Feature
Kampus
Mahasiswi
Pertanian
Hilirisasi Kopi Sejiwa Lan Java Jadi Sorotan di Lokakarya Gerakan Kopi Berdaya
Peserta Lokakarya berfoto bersama para pembicara dari Bapperida, Dispertanikap, dan Diskumperindag Kabupaten Semarang, di Balai Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kamis (17/9/2026). (Dok. PPK Ormawa BEM FISIP Undip)
APERO FUBLIC I SEMARANG.— Program pemberdayaan petani kopi Gerakan Kopi Berdaya (GKB) yang digagas tim PPK Ormawa BEM FISIP Universitas Diponegoro resmi memasuki tahap akhir. Kamis (17/9/2026), sekitar 70 orang menghadiri Puncak Lokakarya Hilirisasi Kopi Sejiwa Lan Java dan Gebyar Bazar UMKM Desa Lanjan yang digelar di Balai Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.
Acara ini menjadi puncak dari rangkaian pendampingan yang telah berjalan selama program, mulai dari sharing praktik baik, pendampingan budidaya kopi dan pencegahan OPT, pendampingan pemasaran dan alat pengelolaan kopi, legalitas usaha melalui penerbitan NIB, pembentukan Kelompok Usaha Bersama, hingga penguatan digitalisasi pelaku usaha melalui pendampingan QRIS. Hadir dalam kegiatan tersebut petani kopi, pengurus KUB, perangkat desa, pelajar, pelaku usaha, mitra program, serta perwakilan birokrasi FISIP Undip.
Lokakarya dirancang sebagai ruang pertemuan antara warga dan tiga dinas teknis Kabupaten Semarang. Talkshow bertema "Hilirisasi Kopi dan Keberlanjutan Pemberdayaan Desa Lanjan" menghadirkan Antonious Aru Hadi Eka Sayoga dari Bapperida, Isna Luthfa Haniati, S.P. dari Dispertanikap, dan Sri Retno Widayati, S.E., M.M. dari Diskumperindag.
Ketiganya membedah peluang pengembangan usaha dan potensi desa dari perspektif masing-masing lembaga, sekaligus memetakan dukungan yang dapat diakses warga setelah program mahasiswa berakhir.
Dari sisi hulu, Dispertanikap menyoroti pengelolaan tanaman kopi dan kualitas panen sebagai fondasi nilai jual. Diskumperindag menekankan aspek legalitas, kemasan, dan akses pasar bagi pelaku usaha mikro.
Sementara Bapperida menempatkan hilirisasi kopi Lanjan dalam kerangka perencanaan pembangunan daerah, sehingga potensi desa tidak berhenti pada satu musim panen. Sesi ini sekaligus menjadi kilas balik atas materi pendampingan yang telah diberikan sepanjang program.
Isna Luthfa Haniati, S.P. dari Dispertanikap turut menyampaikan apresiasi sekaligus harapan bagi keberlanjutan program.
"Terima kasih kepada tim PPK Ormawa BEM FISIP Undip yang telah hadir mendampingi Desa Lanjan. Dedikasi dan kontribusi yang diberikan sangat berarti, dan kami berharap Lanjan bisa tumbuh menjadi desa wirausaha.
Harapannya, pendampingan ini terus berlanjut dari awal hingga akhir, termasuk dukungan untuk ekspansi pasar agar penjualan bisa terus meningkat. Untuk generasi muda, jangan takut masuk ke dunia pertanian, khususnya kopi, karena nilainya tinggi dan peminatnya pun banyak," ujarnya.
Dukungan kelembagaan mengalir dalam beberapa bentuk. Bank BTN KCP Undip menyerahkan QRIS secara simbolis sebagai sarana pembayaran digital bagi pelaku usaha desa. Tim PPK Ormawa juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Pemerintah Desa Lanjan dan Pemerintah Kecamatan Sumowono atas dukungan yang diberikan selama program berlangsung.
Kegiatan dibuka dengan laporan ketua tim pelaksana dan sambutan berturut-turut dari perwakilan Dekanat FISIP Undip Kris Retno Gayatri, S.T., perwakilan Pemerintah Desa Lanjan, Sekretaris Kecamatan Sumowono, Bapperida Kabupaten Semarang, serta perwakilan Bupati Semarang. Sebuah video recap perjalanan program turut diputar sebelum sesi talkshow dimulai.
Gebyar Bazar UMKM di Balai Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kamis (17/9/2026). (Dok. PPK Ormawa BEM FISIP Undip)
Rangkaian ditutup dengan Gebyar Bazar UMKM yang menampilkan produk warga dari berbagai lini usaha, mulai dari kopi, olahan makanan, kerajinan tangan, hingga pipa rokok. Tim PPK Ormawa membuka lapak coffee testing dan membagikan kopi susu racikan sendiri secara gratis kepada pengunjung.
Di sela antrean gelas kopi itulah percakapan antara petani, dinas, dan audiens berlangsung paling cair. Bagi Ketua Tim PPK Ormawa BEM FISIP Undip, Listianisa, lokakarya ini diharapkan meninggalkan bekas yang lebih jauh dari sekadar seremoni penutupan program.
"Besar harapan kami, Lokakarya Desa Lanjan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, melainkan menjadi titik temu antara data, potensi, dan harapan. Semoga dari lokakarya ini lahir gagasan yang membumi, program yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang tidak berhenti setelah kegiatan selesai," ujarnya.
Ia menambahkan, semangat yang dibawa timnya sejak awal adalah menempatkan Lanjan bukan sebagai objek, melainkan subjek pembangunan itu sendiri.
"Tim PPK Ormawa BEM FISIP Universitas Diponegoro 2026 percaya, Lanjan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang berdaya untuk membangun dirinya sendiri. Melalui lokakarya ini, kami berkomitmen untuk menjadi mitra, menjadi jembatan, dan berjalan bersama masyarakat Lanjan menuju kemandirian desa," tutupnya.
Oleh: Hassya
Mahasiswi PPK Ormawa BEM FISIP Undip.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment