Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

10/27/2021

PENTINGNYA AKREDITASI PERPUSTAKAAN BAGI SEKOLAH.

APERO FUBLIC.- Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar yang membutuhkan pengelolaan yang baik dan profesional, untuk itu pengelola perpustakaan sekolah harus memberikan perhatian yang serius terutama kepala sekolah, guru, dan tenaga pustakawan. Dalam era globalisasi ini, penguasaan ilmu pengetahuan teknologi, dan informasi merupakan tuntutan kebutuhan yang harus terpenuhi.

Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi merupakan kunci untuk memenangkan tantangan globalisasi. Minimnya penguasaan sumber pengetahuan, teknologi, dan informasi akan berujung pada sebuah kemunduran dan kegagalan dalam persaingan global.

Fenomena saat ini dalam dunia pendidikan yaitu sekolah-sekolah swasta yang mempunyai akreditasi lebih baik sehingga banyak diminati dari pada sekolah negeri. Namun, pada saat ini sekolah negeri masih banyak peminatnya karena memiliki status yang jelas. Akan tetapi tidak menuntut kemungkinan jika sekolah swasta lebih diminati karena memberikan layanan yang lebih baik.

Sehingga sekolah swasta mulai menjadi bahan pertimbangan dalam penerimaan beasiswa untuk melanjutkn ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karenanya, akreditasi dalam sekolah sangat penting dalam menunjang mutu pendidikan.

Jadi dapat disimpulkan pentingnya akreditasi perpustakaan sekolah supaya memiliki status yang jelas dan salah satu bagian penting dalam pendidikan guna memenuhi kebutuhan informasi dan meningkatkan pengetahuan.

Oleh: Karmilawati.
Editor. Melly
Tatafoto. Ahmad Reni Efita.
Palembang, 27 Oktober 2021.
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan. Email:Karmil180496@Gmail.Com.

Sy. Apero Fublic.

Penggunaan Online Public Access Catalog (OPAC) Sebagai Sarana Temu Kembali Informasi Pada Perpustakaan.

APERO FUBLIC.- Perkembangan teknologi informasi dizaman saat ini telah berkembang begitu pesat dengan adanya internet sebagai hasil dari perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak perubahan pada manusia dalam pencarian informasi.

Dampak perkembangan teknologi semakin meluas dan tidak dapat di pungkiri bahwa teknologi informasi sangat baik untuk diterapkan di bidang pendidikan seperti perpustakaan.

Secara umum perpustakaan diartikan sebagai tempat yang menghimpun berbagai koleksi buku, berupa tercetak maupun yang terekam dalam berbagai media, seperti: buku, majalah, surat kabar, film, video, kaset dan lain sebagainya.

Perubahan layanan dalam menggunakan Online Public Access Catalog (OPAC) sangat penting bagi pengelolah dan pengguna perpustakaan, Online Public Access Catalog (OPAC) sebagai katalog online yang membantu memudahkan dalam pencarian koleksi bahan pustaka bagi pengguna, Online Public Access Catalog (OPAC) adalah sebuah fitur yang digunakan untuk para penggunjung di perpustakaan dalam mengakses pencarian sehingga dengan mudahnya informasi ditemukan di dalam perpustakaan.

Oleh: Rebbi Tiyara Putri.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Oktober 2021.
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan. Email: rebbitiyaraputri11@gmail.com.

Sy. Apero Fublic

Geliat Pustakawan Di Tengah Pandemi dan Berita Hoaks.

APERO FUBLIC.- Kehadiran virus COVID-19 yang berdampak serius bagi  seluruh masyarakat, menyebabkan banyak informasi yang tersebar dikalangan masyarakat yang belum tentu terbukti kebenarannya. Akibatnya, banyak masyarakat yang dirugikan baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Peran pustakawan sebagai penyedia informasi bagi pemustaka dan masyarakat umum bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan informasi yang terpercaya untuk masyarakat.

Pemberlakuan peraturan PSBB, WFH, Social Distancing, hingga lockdown (karantina area) yang menjadi kebijakan pemerintah Indonesia di masa pandemic ini membuat segala aktivitas beralih melalui jaringan media online (daring), tak terkecuali perpustakaan sebagai tempat rujukan utama.

Penanganan dalam pelayanan informasi digital di tengah merebaknya wabah Corona Virus 2019 atau Covid-19 membuat tenaga ahli perpustakaan (pustakawan) harus mengambil langkah besar dalam pengembangan perpustakaan virtual bagi pengguna informasi. Pustakawan menjadi mata tombak literasi Indonesia dalam membagikan virtual information for peoples.

Dengan banyaknya berita yang beredar mendorong pustakawan untuk lebih meningkatkan pelayanan kebutuhan informasi yang terpercaya, salah satunya dengan memberikan pelayanan referensi virtual yang diharapkan mampu memberikan informasi yang akurat serta menekan peredaran berita hoaks yang beredar.

Oleh: Adesti Putri Anesia.
Editor. Desti, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Oktober 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.Email : adestianesia11@gmail.com.

Sy. Apero Fublic

10/20/2021

Lagu Kota Wisata Olahraga Ciptaan Guru Honor di Muba Ramaikan Jagad Media Sosial.

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Oi Sanak Dulur, Berkunjunglah ke Kota Kami, Jelajalah Seluruh Tempat Wisata. Musim Kemarau Kitek Pacak Bekarang Ikan, Serte Pacak Ngelek Festival Bongen.

Begitulah lirik lagu yang berjudul Kota Wisata Olahraga ciptaan guru honorer di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Muba yang baru-baru ini ramai di Jagad media sosial (medsos). Lagu berdurasi 5 menit 7 detik ini bercerita keindahan wisata Olahraga yang dimiliki Bumi Serasan Sekate.

"Inspirasinya karena sejak empat tahun terakhir ini di Muba wisata alamnya dan fasilitas olahraganya terus berkembang, pesat jadi saya tergerak untuk membuat lagu," ungkap Novia Wulandari SPd, sang Penyanyi Lagu Kota Wisata Olahraga.

Perempuan kelahiran 13 September 1996 ini mengaku, tak menyangka lagu yang dinyanyikannya tersebut viral di medsos dan mendapat respon positif dari banyak pihak.

"Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Muba dan Pemkab Muba atas dukungannya, semoga lagu ini bisa lebih mengangkat potensi wisata yang ada di Muba," ungkap peraih Juara pertama lomba Senjang Festival Randik tahun 2018 itu.

Sementara itu, Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP mengatakan dirinya sangat bangga dengan potensi dan bakat yang dimiliki generasi muda di Muba. "Ini karya positif dan memberikan kontribusi sangat baik untuk mengangkat potensi yang ada di Muba," kata Beni yang juga Ketua PMI Muba.

Ia berharap, dengan karya seni dari Novia ini dapat memacu motivasi generasi muda lainnya di Muba untuk berlomba-lomba menghasilkan kreatifitas positif yang bermanfaat. "Ini wujud nyata untuk andil berkontribusi membangun daerah," ulasnya.

Kepala Dispopar Muba, Muhammad Fariz SSTP MM mengatakan secara langsung karya dari Novia dapat lebih mengenalkan potensi wisata dan fasilitas Olahraga yang ada di Muba.

"Semoga pariwisata dan sarpras Olahraga yang ada di Muba dapat lebih baik lagi tersampaikan ke khalayak, demi mewujudkan Muba Maju Berjaya di tahun 2022," harapnya.

Pantauan di media sosial, tampak lagu Kota Wisata Olahraga tersebut diunggah dan ditonton puluhan ribu warganet. Mari bersinergi dalam harmonisasi dan kreasi mendukung visi Muba Maju Berjaya yang tinggal beberapa bulan lagi. Semoga berkenan dengan sebuah lagu karya putri daerah Muba. (HS).

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

Lagu Wisata Olahraga Musi Banyuasin Viral Jelang Anugerah Pesona Indonesia 2021.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Di penghujung pelaksanaan puncak Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021  Nopember mendatang, di Sekayu, Musi Banyuasin, sebuah lagu khas Muba  viral di media. Tampak sudut-sudut keindahan Muba pada lagu berjudul Kota Wisata Olahraga. Nyaris seluruh objek wisata alam dan tradisi serta fasilitas olahraga ditampilkan secara epik. Lagu Kota Wisata Olahraga ini dikarang dan dibawakan Novia Wulandari, seorang guru kelahiran Plakat Tinggi sekaligus kreator seni.

"Irama lagunya optimis, penuh semangat. Sambil menyimak lirik lagu, mata kita pun dibimbing menikmati pesona wisata Muba yang elok. Gambaran suasana pada video lagu ini bikin penasaran dan ingin datang langsung ke lokasi," tutur Ina, saat ditemui sedang kongkow di Taman Air Sekayu.

Bagi warga luar kota yang melintasi kota Sekayu cocok singgah di taman ini. Seperti diungkapkan CEO Ayo Jalan-jalan Indonesia, Muhammad Syafa'at bersama tim lainnya saat berada di Kabupaten Muba.

"Kami datang dari Jakarta sejak kemarin dan sudah keliling langsung Kota Sekayu, melihat langsung objek wisata dan keunggulan yang ada di Muba, sungguh luar biasa. Selaku penyelenggara ajang API kami sangat mengapresiasi kesiapan Kabupaten Muba untuk menyelenggarakan malam puncak Anugerah Pesona Indonesia Ke-6 tahun 2021," ucapnya, Senin (20/9/2021).

"Ini wujud kebanggaan warga Muba menampilkan keindahan daerah sendiri. Cara ini sangat pas untuk  pengembangan  pariwisata dan perekonomian daerah. Dari cerita mulut ke mulut atau juga lewat lagu yang renyah wisatawan lebih mudah menangkap pesan. Sinergi warga dan pemerintah ini cocok diteruskan," beber Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga, AP Rabu, (20/10/2021).

Sinulingga menyebut lewat lagu dan video Novia, terpapar banyak potensi Muba. Menurutnya penggambaran itu sangat efektif menarik minat masyarakat.

"Ada objek wisata alam, event olahraga, fasilitas seni dan pusat pembinaan atlet usia dini.  Ada juga potensi dari sisi fashion yakni Gambo Muba yang berasal dari limbah gambir, lalu oantai bongen, serta kearifan sosial bekarang dan lainnya yang ditampilkan dalam video lagu itu. Partisipasi warga yang seperti ini layak disupport," jelas dia

Novia sebagai pencipta lagu menyebut seni, olahraga dan pariwisata bisa dipadukan. Pemerintah punya konsep dan dia senang terlibat di dalamnya.  "Lewat cara yang saya tekuni yakni lagu saya sengaja menghadirkan keindahan,keelokan, potensi wisata serta optimisme dalam lagu ini. Kalau sebarannya bisa maksimal ya  sangat bagus. Syukur bisa  mencuri perhatian wisatawan lokal dan mancanegara," ungkap Novia yang juga kondang sebagai artis Senjang. Ia tercatat beberapa kali memenangi kejuaraan tarik suara di Muba. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

10/16/2021

PERAN PERPUSTAKAAN DI MASA PANDEMI

APERO FUBLIC.- Peran Perpustakaan di era pandemi tidak berubah. Perpustakaan tetap berperan untuk menciptakan masyakat yang literate, hanya bentuk penyampaian dan medianya yang berubah. Peran perpustakaan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu:

1.Peran di back office terkait dengan keberadaan pustakawan dan staff pengelola perpustakaan.

2.Peran di front office terkait dengan masyarakat yang menjadi audiens dari perpustakaan.

Kegiatan di perpustakaan di masa pandemi tidak dapat dilakukan seperti pada umumnya (normal terdahulu). Meskipun saat ini new normal telah diterapkan namun apa yang akan diterapkan tentunya akan disesuaikan dengan kaidah-kaidah normal baru. Kaidah new normal seperti, mengenakan masker, wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, penyemprotan desinfektan rutin, jaga jarak minimal 1 meter sehingga kapasitas ruangan di perpustakaan akan lebih terbatas dan juga pembatasan kunjungan setiap harinya.

Pustakawan dan staff pengelola perpustakaan pada masa pandemi benar-benar dipaksa untuk berubah, pustakawan harus menyesuaikan dengan kondisi dimana tidak dapat melayani secara langsung atau tatap muka seperti yang dilakukan sebelum masa pandemi.

Saat ini pustakawan berusaha untuk mentransformasikan pelayanan yang sebelumnya dilakukan secara langsung menjadi pelayanan daring seperti dongeng, seminar, workshop, pengembangan aplikasi, akreditasi perpustakaan, kepenulisan dan kegiatan lain, sehingga peran perpustakaan di front office yaitu peran untuk menciptakan masyarakat yang literate tetap dapat dirasakan.

Transformasi pelayanan offline menjadi pelayanan daring ini dilakukan karena sebagai pustakawan dan staff pengelola perpustakaan tetap harus mengembangkan diri demi menciptakan pelayanan terbaik untuk masyarakat walaupun masih terdapat banyak kekurangan. Pengembangan diri ini terkait dengan peran perpustakaan di back office yang terkait dengan pustakawan dan staff pengelola perpustakaan.

Oleh: Susmayati.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 16 Agustus 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

10/12/2021

PILKADES Desa Sungai Pasir.

APERO FUBLIC.- OKI. Pesta Demokrasi di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan berjalan dengan lancar dan aman terkendali. Pemilihan kepala desa berlangsung pada hari Selasa, 12 Oktober 2021.

Pemilihan kepala desa diikuti tiga pasang calon kepala desa. Nomor urut pertama bernama Kurnia Ilahi (Dokok). Nomor Urut Dua bernama Deli Alapa (Pelet). Nomor Urut tiga bernama Erik Sandes (Erik). Dalam pelaksaan pemilihan tertib dan lancar. Penduduk yang memberikan suara di setiap TPS datang dengan teratur. Sehingga kegiatan berjalan dengan sangat baik.

Setelah pemilihan selesai, panitia pelaksana PILKADES mulai melaksanakan hitung suara. Untuk suara terbanyak diperoleh oleh calon kepala desa dengan nomor urut tiga, Erik Sandes berjumlah 1199 suara sah. Calon kepala desa nomor urut dua Deli Alapa memperoleh suara 817 suara sah. Sedangkan calon kepala desa nomor urut pertama Kurnia Ilahi mendapat suara 591 suara sah.

Sehingga dalam pemilihan kepala Desa Sungai Pasir dimenangkan oleh Erik Sandes. Hal-hal tersebut ditetapkan oleh panitia PILKADES berdasarkan perhitungan suara terbanyak. Semoga calon terpilih menjadi pemimpin yang amanah. Sehingga Desa Sungai Pasir menjadi semakin maju.

Oleh. Pais Paliadi, S.Pd.
Editor. Joni Apero.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sungai Pasir, 12 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

Pendekar Tapak Suci Asal Muba Raih Emas PON Papua

APERO FUBLIC.- SENTANI. Putri daerah asli Muba, Fransika Sandra Dewi atlet pencak silat dari perguruan Tapak Suci Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2021 Papua.

Atlet binaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Musi Banyuasin dan juga atlet PPLPD Muba ini menjadi yang terbaik di kelas tanding F 70-75 kg putri. Pada partai final di venue silat GOR Toware, Sentani, Papua, Selasa (12/10/2021) siang atlet asal Kota Sekayu, Kabupaten Muba ini mampu tundukkan Siti Nur dari Kalimantan Timur.

Ini merupakan medali emas perdana cabang olahraga pencak silat Sumsel. Mendali emas ini juga cukup mengejutkan karena pertama kali Fransiska ikut PON. Tak hanya Fransiska, atlet Muba juga menyabet dua medali perunggu yaitu Alvin Masaiz untuk kelas E Putra dan Nia Larasati untuk kelas E Putri.

Fransiska mengaku bersyukur bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Sumsel. "Alhamdulillah syukur, saya bisa meraih medali emas," kata Fransiska.

Dia juga mengungkapkan terima kasih pada Bupati Musi Banyuasin dan juga Kadispopar Muba yang sangat support. "Saya ucapkan terimakasih banyak pada bapak Bupati Muba dan Kadispopar Muba dan juga Bank Sumsel Babel yang selama ini mendukung karier saya," kata Fransiska.

Terkhusus rasa terima kasih juga diutarakan Fransiska pada pelatih pencak silat Sumsel Abas Akbar. "Terima kasih juga pada coach Abas Akbar orang tua kita di sini. Ya, dia terus memotivasi saya yang berjuang di Papua tanpa didampingi orang tua saya," terang dia.

Fransiska menyebut kunci sukses keberhasilan meraih medali emas adalah selalu tampil all out dalam setiap pertandingan. "Selalu berdoa sebelum laga dan fight dalam laga. Tak boleh anggap remeh lawan dan juga tidak boleh keder, harus tampil maksimal," tukas dia.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan selamat kepada Fransiska atas medali emas dan juga kepada Alvin dan Nia atas capaian yang diperoleh. "Selamat telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional," ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini.

Sementara itu Pelatih Pencak Silat Abas Akbar juga mengaku bersyukur atas capaian cabor pencak silat di PON Papua. Dimana pencak silat Sumsel sukses mempertahankan 1 medali emas dan 3 medali perunggu, dimana 3 atlet peraih medali adalah dari Musi Banyuasin.

"Alhamdulillah kita bisa mempersembahkan medali emas hari ini. Ini semua untuk masyarakat Sumsel," kata Abas Akbar pesilat yang sukses juara dunia 1996 ini. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 12 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

10/10/2021

FAMS Sumatera Selatan dan Ajak Kenalkan Potensi Wisata Dengan Medsos.

APERO FUBLIC.- PALEMBANG. Muchendi Mahzareki menyambut baik serta mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh anak-anak muda Sumatera Selatan yang tergabung dalam FAMS (Forum Admin Media Sosial) Sumsel. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan H Muchendi Mahzareki saat ditemui anggota FAMS Sumsel. Sabtu, (9/10) malam.

"Sekarang ini anak muda sangat mendominasi penggunaan media sosial, apalagi berita nasional dapat langsung kita terima dari akun-akun publik yang memposting dan diterima oleh masyarakat langsung," ujar mantan Ketua DPD KNPI Kota Palembang. Lebih lanjut H Munchendi Mahzareki mengatakan para admin harus tetap patuhi UU ITE dan berikan masyarakat edukasi.

"Apalagi masyarakat perlu di edukasi dalam bermedsos mengenai komentar-komentarnya, hoax-nya dan tidak bisa dipungkiri kita juga tidak dapat membendung komentar mereka sebanyak itu," paparnya Muchendi berpesan agar FAMS Sumsel ini selalu memberikan sajian konten yang menarik, edukatif, serta caption pun juga perlu diperhatikan.

"Program-program pemerintah harus disampaikan kepada masyarakat seperti tempat-tempat wisata, karena Bapak Gubernur terus menggaungkan Wisata yang ada di Sumsel," katanya.

Sementara itu, Edo Ketua pelaksana "South Sumatra Media Sosial Jamboree 2021" mengucapkan terima kasih kepada Kakanda Muchendi Mahzareki atas sambutan serta sarannya. Edo menjelaskan, FAMS Sumsel tahun ini mengusung tema "Connection, Collaboration dan Contribution" yang artinya dengan perkembangan media sosial yang semakin cangih ini, kami menyadari untuk melangkah lebih jauh butuh koneksi dan kolaborasi serta kontribusi dari teman-teman admin lainnya.  Selain itu juga kami membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan siapa pun. (HS)

Sy. Apero Fublic

Rebut-Rebutan: Potong Kue Anggaran Negeri Antaberanta

APERO FUBLIC.- Sarce atau syair cerita ini adalah kategori syarce fiksi. Bercerita tentang sebuah negeri yang kaya-raya tapi 80% rakyatnya miskin. Negeri Antaberanta adalah sebuah negeri yang terletak di kayangan. Negeri yang kaya raya beserta subur tanahnya, banyak tambang. Negeri itu dihuni para dewa dan dewi yang baik rupa. Kendaraan dapat terbang kemana-mana di alam semesta, termasuk dapat terbang ke bumi.

Negeri Antaberanta juga demokrasi dan punya penjaga burung elang besar sekali sebagai pelindung negara sehingga negara mereka berdiri. Moto mereka, “saya Antaberanta, saya elang.” Pemimpin dan wakil rakyat bumi (WRB) Negeri Antaberanta kehidupan sangat mewa sekali. Mereka menganut paham neo-feodalisme dimana kesuksesan dirinya diukur dengan seberapa banyak dapat materialisme. 

Baju dan makan mereka diambil dari upeti rakyat mereka di bumi. Upeti itu mereka buat kue yang lezat dengan bahan dasar logam, emas, dan hasil bumi. Para pemimpin negeri Antaberanta tidak punya visi untuk memajukan negeri mereka. Tapi mereka menjadi Pemimpin atau Wakil Rakyat Bumi hanya untuk makan kue upeti dari rakyat. Kue itu, rakyat bumi namakan kue anggaran.

KUE ANGGARAN
 
Ada sebuah kue.
Kue anggaran namanya.
Adonan dibuat musyawara.
Di dalam loyang bima.
Banyak lobang dan celah-celah.
Ada untuk makan sendiri.
Ada untuk pencitra diri.
Kue itu sejenis bolu, yang bolong ditengah.
Sering dipesan oleh orang terhormat negeri Antaberanta.
 
Hari ini ulang tahun.
Ulang tahun yang ditunggu setiap tahun.
Acara meriah dihadiri orang terhormat.
Pakai jas, pakai mobil, sepatu mengkilap.
Acara dilaksanakan di gedung milik rakyat.
 
Ulang tahun dirayakan setahun sekali.
Kalau ulang tahun ada kue, tentunya.
Kue-kue yang mantap dan enak.
Kue terhidang di meja emas.
Sebelum memotong diadakan rapat.
Rapat dimulai oleh pimpinan wakil rakyat Negeri Antaberanta.
Dimulai salam, diawali ketuk palu.
Ada bentak-bentak, ada teriak-teriak.
Lalu semua akur sebab ukuran sama didapat.
Sidang pun diakhiri salam, diakhiri ketuk palu.
 
Kue yang enak dan lezat.
Sudah di bagi-bagi untuk di potong-potong.
Siap di cicip dan dilahap.
Lalu dilaksanakan oleh para dinas.
Ada juga yang dijual belikan.
Ada juga yang minta potong persen saja.
Sebab kue tidak terlalu lezat.
Lagian perutnya buncit dan berlemak sudah.
Sudah kenyang makan kue tiap tahun.
Kue yang dibuat dengan pajak dan hasil usaha negeri Antaberanta.
 
Tinggal sisa untuk dibagi sekalian.
Untuk jatah  tikus, anjing, dan srigala-srigala buas.
Kue pun mulai habis dan mulai basih.
Rakyat negeri anta beranta berkata.
Tanya rakyat antaberanta: Kenapa kue cepat hancur, mahal dan tidak enak?.
Sebab sudah di obok-obok tangan kotor.
Tangan kotor, tapi dibilang bersih.
Karena di lap dengan jas dan dasi.
Lalu dibungkus dengan agama dan gelarnya.
Mereka itulah orang terhormat, katanya.
Wangi parpumnya, busuk hati dan pikirannya.
 
Begitulah kiranya orang negeri antaberanta.
Tidak usah heran dan dilema.
Serahkan pada yang kuasa.
Sebab mereka akan mati jua.

 

Negeri Antaberanta selalu memilih pemimpin mereka dengan cara dipilih langsung oleh rakyat bumi. Saat pemilihan para calon sangat dekat dengan rakyat, serta banyak pula lukisan-lukisan mereka di pinggir-pinggir jalan. Setelah terpilih karena lapar memperkenalkan diri mereka sangat lapar sehingga akan sangat banyak memakan kue anggaran yang lezat itu. Walau pun cuma kue tapi dapat ditukar dengan berbagai macam keperluan.

Seperti keperluan memperkenalkan diri, keperluan membeli kuda, kijang, membeli wanita atau menapkahi istri muda. Kue anggaran juga ajaib, lama di simpan tidak busuk, hanya berbunga saja dan bertambah banyak. Negeri Antaberanta juga banyak agama dan kepercayaan.

Tapi tidak ada gunanya dalam membangun moral mereka. Apabila berurusan dari Rukun Bumi (RB) sampai Tingkat Kayangan I dan Tingkat Kayangan II akan lancar kalau diberi kue cemilan dari rakyat. Untung kita tinggal di Indonesia yang luar biasa.

Disusun: Tim Redaksi Apero Fublic.
Palembang, 10 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

10/09/2021

Mengenal Swarsih Djojopuspito: Penulis Yang Mahir Berbahasa Belanda.

APERO FUBLIC.- Sastrawan wanita bernama Swarsih Djojopuspito adalah salah satu sastrawan wanita Indonesia angkatan pertama. Masa dimana awal perkembangan kesastraan modern Indonesia. Swarsih lahir pada 20 April 1912 di Cibadak, Bogor. Dia masuk pendidikan di Sekolah Kartini, MULO, dan Europesche Kweekschool. Setelah selesai menempuh pendidikan dia bekerja sebagai guru Perguruan Rakyat di tahun 1931. Mengajar di Taman Siswa tahun 1939, Pasundan Istri tahun 1937, dan mengajar di HIS tahun 1939.

Bidang organisasi di tahun 1945 sampai 1950 menjadi anggota Komite Nasional Pusat. Di tahun 1946 sampai tahun 1947 menjadi wakil kepala Biro Perjuangan bagian wanita. Membantu sebuah majalah berbahasa Belanda, Critiek en Opbouw, Het Inzicht dan Majalah Orientatie. Karena menguasai bahasa Belanda Swarsi menulis sebuah buku berbahasa Belanda berjudul Buiten Het Gareel. Namun hasil karya tersebut tidak masuk sebagai kesastraan Indonesia.

Buku kumpulan cerita pendeknya yang berjudul Empat Serangkai yang diterbitkan Pustaka Rakyat di Jakarta pada tahun 1954. Judul empat serangkai memberikan penjelasan kalau buku tersebut memuat empat buah cerita pendek. Judul pertama berjudul, Seruling di Malam Sepi. Cerita Pendek bercerita tentang seorang istri yang ditinggal suami bekerja keluar negeri. Sehingga sang istri mendapat godaan-godaan dari lelaki lain. Dalam cerita tersebut sang Suami bernama Purnomo mengatakan padanya:

“Seorang lelaki tak dapat setia, Maryati. Dia dikodrti mengingini wanita lain dari istrinya. Dia tak harus tinggal pada satu istri saja. Ini bukan soal cinta dan kasih sayang, hanya suatu keperluan tubuh belaka.”

Dari kata-kata itu membuat hati Maryati tidak tenang. Dalam pada itu seorang lelaki bernama Haryadi. Akhirnya Maryati menyerah dalam pelukan lelaki itu. Saat sang suami pulang berkatalah Maryati. “Seorang wanita juga dapat ingin pada lelaki lain, dan Aku inging melihat kau, bagaimana sikapmu jika aku berbuat seperti lelaki. Aku tetap mencintai kau.”

Namun ternyata Purnomo tidak bisa menerima, dia menolak Maryati setelah mengakui dosa-dosanya. Cerpen kedua berjudul, Artina. Bercerita tetang seorang gadis bernama Artina yang memiliki banyak cita-cita dan baik hati. Namun semua cita-citanya harus berakhir karena menikah. Cerpen ketiga berjudul Badju Merah yang mengisahkan tentang seorang lelaki buaya dimana banyak wanita yang menjadi korbannya.

Cerpen keempat berjudul Perempuan Djahat yang mengisahkan seorang wanita bernama Hersini yang menikah dengan seorang lelaki yang tidak dia cintai. Dia menikah atas dasar kasihan saja bernama Slamet. Tetapi suami selalu menyakitinya dan dia berusaha mempertahankan rumah tangganya. Beberapa waktu dia berselingkuh dengan seorang lelaki bernama Iskandar.

Namun sikat sang suami masih tidak berubah, kemudian di pergi ke rumah saudaranya di Surabaya. Dia meminta bercerai dengan suaminya, namun sang suami tidak mau memberikannya.  Akhir cerita Hersini meninggal dunia setelah melahirkan anak dengan selingkuhannya Iskandar. Dalam cerpen-cerpen tersebut memberikan gambaran bahwa penulis memberikan kritikan pada kaum laki-laki.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Oktober 2021.
Sumber: Th. Sri Rahaju Prihatmi. Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya, 1977.

Sy. Apero Fublic

10/08/2021

PEPUSTAKAAN SEBAGAI WAHANA REKREASI

APERO FUBLIC.- Apakah kalian sering berwisata ke banyak tempat untuk melakukan rekreasi, seperti trans studio, pantai Parangtritis, taman nasional, pegunungan, musium, dan lainnya?, lalu pernahkah kalian malakukan wisata ke perpustakaan?.

Perpustakaan itu ibaratnya objek wisata, karena dapat memberikan fungsi rekreasi kepada para pengunjungnya. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana atau seharusnya perpustakaan bisa menjadi tempat wisata dan menjadi wahana rekreasi.

Bagi orang-orang yang suka membaca, perpustakaan tentu saja bukan sebuah tempat yang baru. Tapi mungkin sebagian juga belum tahu bahwa perpustakaan juga bisa menjadi wahana rekreasi loh, jadi nggak Cuma sebagai tempat di mana buku-buku dan sumber informasi lainnya ditata. Rekreasi pada dasarnya merupakan suatu kebutuhan yang penting dan tidak bisa diabaikan manfaatnya dari kehidupan kita.

Harold D. Mayer dkk (1964) menjelaskan bahwa kebutuhan pokok hidup manusia dibagi berdasarkan waktu yang dimanfaatkan oleh individu, yang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu: exsistence adalah waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan mempertahankan kelangsungan hidup, seperti mandi, makan, tidur dan istirahat; subsistence adalah waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan yang menunjang kelangsungan hidupnya dengan karyanya; leisure adalah waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan agar tercapai keseimbangan antara usaha manusia dalam mempertahankan dan menunjang kelangsungan hidupnya yakni dengan melakukan rekreasi.

Rekreasi merupakan salah satu kebutuhan yang fundamental dalam membentuk kepribadian manusia, dimana dengan ikut melakukan kegiatan yang  rekreatif maka manusia akan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih besar, memberikan keseimbangan dalam pertumbuhan, kreativitas, kompetisi dan watak, memperbaiki kapasitas mental dan meningkatkan pengetahuan, kebebasan kondisifisik, hubungan sosial, tujuan hidup serta stabilitas emosi yang lebih baik.

Pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, informasi, serta pengetahuan berpengaruh terhadap semua jenis kegiatan dan tindakan manusia. Seiring dengan kemajuan tersebut membawa perubahan besar terhadap kegiatan di perpustakaan, hal ini dapat dilihat dari berkembangnya ilmu, fungsi, dan tugas perpustakaan dalam kegiatan perpustakan. Oleh karena itu, kemajuan ilmu, fungsi dan tugas menuntut adanya suatu perubahan yang besar dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemustaka dalam kegiatan perpustakaan.

Berkembangnya ilmu, fungsi dan tugas perpustakaan dalam kegiatan perpustakaan perlu diarahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka atau pengunjung, maka perpustakaan harus dapat lebih melaksan akan fungsi rekreasi dengan menjadikan perpustakaan sebagai objek wisata. Pemustaka atau pengunjung dapat memanfaatkan layanan yang dimiliki perpustakaan untuk mendapatkan penyegaran pikiran sertahiburan yang dibutuhkan oleh setiap individu.

Perpustakaan harus terus mengembangkan fungsi serta tugas dalam melayani pemustaka. Perpustakaan bukan hanya sebagai pemenuh kebutuhan informasi, tetapi perpustakaan dapat dijadikan sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan rekreasi pemustaka atau pengunjung.

Perpustakaan menurut Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 pasal 3 yang menyatakan bahwa “Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa”. Dalam praktiknya, hanya fungsi pendidikan, fungsi informasi, dan fungsi penelitian yang mendapat perhatian terbesar dari berbagai perpustakaan dan pakar yang berkompeten. Karena fungsi-fungsi ini berada di bawah lingkup perpustakaan.

Fungsilain, seperti fungsi rekreasi, kurang diperhatikan. Buktinya dengan jarangnya tulisan, penelitian, proyek pengembangan, diskusi ilmiah, atau pertemuan yang membahasnya secara khusus. Akibatnya, wajar jika timbul kesan bahwa perpustakaan pada umumnya adalah tempat belajar atau mencermati informasi dan pengetahuan dengan sungguh-sungguh. Perpustakaan tidak memberikan kesan memberikan hiburan kepada pengunjungnya.

Berbagai sumber hanya menjelaskan fungsi rekreasi yang dapat dijalankan di perpustakaan dengan koleksi materi ringan seperti komik, majalah, koran, dan bahan lain yang dapat memberikan hiburan bagi masyarakat pengguna. Selain itu, perpustakaan sering disebut-sebut sebagai sumber hiburan bagi orang-orang yang gemar membaca buku. Meskipun ini relatif, apakah orang benar-benar terhibur dengan membaca? Hal tersebut perlu diuji secara empiris.

Terlepas dari kenyataan yang ada, fungsi rekreasi  pada perpustakaan masih dapat dikembangkan. Perpustakaan itu seperti objekwisata, di mana keduanya dapat memberikan fungsi rekreasi terhadap masyarakat yang menjadi pengunjungnya. Orang yang pergi ke perpustakaan dapat mencapai hasil yang sama seperti mereka yang pergi berwisata. Mereka (pengunjung) tetap melakukan rekreasi untuk mendapatkan hiburan, kesegaran jasmani atau rohani, dan kenangan. Ketiga aspek ini dapat menjadi dasar pendekatan bagi pengembangan fungsi rekreasi di perpustakaan.

Oleh: Muhammad Alfin Ramadhan
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Oktober 2021.
Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. (E-Mail: rm.alfin@gmail.com atau rm.alfin@ymail.com.

Sy. Apero Fublic