8/06/2021

Mengenal Pohon Kiara Beringin (Ficus Annulata)

APERO FUBLIC.- Pohon kiara beringin dikenal dalam masyarakat Melayu di Sumatera Selatan dengan nama Kiare. Kiara beringin sering juga dijuluki dengan beringin pencekik memiliki nama ilmiah ficus annulata, dari genus ficus dan keluarga moraceae. Kiara beringin adalah pohon besar yang sangat unik dalam pertumbuhannya. Pada awalnya pohon asli Indonesia ini adalah kotoran hewan yang memakan buahnya. Seperti burung, kelelawar atau jenis hewan primata (kera).

Kemudian hewan-hewan tersebut terbang jauh dan membuang kotorannya. Kotoran yang dimana terdapat biji buah kiara beringin jatuh, dan menempel pada dahan pohon. Kemudian biji tersebut tumbuh perlahan. Pada awalnya tumbuh menyerupai akar yang menjuntai pada batang pohon tersebut, lalu menjuntai ke bawah sampai menyentuh tanah. Pada ujung yang menyentuh tanah muncul akar, sedangkan bagian yang menjuntai atau menempel muncul sejenis akar yang mulai melilit pada batang pohon tersebut.

Semakin lama semakin banyak belitan dan semakin membesar. Juntaian yang pada awalnya seperti akar kecil perlahan membesar dan menjadi batang pohon kiara beringin. Seiring waktu pohon kira terus besar dan mencengkeram seluruh batang pohon dimana awal dia tumbuh. Akhirnya pohon tersebut menjadi mati. Pohon kiara beringin pun tumbuh mandiri menjadi sebatang pohon kiara beringin yang besar dan rindang.

Ketinggian pohon kiara beringin tergantung dari tempat pohon yang dia tumbuhi. Akar pohon kiara beringin berbentuk banir lebar, dan akar yang melingkar-lingkar. Buah berbentuk bulat dan berwarna hijau, tangkai daun bersifat tunggal. Batang yang besar menciptakan dahan-dahan yang besar. Uniknya dahan kiara beringin berbentuk melandai dan melebar. Karena rindang dan sejuk oleh oksigen pohon kiara beringin menjadi pohon yang nyaman.

Membuat lebah hutan tertarik bersarang, sehingga sering dijadikan masyarakat di Sumatera dan Kalimantan sebagai pohon bersarang lebah hutan. Di Sumatera pohon yang dijadikan tempat bersarang lebah hutan dinamakan pohon sialang, sialang kiare atau sialang kiara beringin.  Penduduk pada awalnya membersihkan dahan-dahan pohon kiara beringin, lalu membuat sarang tiruan dari ijuk. Untuk memancing lebah bersarang.

Sialang kiara beringin biasanya tidak bertahan lama. Karena sistem naik pohon sialang kiara beringin penduduk melukai batang dan dahannya dengan menancapkan kayu tajam (lantak). Sehingga membuat pohon kiara beringin menjadi sakit, dalam waktu kurang lebih sepuluh tahun pohon Kiara beringin, mati. Pohon kiara beringin terhitung pohon yang berumur lama, lebih dari satu abad.

Oleh. Pais Paliadi, S.Pd
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
OKI, 7 April 2021.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment