-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Kepemimpinan Opini Pemerintahan Pendidikan Mengenal era-Swak Indonesia
Kepemimpinan Opini Pemerintahan Pendidikan

Mengenal era-Swak Indonesia

era-Swak merupakan fenomena sosial di dalam suatu peradaban manusia dimana kehidupan bernegara di dalam kemunduran moral pemerintahan.
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
02 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


APERO FUBLIC. OPINI.- Istilah era-Swak merupakan istilah untuk menyebut suatu masa dalam pemerintahan dan peradaban yang mengalami kemunduran moral aparatur pemerintah yang menyebabkan rusaknya tatanan kemanusiaan masyarakat di dalam negara tersebut.

Istilah swak diambilan dari singkatan swasta dan kepentingan. Swasta disini diartikan usaha sendiri atau keinginan pribadi. Sementara kepentingan merupakan usur dari kepentingan pribadi yang mewakili keserakahan dan kesewenangan. Dimana orang-orang tersebut baik dia seorang pemimpin, aparatur negara atau warga sipil mengakali administrasi untuk kepentingan dirinya, kelompoknya dan usaha-usahanya tanpa memperdulikan keadilan sosial.

era-Swak memang selalu muncul di dalam suatu pemerintahan dan peradaban suatu bangsa. Era-Swak muncul pada pertengahan masa peradaban, atau muncul diakhir sebuah rezim. Baik itu rezim monarki, otoritarianisme, demokrasi atau teokrasi.

era-Swak dapat dipahami dengan baik, karena fenomena sosial ini begitu tampak di dalam kehidupan sosial masyarakat. Berikut ini ciri-ciri era-Swak:

1.Para aparatur pemerintahan baik sipil atau non sipil tidak memiliki rasa tanggung jawab sebagai sebagai mustinya. Dimana mereka yang seharusnya menjadi penjaga atau pengayom tapi justru merekalah yang merusak kehidupan masyarakat.

2.Petugas hukum dari semua kalangan melakukan jual beli hukum, manipulasi, atau mempermainkan hukum dengan tujuan mendapat uang. Hukum menjadi lemah, dan tidak karu-karuan dan tidak memenuhi standar keadilan.

3.Orang kaya menggunakan uangnya untuk memperkaya diri sendiri dengan cara memanipulasi pajak, mengatur legalitas hukum dengan uang mereka, membeli hukum dan perundang-undangan.

4.Banyak hukum dan peraturan-peraturan yang didesain agar para aparatur negara dapat melakukan pungli, alasan meminta uang kepada masyarakat, dan desain-desain perundangan yang dilakukan para pejabat untuk kepentingan kelompok, perusahaan (oligarki), dan pejabat.

5.Orang-orang bodoh yang hanya pandai bicara menjadi pemimpin.

6.Penyakit sosial neofeodalisme menguat dan dianut sebagaian besar orang kaya dan aparatur negara semua kelas. Paham feodal yang menguasai kehidupan orang-orang kaya dan para aparatur negara. Istilah feodal untuk penyebutan orang feodal di zaman dahulu. Sementara untuk penyebutan zaman sekarang diistilahkan dengan neofeodalisme.

7.Semua hal-hal yang dilakukan tidak serius, yang dipikirkan bagaimana mendapatkan uang dan memperkaya diri sediri, kelompok atau keuntungan bagi dirinya. Istilah ini disebut dengan materialisme buta.

8.Para tokoh masyarakat mulai dari kaum cendekiawan sampai tokoh agama tidak lagi peduli dengan kehidupan masyarakat kecil, tidak peduli dengan keadilan, dan acuh ta acu dengan keadaan pemerintahan. Mereka lebih suka diam dan menikmati kehidupan mapan dengan bisnis Yayasan atau bisnis bidang agama.

9.Penyakit sosial dan penyakit masyarakat berkembang hebat sehingga kehidpan masyarakat menjadi kacau. Mulai dari meningkatnya kemiskinan, kerusakan moral, narkoba terus menggerogoti, dan seks bebas berkembang bebas.



10. Masyarakat menjadi apatis, tidak tahu harus mengadu ke mana atau siapa yang dapat dipercaya dalam hal apa pun. Karena standar uang menjadi penentu apa pun dalam masalah yang mereka hadapi.

11.Korupsi disemua bidang dan terjadi disemua instansi negara, BUMN, dan Swasta.

12.Kekuatan uang jauh lebih besar dari kekuatan kemanusiaan.

13.Kesewenangan terjadi dimana-mana atau sikap sesuka hati penguasa. Miasalnya menguba hukum untuk kepentingan politik, untuk kepentingan bisnis orang tertentu.

Dari 12 ciri umum tersebut sudah ada dalam kehidupan negara Indonesia. Sehingga Indonesia memasuki yang dinamakan era-Swak. era-Swak memang selalu dilalui oleh sebuah peradaban atau masa pemerintahan. Dimana era-Swak merupakan jalan menuju kekacauan sosial atau kehancuran suatu rezim, suatu pemerintahan atau suatu peradaban.

Sebagai gambaran pada masa lalu, era-Swak terjadi di Kesultanan Aceh semasa kehidupan Sultan Iskandar Muda. Masa kecil sultan menyaksikan era-Swak terjadi di Kesultanan Aceh. Dimana kelompok bangsawan kaya, orang kaya dengan sesuaka hati hidup menindas, membunuh pemimpin atau membunuh orang untuk kepentingan mereka. Masa Sultan Iskandar Muda menjadi sultan Aceh dia mengakhiri era-Swak di kesultanan dan menuju kejayaan Kesultanan Aceh.

Sultan Iskandar Muda melakukan revolusi, merampas semua kekuatan, kekuasaan dan harta para orang kaya dan kaum bangsawan lalu meletakkan hukum sebagai azaz utama dalam kehidupan bernegara. Orang-orang kaya di jarah, benteng mereka dihancurkan dan hanya diizinkan membangun rumah sebagaimana masyarakat biasa.

era-Swak juga hadir di Kawasan dunia lain, misalnya di Rusia dan Eropa. Di Rusia-Cina dan Prancis terjadi era-Swak yang menjijikkan sehingga membentuk Gerakan rakyat yang menghancurkan monarki di tiga negara tersebut.

era-Swak di Indonesia terjadi tidak begitu kentara sebab peradaban bangsa Indonesia belum terbentuk. Masih merupakan embrio peradaban asli yang hidup terpisah. Misalnya terjadi di Aceh, terjadi di Pulau Jawa dimana era-Swak yang berlainan masa dan permasalahan.

Sepanjang Sejarah, era-Swak di Indonesia dimulai masa Kolonial Belanda yang dinamakan Hindia Belanda. Penindasan penjajah, monopoli dan perbudakan pertanian terselubung terjadi, yang menyebabkan masyarakat Hindia Belanda memasuki era-Swak yang nantinya memunculkan gerakan revolusi yang ingin mengakhiri penderitaan rakyat.

Orang feodal seperti kaum raja, bangsawan pribumi dan kaum penjajah hidup dalam kemewahan sementara masyarakat kebanyakan hidup dalam kemiskinan. Era-Swak kolonial masa Hindia Belanda melahirkan revolusi sosial yang berkelanjutan. Misalnya masuknya paham Komunis, bangkitnya gerakan pemuda yang menuju keruntuhan kekuasaan feodal pribumi dan keruntuhan Hindia Belanda.

era-Swak kemudian terjadi di akhir Pemerintahan Orde Baru. Dimana kehidupan negara ada ditangan militer dan Soeharto sebagai pemimpin otoritarianisme. Revolusi meletus tahun 1998 melawan kesewenangan rezim Orde Baru. Masa ini, negara dikendalikan oleh Soeharto dan sedikit elit militer dan orang kaya. Rakyat dibungkam dan hidup dalam kemiskinan. Hampir semua gubernur dan pejabat negara diisi oleh elit militer.

Setelah berlalunya zaman otoriter Orde Baru-Militerisme ABRI di dalam pemerintahan. Negara Indonesia memasuki zaman disebut zaman reformasi dimana kekuatan demokrasi lebih kuat. Harapan pada zaman ini hadir di dalam hati rakyat Indonesia.

Dua dekade zaman Demokrasi berlalu sudah. Namun ternyata zaman reformasi dimana kehidupan sosial masyarakat lebih terbuka dan musyawarah di kedepankan. Kehidupan rakyat dan bernegara bukan semakin baik tapi perlahan semakin buruk. Kebebasan yang diberikan membuat aparatur negara lebih leluasa berbuat kesewenangan. Sementara pemimpin demokrasi yang hadir merupakan orang-orang bodoh dengan mengandalkan uang.

Era-Swak terus menjadi-jadi sampai hari ini dan seterusnya. Kekacauan sosial akan menjadi bom waktu pada waktunya. Kita tidak mengetahui apa yang akan dilakukan rakyat terhadap pemerintahan negara ini. Apakah revolusi rakyat sebagaimana revolusi kaum proletar di Rusia dan Cina. Apakah Revolusi otokrasi sebagaimana terjadi di Iran. Kita tunggu saja hal itu terjadi di Indonesia.

Kalau kita pantau di media sosial dimana kekecewaan rakyat pada polisi dan institusi hukum yang rakyat ungkapkan melalui media sosial, adanya penyerangan kapolsek di beberapa tempat oleh massa karena kecewa pada aparat yang menyeleweng, hal itu merupakan titik api revolusi yang menunggu angin menghembusnya.

era-Swak merupakan bukti nyata kegagalan pemerintah pada semua bidang terutama dalam memenuhi rasa keadilan (hukum-sosial) dan kesejahteraan rakyat. Indonesia sekarang ada pada zaman yang disebut dengan era-Swak.


Oleh: Joni Apero, S. Hum
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Kepemimpinan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Friday, August 14, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

Monday, August 24, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Tegaskan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Nasional

PT. Media Apero Fublic- Monday, September 07, 2026 0
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Tegaskan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Nasional
APERO FUBLIC   I  JAKARTA. --  ​ Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam melalui konfere…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261854
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN-TURI.—   Dukuh Gading Kulon, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, menjadi lokasi peny...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar
    APERO FUBLIC   I  CILEGON.–   Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 17 Kelurahan Mekarsari dari Universitas Bina Bangs...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira
    APERO FUBLIC   I  BUNUT.—  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 92 mengadakan kegia...
  • Mahasiswa KKM 17 UNIBA Luncurkan Website Profil Desa Kelurahan Mekarsari
    APERO FUBLIC   I  CILEGON.--   Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 17 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) resmi meluncur...
  • Media Sosial: Manfaat Besar atau Risiko Nyata bagi Remaja ?
    Perubahan Interaksi Sosial Remaja di Era Digital APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Media sosial kini menjadi ruang utama bagi remaja Indonesia . D...
  • Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital?
    Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital? Oleh: Rifda Arsy Aulia Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sib...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Cegah Stunting Sejak Dini: Mahasiswa UTM Kenalkan Olahan Es Loli Daun Kelor di Posyandu Anggrek
    APERO FUBLIC   I   BANGKALAN.–   Daun kelor yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan sayuran diolah menjadi sesuatu yang berbeda oleh Tim...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Thursday, October 03, 2024

Popular Post

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Friday, August 14, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

Monday, August 24, 2026
Mahasiswa KKM 17 UNIBA Luncurkan Website Profil Desa Kelurahan Mekarsari

Mahasiswa KKM 17 UNIBA Luncurkan Website Profil Desa Kelurahan Mekarsari

Tuesday, August 18, 2026
Media Sosial: Manfaat Besar atau Risiko Nyata bagi Remaja ?

Media Sosial: Manfaat Besar atau Risiko Nyata bagi Remaja ?

Wednesday, December 10, 2025
Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital?

Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital?

Thursday, August 13, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Cegah Stunting Sejak Dini: Mahasiswa UTM Kenalkan Olahan Es Loli Daun Kelor di Posyandu Anggrek

Cegah Stunting Sejak Dini: Mahasiswa UTM Kenalkan Olahan Es Loli Daun Kelor di Posyandu Anggrek

Tuesday, August 18, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1917 Berita Daerah 1799 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1250 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 127 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 12 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1154 Kesehatan 48 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 687 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 210 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 43 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us