Ekonomi
Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Harus Diiringi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat
APERO FUBLIC I OPINI.- Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan indikator utama keberhasilan pembangunan suatu negara. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kondisi ini tentu menjadi kabar baik karena menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi, investasi, serta konsumsi masyarakat. Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi seharusnya tidak hanya tercermin dalam angka statistik, melainkan juga dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan.
Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi secara optimal. Kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan yang layak, serta ketimpangan pendapatan masih menjadi persoalan yang dihadapi sehari-hari. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya diikuti oleh pemerataan hasil pembangunan.
Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan seluruh kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Dengan demikian, tujuan pembangunan ekonomi nasional bukan sekadar meningkatkan angka pertumbuhan, melainkan juga menciptakan kesejahteraan yang adil dan merata.
Salah satu penyebab utama belum meratanya kesejahteraan adalah ketimpangan distribusi hasil pembangunan. Pertumbuhan ekonomi sering kali lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang memiliki akses terhadap modal, pendidikan, teknologi, dan peluang usaha yang lebih baik.
Sebaliknya, petani, nelayan, pedagang kecil, serta pekerja sektor informal masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Akibatnya, kesenjangan sosial dan ekonomi masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Selain itu, inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok juga memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Meskipun pendapatan sebagian kelompok masyarakat meningkat, kenaikan harga barang dan jasa sering kali membuat daya beli tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Kondisi ini menyebabkan masyarakat merasa bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya memberikan dampak positif terhadap kehidupan mereka.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi tetap memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Investasi yang meningkat dapat membuka lapangan kerja baru, memperluas kesempatan usaha, serta meningkatkan penerimaan negara. Pembangunan infrastruktur yang masif juga membantu memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih efisien dan produktif.
Pemerintah telah berupaya memperkuat fondasi ekonomi melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Namun, manfaat pembangunan tersebut masih perlu diperluas agar dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil dan kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Terdapat beberapa hambatan yang perlu menjadi perhatian dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Pertama, kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja di berbagai daerah masih belum merata sehingga daya saing sumber daya manusia belum optimal.
Kedua, akses terhadap layanan kesehatan, teknologi, dan informasi masih terbatas di sejumlah wilayah. Ketiga, struktur ekonomi yang masih bergantung pada sektor tertentu membuat sebagian masyarakat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya terpusat di kota-kota besar. Program pelatihan kerja, bantuan sosial yang tepat sasaran, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidupnya.
Selain itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Investasi pada sektor pendidikan dan kesehatan juga harus menjadi prioritas karena kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Oleh : Salwa Zahrotunnisa
Program Studi Manajemen / Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Universitas Pamulang
Tahun 2026.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment