6/30/2021

Budidaya Bengkuang: Salah Satu Matapencaharian Petani Desa Totorejo.

APERO FUBLIC.- FLORA. Desa Totorejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, merupakan salah satu produsen bengkuang. Sudah puluhan tahun Desa Totorejo menjadi produsen terbesar tanaman bengkuang di daerah OKU Timur.

Bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus erosus) dikenal dari umbi (cormus) putihnya yang bisa dimakan sebagai Tumbuhan yang berasal dari Benua Amerika ini termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Dalam Bahasa Spanyol, tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau j√≠cama. Bengkuang merupakan jenis tanaman buah berumbi yang memiliki banyak kandungan air dan sedikit glukosa.

Sebagian petani melakukan penanaman bengkuang di daerah perkebunan Kuwait (ladang). Penanaman tersebut dilakukan setelah panen raya padi. Para petani memanfaatkan lahan beberapa bulan untuk selingan menanam bengkuang. Dalam hal ini bengkuang bisa dikembangkan dari biji. Agar punya benih yang bagus, pilih biji dari tanaman bengkuang yang sehat.

Hasil dari panenan bengkuang ini para petani menjualnya ke pasar-pasar. Budidaya bengkuang relatif mudah dan memiliki pangsa pasar yang cukup besar dengan harga jual yang relatif tinggi. Salah satu permintaan pasar yang tinggi terhadap ubi jalar adalah bahan baku kosmetik. Selain itu bengkuang juga banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan seperti rujak dan juga salah satu bahan makanan di dalam tekwan.

A.Pemanenan Buah Bengkuang.

Pemanenan bengkuang dapat dilakukan ketika usia tanaman mencapai 4 bulan. Jika Anda menginginkan buah yang berukuran lebih besar, Anda bisa memanen bengkuang ketika usia 5 bulan dengan maksimal usia 7 bulan. Karena usia panen memengaruhi mutu buah menjadi berserat serta kurang renyah.


Secara fisik, tanaman bengkuang yang bisa dipanen yaitu ketika batang dan daun mulai berwarna kecoklatan. Pada umumnya para petani bengkuang dapat memanen ketika tananam bengkuang berusia 3,5-5 bulan.


Dalam memanen bengkuang diperlukan teknik atau cara tersendiri, yaitu dengan mencabut batang tanaman ketika lahan kering serta tidak gembur. Dalam hal ini bisa menggunakan alat seperti cangkul untuk memudahkan pengangkatan buah bengkuang ke atas permukaan tanah.


Namun dilakukan secara hati-hati agar buah bengkuang tidak terkena cangkul tersebut. Kumpulkan semua buah bengkuang yang sudah diangkat ke permukaan, potong bagian pangkal buah serta potong batang tanaman, hanya perlu menyisakan ujung buah sekitar 15 cm. Hal tersebut berfungsi untuk mengikat buah bengkuang ketika akan dipasarkan.

B.Pasca Panen Tanaman Bengkuang

Setelah tanaman bengkuang berhasil dipanen, ada beberapa hal yang perlu di lakukan untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Cuci buah bengkuang hingga bersih agar terlihat lebih menarik, sehat, segar, mulus, dan terlihat baik.
  2. Keringkan buah bengkuang di ruangan yang terbuka dengan cara menghamparkan alas atau tikar, kemudian bersihkan kembali buah dari beberapa batang dan akar yang tersisa menggunakan pisau.
  3. Buatlah pengelompokan buah berdasarkan ukuran yang kecil, sedang, dan besar untuk memudahkan serta mempercepat durasi pengikatan buah.
  4. Buatlah ikatan buah bengkuang untuk dipasarkan, di mana dalam satu ikat terdiri dari 3 sampai 5 buah bengkuang. Ikatan tersebut juga disesuaikan dengan kecil besarnya ukuran buah. Jika buah berukuran sedang, dalam satu ikatan terdiri dari 3-4 buah.
  5. Bengkuang siap untuk di pasarkan. 

Oleh: Netty Cayati.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Juni 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Prodi Ilmu Perpustaksaan.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment