-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Daerah Menjemput Jodoh Dengan Adat Malarai
Budaya Daerah

Menjemput Jodoh Dengan Adat Malarai

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
02 Aug, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Dalam proses terjadinya pernikahan pada Masyarakat Melayu di Kabupaten Musi Banyuasin ada tradisi adat untuk menuju pernikahan, yaitu adat malarai. Sistem adat malarai ini sudah ada sejak zaman kesultanan. Dalam penyebutan adat malarai terdiri dari beberapa sebutan.

Pertama, turun larai yang bermakna telah melakukan adat malarai seorang gadis dan perjaka. Pemasukan kata turun dirujukkan pada rumah-rumah masyarakat Melayu yang semuanya rumah panggung. Apabila penghuni rumah akan pergi, maka dia akan menuruni tangga. Kata turun juga bermakna melaksanakan langsung atau mengerjakan sendiri.

Sebagai contoh ada ungkapan kata turun “pemerintah diharapkan turun tangan dalam menyelesaikan komflik.” Begitupun kata turun dalam penyebutan turun larai memberi pesan bahwa anak mereka telah melaksanakan sendiri dalam menjemput jodohnya.

Anak gadis yang menika juga diistilahkan pergi dalam artian positif. Sedangkan kata Larai bermakna lari dalam bahasa Indonesia. Kata larai disini bukan berarti melarikan diri. Tapi bermakna mendatangi suatu tempat, yaitu rumah pemerintahan setempat. Sedangkan awalan kata Ma dalam bahasa Melayu bermakna sedang terjadi atau sedang melakukan.

Sehingga istilah malarai diartika secara harfiah adalah seorang laki-laki perjaka dan seorang perempuan gadis perawan yang sedang melakukan perjalanan, dari satu tempat ke tempat lain. Lalu mereka ingin menetap. Dalam artian ini adalah menikah atau berumah tangga.

Pada masa kesultanan, adat malarai mendatangi rumah penghulu, pesirah, atau depati. Kemudian menyatakan ingin menikah secara sah. Baru kemudian pemerintahan setempat memberitahu keluarga dan masyarakat bahwa telah dilaksanakan adat malarai.

Maka keluarga kedua belah pihak bermusyawara untuk menikahkan keduanya. Pada masa kemerdekaan ketika masuknya pengaru luar. Seperti pada zaman penjajahan Jepang masuknya sistem RT dan RW. Maka adat malarai juga kadang mendatangi rumah RT atau RW, Kepala Dusun, Kepala Desa.

Pada saat sekarang ketika administrasi pemerintahan desa telah lengkap. Maka adat malarai sering di rumah P3N (Pembantu Pegawai Pencatat Nikah), di setiap desa. Karena pernikahan berhubungan dengan hukum agama. Adat malarai terdiri dari dua kategori, yaitu adat malarai terang dan adat malarai raje.

I.Adat Malarai Raje.
Kata raje diartikan dalam bahasa Indonesia berarti raja. Raje atau raja dalam bahasa Melayu bukan hanya merujuk ke istilah raja yang memimpin sebuah kerajaan. Tapi kata raje atau raja bermakna juga dengan pemimpin. Tapi masuk dalam jalur tata pemerintahan. Misalnya Kepala Desa di sebut raje bermakna pemimpin desa.

Adat malarai raje adalah saat melaksanakan adat malarai pengantin wanita di titipkan di rumah pemerintahan setempat. Pengantin wanita belum boleh dijemput oleh pihak mempelai laki-laki sebelum ada keputusan musyawara antar keluarga. Keputusan musyawara misalnya pemberian syarat-syarat yang dipinta oleh keluarga mempelai wanita.

Seperti mahar, jojoh, dan perlengkapan adat istiadat. Kata mahar biasanya diganti dengan kata Mas Kawin. Jojoh adalah permintaan keluarga dan mempelai wanita berupa uang, emas, atau barang-barang. Sedangkan perlengkapan adat, seperti punjung, genti duduk, dan pelangkah. Punjung terdiri dua, punjung wali, dan punjung menta. Punjung wali terdiri dari masakan ayam yang tidak potong-potong (utuh).

Punjung mentah adalah ayam hidup yang dilengkapi perlengkapan masak, seperti bumbu. Punjung wali diberikan saat acara akad nikah. Sedangkan punjung mentah diberikan saat mengantar jojoh, mahar, dan pelangkah. Pelangkah diberikan seandainya si mempelai wanita mendahului kakaknya (laki-laki atau perempuan).

II.Adat Malarai Terang.
Malarai Terang adalah pembedaan saja dari adat malarai raje. Kata Terang bermakna jelas, memberitahu, tidak sembunyi-sembunyi. Adat malarai terang dalam pelaksanaannya tidak menitipkan mempelai wanita di tempat pemerintah setempat. Setelah mereka melapor dan menyatakan ingin menika, malarai.

Kemudian adminitrasi mereka diterima pemerintahan setempat. Mereka dinyatakan menjadi sepasang pengantin. Maka mempelai wanita kembali pulang kerumah orang tuanya. Baru kemudian keluarga keduabelah pihak bermusyawarah untuk melangsungkan pernikahan. Akad nikah dilakukan di rumah mempelai wanita.

Adat malarai terang hanya bentuk pengikatan agar pernikahan terjadi walaupun dalan keadaan sesederhana apapun. Malarai terang hampir sama dengan proses lamaran. Hanya saja melibatkan pemerintah setempat terlebih dahulu. Karena kedua pengantin khawatir keinginan mereka menikah dipersulit keluarga mereka.

Kebaikan adat malarai terang adalah tidak terburu-buru dalam proses pemenuhan syarat pernikahan. Kedua belah pihak akan merasa aman dan tidak merasa malu karena mempelai wanita di rumah orang tuanya. Sedangkan kerugian adat malarai raje adalah terburu-burunya dalam pemenuhan syarat-syarat yang dipinta keluarga mempelai wanita.

Sering syarat diadakan hanya separu dari yang diminta. Saat pengantin atau anak mereka masih di rumah pemerintahan setempat. Orang tua mempelai laki-laki akan panik mencari uang untuk syarat. Sehingga sering menjual cepat apa saja yang mereka miliki. Begitupun dengan keluarga mempelai wanita selain malu juga khawatir anak perempuan mereka di rumah orang (pemerintah setempat).

Adat malarai sesungguhnya hanya untuk penegasan dan pengikatan untuk menuju pernikahan. Namun dalam konsekkuensinya setelah melaksanakan adat malarai. Apabila tidak dinikahkan atau pernikahan mereka batal. Sehingga si gadis akan rusak nama baiknya di mata masyarakat.

Masyarakat dan para pemuda akan mensejajarkan si gadis dengan janda. Si gadis akan malu dan merasa rendah diri. Bahkan kadang si gadis tidak ada lagi pemuda atau bujang yang mau mendekatinya. Anggapan tidak suci atau bekas orang akan dicap pada si gadis yang batal menikah setelah melaksanakan adat malarai.

Dengan demikian, mau tidak mau, setelah melaksanakan adat malarai keluarga perempuan cenderung mengalah. Karena yang penting adalah anak mereka jadi menikah dengan pengantin laki-laki. Hal yang diharapkan dari kedua mempelai keluarga mereka tidak mempersulit jalan pernikahan mereka.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 2 Agustus 2019.
Sumber wawancara dengan tetua desa, di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sumber foto. Apero Fublic. Lokasi Dusun Lama Desa Gajah Mati. Rumah panggung tipe malamban.


Sy. Apero Fublic
Via Budaya Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bupati Askolani Ikuti Pembahasan Obligasi Daerah sebagai Solusi Pembiayaan Pembangunan

PT. Media Apero Fublic- Thursday, May 21, 2026 0
Bupati Askolani Ikuti Pembahasan Obligasi Daerah sebagai Solusi Pembiayaan Pembangunan
APERO FUBLIC   I  PALEMBANG . - Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., didampingi Sekda Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., I…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026913
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 62 Berita 1574 Berita Daerah 1569 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1190 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 50 Cerita Rakyat 12 Cerpen 21 Dongeng 67 Ekonomi 47 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 64 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 9 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 577 Kesehatan 32 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 495 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 44 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 56 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 40 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 14 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 175 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 30 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us