti arsitektur kotemporer adalah arsitektur yang tidak lagi terikat dengan satu bentuk, aturan-aturan, kaidah-kaidah tradisional. Arsitektur kotemporer adalah arsitektur baru yang berbentuk bebas. Rumah panggung kotemporer tidak lagi terikat dengan bentuk rumah panggung basepat dan rumah panggung malamban.

Rumah panggung basepat pada masanya semua masyarakat membuat dengan bentuk yang sama (abad ke 20 kebawa). Begitu pun saat tipologi rumah panggung malamban tersebar di seluruh Sumatera Selatan di awal abad ke 20 Masehi. Maka hampir semua rumah-rumah masa itu mengikuti bentuk atau arsitektur rumah malamban dan basepat.


Rumah Panggung Kotemporer dalam bentuk meniru rumah panggung malamban. Hanya perbedaan pada bentuknya yang minimalis. Serambi depan atau samping hanya didinding seperempat atau bentuk miniatur sederhana. Arsitekturnya bebas dan berbeda-beda.

Tinggi dan rendahnya, ukurannya dan juga cara pembuatannya. Maka rumah panggung yang bergaya bebas ini disebut Rumah Panggung Kotemporer. Penamaan kotemporer diambil dari kebutuhan ilmia dalam menggolongkan bentuk rumah panggung di zaman sekarang. Rumah panggung kotemporer adalah perkembangan ke tiga dari bangunan tempat tinggal masyarakat Melayu.

Perkembangan rumah panggung kotemporer dipengaruhi faktor sosial. Besarnya populasi penduduk, sempitnya lahan, habisnya sumberdaya kayu, tuntutan bisnis, kecepatan dalam penyelesaian. Selain itu, pengaruh budaya praktis seperti sistem hajatan yang menggunakan sistem antri, sistem antar pada penyajian jamuannya. Tren keluarga kecil yang sederhana, dan keterbatasan ekonomi.

Rumah Panggung Kotemporer bentuk dan arsitekturnya sudah bebas. Tidak lagi monoton seperti rumah panggung basepat dan rumah panggung malamban.

Ciri-Ciri Rumah Panggung Kotemporer
1. Arsitektur dan bentuknya bebas tidak mengikuti tipologi tertentu atau tipologi sezaman sebagaimana rumah basepat dan malamban.
2. Miskin ragam hias kreatifitas, seperti ukiran papan misalnya.
3. Material di olah dengan teknologi, dari reng, taso, genteng dan sebagainya.
4. Serambi depan dan samping di dinding setengah atau seperempat.
5. Tiang rumah menggunakan batu bata jenis baru atau jenis kayu biasa.
6. Terletak menghadap jalan raya dan jauh dari tebing sungai.
7. Ragam hias berupa material lain, seperti gambar, atau kerajinan tangan yang ditempel di dinding.

Seiring perkembangan zaman bangunan panggung akhirnya juga mulai dikikis oleh bangunan rumah depok. Atau jenis rumah yang dibangun langsung diatas permukaan tanah. Semoga ada perhatian dari pemerintah, terutama bidang pariwisata dan kebudayaan. Membentuk kawasan kampung budaya di kawasan desa tertentu. Seperti di Kota Palembang terdapat Kampung Al-Munawar.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 4 Agustus 2019.


[1]Kijing adalah nama papan yang melebar di sisi, di atas atau depan lantai, dinding, atau atap. Fungsi papan kijing untuk memperindah dan menutup celah-celah.
[2]Pondok adalah nama bangunan tempat tinggal orang Melayu pada masa belum tersentu kemajuan teknologi pengolahan kayu.
Sumber foto Rumah Panggung Kotemporer. Desmiana, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Foto Rumah Panggung Basepat dan Malamban oleh Apero Fublic. Lokasi Kampung Lama di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
Sumber data: Wawancara dengan orang tua-tua di Desa Gajah Mati. Observasi langsung penulis ke lapangan, di seluruh Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin, dan beberapa bagian di Kota Palembang di kawasan Tangga Buntung. Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir.

Sy. Apero Fublic
Via Budaya Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Pemkot Prabumulih Kampanyekan Pola Hidup Sehat: Ajak OPD dan Masyarakat Rajin Olahraga

PT. Media Apero Fublic- Friday, August 14, 2026 0
Pemkot Prabumulih Kampanyekan Pola Hidup Sehat: Ajak OPD dan Masyarakat Rajin Olahraga
APERO FUBLIC   I  BPRABUMULIH.–   Suasana Jumat pagi di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Asisten I…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261690
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Ketika Mimpi Berubah Arah
    APERO FUBLIC I  Namaku Revalin. Ada satu hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatanku. Hari itu bukan hari kelulusa...
  • Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
    APERO FUBLIC I  Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Ketika Mimpi Berubah Arah

Ketika Mimpi Berubah Arah

Thursday, July 16, 2026
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Thursday, July 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1865 Berita Daerah 1771 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1240 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 126 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1043 Kesehatan 43 Kisah Legenda 10 Kuliner 32 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 208 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 41 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us